Guru Geografi: Wilayah dan Pewilayahan | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Wilayah dan Pewilayahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wilayah dan Pewilayahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 12

Pengertian dan Contoh Wilayah Homogen/Uniform/Seragam

Pengertian dan Contoh Wilayah Homogen/Uniform/Seragam


Dalam kajian wilayah ada istilah wilayah homogen atau seragam. Nah apa maksudnya dan seperti apa contohnya dalam kehidupan?. Kita coba bahas di postingan ini.

Konsep wilayah homogen adalah wilayah yang dilihat pada kenyataan bahwa faktor-faktor dominan pembentuk wilayah tersebut bersifat homogen alias seragam atau sama.

Sementara itu faktor yang tidak dominan mungkin saja beragam atau heterogen. Jadi konsep wilayah homogen ini lebih menekankan pada aspek kesamaan yang muncul pada unit wilayah. 

Mengapa terjadi homogenitas pada suatu wilayah?. Ini bisa disebabkan oleh faktor alamiah dan faktor artifisial atau buatan.

Contoh wilayah homogen itu adalah wilayah pesawahan misalnya. Coba kamu pandangi sawah di desa, pasti yang terlihat semuanya tanaman padi dengan warna hijau atau kuning pas panen. 

Atau coba lihat gambar peta di atas postingan, itu adalah pewilayahan di Amerika Serikat berdasarkan hasil pertaniannya. Warna sama menandakan wilayah dengan sentra hasi pertanian yang sama.

Faktor alamiah pembentuk wilayah mencakup kemampuan topografi dan kondisi iklim. Konsep ini telah dikemukakan luas dalam ilmu lingkungan. Contoh pembagian wilayah formal secara alamiah adalah pewilayahan zonasi iklim Junghuhn, fauna Indonesia atau iklim Koppen.

Sementara itu faktor artifisial wilayah homogen adalah suku, budaya, politik, perilaku sosial dan lainnya. Misalnya kita melihat pewilayahan suku bangsa di Indonesia, atau persepsi politik masyarakat.

Homogenitas wilayah pokonya melihat keseragaman aspek yang akan ditunjukkan dalam satu ruang wilayah. Faktornya tadi bisa memang alamiah ataupun buatan oleh manusia.

Wilayah homogen ini dibatasi berdasarkan keseragaman secara internal (internal uniform).Secara teori ekonomi, keserupaan dalam tingkat pendapatan per kapita merupakan kriteria yang lazim dipakai untuk menentukan kehomogenan (Adisasmita, 2005).

Adapun contoh wilayah homogen sebagai berikut:
a. Wilayah sentra penghasil buah naga di Kabupaten Banyuwangi yaitu Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Bangorejo, dan Kecamatan Purworejo. 
b. Kawasan Pantura yang merupakan daerah penghasil udang terbesar di JawaTimur yang meliputi Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan,Probolinggo, Situbondo, dan Kawasan Timur Banyuwangi.
c. Daerah tambak di Jawa Timur yaitu Gresik, Lamongan, Tuban, Sidorjo.
d. Kota Blitar, dimana tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar (Kecamatan Nglegok, Garum dan Gandusari) menjadi sentra penghasil tanaman manggis. (Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur).

Sabtu, Juli 30

Pengertian Konsep Wilayah/Region Secara Geografis

Pengertian Konsep Wilayah/Region Secara Geografis

Dalam geografi pastinya kita akan banyak membahas tentang sesuatu yang dinamakan wilayah. Lau apa sih definisi atau pengertian wilayah itu sendiri?.

Dalam bahasa Inggris, wilayah itu dinamakan region ya teman-teman. Makanya ada istilah pendekatna regional atau geografi regional.

Sebelum kita lihat berbagai definisi wilayah maka kita harus paham dulu bagaimana cara kita mengenali suatu wilayah.

Coba perhatikan dengan seksama, sekarang kamu sedang berada dimana saat membaca artikel ini?. Pastinya ada yang lagi buka di handphone sambil berbaring di kamar, atau sedang duduk di kafe atau sedang duduk di kursi kelas.

Nah pandangi sekitar kalian, pastinya akan ada suatu ruang dengan berbagai macam "item" atau elemen-elemen. Jika kamu di kamar maka kamu akan menemukan benda macam kasur, meja, lemari dan apa lah kan saya gak tahu.

Jika kamu sedang di kelas maka kamu juga pasti akan menemukan benda lain macam papan tulis, kursi, meja guru dan lainnya. 

Semuanya berbeda-beda kan?. Itulah makna utama dari definisi suatu wilayah yaitu ada suatu hal berbeda dalam ruang. Yuk sekarang kita coba lihat definisi-definisi wilayah lainnya menurut para ahli geografi.

1. UU No. 26 Tahun 2007
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur yang terkait kepadanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional.
2. Rustiadi, et al.
Wilayah dapat didefinisikan sebagai unit geografis dengan batas-batas spesifik tertentu di mana komponen-komponen wilayah tersebut satu sama lain saling berinteraksi secara fungsional. Sehingga batasan wilayah tidaklah selalu bersifat fisik dan pasti tetapi seringkali bersifat dinamis.
3. Hagget, Cliff dan Frey
Wilayah diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu: (1) wilayah homogen (uniform/homogenous region); (2) wilayah nodal (nodal region); dan (3) wilayah perencanaan (planning region atau programming region). 
4. Saefulhakim, dkk 
Wilayah adalah satu kesatuan unit geografis yang antarbagiannya mempunyai keterkaitan secara fungsional.
5. Pengertian geografis wilayah
Wilayah merupakan kesatuan alam yaitu alam yang serbasama/homogen/seragam dan kesatuan manusia yaitu masyarakat serta kebudayaannya yang serba sama, yang mempunyai ciri (kekhususan) yang khas, yang dapat membedakan dengan wilayah yang lainnya.

Contoh kenampakan wilayah pertanian 
Wilayah geografis dapat mengandung wilayah geologi (geological region), wilayah tubuh tanah (soil region), wilayah vegetasi (vegetation region), wilayah bahasa (distinguistic region), wilayah ekonomi (economic region), wilayah sejarah (historical region) dan sebagainya.

Glason pada tahun 1974 juga mengklasifikasikan region/wilayah berdasarkan kemajuan level ekonominya yaitu:
1) fase pertama yaitu wilayah formal yang berkenaan dengan keseragaman/homogenitas. Wilayah formal adalah suatu wilayah geografik yang seragam menurut kriteria tertentu, seperti keadaan fisik geografi, ekonomi, sosial dan politik. 
2) fase kedua yaitu wilayah fungsional yang berkenaan dengan koherensi dan interdependensi fungsional, saling hubungan antar bagian-bagian dalam wilayah tersebut. Kadang juga disebut wilayah nodal atau polarized region dan terdiri dari satuan-satuan yang heterogen, seperti desa-kota yang secara fungsional saling berkaitan. 
3) fase ketiga yaitu wilayah perencanaan yang memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi.

Senin, Juli 20

Rangkuman Geografi Kelas 12 Bab Wilayah dan Pewilayahan

Rangkuman Geografi Kelas 12 Bab Wilayah dan Pewilayahan

Wilayah atau region adalah konsep dasar geografi yang wajib dipahami seorang geografi. Belajar geografi adalah belajar mengenai segala hal yang ada pada ruang atau wilayah.

Kali ini saya akan memberikan rangkuman materi wilayah dan pewilayahan kelas 12. Silahkan dipelajari dan dipahami.

Baca juga: Rangkuman bab interaksi desa kota

1. Wilayah atau region adalah suatu unit area di permukaan bumi yang memiliki karakteristik khas dan dapat dibedakan dengan unit area lainnya.
2. Konsep wilayah mencermikan adanya perubahan ekonomi dari perekonomian pertanian sederhana ke sistem industri yang kompleks.
3. Ciri wilayah antara lain memiliki karakteristik dan luas, berbeda dengan wilayah lain dan dapat ditentukan berdasarkan aspek administratif dan fungsional.
4. Wilayah dapat dikategorikan menjadi wilayah homogen, wilayah khusus dan wilayah vernakular.
5. Pewilayahan adalah pembatasan wilayah berdasarkan aspek-aspek tertentu.
6. Tujuan pewilayahan adalah mengelompokkan wilayah berdasarkan kriteria tertentu agar mudah dikenal dan dibedakan.
7. Tiga metode pewilayahan adalah generalisasi wilayah, delimitasi wilayah dan klasifikasi wilayah.
8. Ruang adalah wilayah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara termasuk ruang di dalam bumi sebagai suatu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk lain hidup, melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya.
9. Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.
10. Pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya.
11. Beberapa ahli Teori Wilayah antara lain Walter Isard, Albert Hirschman, Gunnar Myrdal, John Friedmann dan Douglass.
12. Pembangunan adalah proses perubahan menuju arah lebih baik melalui upaya-upaya yang dilakukan secara terencana.
13. Teori lokasi pertanian dikemukakan oleh Johan Heinrich Von Thunen, menyatakan tinggi rendahnya sewa tanah menjadi penentu utama pemilihan lokasi atau penggunaan tanah.
14. Teori lokasi industri dikemukkan Alfred Weber, menyatakan prinsip minimalisasi biaya menjadi dasar pemilihan lokasi industri.
15. Faktor utama lokasi industri Weber adalah faktor regional dan faktor aglomerasi.
16. Teori tempat sentral dikemukan Walter Christaller, menyatakan lokasi yang senantiasa melayani berbagai berbagai kebutuhan penduduk dan terletak pada suatu tempat yang terpusar.
17. Konsep dasar teori tempat sentral adalah range (jangkauan) dan threshold (ambang populasi minimum).
18. Teori kutub pertumbuhan dikemukakan Francois Perroux, menyatakan bahwa pertumbuan tidak muncul bersamaan tapi hasil dari adanya industri pendorong.
19. Teori pertumbuhan wilayah diantaranya teori basis sumber daya alam, teori basis ekspor, teori pertumbuhan neoklasik dan teori ketidakseimbangan pertumbuhan wilayah.
20. Faktor pertumbuhan wilayah adalah kondisi geografis dan sumber daya alam, tenaga kerja, modal, infrastruktur dan teknologi
21. Pendekatan pembangunan wilayah secara umum terbagi dua yaitu Top-Down dan Bottom-Up.
22. Rencana Tata Ruang Wilayah di Indonesia terbagi menjadi Rencana Jangka Pendek (5 tahun), Rencana Jangka Menengah (10 tahun) dan Rencana Jangka Panjang (20 tahun).
23. Minapolitan adalah konsep kota perikanan dengan pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis wilayah.
24. Tujuh wilayah pembangunan di Indonesia adalah Papua, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Bali serta Sumatera.
25. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

Baca juga:
Kunci Evaluasi Erlangga Bab Wilayah dan Tata Ruang 
Kunci Evaluasi Erlangga Bab Interaksi Desa-Kota

Peta kawasan ekonomi khusus pembangunan

Minggu, Juli 19

Tujuan dan Manfaat Pewilayahan

Tujuan dan Manfaat Pewilayahan

Pewilayahan atau regionalisasi adalah cara mengelompokkan suatu unit wilayah yang memiliki unsur-unsur yang sama.

Lokasi, tempat di ruang permukaan bumi ini sangat banyak dan tersebar tidak merata, oleh sebab itu diperlukan suatu klasifikasi untuk memudahkan kita mengenali wilayah-wilayah tersebut beserta cirinya.

Regionalisasi dilakukan pada dasarnya untuk menyederhanakan wilayah-wilayah yang ada di permukaan bumi sehingga kita mudah mengenalinya.

Adanya kesamaan ciri karakteristik fisik misalnya akan memudahkan kita untuk memahami wilayah tersebut.

Contoh sederhana adalah pewilayahan bioma di bumi. Ada 7 bioma yang kita kenal seperti hutan hujan, hutan gugur, taiga, sabana, stepa dan tundra.

Untuk menentukan batas wilayah tersebut maka kita akan melihat vegetasi dominan yang ada di wilayah tersebut.

Wilayah hutan hujan tentu akan didominasi pohon kanopi lebat yang hijau sementara tundra akan didominasi tutupan es dengan sedikit vegetasi. Itulah contoh bagaimana pewilayahan di bumi digunakan oleh seorang geograf.

Selain itu pewilayahan sangat erat dengan kepentingan masing-masing geografi. Jika yang bersangkutan adalah fokus ke ekonomi maka tentu akan menentukan indikator ekonomi sebagai pembatas pewilayahannya.
Pewilayahan wilayah waktu di dunia

Kalau yang bersangkutan ahli biogeografi tentu indikator yang digunakan adalah flora fauna di wilayah tersebut. Jadi semuanya bersifat subjektif.

Di masa pembangunan Indonesia setelah kemerdekaan, wilayah Indonesia dibagi menjadi beberapa zona dengan satu pusat pertumbuhan dan wilayah pembangungan.

Pewilayahan tersebut pada dasarnya menunjukkan ketimpangan antar wilayah dalam hal demografi, sumber daya, pendapatan, pengangguran, migrasi, polarisasi dan lainnya.

Selain memudahkan pembangunan, tujuan pewilayahan diantaranya adalah:
1. membantu mengelompokan unit wilayah berdsarkan kriteria tertentu.
2. membantu menyusun strategi tata ruang di masa depan.
3. memisahkan wilayah yang tidak berkembang dan berkembang pesat.
4. mengetahui wilayah rawan bencana ringan hingga berat.

Semakin pesat peradaban manusia membuat ruang permukaan bumi semakin berubah karena campur tangan manusia. Kini manusia dapat dengan mudah membuat wilayah sendiri dengan cara reklamasi pantai misalnya.

Pewilayahan pada dasarnya dapat membantu manusia mengelola ruang sehingga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, namun yang terjadi seringkali wilayah semakin maju secara ekonomi namun mengalami degradasi secara ekologi. Akibatnya bencana hidrometeorologi sering melanda wilayah-wilayah yang dimodifikasi manusia.

Inilah tantangan bagi manusia agar pengelolaaan wilayah hendakanya memadukan aspek ekologi dan ekonomi agar tidak terjadi kerusakan dan kerugian bagi manusia dan mahluk hidup lain di dalamnya. 

Baca juga: Soal Ulangan Pewilayahan + Kunci

Kamis, Juli 16

Definisi, Contoh Wilayah Fungsional/Nodal

Definisi, Contoh Wilayah Fungsional/Nodal

Wilayah fungsional adalah konsep wilayah sebagai suatu sistem yang menekankan pada perbedaan dua komponen wilayah yang terpisah berdasarkan fungsinya.

Setiap unit wilayah punya potensi masing-masing dan memberikan fungsi baik untuk wilayah tersebut maupun wilayah lain disekitarnya terutama.

Artinya wilayah dilihat dalam aspek fungsi dan biasanya memiliki batas-batas tertentu. Konsep wilayah fungsional terdiri dari dua hal.

1. Konsep wilayah sederhana (dikotomis)
Konsep wilayah dikotomis mengacu pada wilayah yang bertumpu pada sistem kebergantungan atau keterkaitan antara dua bagian wilayah. Contoh konsep wilayah sistem sederhana adalah konsep nodal region (hubungan pusat dengan hinterland), kawasan perkotaan-perdesaan, dan kawasan budidaya-lindung.

Konsep wilayah nodal memandang dalam suatu wilayah sebagai suatu "sel hidup" sehingga memiliki plasma dan inti. Inti wilayah berperan sebagai pusat ekonomi/bisnis, pusat pelayanan terhadap daerah hinterland, pasar bagi komoditas pertanian dan industri/lokasi pusat industri.

Sementara itu kota satelit atau hinterland bertugas sebagai pemasok bahan baku, mentah, tenaga kerja di wilayah perkotaan (inti). Melalui urbanisasi, semua komponen pemasok bergerak ke kutub pertumbuhan. Plasma dan inti wilayah mengalami hubungan secara fungsional.
Desa secara fungsional adalah penyokong kota
2. Konsep wilayah sistem kompleks (nondikotomis)
Konsep wilayah sistem kompleks menggambarkan interaksi wilayah sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen-komponen bersifat kompleks.

Kompleksitas ini ditunjukkan dengan banyaknya jumlah dan jenis komponen yang ada serta keragaman bentuk hubungan antar komponen. Wilayah sistem kompleks dapat dibagi berdasarkan hal berikut ini:
- Sistem ekologi seperti DAS, pesisir dan hutan.
- Sistem ekonomi seperti kawasan produksi dan kawasan industri.
- Sistem sosial seperti kawasan adat dan wilayah etnik.
- Sistem gabungan dari dua atau lebih sistem.

Baca juga: Tujuan Pewilayahan
Kaitan Wilayah Pewilayahan dan Tata Ruang

Kaitan Wilayah Pewilayahan dan Tata Ruang

Geografi adalah ilmu yang mempelajari fenomena dalam suatu ruang. Ruang yang mana yang dimaksud?. Tentu ruang permukaan bumi, jadi batasan ruang geografi adalah bumi sebagai planet.

Dalam geografi ruang didefinisikan sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk hidup lainnya melakukan kegiatan untuk memenuhi kebuthan hidupnya.

Dalam ruang bumi ini juga terjadi berbagai interaksi baik antara komponen fisik maupun sosial. Setiap ruang memiliki fenomena berbeda-beda.

Konsep region atau wilayah ini sangat penting dalam geografi karena menjadi sarana ahli geografi dan merupakan unit studi dasar dalam geografi deskriptif. Pada akhirnya kita akan mencoba menganalisa perbedaan antar wilayah dan dianalisa lebih dalam.

Konsep wilayah berawal di abad ke 19 saat Paul Vidal de la Blache (ahli geografi Perancis) mempelajari bagaimana alam dan lingkungan menentukan suatu batasan geografi dan memengaruhi aspek sosial dan politik suatu daerah.

Hasil pengamatannya berada di daerah homogen kecil di Perancis yang memiliki sistem pertanian yang dipengaruhi persediaan tanah dan pasokan air.

Wilayah homogen ini kemudian berinteraksi satu sama lain dan fenomena inilah yang menjadi tujuan dasar geografi menurutnya.

Konswp wilayah dan pewilayahan sangat penting bagi geografi atau perencana kota agar pembangunan sesuai dengan karakter wilayah tersebut. Tujuan mempelajari konsep wilayah dan pewilayahan adalah untuk mengetahui karakter dari tiap-tiap wilayah melalui pemahaman tentang berbagai fenomena geografi, interaksi biotik dan abiotik, serta realitas, seperti hubungan sosial dan budaya, kondisi ekonomi dan politik sehingga permukaan bumi secara keseluruhan dapat dipahami.

Setiap wilayah pada dasarnya memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah pusat pertumbuhan. Coba lihat kota Dubai di Uni Emirat Arab, siapa yang menyangka bahwa sedekade lalu kota modern tersebut adalah gurun pasir gersang tak bertuan.

Kini wilayah gurun pasir tersebut disulap menjadi sebuah kota modern terbaik di dunia dengan ratusan gedung pencakar langit dan fasilitas modern nomor wahid di dalamnya. Itulah mengapa kita penting mempelajari wilayah agar pemimpin mampu mengelola ruang tersebut sehingga dapat ditinggali manusia dengan nyaman.
Kota Dubai dahulu adalah gurun pasir gersang

Senin, April 24

Jenis-Jenis Wilayah: Formal, Fungsional dan Vernakular

Jenis-Jenis Wilayah: Formal, Fungsional dan Vernakular

Ada banyak cara untuk membagi permukaan bumi ke dalam beberapa wilayah atau region. Wilayah adalah suatu area di permukaan bumi yang punya ciri khusus dan dapat dibedakan dengan area lainnya. 

Dalam kesempatan kali ini, kita akan melihat jenis-jenis wilayah yang umum dalam geografi diantaranya wilayah formal, wilayah fungsional dan wilayah vernakular. 

Bayankan kamu sedang ebrdiri di tengah kota dan mulai berjalan. Kamu berjalan sejauh beberapa km lalu sampai di wilayah pinggiran kota, lalu berjalan lagi maka kamu akan menemukan pedesaan. Apakah kamu tahu di batas mana kamu pindah dari wilayah kota ke desa?.


Wilayah Formal
Coba kamu pergi ke pusat kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia. Kamu pergi ke Kelurahan Tebet, Jakarta Selatan dekat Sudirman dan Cawang. 

Wilayah yang dapat didefiniskan secara formal baik oleh pemerintah atau bentuk lainnya dinamakan wilayah formal.  Kota, kecamatan, provinsi dan desa adalah wilayah formal begitupula dengan pegunungan.

Wilayah formal sering berkaitan satu sama lain. Jika kam berada di kota Tasikmalaya, maka itu bagian dari Provinsi Jawa Barat dan bagian dari wilayah Pulau Jawa. Semua adalah wilayah formal, kamu berada di tiga wilayah. Baca juga: Bedanya lava Aa dan Pahoehoe

Wilayah Fungsional
Oke, anggap kamu masih berada di pusat kota Jakarta. Sekarang mari mulai berjalan lagi. Setelah beberapa ke timur contohnya kamu akan melihat sebuah tanda yang mengatakan "Selamat Datang di Kota Bekasi".

Namun dilihat di kiri dan kanan tidak terasa sekali perbedaan antara kota Jakarta dengan Bekasi. Masih banyak jalan tol, mall, toko, rel kereta dan jalan layang. 

Wilayah Fungsional tersusun atas satu tempat sentral dan daerah di sekitarnya yang terkena dampaknya. Sering sekali ini merupakan daerah metropolitan yang terdiri dari kota besar dan banyak kota kecil atau satelit yang mengelilinginya.
Jenis-Jenis Wilayah: Formal, Fungsional dan Vernakular
KRL Jabodetabek sarana mobilitas penduduk kaum urban
Jabodetabek adalah contoh mudah dari wilayah fungsional. Kota Jakarta sebagai tempat sentral dan kota satelit di sekitarnya berkembang pesat menyerupai kota inti atau sentralnya. Baca juga: Apa itu bounce rate blog?

Wilayah Vernakuler
Wilayah vernakuler sangat berkaitan dengan budaya. Daerah ini dibangun secara sosial dan ditandai dengan tidak adanya batas jelas yang memisahkannya. Ada juga keterkaitan emosional dengan lokasi yang dihuni oleh penduduk. 

Contoh sederhana adalah jika kamu ingat Bogor maka kamu pasti akan menyebut kota Hujan dan semua orang pasti umum tahu bahwa Bogor adalah kota hujan. Contoh lain jika kamu pergi ke Palembang pasti akan menyebut kota Pempek karena banyak penjual pempek disana.

Jika kamu menyebut Kota Pahlawan maka yang akan teringat pasti Surabaya dan itu sudah ada di pikiran mayoritas orang Indonesia sejak dulu. Jadi memang wilayah vernakuler sendiri tebentuk dari interaksi faktor-faktor yang ada dalam ruang tersebut. 

Bogor daerah pegunungan ya pasti banyak hujan sementara Surabaya dulu menjadi medan pertempuran para pejuang maka dijadikan istilah kota Pahlawan. 

Baca juga: Kaitan wilayah dan tata ruang

Pica: hetanews.com

Rabu, Desember 21

Jenis-Jenis Pewilayahan

Jenis-Jenis Pewilayahan

Ada beberapa cara untuk menetapkan suatu pewilayahan di permukaan bumi. Wilayah atau region dapat diklasifikasikan menurut berbagai kriteria artinya bersifat relatif. Bumi ini merupakan wilayah dan di dalamnya dipisahkan ke dalam unit-unit wilayah khusus agar bisa dikenali lebih spesifik. 

Semua permukaan bumi ini tersusun atas berbagai macam elemen mulai dari daratan, laut, sungai, pegunungan dan lain sebagainya. Jadi untuk memudahkan membedakan satu sama lain dibuatlah klasifikasi wilayah.
 Guru Geo Gaul · Entri
Pewilayahan di Amerika, pic: city-data.com
1. Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia, dikenal wilayah kekuasaan pemerintahan mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan hingga dusun/RT/RW.

2. Berdasarkan kesamaan kondisi (homogenity) terutama paling umum berdasarkan kondisi fisikal. Contohnya berdasakan kesamaan kondisi fisik, Sumatera utara pernah dibagi menjadi pantai timur, pegunungan dan pantai barat. 

Ada juga klasifikasi desa seperti desa pantai, desa pedalaman dan desa perbukitan. Selain itu indikator sosial budaya juga dapat digunakan seperti wilayah Pasundan, wilayah Badui dan wilayah kampung Cina.

3. Berdasarkan ruang lingkup pengaruh ekonomi. Perlu dibuat dahulu beberapa pusat pertumbuhan baik growth pole maupun growth centre lalu dibuat batas-batas pengaruh pertumbuhannya. 

Batas pengaruh antara satu kota dengan kota lainnya hanya dapat dilakukan untuk kota yang punya ranking sama. Karena untuk kota yang ranking yang berada di bawah, maka kota kecil itu sendiri berada di bawah pengaruh kota yang lebih besar.

Contohnya sulit sekali untuk menetapkan batas pengaruh antara Medan dengan Lubuk Pakam karena banyak penduduk Lubuk Pakam yang bepergian rutin ke Medan. Jadi yang dapat dicari batas pengaruh tersebut adalah antara kota yang punya ranking sama seperti Lubuk Pakam dengan Perbaungan karena jumlah penduduknya tidak jauh berbeda.

4. Berdasarkan wilayah perencanaan. Dalam hal ini ditetapkan batas-batas wilayah maupun daerah yang terdampak suatu program atau proyek khusus seperti DAS Ciliwung, Proyek Jatigede dan lainnya. 

Wilayah perencanaan ini dapat melibatkan beberapa wilayah administrasi. Proyek DAS Citarum bisa melalui wilayah 5 kabupaten, wilayah pertanian, wilayah industri hingga menuju muara.

Baca juga: Kunci evaluasi erlangga bab wilayah dan tata ruang
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close