News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Vulkanologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vulkanologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 20

Dampak Erupsi Gunung Api Bagi Kehidupan

Dampak Erupsi Gunung Api Bagi Kehidupan

Gunung api merupakan suatu fenomena bentukkan alami yang terbentuk dari penerobosan magma ke permukaan bumi. Penerobosan magma ini tidak bisa terjadi di semua tempat di Bumi. 

Mayoritas gunung api terbentuk di zona subduksi lempeng seperti di selatan Indonesia. Sisanya terbentuk pada titik hot spot tertentu di permukaan Bumi. Mayoritas gunung api terbentuk di zona cincin api Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Indonesia merupakan negara dengan jumalh gunung api terbanyak di dunia. Sekitar 30% gunung api di dunia bermukim di Indonesia. Hal ini menjadi sebuah anugerah tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Dampak dari Erupsi Gunung Api sangat signifikan bagi planet Bumi. Berikut ini dampak positif dan negatif erupsi gunung api bagi kehidupan di Bumi.
Dampak Erupsi Gunung Api Bagi Kehidupan
Kompleks Gunung Bromo di Jawa Timur
Keuntungan
1. Gunung api mengeluarkan magma pijar yang menjadi bahan utama dari terbentuknya batuan.
2. Erupsi gunung api membuat daratan di Bumi semakin meluas.
3. Mineral esensial yang dikeluarkan gunung api dari dalam bumi menyuburkan lahan-lahan di sekitarnya.
4. Gunung api memuntahkan material-material yang bermanfaat bagi kepentingan pembangunan seperit pasir, batu dan kerikil.
5. Gunung api berfungsi sebagai paku dunia, artinya sebagai patok fondasi daratan di permukaan Bumi.
6. Gunung api banyak dijadikan tempat wisata edukasi.
7. Gunung api menjadi sumber mata air bagi kehidupan di sekelilingnya.
8. Gunung api menjadi lokasi pembentukkan awan hujan.
9. Gunung api menjadi lokasi pembentukkan berbagai mineral berharga seperti emas, tembaga hingga intan.

Kerugian
1. Gunung api dapat merusak lahan pertanian warga sekitar.
2. Erupsi gunung api membuat hujan abu dan merusak rumah dan gedung.
3. Abu vulkanik membuat infeksi saluran pernapasan atas.
4. Erupsi gunung api merusak jadwal penerbangan pesawat.
5. Erupsi yang bersifat raksasa dapat merubah iklim mikro di Bumi.

Gambar: pinterest

Senin, April 17

Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi

Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi

Gunung api merupakan bentukkan alam yang luar biasa. Selama beberapa dekade para ahli geologi dibuat bingung dengan mekanisme terbentuknya gunung api yang disebut dengan busur gunung api di Samudera Pasifik. 

Busur vulkanik ini mencapai 10 -25 persen dari total gunung api di Indonesia. Gunung api ini muncul saat salah satu lempeng kulit bumi masuk ke bawah lempengan lain atau disebut juga subduksi. Baca juga: Geologi patahan Lembang Bandung

Apa yang belum jelas dari mekanisme ini adalah apa faktor yang mengendalikan, dan bagaimana kedalaman fluida magma dan lelehan batuan yang menghasilkan gunung api sehingga muncul naik ke permukaan membentuk letusan gunung api?. 

Mekanisme ini menghasilkan banyak deposit logam di dunia jadi dengan mempelajari proses terbentuknya, maka kita bisa mengetahui dimana sumber deposit bahan galian ini berada.
Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi
Proses Subduksi Lempeng
Menurut hasil riset ahli geologi Timothy Grove, menjelaskan bahwa kedalaman subduksi lempeng tektonik yang melelehkan batuan adalah bervariasi dari 60 km sampai 170 km di di dasar permukaan bumi. Hal ini berdasarkan faktor-faktor tertentu. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Penemuan variabilitas kedalaman ini menjawab pertanyaan "mengapa" gunung api bisa muncul. Varibel kunci utama adalah mineral yang disebut klorit yang terbentuk di matel bumi di atas kerak samudera. Kecepatan dua lempeng tektonik yang saling bertabrakan, secara relatif memengaruhi kedalaman pencairan batuan. 

Klorit mengandung sejumlah besar air dan air ini dilepas ketika klorit rusak oleh kombinasi antara suhu dan tekanan. Dengan memahami kunci dasar proses ini maka kita bisa mengetahui sturktur termal dari gunung api, namun belum bisa menjelaskan bagaimana busur gunung api bisa terbentuk. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus
Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi
Gunung Merapi Indonesia
Memahami proses terbentuknya gunung api sangat penting karena sebagian besar deposit utama logam seperti emas, perak dan tembaga muncul pada formasi tersebut. Jadi bagi yang tertarik untuk meneliti tentang proses terbentuknya busur cincin api, boleh ikut gabung di tim riset Grove. 

Gunung api memang sangat diperlukan bagi kehidupan. Tanpa gunung api maka tidak akan ada daratan, batuan bahkan tanah. Tidak ada lahan pertanian subur tanpa gunung api. Jadi gunung api merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan di Bumi. 

Kalau pun gunung api meletus maka ia sejatinya sedang memberikan bahan kebutuhan untuk keberlanjutan kehidupan yang baru. 
 
Gambar: indiancountrymedianetwork.com, img13.deviantart.net

Jumat, April 7

Terbentuknya Hot Spot Volcano Island

Terbentuknya Hot Spot Volcano Island

Kebanyakan gunung api terbentuk di batas lempeng atau subduksi, namun ada beberapa yang terletak jauh di tengah-tengah lempeng. Area ini dinamakan intraplate volcanism atau hot spot volcano. 

Kegiatan vulkanisme ini tidak berhubungan dengan gerakan lempeng di batas-batasnya. Baca juga: Pembentukan awan di langit

Menurut teori saat ini, tidak semua hot spot volcano dihasilkan dari mantle plume. Mantel plume merupakan material panas yang muncul naik dari dalam bumi karena arus konveksi. Mantel plume dapat digambarkan seperi balon panjang yang ditiup dan berbentuk juga seperti jamur. Beberapa mantle plume ini punya diameter dari 500 - 1.000 km. 

Pada saat mantle plume naik, terkanan akan turun namun suhu tetap tinggi. Hal ini menyebabkan pelelehan dekompresional dari bahan mantel bumi tersebut. Ilmuwan percaya bahwa aliran lava basalt diproduksi saat mantle plume mencapai litosfer.
Terbentuknya Hot Spot Volcano Island
Pembentukan hot spot volcano island
Banyak ilmuwan percaya bahwa mantle plume mungkin berasal dari inti bumi. Studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa hot spot volcano dapat ditemukan dengna kedalaman lebih dangkal di mantel bumi dan dapat bermigrasi perlahan-lahan dalam skala geologi. 

Gunung api di atas hot spot tidak meletus selamanya. Ia melekat pada lempeng tektonik di bawahnya, lalu lempeng tektonik bergerak dan akhirnya keluar dari titik hot spot. Tanpa sumber magma gunung api akan mati dan mendingin. 

Pendinginan ini menyebabkan batuan gunung api menjadi lebih padat. Sementara di titik hotspot, gunung api baru terus diciptakan. Baca juga: Perbedaan stalaktit dan stalagmit
Hot Spot Volcano
Banyak geolog percaya bahwa ada 40-50 hot spot di seluruh bumi meski angka ini dapat bervariasi karena perbedaan definisi dai hot spot itu sendiri. Hot spot volcano utama di bumi antara lain Islandia hot spot, Reunion hot spot, Afar Hot spot dan Hawaii hot spot. 
Terbentuknya Hot Spot Volcano Island
Caldera Yellowstone
Aktivitas vulkanik di titik hot spot dapat membuat gunung api dasar laut yang dikenal dengan seamount. Beberapa ilmuwan percaya bahwa gunung api laut berjasa membangun 28.8 juta km persegi daratan di permukaan bumi. 

The Louisville Seamount Chain tersusun atas lebih dari 80 gunung laut yang membentang sejauh 4.000 km di Samudera Pasifik selatan, berjarka sekitar 1.500 km dari Welllington Selandia Baru.

Hots spot juga bisa terbentuk di atas benu contohnya Yellowstone Hots Spot. Yellowstone menghasilkan fitur vulkanik mengarah ke timur laut sejauh 650 km. Lebih dari 16 juta tahun, hot spot ini telah menghasilkan 15 - 20 letusan besar yang meninggalkan depresi vulkanik raksasa bernama kaldera. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

Hot spot tidak selalu menghasilkan gunung api yang memuntahkan lava. Kadang magma memanaskan air tanah di bawah permukaan bumi yang menyebabkan uap air meletus atau geyser. Ketinggian letusan geyser ini bisa mencapai 50 m lebih.
Gambar: volcanoes-in-aus.weebly.com, businessinsider.com, youtube

Jumat, Februari 24

Tipe Erupsi Magmatik dan Non Magmatik

Tipe Erupsi Magmatik dan Non Magmatik

Kamu tentu pernah melihat gunung api meletus kan di televisi?. Ketika gunung api meletus atau erupsi maka material-material vulkanik dimuntahkan dari dalam perut bumi. Bahan erupsi ini ada yang bersifat magmatik atau non magmatik. 

Tidak semua bahan erupsi ini dimuntahkan secara bersamaan saat erupsi gunung api terjadi. Berbagai faktor seperti kekentalan magma atau kedalmaan dapur magma memengaruhi hal tersebut. 

1. Bahan Erupsi Magmatik
Erupsi efusif akan menghasilkan aliran lava pijar sementara tipe erupsi eksplosif menghasilkan material lepas beranekaragam dengan ukuran mikro sampai raksasa. Material lepas tersebut dinamakan piroklastik. Material erupsi gunung api dapat diklasifikasikan menurut sifatnya yaitu:
a. Leleran atau Lava
Leleran atau lava adalah suatu massa batuan cair yang mengalir keluar dari lubang erupsi atau membentuk sumbat lava atau kubah (dome). Aliran lava ini dapat berwujud sangat cair atau setengah cair dengan tipe bahan homogen dan heterogen.

Sifat aliran lava ini tergantung dari kekentalan atau viskositas magma atau lava. Kekentalan lava dipengaruhi komposisi penyusun lava dan temperatur nya. Lava asam (SiO2) lebih kental dibanding lava basalt. Suhu lava rata-rata mencapai 700 - 1.200 derajat C. Bentuk aliran lava yang unik diantaranya lava bantal di Hawaii.

b. Bom Vulkanik
Bom vulkanik ini adalah bongkahan lava padat berukuran besar yang terlontar dari dalam perut bumi saat erupsi. Bentuk akhir dari bom vulkanik ini dipengaruhi oleh kekentalan magma dan jarak yang ditempuh oleh bom tersebut. Pada umumnya, bentuk akhir bom vulkanik agak bulat, lonjing, gepeng dan tidak teratur dengan ukuran garis tengah lebih dari 63.5 mm.

Ada bom vulkanik yang berukuran rumah seperti yang terjadi saat erupsi Merapi. Bentuk lainnya dari bom vulkanik adalah kerak roti yaitu bagian permukaannya retak-retak  bersegi seperti pada kulit roti yang terlalu mengembang.

Hal ini disebabkan oleh kulit yang lebih cepat dingin dan menyusut karena suhu di luar dingin. Adakala gumpalan lava pijar berputar saat keluar dari mulut gunung api lalu melengkung dan menjadi lava siput.
Erupsi Magmatik dan Non Magmatik
Bom vulkanik raksasa
c. Lapili
Lapili berasal dari magma yang terlontar dari perut bumi berbentuk bundar atau persegi dengan garis tengah 2.54 mm - 63.5 mm. Lapili ini umumnya seperti kerikil, agak ringan dan berwarna terang.

d. Abu Vulkanik
Abu vulkanik gunung api agak berbeda dengan abu pembakaran biasa atau rokok, sampah dan lainnya. Ukuran abu vulkanik ini berkisar antara 2.54 mm - ukurna mikro. Endapan pasir gunung api atua tufa masih dalam kategori gunung api.

e. Gas
Gas yang dihasilkan oleh erupsi magmatik paling umum adalah Cl₂, HCl, SO₂, CO, CO₂, H₂ dan N₂. Selain itu ada juga H₂O dan bahan padat halus terdiri dari senyawa NH₄Cl, NH₄F dan FeCl₂ dan paling utmaa SiO₂. Campuran gas dan bahan padat inilah yang membuat asap erupsi berwarna cokelat, abu atau hitam.

f. Bahan Timbul
Bahan timbul ini sejenis batu lemparan erupsi magmatik, berpori dan ringan sehingga dapat mengapung di air. Contoh dalam hal ini adalah batu apung.
 
Erupsi Magmatik dan Non Magmatik
Abu vukanik erupsi
2. Bahan Erupsi Non Magmatik
Pada dasarnya material erupsi ini tidak secara langsung berasal dari magma namun tetap saja ada interaksi dengan magma namun tidak langsung.
a. Pecahan Lava
Merupakan batuan berbentuk persegi dalam berbagai ukuran, terjadi oleh proses mekanik kubah lava atau dome yang sudah dingin, atau lava di dinding kawah/sumbat lava.

b. Abu Vulkanik
Abu vulkanik dapat ditemukan pula pada tipe erupsi freatik namun tidak bervolume besar seperti pada erupsi magmatik.

c. Gas
Gas ini dihasilkan oleh uap air dari erupsi freatik.
Gambar: hmedia.lonelyplanet.com, cisonostato.it

Kamis, Januari 26

Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa

Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa

Lava merupakan produk gunung api yang berasal dari magma yang naik ke permukaan bumi. Ada beberapa jenis lava yang ada di permukaan bumi ini. Jenis lava erupsi tergantung dari kandungan mineralnya. 

Beda jenis lava maka bentuk gunung api nya pun akan berbeda. Beberapa lava sangat tipis dan mengalir dari guung api lalu bergerak hingga puluhan kilometer. Lava lainnya sangat tebal dan hanya mengalir dalam jarak pendek sebelum mendingin dan mengeras. 

Beberapa lava bahkan hampir tidak mengalir dan menyumbat pipa gunung api menghasilkan sumbat lava.

Baca juga:
Material piroklastik letusan gunung api
Faktor perubahan iklim di bumi

Jenis lava yang paling terkenal adalah lava tipe Hawaii karena sifat vulkanik dari pulau tersebut. Ada dua lava di sana yaitu Lava Aa dan Lava Phoehoe.
Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa
Lava Bantal
 Lava Aa
Diucapkan "ah-ah" dalam bahasa Indonesia, lava ini bertipe basaltik dan mengalir begitu cepat. Lava ini bergerak perlahan seperti jely agar-agar panas dengan permukaan kasar. Setelah mengeras, permukaannya akan berduri tajam dan sulit bergerak. Jenis lava ini meletus pada suhu di atas 1.000 derajat C. Baca juga: Rumus sex ratio dan dependency ratio
Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa
Lava Aa dan Pahoehoe
Lava Pahoehoe
Diucapkan "pa-ho-ho", lava ini jauh lebih tipis dan kurang kental dibanding Aa. Ini menyebabkan lava ini mengalir menuruni lereng menuju sungai. Permukaan lava mengental menjadi kerak tipis yang terlihat sangat halus. 

Pahoehoe juga dapat membentuk tabung lava dimana batuan mengeras cepat di sekitar inti cair yang bergerak. Saat ini cair ini mengalir keluar dari tabung maka saluran terowongan panjang akan terbentuk. Pahoehoe meletus pada suhu 1.100-1.200 derajat C. 

Lava Bantal (Pillow Lava)
Lava ini biasanya ditemukan meletus melalui ventilasi gunung api bawah laut. Saat kontak dengan air, maka lava akan mendingin lalu membentuk lapisan seperti bantal guling.

Banyak orang bertanya apa perbedaan antara aa dan pahoehoe. Sebenarnya tidak ada perbedaan kimia sistematis antara kedua lava itu. Bentuk dipengaruhi oleh suhu dan viskositas atau kekentalan saja namun faktor kritis yang memengaruhi transisi dari pahoehoe ke Aa adalah viskositasnya. Baca juga: Bedanya Mesa, Butte dan Plateau

Jenis lava lain adalah Block Lava yang punya permukaan sudut yang besar dan Riolit Lava. Kedua tipe in berkaitan dengan komposisi kimia selain basalt. Kedua lava itu sangat tebal (10-200 m) dan bergerak secara lambat.


Baca juga:
Perbedaan lokasi absolut dan relatif
Struktur vertikal hutan hujan tropis

Gambar: pinterest.com, carlgeologyproject.weebly.com
Ekstrusi Magma dan Materialnya

Ekstrusi Magma dan Materialnya

Magma merupakan bahan utama pembentuk kulit bumi?. Magma naik ke permukaan bumi karena adanya tekanan dari panas. Kali ini kita akan bahas tentang ekstrusi magma. Ekstrusi magma adalah gejala penerobosan magma hingga sampai permukaan bumi lewat peristiwa erupsi. Erupsi dibedakan menjadi erupsi linier, sentral dan areal.

a. Erupsi linier, merupakan magma yang keluar permukaan bumi melalui retakan yang memanjang seperti terowongan garis dari dalam bumi hingga ke permukaan.
b. Erupsi areal, merupakan magma yang keluar dari dalam bumi yang letaknya dekat dengan permukaan bumi sehingga mampu melelehkan batuan di sekitarnya hingga membuat suatu lubang yang besar.
c. Erupsi sentral, merupakan magma yang keluar melalui lubang pusat sehingga akan membentuk kerucut gunung api.
Ekstrusi Magma dan Materialnya
Erupsi Sentral dan Linier
Menurut kekuatannya, erupsi dibedakan menjadi erupsi efusif dan eksplosif. Erupsi efusif atau leleran merupakan erupsi berupa leleran lava melalui retakan. Erupsi ini terjadi jika magma bertipe encer dan kandungan gasnya relatif sedikit. 

Contohnya adalah erupsi Kilauea. Erupsi eksplosif atau ledakan adalah erupsi yang bersifat ledakan dan memuntahkan bahan piroklastik disamping leleran lava. Letusan ini terjadi jika magma bertipe kental dengna kedalaman dapur magma dalam.

Ada empat macam bahan hasil ekstrusi magma yaitu:
a. Lava, merupakan magma yang meleleh sampai ke permukaan bumi melalui letusan gunung api.
b. Lahar, merupakan lava yang membeku dan sudah bercampur air dan bahan lain seperti batuan, pasir dan kerikil. Lahar terbagi menjadi lahar panas dan lahar dingin.
c. Eflata atau piroklastika, terdiri dari bahan padat hasil letusan dalam berbagai ukuran butir. Eflata terdiri dari bom, lapili, kerikil dan abu vulkanik.
d. Ekhalasi, merupakan bahan gas seperti nitrogen, belerang dan gas asam. 

Sabtu, Desember 17

Perbedaan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania

Perbedaan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania

Pergerakan lempeng tektonik di bumi membuat magma dapat menerobos masuk ke luar permukaan bumi dan jadilah pegunungan dan pulau. Ada dua rangkaian pegunungan api atau Ring of Fire utama di bumi ini yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. 

Gunung api biasa terbentuk di zona subduksi lempeng dan inilah yang menyebabkan gunung api tidak bisa sembarang tempat muncul. Lalu apa perbedaan kedua rangkaian pegunungan tersebut?.  Baca juga: Evolusi bimbel e-learning Indonesia, Quipper Video

Baca juga:
Bentuk-bentuk intrusi magma
Zealandia, benua baru yang terlahir kembali
Jenis-jenis gumuk pasir
Pengertian, ciri bdan bentuk batuan beku dalam/plutonik 
Faktor perbedaan kandungan air tanah di bumi

Sirkum Mediterania
Jalur pegunungan ini membentang dari Eropa yaitu di Alpen kemudian masuk ke Italia dengan Gunung Etna yang terkenal lalu masuk ke Yunani dan Turki, lalu masuk Himalaya di Asia. Setelah itu masuk ke Asia Tenggara yaitu ke Sumatera hingga Nusa Tenggara. Busur dalam pegunungan ini bersifat vulkanik sementara busur luarnya tidak bersifat vulkanik.

Sirkum Pasifik
Jalur pegunungan ini membentang dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, lalu memanjang hingga Pegunungan Rocky di Amerika Utara. Dari Rocky kemudian bergeser ke Kepulauan Aleut dan Jepang. Dari Jepang masuk ke Filipina lalu Sulawesi Utara, Maluku, Halmahera, Papua sampai Selandia Baru. Busur dalam sirkum ini bersifat non vulkanik sedangkan busur luarnya bersifat vulkanik. Baca juga: Mekanisme angin Fohn
Perbedaan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania
Peta Ring of Fire di dunia
Sirkum Pasifik menyimpan 75% gunung api di dunia baik yang aktif maupun istirahat. Zona ini juga merupakan zona rawan erupsi, gempa bumi dan tsunami. Meski aktifitas tektonik dan vulkanik sangat tinggi di daerah tersebut, namun jutaan orang hidup di wilayah menakjubkan tersebut. 

Untuk mengurangi dampak bencana, pemerintah gencar memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada masyarakat di daerah tersebut.
Berikut nama-nama gunung api terkenal di kedua jalur pegunungan muda tersebut:
Sirkum Mediterania: Etna, Himalaya, Sinabung, Krakatau, Merapi, Kelud, Bromo, Rinjani, Tambora, Kelimutu.
Sirkum Pasifik: Andes, Ojos del Salado, St. Helens, Fuji, Pinatubo, Lokon, Ruapehue

Sirkum Pasifik memiliki banyak gunung api karena lempeng samudera Pasifik yang masuk ke lempeng benua di sekitarnya sementara sirkum mediternia didominasi oleh daratan sehingga penerobosan magma lebih sulit kecuali di titik subduksi lempeng samuderanya seperti Indonesia.  Gambar: pic:emaze.com

Baca juga:
Cara menghitung kemiringan lereng peta topografi 
Karakter letusan gunung api di Indonesia  
Kumpulan rumus hitung bab peta dan pemetaan lengkap

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close