Guru Geografi: Vulkanologi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Vulkanologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vulkanologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 31

Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api

Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api

Gunung api adalah sebuah fenomena yang banyak dijumpai khususnya di Indonesia. Setiap tahun pasti ada saja gunung api yang mengalami erupsi di negeri ini. 

Erupsi pada dasarnya adalah suatu peristiwa alam yang normal. Ada gunung api yang rajin erupsi, ada yang selang waktunya dan ada yang tidur dalam wkatu lama. Baca juga: Memahami potensi air tanah

Erupsi gunungapi merupakan gejala penerobosan magma dari dalam bumi hingga mencapai permukaan bumi. Tipe erupsi magma ini bermacam-macam dan bisa diklasifikasikan. 

Bila disertai tekanan gas yang kuat maka akan muncul suatu letusan atau ledakan yang dinamakan erupsi eksplosif. 

Bila tekanan gas kurang, tidak akan ada ledakan atau letusan tetapi terjadi suatu leleran atau aliran lava saja. Erupsi jenis ini dinamakan erupsi efusif. Baca juga: klasifikasi batuan sedimen

Erupsi campuran adalah jenis erupsi vulkanik yang melibatkan kombinasi erupsi eksplosif dan efusif. Masyarakat di Indonesia masih banyak yang awam dan belum dapat membedakan erupsi eksplosif, efusif atau erupsi campuran melainkan dinamakan semuanya adalah letusan gunung api. 

Kebanyakan gunungapi di Indonesia mengalami erupsi eksplosif dan erupsi campuran dibanding erupsi efusif.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi sentral
Sebuah gunung api bisa memiliki letusan berbeda-beda setiap periode erupsinya. Kadang efusif kadang ekplosif dan kadang campuran keduanya. Baca juga: Tipe iklim Indonesia itu Af

Menurut posisi titik keluarnya magma, Erupsi gunungapi yang terpusat pada suatu tempat dinamakan erupsi sentral dan yang terjadi melalui suatu rekahan yang panjang dinamakan erupsi linier sedangkan yang keluar di suatu wilayah luas dinamakan erupsi areal. Pada erupsi sentral dan linier tidak jarang pusat erupsi berpindah tempat sehingga terdapat banyak kawah pada satu gunung api. 

Pusat erupsi yang berpindah jauh ke samping tubuh gunung api yang telah ada dinamakan erupsi samping atau erupsi parasit, contohnya kawah Domas di Tangkuban Perahu.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi linier
Didasari oleh sumber kejadiannya, erupsi vulkanik dapat pula dibedakan ke dalam kategori berikut:

a. Erupsi magmatik
Merupakan kegiatan magma yang menerobos ke permukaan bumi. Dalam hal ini bahan utama yang dikeluarkan berasal dari magma. Erupsi tersebut ini dapat berupa erupsi eksplosif, efusif maupun campuran.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi aeral
b. Erupsi freatik
Terjadi oleh peranan uap sebagai akibat dari sentuhan air secara langsung atau tidak langsung dengan magma. Dalam hal ini air tanah, danau kawah atau air laut yang menyusup menyentuh magma lalu menjadi uap air. 

Bila tekanan uap sudah melampaui beban maka terjadilah suatu ledakan atau letusan sehingga erupsi freatik selalu eksplosif. Pada dasarnya bahan erupsi tidak langsung dari magma tetapi dari lingkungan daerah sentuhan atau kontak. Baca juga: Genesa batuan beku
c. Erupsi freatomagmatik
Merupakan gabungan erupsi freatik dan magmatik. Dalam hal ini erupsi freatik dapat berperan sebagai pemicu atau pelatuk erupsi magmatik. 

Bahan erupsi pada fase permulaan adalah bahan daerah lingkungan dan kontak kemudian setelah selang waktu tertentu baru disusul oleh erupsi magma.
Gambar:
sumutpos.co, volcanoes.usgs.gov, dailymail.co.uk

Kamis, April 27

Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas

Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas

Jika kamu pernah lihat berita erupsi Gunung Api pasti akan ada awan panas yang keluar dari mulut kawah, itulah yang dinamakan Aliran Piroklastik. 

Aliran Piroklatsik adalah aliran abu vulkanik, gas dan fragmen sebuah letusan gunung api. Lalu bagaimana karakteristik awan piroklastik tersebut?.

Gunung api menghasilkan fenomena lava pijar yang menakjubkan dan abu yang meledak ke atmosfer dari bawah permukaan bumi. Kita semua tentu pernah melihat foto spektakuler lava panas yang mengalir di sisi lereng gunung api. 

Tapi tahukah kamu bahwa aliran lava itu jarang mematikan?. Letusan lava cukup mudah diprediksi dan lava biasanya mengalir lambat jadi manusia bisa menyelamatkan diri. Baca juga: Jenis-jenis gumuk pasir di dunia

Lalu apa material paling berbahaya dari sebuah gunung api?. Jawabannya adalah aliran piroklastik atau awan panas yang merupakan kumpulan fragmen dan gas padat dari letusan gunung api yang mengalir menuruni lereng gunung api dengan kecepatan tinggi. 
Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas
Aliran Awan Panas
Bahaya Awan Panas Gunung Api
Istilah "pyroclastic" berasal dari kata "piro" yang artinya api dan "clastic" yang artinya fragmen. Secara etimologi maka arti piroklastik artinya aliran fragmen yang berapi-api. 

Aliran piroklastik sangat berbahaya karena mengandung gas beracun dan fragmen lava. Faktor mematikan lainnya adalah karena kecepatan luncurnya yang bisa mencapai 100 mil per jam. Hewan darat tercepat di dunia yaitu cheetah memiliki kecepatna maksimum 75 mil per jam jadi sangat mustahil untuk selamat dari awan panas.

Baca juga:
Jenis dan sumber pencemaran tanah
Terbentuknya lipatan pegunungan 

Ketika awan sampai ke lingkungan pemukiman, hutan dan lainnya, suhu ekstrim dan gas yang sangat mencekik akan merusak dan menyebabkan kematian. 

Suhu awan panas bisa mencapai ribuan derajat celcius. Sejarah mencatat bahwa alirna piroklastik Mount Pelee tahun 1902 memiliki suhu 1.075 derajat Celcius.

Partikel Vulkanik dan Lapili
Bagi seorang pengamat yang meneliti aliran piroklastik dari kejauhan maka terlihat seperti salju longsor. Namun dalam aliran piroklastik, material salju berubah menjadi partikel debu dan gas yang tersuspensi. Baca juga: Ciri pembangunan berkelanjutan

Partikel umum yang biasa dijumpai dalam awan panas adalah debu vulkanik dan lapili. Lapili adalah batu-batu kecil berukuran 2-64 mm sementara abu vulkanik lebih halus lagi. 
Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas
Dampak awan panas yang merusak
Nuee Ardentes dan Ignimbrites
Beberapa aliran piroklastik sangat padat. Nuee Ardentes adalah jenis aliran piroklastik yang mengandung fragmen lava padat. Geolog Perancis pertamabkali menggambarkan nuee ardentes yang jika ditranslate ke bahasa inggris artinya awan yang menyala. Aliran piroklastik ini akan bersinar sebagai awan pijar di malama hari.

Ignimbrites adalah jenis awan panas yang mengandung bahan material yang ringan. Endapan aliran ini mengandung pecahan kaca dan batu apung. 

Batu apung adalah batu yang berpori dan ringan dan terbentuk selama erupsi. Batu vulkanik ini mengandung pori-pori karena gelembung gas terjebak di batu saat lava mendingin cepat. 

Gelombang Piroklastik
Merupakan fenomena yang hampir sama dengan aliran awan panas namun punya kerapatan yang ringan dengan jumlah gas yang sangat tinggi. Karena banyak mengandung gas maka aliran ini sering mengalami turbulensi dan bergerak berputar hingga naik ke atas. 

Baca juga:
Konsep lokasi absolut dan relatif
Klasifikasi iklim di bumi lengkap

Gambar: dailymail.co.uk

Rabu, April 26

Pembentukkan Magma di Dalam Bumi

Pembentukkan Magma di Dalam Bumi

Magma merupakan batuan cair yang bisa ditemukan di bawah permukaan bumi. Suhu batuan dimana ia bisa mencair dipengaruhi oleh komposisi, tekanan dan air. Istilah magma berasal dari bahasa Yunani yang artinya "salep tebal". 

Tidak diketahui mengapa istilah ini digunakan pada tahun 1859 oleh seorang ahli geologi padahal tidak ada kaitannya sama sekali. Sementara magma yang muncul ke permukaan bumi dinamakan lava.

Magma secara karateristik dapat diketahui sebagai sebuah cairan yang sangat panas. Magma terbentuk dari pencairan batuan di permukaan bumi yang merupakan lapisan permukaan terluar dari kulit bumi.

 Kerak bumi berada di atas mantel bumi dan astenosfer. Kedua lapisan tersebut tersusun atas material yang membentuk mineral-mineral batuan.

Tapi banyak magma juga yang memiliki bahan campuran lain. Contohnya, magma mengandung beberapa potongan mineral yang belum meleleh atau telah mengalami kristalisasi saat magma mendingin. 

Ada juga beberapa gas yang terlarut dalam magma. Uap, air karbon dioksida dan hidrogen sulfida adalah contoh gas yang ada dalam magma. Asam klorida dan sulfat kadang muncul juga. Terkadang geloembung gas juga dapat terbentuk saat pelelehan terjadi.

Seperti yang telah dibahas diatas, harus terdapat suhu yang cukup panas untuk melelehkan sebuah batuan. Suhu magma biasanya berkisar antara 700-1300 derajat Celcius. Ini cukup untuk menguapkan pizza tapi tidak cukup panas untuk melelehkan oven stainless di dapur anda.
Pembentukkan Magma di Dalam Bumi
Lava adalah magma yang sudah keluar dari dalam bumi
Darimana magma muncul?
Di lokasi mana terdapat suhu yang bisa mencairkan batuan?. Apakah gunung api?. Magma dan lava di gunung api tidak meleleh disana. Magma terbentuk lebih jauh lagi di dalam bumi. Kamu berpikir bahwa batu perlu berada jauh di bawah permukaan bumi agar cukup panas meleleh. 

Namun kenyataannya, berkat gradien termis panas bumi, semakin dalam kamu menggali permukaan bumi, suhu akan semakin tinggi. Suhu meningkat 25 derajat Celcius setiap kilometer turun ke dalam bumi. Jadi untuk mencapai 1000 derajat Celcius, anda hanya perlu turun hingga 40 km saja ke dalam bumi.

Tentu saja ada faktor lain yang berkerja selain suhu. Misal, bila ada air maka batuan akan meleleh pada suhu yang lebih rendah daripada suhu seharusnya. Di sisi lain, batuan yang berada lebih dalam di bawah bumi maka semakin padat komposisinya karena pengaruh tekanan sehingg suhu yang dibutuhkan untuk melelehkannya semakin tinggi.

Rata-rata pencairan terjadi di kedalaman di bawah 50 km namun diatas 100an km. Itu berlokasi di dekat dasar litosfer atau di puncak astenosfer. Meski batuan bisa meleleh dimana saja, ada setidaknya tiga lingkungan yang dapat memicu mekanisme peningkatan suhu batuan.
Pembentukkan Magma di Dalam Bumi
Ilustrasi dapur magma
Peleburan biasa terjadi di mid ocean ride atau punggung samudera yang merupakan zona pegunungan bawah laut yang saling berseberangan. Di lokasi ini, batuan dai mantel panas bumi naik dalam kecepatan lambat. Peleburan terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal kurang dari 50 km. P

enyebabnya ada dua: batuan litosfer yang lebih rendah meleleh karena dipanaskan oleh bebatuan yang dipanaskan oleh bebatuan yang lebih panas di bawahnya. Kedua mantel yang sedang naik meleleh karena tekanan menurun saat batuan bergerak ke atas.

Pelelehan juga terjadi di lokasi dimana batuan mantel panas memanaskan dasat litosfer. Lokasi tersebut dinamakan mantle plumes atau hotspot. Litosfer tidak mengalami keretakan atau celah seperti di mid ocean ridge tapi bergerak di atas hot spot. Contoh hasil bentukannya adalah Kepulauan Hawaii.

Batuan juga dapat meleleh di zona subduksi dimana lempeng salaing bertumbukkan dan menunjam. Lempeng samudera masuk ke bawah lempeng benua. Suhu pelelehan lebih rendah karena lingkungan air yang terperangkap di batuan dasar samudera dan sedimen lumpur. 

Karena magma adalah cairan panas, ia memiliki daya apung alami yang menyebabkan ia dapat bermigrasi ke atas. Magma dapat bergerak karena adanya perbedaan tekanan seperti halnya cairan lain. Ketika batuan meleleh, magma akan bergerak.
Gambar: kingofwallpapers.com, researchgate.net

Kamis, April 20

Dampak Erupsi Gunung Api Bagi Kehidupan

Dampak Erupsi Gunung Api Bagi Kehidupan

Gunung api merupakan suatu fenomena bentukkan alami yang terbentuk dari penerobosan magma ke permukaan bumi. Penerobosan magma ini tidak bisa terjadi di semua tempat di Bumi. 

Mayoritas gunung api terbentuk di zona subduksi lempeng seperti di selatan Indonesia. Sisanya terbentuk pada titik hot spot tertentu di permukaan Bumi. Mayoritas gunung api terbentuk di zona cincin api Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Indonesia merupakan negara dengan jumalh gunung api terbanyak di dunia. Sekitar 30% gunung api di dunia bermukim di Indonesia. Hal ini menjadi sebuah anugerah tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Dampak dari Erupsi Gunung Api sangat signifikan bagi planet Bumi. Berikut ini dampak positif dan negatif erupsi gunung api bagi kehidupan di Bumi.
Dampak Erupsi Gunung Api Bagi Kehidupan
Kompleks Gunung Bromo di Jawa Timur
Keuntungan
1. Gunung api mengeluarkan magma pijar yang menjadi bahan utama dari terbentuknya batuan.
2. Erupsi gunung api membuat daratan di Bumi semakin meluas.
3. Mineral esensial yang dikeluarkan gunung api dari dalam bumi menyuburkan lahan-lahan di sekitarnya.
4. Gunung api memuntahkan material-material yang bermanfaat bagi kepentingan pembangunan seperit pasir, batu dan kerikil.
5. Gunung api berfungsi sebagai paku dunia, artinya sebagai patok fondasi daratan di permukaan Bumi.
6. Gunung api banyak dijadikan tempat wisata edukasi.
7. Gunung api menjadi sumber mata air bagi kehidupan di sekelilingnya.
8. Gunung api menjadi lokasi pembentukkan awan hujan.
9. Gunung api menjadi lokasi pembentukkan berbagai mineral berharga seperti emas, tembaga hingga intan.

Kerugian
1. Gunung api dapat merusak lahan pertanian warga sekitar.
2. Erupsi gunung api membuat hujan abu dan merusak rumah dan gedung.
3. Abu vulkanik membuat infeksi saluran pernapasan atas.
4. Erupsi gunung api merusak jadwal penerbangan pesawat.
5. Erupsi yang bersifat raksasa dapat merubah iklim mikro di Bumi.

Gambar: pinterest

Senin, April 17

Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi

Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi

Gunung api merupakan bentukkan alam yang luar biasa. Selama beberapa dekade para ahli geologi dibuat bingung dengan mekanisme terbentuknya gunung api yang disebut dengan busur gunung api di Samudera Pasifik. 

Busur vulkanik ini mencapai 10 -25 persen dari total gunung api di Indonesia. Gunung api ini muncul saat salah satu lempeng kulit bumi masuk ke bawah lempengan lain atau disebut juga subduksi. Baca juga: Geologi patahan Lembang Bandung

Apa yang belum jelas dari mekanisme ini adalah apa faktor yang mengendalikan, dan bagaimana kedalaman fluida magma dan lelehan batuan yang menghasilkan gunung api sehingga muncul naik ke permukaan membentuk letusan gunung api?. 

Mekanisme ini menghasilkan banyak deposit logam di dunia jadi dengan mempelajari proses terbentuknya, maka kita bisa mengetahui dimana sumber deposit bahan galian ini berada.
Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi
Proses Subduksi Lempeng
Menurut hasil riset ahli geologi Timothy Grove, menjelaskan bahwa kedalaman subduksi lempeng tektonik yang melelehkan batuan adalah bervariasi dari 60 km sampai 170 km di di dasar permukaan bumi. Hal ini berdasarkan faktor-faktor tertentu. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Penemuan variabilitas kedalaman ini menjawab pertanyaan "mengapa" gunung api bisa muncul. Varibel kunci utama adalah mineral yang disebut klorit yang terbentuk di matel bumi di atas kerak samudera. Kecepatan dua lempeng tektonik yang saling bertabrakan, secara relatif memengaruhi kedalaman pencairan batuan. 

Klorit mengandung sejumlah besar air dan air ini dilepas ketika klorit rusak oleh kombinasi antara suhu dan tekanan. Dengan memahami kunci dasar proses ini maka kita bisa mengetahui sturktur termal dari gunung api, namun belum bisa menjelaskan bagaimana busur gunung api bisa terbentuk. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus
Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi
Gunung Merapi Indonesia
Memahami proses terbentuknya gunung api sangat penting karena sebagian besar deposit utama logam seperti emas, perak dan tembaga muncul pada formasi tersebut. Jadi bagi yang tertarik untuk meneliti tentang proses terbentuknya busur cincin api, boleh ikut gabung di tim riset Grove. 

Gunung api memang sangat diperlukan bagi kehidupan. Tanpa gunung api maka tidak akan ada daratan, batuan bahkan tanah. Tidak ada lahan pertanian subur tanpa gunung api. Jadi gunung api merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan di Bumi. 

Kalau pun gunung api meletus maka ia sejatinya sedang memberikan bahan kebutuhan untuk keberlanjutan kehidupan yang baru. 
 
Gambar: indiancountrymedianetwork.com, img13.deviantart.net

Jumat, April 7

Terbentuknya Hot Spot Volcano Island

Terbentuknya Hot Spot Volcano Island

Kebanyakan gunung api terbentuk di batas lempeng atau subduksi, namun ada beberapa yang terletak jauh di tengah-tengah lempeng. Area ini dinamakan intraplate volcanism atau hot spot volcano. 

Kegiatan vulkanisme ini tidak berhubungan dengan gerakan lempeng di batas-batasnya. Baca juga: Pembentukan awan di langit

Menurut teori saat ini, tidak semua hot spot volcano dihasilkan dari mantle plume. Mantel plume merupakan material panas yang muncul naik dari dalam bumi karena arus konveksi. Mantel plume dapat digambarkan seperi balon panjang yang ditiup dan berbentuk juga seperti jamur. Beberapa mantle plume ini punya diameter dari 500 - 1.000 km. 

Pada saat mantle plume naik, terkanan akan turun namun suhu tetap tinggi. Hal ini menyebabkan pelelehan dekompresional dari bahan mantel bumi tersebut. Ilmuwan percaya bahwa aliran lava basalt diproduksi saat mantle plume mencapai litosfer.
Terbentuknya Hot Spot Volcano Island
Pembentukan hot spot volcano island
Banyak ilmuwan percaya bahwa mantle plume mungkin berasal dari inti bumi. Studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa hot spot volcano dapat ditemukan dengna kedalaman lebih dangkal di mantel bumi dan dapat bermigrasi perlahan-lahan dalam skala geologi. 

Gunung api di atas hot spot tidak meletus selamanya. Ia melekat pada lempeng tektonik di bawahnya, lalu lempeng tektonik bergerak dan akhirnya keluar dari titik hot spot. Tanpa sumber magma gunung api akan mati dan mendingin. 

Pendinginan ini menyebabkan batuan gunung api menjadi lebih padat. Sementara di titik hotspot, gunung api baru terus diciptakan. Baca juga: Perbedaan stalaktit dan stalagmit
Hot Spot Volcano
Banyak geolog percaya bahwa ada 40-50 hot spot di seluruh bumi meski angka ini dapat bervariasi karena perbedaan definisi dai hot spot itu sendiri. Hot spot volcano utama di bumi antara lain Islandia hot spot, Reunion hot spot, Afar Hot spot dan Hawaii hot spot. 
Terbentuknya Hot Spot Volcano Island
Caldera Yellowstone
Aktivitas vulkanik di titik hot spot dapat membuat gunung api dasar laut yang dikenal dengan seamount. Beberapa ilmuwan percaya bahwa gunung api laut berjasa membangun 28.8 juta km persegi daratan di permukaan bumi. 

The Louisville Seamount Chain tersusun atas lebih dari 80 gunung laut yang membentang sejauh 4.000 km di Samudera Pasifik selatan, berjarka sekitar 1.500 km dari Welllington Selandia Baru.

Hots spot juga bisa terbentuk di atas benu contohnya Yellowstone Hots Spot. Yellowstone menghasilkan fitur vulkanik mengarah ke timur laut sejauh 650 km. Lebih dari 16 juta tahun, hot spot ini telah menghasilkan 15 - 20 letusan besar yang meninggalkan depresi vulkanik raksasa bernama kaldera. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

Hot spot tidak selalu menghasilkan gunung api yang memuntahkan lava. Kadang magma memanaskan air tanah di bawah permukaan bumi yang menyebabkan uap air meletus atau geyser. Ketinggian letusan geyser ini bisa mencapai 50 m lebih.
Gambar: volcanoes-in-aus.weebly.com, businessinsider.com, youtube

Jumat, Februari 24

Tipe Erupsi Magmatik dan Non Magmatik

Tipe Erupsi Magmatik dan Non Magmatik

Kamu tentu pernah melihat gunung api meletus kan di televisi?. Ketika gunung api meletus atau erupsi maka material-material vulkanik dimuntahkan dari dalam perut bumi. Bahan erupsi ini ada yang bersifat magmatik atau non magmatik. 

Tidak semua bahan erupsi ini dimuntahkan secara bersamaan saat erupsi gunung api terjadi. Berbagai faktor seperti kekentalan magma atau kedalmaan dapur magma memengaruhi hal tersebut. 

1. Bahan Erupsi Magmatik
Erupsi efusif akan menghasilkan aliran lava pijar sementara tipe erupsi eksplosif menghasilkan material lepas beranekaragam dengan ukuran mikro sampai raksasa. Material lepas tersebut dinamakan piroklastik. Material erupsi gunung api dapat diklasifikasikan menurut sifatnya yaitu:
a. Leleran atau Lava
Leleran atau lava adalah suatu massa batuan cair yang mengalir keluar dari lubang erupsi atau membentuk sumbat lava atau kubah (dome). Aliran lava ini dapat berwujud sangat cair atau setengah cair dengan tipe bahan homogen dan heterogen.

Sifat aliran lava ini tergantung dari kekentalan atau viskositas magma atau lava. Kekentalan lava dipengaruhi komposisi penyusun lava dan temperatur nya. Lava asam (SiO2) lebih kental dibanding lava basalt. Suhu lava rata-rata mencapai 700 - 1.200 derajat C. Bentuk aliran lava yang unik diantaranya lava bantal di Hawaii.

b. Bom Vulkanik
Bom vulkanik ini adalah bongkahan lava padat berukuran besar yang terlontar dari dalam perut bumi saat erupsi. Bentuk akhir dari bom vulkanik ini dipengaruhi oleh kekentalan magma dan jarak yang ditempuh oleh bom tersebut. Pada umumnya, bentuk akhir bom vulkanik agak bulat, lonjing, gepeng dan tidak teratur dengan ukuran garis tengah lebih dari 63.5 mm.

Ada bom vulkanik yang berukuran rumah seperti yang terjadi saat erupsi Merapi. Bentuk lainnya dari bom vulkanik adalah kerak roti yaitu bagian permukaannya retak-retak  bersegi seperti pada kulit roti yang terlalu mengembang.

Hal ini disebabkan oleh kulit yang lebih cepat dingin dan menyusut karena suhu di luar dingin. Adakala gumpalan lava pijar berputar saat keluar dari mulut gunung api lalu melengkung dan menjadi lava siput.
Erupsi Magmatik dan Non Magmatik
Bom vulkanik raksasa
c. Lapili
Lapili berasal dari magma yang terlontar dari perut bumi berbentuk bundar atau persegi dengan garis tengah 2.54 mm - 63.5 mm. Lapili ini umumnya seperti kerikil, agak ringan dan berwarna terang.

d. Abu Vulkanik
Abu vulkanik gunung api agak berbeda dengan abu pembakaran biasa atau rokok, sampah dan lainnya. Ukuran abu vulkanik ini berkisar antara 2.54 mm - ukurna mikro. Endapan pasir gunung api atua tufa masih dalam kategori gunung api.

e. Gas
Gas yang dihasilkan oleh erupsi magmatik paling umum adalah Cl₂, HCl, SO₂, CO, CO₂, H₂ dan N₂. Selain itu ada juga H₂O dan bahan padat halus terdiri dari senyawa NH₄Cl, NH₄F dan FeCl₂ dan paling utmaa SiO₂. Campuran gas dan bahan padat inilah yang membuat asap erupsi berwarna cokelat, abu atau hitam.

f. Bahan Timbul
Bahan timbul ini sejenis batu lemparan erupsi magmatik, berpori dan ringan sehingga dapat mengapung di air. Contoh dalam hal ini adalah batu apung.
 
Erupsi Magmatik dan Non Magmatik
Abu vukanik erupsi
2. Bahan Erupsi Non Magmatik
Pada dasarnya material erupsi ini tidak secara langsung berasal dari magma namun tetap saja ada interaksi dengan magma namun tidak langsung.
a. Pecahan Lava
Merupakan batuan berbentuk persegi dalam berbagai ukuran, terjadi oleh proses mekanik kubah lava atau dome yang sudah dingin, atau lava di dinding kawah/sumbat lava.

b. Abu Vulkanik
Abu vulkanik dapat ditemukan pula pada tipe erupsi freatik namun tidak bervolume besar seperti pada erupsi magmatik.

c. Gas
Gas ini dihasilkan oleh uap air dari erupsi freatik.
Gambar: hmedia.lonelyplanet.com, cisonostato.it

Kamis, Januari 26

Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa

Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa

Lava merupakan produk gunung api yang berasal dari magma yang naik ke permukaan bumi. Ada beberapa jenis lava yang ada di permukaan bumi ini. Jenis lava erupsi tergantung dari kandungan mineralnya. 

Beda jenis lava maka bentuk gunung api nya pun akan berbeda. Beberapa lava sangat tipis dan mengalir dari guung api lalu bergerak hingga puluhan kilometer. Lava lainnya sangat tebal dan hanya mengalir dalam jarak pendek sebelum mendingin dan mengeras. 

Beberapa lava bahkan hampir tidak mengalir dan menyumbat pipa gunung api menghasilkan sumbat lava.

Baca juga:
Material piroklastik letusan gunung api
Faktor perubahan iklim di bumi

Jenis lava yang paling terkenal adalah lava tipe Hawaii karena sifat vulkanik dari pulau tersebut. Ada dua lava di sana yaitu Lava Aa dan Lava Phoehoe.
Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa
Lava Bantal
 Lava Aa
Diucapkan "ah-ah" dalam bahasa Indonesia, lava ini bertipe basaltik dan mengalir begitu cepat. Lava ini bergerak perlahan seperti jely agar-agar panas dengan permukaan kasar. Setelah mengeras, permukaannya akan berduri tajam dan sulit bergerak. Jenis lava ini meletus pada suhu di atas 1.000 derajat C. Baca juga: Rumus sex ratio dan dependency ratio
Pebedaan Lava Pahoehoe dan Aa
Lava Aa dan Pahoehoe
Lava Pahoehoe
Diucapkan "pa-ho-ho", lava ini jauh lebih tipis dan kurang kental dibanding Aa. Ini menyebabkan lava ini mengalir menuruni lereng menuju sungai. Permukaan lava mengental menjadi kerak tipis yang terlihat sangat halus. 

Pahoehoe juga dapat membentuk tabung lava dimana batuan mengeras cepat di sekitar inti cair yang bergerak. Saat ini cair ini mengalir keluar dari tabung maka saluran terowongan panjang akan terbentuk. Pahoehoe meletus pada suhu 1.100-1.200 derajat C. 

Lava Bantal (Pillow Lava)
Lava ini biasanya ditemukan meletus melalui ventilasi gunung api bawah laut. Saat kontak dengan air, maka lava akan mendingin lalu membentuk lapisan seperti bantal guling.

Banyak orang bertanya apa perbedaan antara aa dan pahoehoe. Sebenarnya tidak ada perbedaan kimia sistematis antara kedua lava itu. Bentuk dipengaruhi oleh suhu dan viskositas atau kekentalan saja namun faktor kritis yang memengaruhi transisi dari pahoehoe ke Aa adalah viskositasnya. Baca juga: Bedanya Mesa, Butte dan Plateau

Jenis lava lain adalah Block Lava yang punya permukaan sudut yang besar dan Riolit Lava. Kedua tipe in berkaitan dengan komposisi kimia selain basalt. Kedua lava itu sangat tebal (10-200 m) dan bergerak secara lambat.


Baca juga:
Perbedaan lokasi absolut dan relatif
Struktur vertikal hutan hujan tropis

Gambar: pinterest.com, carlgeologyproject.weebly.com

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close