Guru Geografi: Teori Ekonomi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Teori Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 3

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Manusia

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Manusia

Dalam kehidupan sehari-hari kalian tentu sering beli barang keburuhan sehari-hari seperti pulsa, makanan, minuman, alat dapur dan lainnya.

Jika dilihat elbih jauh nih ternyata setiap manusia punya kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Seorang arsitek tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan seorang pemahat.

Arsitek akan lebih membutuhkan perangkat seperti meja, pena, penggaris sementara seorang pemahat akan lebih membutuhkan kayu, alat pahat, gergaji dan lainnya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan kebutuhan seorang individu. Perbedaan kebutuhan manusia dipengaruhi kondisi lingkungan, agama, adat istiadat dan peradaban.

1. Lingkungan
Manusia yang hidup di lingkungan beriklim dingin tentu akan berbeda dengan manusia yang hidup di iklim panas. Orang yang bermukim di daerah dingin akan menggunakan pakaian tebal dan makanan yang berkalori tinggi supaya badan mereka tetap hangat.

Sementara orang yang tinggal di daerah beriklim panas akan cenderung menggunakan pakaian tipis dan menghindari makanan berkalori tinggi.

2. Agama
Masyarakat beragama Islam tentu membutuhkan Al Qra, sajadah, mukena, tasbih untuk beribadah sementara agama Kristen membuthkan alkitab, salib atau kebutuhan lain sesuai yang diperintahkan agamanya.
Upacara ngaben di Bali
3. Adat Istiadat
Dalam suatu daerah pastinya punya adat istiadat berbeda. Hal ini berdampak pada perbedaan kebutuhan dan pola hidup seseorang. Contohnya di Bali masyarakatnya punya adat upacara Ngaben yang membutuhkan berbagai keperluan upacara pembakaran mayat. Sementara di masyarakat Toraja misalnya kebutuhan pemakaman utama adalah hewan kerbau dan mumifikasi.

4. Peradaban
Perubahan kehidupan manusia kini semakin cepat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jaman dahulu orang tua kita tentu kebutuhannya sangat sederhana karena belum ada alat-alat digital, sementara kita saat ini sudah disuguhi berbagai macam alat-alat komunikasi mulai dari handphone, kuota internet, printer dan lainnya.

Gambar: Boombastis

Kamis, Agustus 2

Dasar Politik dan Kebijaksanaan Pajak-Pajak

Dasar Politik dan Kebijaksanaan Pajak-Pajak

Pajak merupakan alat yang ampuh di tangan pemerintah dan sampai kini menjadi andalan pengeruk kas negara. Pajak mulai masif dilakukan sejak era kolonial Belanda.

Pajak-pajak tidak hanya digunakan untuk memasukan uang ke dalam kas negara namun juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan politis atau tujuan yang ada di luar bidang keuangan (fungsi mengatur). 

Di masa lalu, sebelum diadakan tax reform, pajak-pajak digunakan sebagai insentif atau perangsang untuk mencapai tujuan tertentu seperti:

1. untuk menarik modal asing maupun modal domestik supaya digunakan untuk investasi dalam bidang-bidang yang diprioritaskan oleh pemerintah untuk tujuan tertentu.
2. untuk mengembangkan pasar modal.
3. untuk mengembangkan penggunaan jasa akuntan publik.
4. untuk meningkatkan penggunaan bentuk koperasi sebagai badan usaha.
Dasar Politik dan Kebijaksanaan Pajak-Pajak
Pajak untuk kemakmuran rakyat
Insentif itu berupa pembebasan pajak (tax holiday) atau penggunaan tarif yang diperingan, sehingga uang pajak yang masuk ke dalam kas negara menjadi lebih kecil. 

Memang jika dilihat secara momental, benar bahwa segala macam insentif itu akan mengurangi hasil pajak, akan tetapi dalam jangka panjang akhirnya masyarakat akan memperoleh keuntungan. Ini lazimnya ditentukan dalam kebijaksanaan fisikal, dimana penggunaan fungsi budget dan fungsi mengatur dari pajak-pajak dikombinasikan.

Pajak-pajak juga dapat digunakan oleh pemerintah untuk memberikan proteksi dalam negeri terhadap industri luar negeri dengan jalan mengenakan pajak atas barang produksi luar negeri yang diimpor atau dengan mengenakan pajak dengan tarif tinggi atas minuman keras beralkohol untuk melindungi dan menghindarkan adanya pemabukan. 

Tidak jarang terjadi bahwa pajak-pajak juga digunakan sebagai alat politik untuk mendapatkan suara dalam pemilihan umum negara-negara maju dengan memberikan janji bahwa pajak akan diturunkan apabila calon dipilih menjadi presiden.

Dalam hubungan internasional, pajak-pajak sering juga digunakan sebagai alat politik untuk memasukan barang produksi luar negeri yang belum dapat diproduksi di negeri sendiri guna meningkatkan  kemakmuran rakyat. Spiegelenberg mengatakan bahwa pajak-pajak tidak hanya digunakan untuk pemasukan uang ke dalam kas negara namun juga digunakan untuk:
1. mengatur tingkat pendapatan sektor swasta,
2. mengadakan redistribution pendapatan dan
3. mengatur volume pengeluaran swasta

Gambar: disini

Selasa, Mei 22

Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik, Ciri dan Barangnya

Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik, Ciri dan Barangnya

Ada banyak jenis-jenis pasar dalam dunia ekonomi dan salah satunya adalah pasar monopoli. 

Jika dibandingkan dengan pasar monopoli, sebenarnya pasar persaingan monopolistik lebih sering kita jumpai di masyarakat. 

Kalau dalam pasar monopoli hanya ada satu pelaku usaha alias perusahaan yang berhadapan dengan banyak konsumen maka di dalam pasar persaingan monopolistik, terdapat beberapa perusahaan yang berhadapan dengan banyak konsumen. 

Jadi pengertian pasar monopolistik adalah suatu pasar dimana ada banyak produsen yang menghasilkan barang yang serupa namun punya perbedaan dalam beberapa aspek. Contoh pasar monopolistik adalah pasar sepeda motor, mobil, elektronik dan komputer.

Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik
Ada beberapa ciri yang terdapat pada pasar persaingan monopolistik yaitu:
1. Ada banyak produsen atau penjual
Meski produsennya banyak namun jumlahnya gak sebanyak pasar persaingan sempurna. Pada pasar persaingan monopolistik, tidak ada satu pun produsen yang punya skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
2. Jenis barang yang dijual berbeda
Inilah yang membedakan pasar monopolistik dengn pasar persaingan sempurna. Di pasar ini barnag yang dihasilkan bisa dibedakan antara satu produsen dengan produsen lainnya. Meski barangnya sama namun tentu kita bisa mmbedakan dari sisi kemasan, cara bayar, layanan purnajual dan lainnnya. 

Oleh karena itu barang yang dijual di pasar persaingan monopolistik bukan merupakan jenis barang pengganti alias subtitusi sempurna namun hanya semisubtitusi yang akhirnya memungkinkan para produsen memiliki kekuatan untuk memonopoli pasar meski di satu produk saja.
Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik, Ciri dan Barangnya
Pabrik perakitan mobil di Bekasi
 3. Adanya kemampuan produsen untuk mempengaruhi harga
Beda dengan pasar persaingan sempurna, dimana produsen tidak punya kemampuan untuk menentukan harga, maka di pasar monopolistik produsen punya kemampuan itu walau tidak sebesar produsen dari pasar monopoli dan oligopoli. 

Kemampuan ini muncul dari sifat barang yang dihasilkan karena perbedaan, ciri khas, kualitas maka konsumen tidak akan berpindah ke merek lain. Konsumen tetap memilih produk tersebut meski harganya naik.
4. Produsen lain mudah masuk ke dalam pasar
Jika ingin masuk pasar, produsen haeus mampu membuat produk yang lebih menarik, bernilai jual, kreatif dan mampu menarik minat konsumen. Disinilah pentingnya riset dan pengembangan produk untuk mampu memikat pasar.
5. Promosi penjualan harus aktif
Ini karena pada pasar persaingan monopolistik harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrat pembeli. Kemampuan perusahaan mencitrakan diri dalam benak konsumen adalah yang paling utama. 

Jadi branding wajib dilakukan sampai masyarakat terpikat dan terhipnotis. Makanya kini berbagai produk mencoba membranding diri dengan meng endorse artis-artis terkenal untuk mendongkrak citra produk sehingga masyarakat akan tertarik membelinya.

Jumat, Januari 19

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Schumpeter dan Neoklasik

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Schumpeter dan Neoklasik

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan domestik bruto dari suatu negara atau daerah. Pertumbuhan ekonomi tiap negara berbeda-beda.

Pertumbuhan ekonomi disebut meningkat jika persentase kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada suatu periode lebih besar dari periode sebelumnya. Kenaikan PDB tersebut tidak disertai perhitungan persentasenya terhadap tingkat pertumbuhan penduduk. 

Jadi pertumbuhan ekonomi adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan PDB suatu negara tanpa memandang apakah kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk.

Ada beberapa teori tentang pertumbuhan ekonomi yaitu:
a. Teori pertumbuhan ekonomi klasik
Menurut para ahli ekonomi klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo, ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu sebagai berikut:
1. Jumlah penduduk
2. Persediaan barang-barang modal
3. Luas tanah dan kekayaan alam
4. Penerapan teknologi

Dari keempat faktor tersebut, para ahli ekonomi klasik menitikberatkan teorinya pada pertambahan penduduk dalam memengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan asumsi faktor luas tanah dan penerapan teknologi adalah tetap. Berikut akan dijelaskan gambaran pertumbuhan ekonomi klasik:
1. Pertumbuhan ekonomi dikatakan tinggi saat jumlah penduduk masih sedikit, persediaan modal cukup banyak dan tersedia lahan luas.
2. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi tergologn tidak berkembang alias statis saat produktifitas penduduk menurun karena berkurangnya kapasitas produksi sehingga kemakmuran masyarakat dan frekuensi kegiatan ekonomi pun ikut menurun.

b. Teori pertumbuhan ekonomi Schumpeter
Peranan pengusaha sangat penting dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inilah penekanan dari Schumpeter dalam teorinya. Wiraswasta akan terus menerus melakukan inovasi untuk menghasilkan hal-hal baru yang berguna bagi usahanya dan dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh. 

Adapun bentuk inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pengusaha antara lain mencari lokasi pasar yang barum, meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi dan mencari sumber bahan mentah. Untuk menjalankan inovasi yang telah ditemukan tentu membutuhkan modal.

Pengusaha akan meminjam modal tersebut untuk keperluan investasi usahanya. Akibat dari investasi tersebut adalah kenaikan pendapatan nasional yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. 

Karena konsumsi meningkat berarti kapasitas produksi pengusaha pun ikut meningkat dan menimbulkan investasi baru oleh pengusaha. Ada dua jenis investasi yang timbul yaitu:

1. Investasi otonom adalah investasi yang timbul akibat adanya kebutuhan modal untuk keperluan inovasi
2. Investasi terpengaruh adalah investasi yang timbul akibat kenaikan pendapatan nasional yang mendorong munculnya investasi baru.

Schumpeter berpendapat saat tingkat kemajuan ekonomi makin tinggi maka kemungkinan untuk melakukan inovasi semakin terbatas. Sulitnya melakukan inovasi membuat pertumbuhan ekonomi berjalan lambat dan akan berhenti pada titik tertentu yang dinamakan stationary state. 

Berbeda dengan aliran klasik yang berpendapat bahwa keadaan stationary state muncul saat tingkat pertumbuhan ekonomi rendah.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Schumpeter dan Neoklasik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin pesat dan siap mengguncang dunia
c. Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik
Beberapa teori pertumbuhan ekonomi aliran neoklasik adalah:

1. Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar
Ada empat asumsi dalam teori ini dalam menganalisa faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi yaitu:
a. Barang modal telah digunakan secara penuh
b. Besarnya tabungan proporsional dengan fluktuasi pendapatan nasional
c. Perbandingan antara modal dan hasil produksi adalah tetap
d. Perekonomian hanya terdiri dari dua sektor

Investasi yang terjadi pada tahun tertentu akan menyebabkan peningkatan barang modal pada tahun berikutnya. 

Agar seluruh penambahan barang modal tersebut digunakan seluruhnya maka total pengeluaran harus meningkat sebesar penambahan barang modal tersebut. Kenaikan total pengeluaran menyebabkan kenaikan pendapatan nasional.

Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan ekonomi terjadi karena adanya peningkatan PDB dari suatu negara atau masyarakat. Oleh karena itu investasi harus tetap meningkat agar pertumbuhan ekonomi meningkat.

2. Teori pertumbuhan ekonomi Solow
Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi. Bisa juga dikatakan bahwa teori ini lebih melihat dari sisi penawaran atau sisi produksi. 

Ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu:
a. Pertumbuhan modal
b. Pertumbuhan penduduk
c. Pertumbuhan teknologi

Dari ketiga faktor tersebut, faktor teknologi menjadi faktor paling menentukan pertumbuhan ekonomi. Data sejarah mencatat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada abad 19 dan 20 dipengaruhi oleh teknologi sekitar 80-90%. 

Sementara itu peranan pertumbuhan modal terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa negara maju hanya sebesar 18-25% dari tahun 1952-1962.


Gambar: disini

Senin, September 25

Menghitung Angka Inflasi Ekonomi

Menghitung Angka Inflasi Ekonomi

Coba kamu sedikit mengingat ke belakang, berapa harga satu mangkuk bubur ayam tahun lalu?. 

Lalu berapa harganya sekarang, apakah sama atau mengalami kenaikan?. Jika naik maka itu adalah inflasi.

Pernahkah Anda mendengar tentang inflasi pada berita? Pernah bertanya-tanya bagaimana inflasi dihitung?. Pada artikel ini Anda akan belajar apa itu tingkat inflasi dan cara menghitungnya.

Menghitung Laju Inflasi

Tingkat inflasi adalah pengukuran kenaikan harga yang baik atau layanan selama jangka waktu berlalu tercermin sebagai persentase. Itu biasanya diukur secara bulanan dan tahunan di Amerika Serikat.

Inflasi adalah kenaikan tingkat harga umum di seluruh spektrum produk yang luas. Inflasi di Amerika Serikat biasanya diukur menggunakan indeks harga konsumen (CPI).  

Menurut Amerika Serikat Bureau of Labor Statistics, CPI adalah 'ukuran rata-rata perubahan dari waktu ke waktu dalam harga yang dibayar oleh konsumen perkotaan untuk keranjang pasar konsumen barang dan jasa.'

Kebalikan dari inflasi disebut deflasi, yang adalah penurunan tingkat harga umum untuk barang dan jasa. Hal ini pada dasarnya tingkat inflasi yang negatif. Gambar: disini
Menghitung Angka Inflasi Ekonomi
Inflasi selalu terjadi tiap tahun
Rumus tingkat inflasi

Untuk menghitung tingkat inflasi untuk produk atau layanan, Anda perlu harga barang atau jasa untuk dua periode waktu yang bersangkutan. Anda kemudian menggunakan rumus ini untuk menghitung tingkat inflasi:

Laju inflasi = ((T2-T1) / T1) x 100

T1 = harga untuk periode waktu yang pertama (atau nomor awal)
T2 = harga untuk periode waktu kedua (atau nomor berakhir)

Berikut adalah contoh. Mari kita mengatakan bahwa harga sebuah televisi layar datar 32-inci $400 tahun lalu tetapi harganya tahun ini menjadi $410. Berapakah tingkat tahunan inflasi untuk televisi layar datar 32-inci?

Laju inflasi = ((T2-T1) / T1) x 100
Laju inflasi = ((410-400) / 400) x 100
Laju inflasi = (10 / 400) x 100
Laju inflasi = 0.025 x 100
Laju inflasi = 2,5%
Perbedaan Konsep Keinginan dan Kebutuhan Dalam Ekonomi

Perbedaan Konsep Keinginan dan Kebutuhan Dalam Ekonomi

Coba saya tanya apa keinginanmu saat ini?. Lalu kebutuhanmu saat ini apa?. Apa perbedaan diantaranya keduanya?. 

Ketika seseorang ingin memiliki atau mendapatkan hal-hal tertentu, orang akan sering menggunakan istilah 'ingin' dan 'butuh' secara bergantian. Namun dalam konsep ekonomi, dua hal ini memiliki perbedaan. 
Kebutuhan (needs) umumnya dala ekonomi sebagai sesuatu yang sangat diperlukan bagi seseorang untuk bertahan hidup.  

Jika kebutuhan tidak terpenuhi, itu akan menyebabkan timbulnya penyakit, ketidakmampuan untuk berfungsi secara efektif dan efisien dalam masyarakat, dan bahkan kematian. 
Kebutuhan dikelompokkan menjadi dua kelompok. Ada kebutuhan fisik atau objektif dan kebutuhan subjektif. Kebutuhan objektif adalah kebutuhan yang terpenuhi melalui hal-hal yang nyata, atau hal-hal yang dapat diukur.  

Contohnya adalah makanan, air, tempat penampungan dan bahkan udara. Di sisi lain, kebutuhan subjektif adalah kebutuhan yang tak terlihat alias bersfita psikologis. Contoh ini adalah harga diri, rasa keamanan dan rasa diakui. 

Seorang profesor politik, bernama Ian Gough, disebutkan sebelas kebutuhan yang berbeda yang harus dipenuhi oleh setiap manusia untuk berfungsi baik dalam masyarakat, dan untuk bertahan hidup. 

 Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan ini dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit (baik secara fisik atau mental), atau bahkan kematian.
Perbedaan Konsep Keinginan dan Kebutuhan Dalam Ekonomi
Perbedaan kebutuhan dan keinginan
Di sisi lain, keinginan (wants) adalah sesuatu yang orang inginkan (ambisi), baik langsung maupun di masa depan. Tidak seperti kebutuhan, keinginan berbeda setiap individu satu dengan yang lain.  

Misalnya, seseorang mungkin ingin memiliki mobil, sementara yang lain mungkin ingin melakukan perjalanan ke sebuah negara eksotis. Setiap orang memiliki sendiri daftar keinginan, masing-masing dengan berbagai tingkat kepentingan. 

Selain itu, keinginan cenderung berubah-ubah seiring waktu berjalan. Hal ini berbeda dengan kebutuhan, yang tetap konstan sepanjang hidup orang.

Ada daerah abu antara keinginan dan kebutuhan. Lalu bagaimana mengukur keinginan dan kebutuhan?. 


Kebutuhan adalah hal yang mutlak diperlukan tubuh untuk hidup sementara keinginan adalah ambisi jiwa manusia untuk memiliki sesuatu meski pada dasarnya ia tidak butuh itu untuk hidup.

Ringkasan:
1. keinginan dan kebutuhan adalah istilah ekonomi.
2. kebutuhan adalah sesuatu yang perlu bagi seseorang untuk bertahan hidup. Di sisi lain, keiinginan menunjuk kepada sesuatu yang keinginan orang, baik sekarang maupun di masa depan.
3. keinginan adalah keinginan yang opsional, yang berarti bahwa Anda masih akan dapat terus hidup, bahkan jika ingin tidak terpenuhi

Di sisi lain, jika kebutuhan tertentu tidak terpenuhi, itu bisa menyebabkan seseorang yang menderita penyakit, atau bahkan kematian

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close