Guru Geografi: Soal Formatif | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Soal Formatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soal Formatif. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 24

Contoh Soal Asesmen Formatif Geografi Fase E Kelas 10 [Konsep Geografi]

Contoh Soal Asesmen Formatif Geografi Fase E Kelas 10 [Konsep Geografi]

Yuk kawan kita coba berlatih contoh soal asesmen formatif atau latihan atau ulangan, apa lah istilahnya sama saja pokonya.

Kita coba bahas soal geografi fase E ya, dimana ada beberapa tipe soal yang digunakan jadi bukan hanya pilihan ganda tunggal saja. Jangan lupa share ke teman-teman lain.

1. Banjir rob akibat aktivitas pasang surut air laut, mulai mengancam wilayah pesisir utara Jawa seperti Semarang, Pekalongan dan Jakarta. Dalam geografi, fenomena tersebut salah satu contoh aspek ….
a. sosial
b. kewilayahan
c. fisik
d. keruangan
e. ekologi

Kunci: C
Banjir rob itu kan dipicu oleh naiknya muka air laut karena bulan purnama, atau ada anomali atmosfer dan lainnya. Jadi fenomena tersebut adalah fenomena alam (aspek fisik).

2. Geografi memiliki objek material yang dinamakan geosfer. Sistem geosfer meliputi lapisan berikut ini, kecuali ....
a. atmosfer
b. litosfer
c. kriosfer
d. antroposfer
e. eksosfer

Kunci: E
Objek material geografi adalah geosfer yang terdiri atas atmosfer (lapisan udara), litosfer (lapisan batuan), biosfer (lapisan kehidupan), hidrosfer (lapisan air), kriosfer (lapisan es), antroposfer (lapisan manusia). Eksosfer adalah batas luar angkasa.

3. Pilihlah pernyataan berikut yang tergolong dalam prinsip distribusi!
a. Indonesia termasuk pada area Coral Reef Triangle, yaitu berada di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua.
b. Energi terbarukan yang sedang dikembangkan di Indonesia di antaranya adalah tenaga surya, geothermal, dan bioenergy.
c. Beberapa titik langganan kemacetan saat mudik lebaran, yaitu Simpang Gadog, Pintu Tol Cileunyi, dan Jembatan Cadas Pangeran.
d. Penyebab gempa adalah erupsi gunung api, gerakan lempeng dan longsoran.

Kunci
Kalau prinsip distribusi pokonya harus ada sebaran lokasi, jadi yang benar adalah a dan c.

4. Ikatan Geografi Indonesia menyepakati 10 konsep geografi dalam kehidupan. Contoh penerapan konsep morfologi adalah ....
a. Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudera
b. wilayah Indonesia Timur terdiri atas Sulawesi, Maluku dan Papua
c. wilayah Dieng termasuk daerah plato
d. pemukiman Way Rebo di Flores berbentuk melingkar
e. pembangunan tol trans Jawa meningkatkan ekonomi pesisir Jawa

Kunci: C
Morfologi itu kondisi bentuklahan permukaan bumi, jadi opsi C yang benar.

5. Perhatikan pernyataan berikut.
1. Penumpukan penumpang saat mudik terjadi terminal Kalideres
2. Candi Borobudur dinobatkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.
3. Banjir rob terjadi di Semarang karena anomali cuaca atas Laut Jawa.
4. Letusan Gunung Anak Krakatau menyebabkan longsoran dan tsunami di Anyer.
5. Citayam Fashion Week menyebabkan kepadatan lalu lintas di Sudirman.
Berdasarkan pernyataan di atas, yang menjadi contoh aspek sosial, yaitu ditunjukkan oleh nomor ….
a. 1, 2, 5
b. 1, 2, 3
c. 1, 3, 5
d. 3, 4, 5
e. 2, 3, 4

Kunci: A
Aspek sosial itu berkaitan dengan gejala atau fenomena manusia, jadi pastinya opsi 1, 2, dan 5 yang tepat.

6. Perhatikan gambar!
Tunisia adalah sebuah negara yang terletak di bagian utara benua Afrika. Negara yang secara astronomis berada di antara 30°-38°LU dan 7°-12°BT . Berdasarkan lokasi absolut tersebut, Tunisia masuk kategori iklim ...
a. tropis
b. subtropis
c. sedang
d. kutub
e. dingin

Kunci
Jika dilihat batas iklim matahari pada gambar, maka posisi Tunisia lebih tepat ke dalam kategori iklim sedang.

7. Perhatikan infografis di bawah!
Sumber: 
https://img.inews.co.id/media/822/files/inews_new/2021/12/20/infografis_bencana_di_indonesia_sepanjanga_2021.jpg

Berdasarkan inforgrafis di atas, terdapat tiga jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia pada tahun 2021, yaitu bencana banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor yang secara tidak langsung memberikan dampak lebih banyak dibandingkan bencana lain. Cocokkan solusi-solusi berikut ini dengan ketiga bencana tersebut agar dampak yang ditimbulkan dapat berkurang.

a. Menanam vegetasi keras di sepanjang perbukitan
b. Merevitalisasi drainase di jalanan perkotaan dan perumahan
c. Memasang penangkal petir di pemukiman dan gedung pencakar langit
d. Membuat terasering pada lahan pesawahan 
e. membangun tanggul di bantaran sungai kota

Kunci
a. Menanam vegetasi keras di sepanjang perbukitan>>>longsor
b. Merevitalisasi drainase di jalanan perkotaan dan perumahan>>banjir
c. Memasang penangkal petir di pemukiman dan gedung pencakar langit>>cuaca ekstrim
d. Membuat terasering pada lahan pesawahan >>longsor
e. Membangun tanggul di bantaran sungai kota>>banjir

8. Bacalah wacana berikut!

Kondisi Wilayah Permukiman Kumuh di Kota Bandung Memprihatinkan

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai permasalahan pada pemukiman kumuh khususnya di daerah Kota Bandung. Seperti kita ketahui bahwa kota Bandung merupakan kota wisata, kota di mana menjadi objek kunjungan bagi wisatawan baik luar negeri maupun dari Indonesia itu sendiri. 

Nah, lantas apakah kota Bandung sudah dikatakan baik untuk tata kota atau pun tata wilayahnya. Dalam pertumbuhan permukiman kumuh merupakan sebuah tantangan urbanisasi saat ini. Permukiman yang kumuh ditandai dengan keterbatasan infrastruktur dasar dalam permukiman, salah satunya adalah tidak tersedianya infrastruktur pengelolaan persampahan yang memadai selain itu juga kurang perhatian pemerintah mengenai operasional drainase, integrase limbah kota dengan IPAL, layanan air bersih serta ketersediaan air baku juga menjadi perhatian. Kota Bandung juga sebagai bagian dari kota metropolitan yang tidak luput dari tantangan ini.

Kota Bandung diketahui memiliki wilayah kumuh terbesar di Provinsi Jawa Barat. Dari total 151 kelurahan yang ada di Kota Bandung, terdapat 121 kelurahan yang masuk kategori kumuh. Menurut SK Walikota Nomor 648/Kep.286-distarcip/2015 diketahui bahwa kawasan kumuh di Kota Bandung mencapai 1.457,45 hektar yang tersebar di seluruh daerah. 

Ada 3 daerah yang memiliki wilayah kumuh, yaitu Kelurahan Tamansari (kumuh berat), Kelurahan Babakan Ciamis (kumuh sedang), dan Kelurahan Cihaurgeulis (kumuh ringan). Terdapat sebuah fenomena yang mencuri perhatian pemerintah yakni urbanisasi. Urbanisasi merupakan perpindahan masyarakat dari pedesaan ke wilayah perkotaan sehingga memiliki harapan bahwa perekonomian kehidupannya jauh lebih baik. 

Namun pada kenyataannya, hal itu belum tentu terjadi bahkan banyak yang justru terjebak dengan hiruk pikuk kehidupan di perkotaan. Sehingga terjadi banyak kesenjangan sosial pada masyarakat. Namun demikian, pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat tidak diiringi dengan kemampuan pemerintah kota dalam menyediakan fasilitas bermasyarakat. Hal ini kemudian yang menyebabkan tumbuhnya permukiman kumuh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Bandung, pada tahun 2018 Kota Bandung memiliki 2.452.179 penduduk. Jumlah ini meningkat pada tahun 2019 dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,01 sehingga menjadi 2.480.464 jiwa. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kecamatan Babakan Ciparay dengan jumlah penduduk sebesar 137.077 jiwa. Sementara itu, Kecamatan Cinambo menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil, yakni sejumlah 24.812 jiwa. Adapun kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Bojongloa Kaler dimana kepadatan penduduknya mencapai 39.572,76 jiwa per km persegi.

Secara umum, status kepemilikan bangunan tempat tinggal di Kota Bandung dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu milik sendiri, sewa/kontrak, dan lainnya. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat, status kepemilikan bangunan tempat tinggal milik sendiri pada tahun 2018 sebesar 74,16% dan kemudian meningkat pada tahun 2019 menjadi 78,87%.  Sementara itu persentase status kepemilikan bangunan tempat tinggal sewa/kontra dan lainnya mengalami penurunan.

Sumber: 
https://www.kompasiana.com/ananda27833/61939599c26b77404f6d42f2/kondisi-wilayah-permukiman-kumuh-di-kota-bandung-memprihatinkan

Pilihlah pernyataan yang benar atau salah sesuai wacana di ata terkait kondisi pemukiman kumuh di kota Bandung!
a. Permukiman yang kumuh ditandai dengan keterbatasan infrastruktur dasar dalam permukiman 
b. Terdapat kurang dari 100 kelurahan di Bandung yang masuk kategori kumuh 
c. Urbanisasi yangmasif memicu kesenjangan sosial di kota Bandung 
d. Laju pertumbuhan penduduk di kota Bandung pada tahun 2019 di atas 0,02 persen. 
e. Status kepemilikan bangunan di ktoa Bandung meingkat > 5% dari tahun 2018 ke 2019. 
Kunci
a. benar
b. salah
c. benar
d. salah
e. salah

9. Perhatikan penyataan berikut !
1)   Persamaan dan perbedaan gejala geosfer
2)   Pemetaan dalam suatu wilayah
3)   Konteks keruangan dan kewilayahan
4)   Pendekatan sosial budaya
5)   Interaksi manusia dengan lingkungan
Pernyataan di atas yang merupakan hakikat geografi adalah ….
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 5
C. 2, 3, 5
D. 2, 4, 5
E. 3, 4, 5

Kunci
Hakikat geografi adalah pengertian geografi yaitu 1, 3 dan 5. Ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

10. Terlambatnya pengiriman bantuan untuk sampai ke wilayah bencana tsunami di Aceh karena kerusakan sarana-prasarana perhubungan, dalam kajian Geografi merupakan contoh konsep....
A.   lokasi
B.   morfologi
C.   jarak
D.   diferrensiasi area
E.    keterjangkauan

Kunci
Pernyataan pada soal termasuk konsep aksesibilitas.

Rabu, Juli 20

Soal Pilihan Ganda Kompleks Formatif Kelas VII IPS Bab Ruang dan Interaksi Antarruang + Kunci

Soal Pilihan Ganda Kompleks Formatif Kelas VII IPS Bab Ruang dan Interaksi Antarruang + Kunci


Halo kawan-kawan sekalian di postingan ini saya akan coba bagikan contoh soal pilihan ganda kompleks formatif kelas 7 IPS bab dinamika interaksi ruang dan antarruang dan kunci jawabannya.

Soal formatif ini bisa digunakan untuk ulangan harian atau bank soal ujian akhir semester kalian. Silahkan dimodifikasi saja sesuai kebutuhan di kelas. 

Jangan lupa share artikel soal formatif IPS Kelas VII ini ke grup medsos di sekolah sebagai contoh panduan. 

Format soal penilaian formatif di bawah ini adalah Pilihan Ganda Tunggal dan Pilihan Ganda Kompleks. 

Contoh Soal Formatif Kelas VII IPS Bab Interaksi Ruang dan Antarruang
1. Terjadinya interaksi antar wilayah akan memicu dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif dari interaksi wilayah adalah ….
A. Penyerapan lapangan kerja penduduk
B. Meningkatnya pendapatan penduduk 
C. Menyusutnya lahan pertanian
D. Pendapatan daerah semakin meningkat

Kunci
Interaksi wilayah dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi wilayah bersangkutan. Berikut ini beberapa dampak tersebut:
Dampak positif
- Meningkatkan penyerapan kerja penduduk
- Meningkatnya pendapatan penduduk
- Pendapatan penduduk meningkat
- Pembangunan sarana dan prasarana wilayah semakin baik
Dampak negatif
- Menyusutnya lahan pertanian karena ekspansi perkotaan
- Munculnya slum area di pinggiran kota
- Kemacetan dan polusi perkotaan meningkat
- Angka kriminalitas meningkat di perkotaan
Dengan demikian salah satu dampak negatif interaksi wilayah adalah menyusutnya lahan pertanian.

2. Perhatikan gambar! 

Sumber: https://akcdn.detik.net.id/visual/2019/05/14/f141ee58-da11-4c04-8a37-1cc82deed7b1_169.jpeg?w=650
Gambar di atas menunjukkan salah satu konstruksi proyek kereta cepat Jakarta - Bandung. Kehadiran kereta cepat ini diharapkan akan meningkatkan mobilitas penduduk Jakarta dan Bandung serta memberikan dampak pertumbuhan di titik-titik lokasi yang berada dekat dengan jalur kereta. Faktor interaksi wilayah yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah …
A. transferability
B. Regional complementarity
C. Intervening opportunity
D. Interelation spatial

Kunci
Salah satu syarat dari interaksi antarruang di antaranya adalah transferability, yakni proses kemudahan dalam pengangkutan barang dan jasa untuk memperlancar kebutuhan antarwilayah yang saling berinteraksi. Proyek kereta api cepat Jakarta - Bandung diharapkan akan meningkatkan intensitas interaksi antarruang kedua wilayah. Interaksi yang intens akan memicu pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah. Kota-kota yang dilalui jalur kereta api cepat diaharapkan akan berkembang lebih cepat dan menjadi sentra-sentra ekonomi baru.

3. Berdasarkan pada lokasi koordinat lintang bujur, wilayah Indonesia memiliki 3 zona waktu, yakni WIB, WITA, dan WIT. Kota-kota berikut ini yang termasuk ke dalam zona WITA adalah …
A. Pontianak, Surabaya, Bandung
B. Pekanbaru, Pangkalpinang, Palembang
C. Ambon, Mataram, Kupang
D. Banjarmasin, Denpasar, Manado

Pembagian waktu di Indonesia dibagi menjadi 3 zona waktu, yaitu Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT). Sistem pembagian waktu di Indonesia tersebut diresmikan pada tanggal 1 Januari 1964 berdasarkan Keputusan Presiden RI no. 243 Tahun 1963. 
- Waktu Indonesia Barat atau WIB yang meliputi pulau Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah (UTC+07:00).
- Waktu Indonesia Tengah atau WITA yang meliputi Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara), Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UTC+08:00).
- Waktu Indonesia Timur atau WIT yang meliputi Kepulauan Maluku dan Papua (UTC+09:00).
Dengan demikian kota yang berada di zona WITA antara lain Banjarmasin, Denpasar, Manado

4. Perhatikan grafik berikut.
https://indonesiabaik.id/public/uploads/post/5602/5602-1643813004-220126_PP_Jumlah-Penduduk-Miskin-Indonesia-Turun!_AB2.jpg
Jumlah penduduk miskin di Indonesia masih tergolong tinggi dalam 5 tahun terakhir meskipun sempat mengalami tren penurunan dari 2017-2019. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan angka kemiskinan di tahun 2020 adalah …
A. Adanya pandemi Covid 19 yang menyebabkan banyaknya PHK massal
B. Ketidakmampuan pemerintah menjaga nilai tukar rupiah 
C. Meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok karena perang Ukraina-Russia
D. Pembangunan ekonomi digital lambat dan kurang diperhatikan

Kunci
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat di tengah pandemi Covid-19. Hingga September 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan bertambah 2,76 juta jiwa menjadi 27,55 juta jiwa. Pandemi Covid membuat banyak perusahaan tidak dapat menjalankan usaha karena adanya kebijakan pembatasan kegiatan. Hal ini berdampak pada arus keuangan perusahaan yang memburuk sehingga terjadi PHK massal di beberapa sektor industri. PHK massal ini membuat jumlah keluarga miskin semakin bertambah di masa pandemi. 

5. Pengaruh dari posisi geografis Indonesia salah satunya adalah terhadap variasi iklim. Indonesia memiliki tiga tipe iklim utama, kecuali ….
A. Tropis, musim dan laut
B. Subtropis, sedang, laut
C. Mediteran, laut dan ekuatorial
D. Musim, dingin, hujan

Kunci
Dilihat dari letak geografsnya, Indonesia berada di antara Benua Australia dan Asia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifk. Dampak dari letak geografis Indonesia terhadap iklim adalah terciptanya tiga tipe iklim yaitu iklim tropis, iklim musim dan iklim laut. 

Iklim panas atau tropis akan menyebabkan udara rata-rata yang ada di Indonesia menjadi panas. Hal tersebut terjadi karena Indonesia adalah negara yang terletak di sekitar garis khatulistiwa.

Iklim muson terjadi sebab pengaruh angin musim yang bertiup berganti arah Iklim muson terjadi sebab pengaruh angin musim yang bertiup berganti arah setiap setengah tahun sekali. Angin yang bertiup berasal dari timur laut dan bersifat kering sehingga menimbulkan musim kemarau pada bulan April hingga Oktober. Sementara itu, angin bertiup yang berasal dari barat daya dan bersifat basah menimbulkan terjadinya musim hujan pada bulan Oktober hingga April.

Iklim laut terjadi karena kondisi Indonesia yang banyak dikelilingi oleh laut dan samudra. Sehingga di Indonesia, iklim ini menyebabkan lebih banyak musim penghujan

6. Diantaranya pernyataan berikut ini, pernyataan yang menunjukkan dampak posisi geologis Indonesia yang tepat adalah …
A. Indonesia memiliki wilayah gurun pasir yang luas
B. Banyak ditemukan gunung api aktif di pulau Kalimantan dan Papua
C. Indonesia banyak ditemukan bahan galian bernilai ekonomi tinggi 
D. Jenis tanah dominan adalah tanah gambut

Kunci
Secara geologis, Indonesia bisa dikategorikan sebagai sebuah negara yang terletak di antara lempengan bumi dan dangkalan laut. Secara geologis Indonesia terletak antara tiga lempengan bumi, lempeng Pasifik, lempeng Eurasia dan lempeng Australia. Selain itu dari segi perairan, Indonesia terletak di antara dua buah dangkalan, dangkalan Sahul dan dangkalan Sunda. Dangkalan adalah sebuah wilayah laut dangkal yang menghubungkan wilayah di antara dua daratan besar. Wilayah laut dangkal ini terbentuk saat es mencair di akhir Kala Pleistosen. Dampak posisi geologis Indonesia diantaranya adalah terbentuknya busur kepulauan gunung api di wilayah selatan dan utara.  keragaman topografi dan keberadaan bahan galian/mineral bernilai ekonomi tinggi.

7. Soal
Urbanisasi adalah salah satu fenomena interaksi wilayah yang umum dijumpai. Terjadinya interaksi antarwilayah membuat perubahan komposisi penduduk pada masyarakat desa. Perubahan tersebut diantaranya adalah ….
A. Jumlah usia anak sekolah di desa menurun
B. Jumlah penduduk usia produktif di desa menurun
C. Desa didominasi penduduk usia muda
D. Angka kematian bayi di desa tinggi

Kunci
Urbanisasi adalah fenomena perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah salah satu bentuk interaksi wilayah yang umum dijumpai di semua negara di dunia. Faktor urbanisasi paling utama adalah ekonomi. Ketimpangan pembangunan antara kota dan desa membuat penduduk desa berbondong-bondong meninggalkan desa menuju kota untuk mencari pekerjaan. Hal ini akan berdampak pada perubahan komposisi penduduk di desa. Penduduk usia produktif di desa cenderung akan semakin berkurang karena lebih memilih pergi ke kota untuk mencari pekerjaan yang beragam.

8. Indonesia dilalui oleh jalur pegunungan api dikarenakan secara geologis berada di batas tumbukkan lempeng Eurasia-Indo Australia-Pasifik. Salah satu dampak fenomena tersebut adalah terhadap pengembangan energi terbarukan yaitu geothermal untuk pembangkit listrik. Pengembangan energi geothermal terus ditingkatkan pemerintah di berbagai daerah potensial. Namun pengembangan energi geothermal ini seringkali menghadapi masalah lingkungan yaitu …
A. Keberadaan sumur geothermal di pedalaman seringkali harus menghilangkan area hutan lindung
B. Pengembangan geothermal perlu menggunakan teknologi nuklir yang bersifat radioaktif
C. Banyaknya masyarakat adat yang terganggu aktifitasnya
D. limbah geothermal merusak sungai di sekitar pembangkit listrik

Kunci
Energi panas bumi atau geothermal adalah sumber energi yang relatif ramah lingkungan karena berasal dari panas yang dihasilkan dari kontak magma dengan lapisan batuan di kerak bumi. Energi geothermal ini termasuk energi yang ramah lingkungan jika digunakan, salah satunya untuk pembagkit listrik. Wilayah-wilayah yang berada pada zona pegunungan api muda sangat potensial untuk dikembangkan pembangkit listrik geothermal. Akan tetapi pengembangan dan pembangunan pembangkit geothermal ini seringkali menimbulkan masalah lingkungan. Masalah tersebut adalah keberadaan sumur geothermal banyak dijumpai di wilayah pedalaman hutan sehingga untuk membangun instalasi pembangkit harus menghilangkan hutan lindung yang sangat vital fungsinya bagi ekosistem.

9. Indonesia merupakan negara yang secara geologis terletak di batas pertemuan lempeng tektonik aktif. Salah satu dampak dari lokasi tersebut antara lain banyak ditemukannya bahan galian ekonomis yang tersebar di berbagai pulau. 

Pasangan jenis bahan galian dan pulau yang tepat berikut ini adalah
1. Batubara di Sumatera dan Kalimantan
2. Timah di Bangka dan Belitung
3. Aspal di Flores dan Sumbawa
4. Minyak Bumi di Kalimantan dan Sumatera
5. Intan di Jawa dan Bali

A. 1, 2 dan 4
B. 2, 3 dan 4
C. 1, 4, dan 5
D. 3, 4 dan 5

Kunci
Salah satu dampak dari lokasi geologis Indonesia adalah banyak terdapat mineral bernilai ekonomi tinggi muncul di bawah kerak bumi Indonesia. Interaksi lempeng dengan magma mendorong pembentukkan mineral-mineral berharga baik melalui peristiwa vulkanisme atau tektonisme. Beberapa mineral potensial yang terdapat di Indonesia antara lain:
- Batubara di Sumatera dan Kalimantan
- Minyak dan Gas Alam di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua
- Aspal di Buton
- Timah di Bangka Belitung
- Tembaga di Papua
- Intan di Kalimantan
Dengan demikian jawaban yang tepat adalah 1, 2 dan 4

10. Soal
Dalam pembuatan peta chorografi, warna adalah salah satu komponen penting untuk menunjukkan perbedaan kenampakan fisiografis. Pernyataan berikut yang tepat terkait penggunaan warna peta adalah …
A. Warna hijau menunjukkan dataran rendah
B. Warna kuning menunjukkan wilayah gurun
C. Warna putih menunjukkan wilayah karst
D. Warna coklat menunjukkan perbukitan

Kunci
Peta adalah gambaran permukaan bumi dalam bidang datar dan diperkecil menurut skala tertentu. Salah satu komponen peta yang sangat vital adalah warna. Pada peta chorografi, warna peta akan menunjukkan perbedaan kenampakan/fenomena fisiografis permukaan bumi yaitu sebagai berikut:
- Warna hijau menunjukkan dataran rendah
- Warna kuning menunjukkan perbukitan
- Warna coklat menunjukkan pegunungan
- Warna biru menunjukkan wilayah perairan

Kaya gimana sih peta chorografi itu?. Nih contohnya di bawah:
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close