Guru Geografi: Wisata Alam - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 31

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Akhir tahun ini seperti biasa kami mudik ke kampung halaman di Majalengka dan pastinya harus liburan ke objek wisata alam.

Karena wisata di Majalengka ditutup sampai 8 Januari maka kami alihkan rute ke wilayah Kuningan. Saya cek di google map dan dapatlah wisata alam Cipaniis.

Kami berangkat dengan mobil dari kota Majalengka menuju arah Rajagaluh dan sampai pertigaan belok ke arah Mandirancan. 

Cuaca sepanjang perjalanan cenderung mendung dan tidak panas dan cocok sekali untuk liburan ke pegunungan.

Setelah melewati jalan utama Mandirancan, kemudian kami belok kanan lagi menuju arah Desa Wisata Pasawahan dan sekitar 3 km sudah sampai di lokasi objek wisata.

Sampai parkiran masih belum begitu ramai dan hanya mobil kami yang baru terparkir. Suasana hutan pinus yang rimbun dan aliran sungai pegunungan sangat terasa.
 
Setelah memarkir mobil kami lanjut menuju pintu masuk dan bayar karcis 15.000 per orang, kalau anak kecil tidak masuk karcis.
 
Dari pintu masuk sudah terlihat aliran sungai yang super jernih dengan bebatuan yang terhampar di sisi sungai. Sungai Cipaniis ini adalah salah satu sungai yang berhulu di kaki Ciremai jadi airnya memang bersumber dari gunung.
 
Sudah banyak wisatawan ternyata sedang mandi di sungai ini. Karena saya dan isteri gak niat mandi jadi yang nyebur cuma anak saya saja.
 
Fasilitas wisata disini juga cukup memadai, ada warung, WC dan mushola. Warung-warung menjajakan makanan ringan, kopi, ada juga jagung bakar.
Wisata alam Cipaniis Kuningan

Airnya jernih banget bro

Suasana sejuk dan rimbun

Hobi ngorek air

Jernihnya air sungai Cipaniis Kuningan
 
Kalau mau river thubing, bisa juga di bagian hilir sungai untuk start susur sungainya. Suasana disekeliling sungai Cipaniis rimbun pepohonan dan ada area camp hutan pinus di bagian atas. 

Kami coba naik ke atas untuk melihat lokasi camp hutan pinus. Karena sudah lelah, kami ngopi dulu di warung sekitar hutan pinus.

Objek wisata alam Cipaniis Kuningan ini cocok untuk wisata keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan. 

Setelah 2 jam berwisata dan hujan pun mulai turun, kami turun kembali untuk pulang ke Majalengka dengan melewati jalur ke arah Cicerem. Simak vlog perjalanannya di youtube berikut ini dan jangan lupa subscribe.

Jumat, Januari 3

Menikmati Keindahan Curug Ciparay Tasikmalaya

Menikmati Keindahan Curug Ciparay Tasikmalaya

Salah satu kenampakan alam yang cukup banyak dijumpai di kabupaten Tasikmalaya adalah curug atau air terjun. 

Mengingat wilayah Tasikmalaya berada di jalur pegunungan tengah dan pegunungan selatan. Liburan akhir tahun ini kami sekeluarga mencoba treking ke Curug Ciparay di Tasikmalaya.

Karena belum pernah kesana, jadi kami searching di google map dulu. Beberapa review memperlihatkan curug ini sangat indah dan nampaknya masih sangat sepi. 

Kami berangkat pagi jam 9 dari Sukaraja menggunakan motor menuju arah Mangunreja lalu belok ke arah Leuwisari. Cuaca hari ini nampaknya sangat baik dan cerah.

Jalan sudah mulus hotmik dengan pemandangan pedesaan khas Priangan Timur yang indah dengan latar Gunung Galunggung yang gagah. Jarak Curug Ciparay dari Singaparna sekitar 20 km. Jalanan tidak begitu lebar dan naik turun karena menuju pegunungan. 

Pertanian padi mendominasi pemandangan kiri-kanan jalan selama perjalanan. Setelah 45 menit berkendara akhirnya kami sampai di Kampung Parentas, Desa Cidugaleun Cigalontang. 

Jalanan hotmik sudah berhenti sampai kampung ini berganti jalanan batu. Sekitar 2 km kami menempuh jalanan berbatu dan curam menuju parkiran curug. Mobil sudah dipastikan tidak bisa masuk ke sini, pantas saja objek wisata ini masih sepi karena akses yang masih belum tuntas diperbaiki.
Curug Kembar Ciparay Mempesona
Jika anda naik mobil ke Ciparay maka harus diparkir dean mesjid di pusat desa, nanti naik ojek ke atas. Setelah 15 menitan kami akhirnya sampai di area parkir Curug Ciparay. Area parkir cukup luas dan sudah ada beberapa fasilitas seperti gazebo, mushola dan warung makan. Dari sini sudah bisa terlihat dan terdengar gemuruh air terjun dengan latar puncak Galunggung sebelah barat daya.

Tiket masuk area Curug Ciparay 10.000 rupiah saja per orang ditambah parkir. Area ini sepenuhnya dikelola perhutani Kabupaten Tasikmalaya. Setelah motor diparkir kami lalu turun ke bawah sejauh 300 meter melewati jalan setapak diantara hutan tropis dan bukit. Bagi yang bawa anak harap hari-hati karena jalan sangat licin dan disinya adalah jurang.
Hutan Tropis basah
Perjalanan dari atas menuju bawah sekitar 15 menitan. Setelah itu sampailah kami di area Curug Ciparay. Kami nyebrang jembatan bambu dan menuju area utama untuk melihat kemegahan curug ini. Menurut saya, curug Ciparay adalah curug terbaik dan tereksotik yang pernah saya kunjungi di Tasikmalaya.

Curug Ciparay ada dua aliran, yang pertama sangat besar debit airnya dan yang kedua (Curug Parentas) relatif kecil seperti tirai. Kalian gak boleh berengan di kolam curug utama karena alirannya deras, kalau mau berengan di Curug Ciparay maka harus di kolam curug yang kedua. Anak saya juga akhirnya berenang merasakan segarnya aliran air Curug Ciparay.
Kemegahan Curug Ciparay
Curug Ciparay mengalir menuruni tebing sisa letusan purba Galunggung dan dikelilingi pemandangan hutan tropis yang hijau dan pokonya indah banget, gak rugi kalau kesini. Kamu bisa rileks bersama alam dan melepas penatnya hiruk pikuk kota. Ketinggian curug Ciparay mencapai 55 meter lebih sehingga luncuran air sangat tinggi.
Ngojay di Curug Ciparay
Jalan berbatu menuju Ciparay, off road gan
Air curug sangat bersih dan kalau langsung diminum juga sangat sehat karena berasal dari pencucian mineral batuan. Air mineral inilah yang paling bagus buat membersihkan organ tubuh karena langsung tercuci batuan vulkanik alam. 

Setelah puas 1 jam berada di bawah kami lalu kembali ke atas untuk pulang. Naiknya lumayan ngos-ngosan juga. Sampai di parkiran kami pun makan dan ngopi dulu sejenak sebelum pulang. Jadi bagi kalian yang mau treking ke Curug Ciparay, cek cuaca dulu dan pastikan jangan pas puncak musim hujan. Baca juga: Mata air jernih Cicerem Kuningan

Senin, Agustus 12

Cerita Seru Naik Kuda Di De Ranch Cisarua Bogor

Cerita Seru Naik Kuda Di De Ranch Cisarua Bogor

Halo teman-teman kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai perjalanan kami sekeluarga jalan-jalan ke De Ranch Cisarua Bogor.

Hari kemarin libur adha dan selepas sholat ied kami bertiga plesiran lagi ke daerah Puncak Bogor. Lokasi yang kami tuju adalah De Ranch karena ada binatang disana.

Kami berangkat pagi jam 8 dari Bekasi Kota dengan motor menuju arah Bogor. Rute seperti biasa melalui Cibubur lalu masuk jalur Gunung Putri-Citeureup dan Babakan Madang. Jalanan ini seperti biasa banyak truk besar khususnya semen melintas.

Setelah lewat Babakan Madang jalanan mulai menanjak dan menyempit menuju arah Gadog. Dari sini sudah banyak para bikers yang menuju arah yang sama karena rute ini adalah favorit motor.

Dari Babakan Madang kami masuk ke Rainbow Hill dan melewati Padang Golf. Dari atasi puncak bukit sudah nampak wilayah Puncak padat oleh pembangunan villa dan hotel. Alih fungsi lahan semakin masif dan menjadi dua sisi mata uang.

Setelah turun dari Bukit Golf dan meneruskan perjalanan maka tibalah kami di persimpangan Gadog. Jalanan tidak begitu ramai karena masih pada sibuk potong Qurban kayaknya. Motor kami pacu sedang saja dan setelah lewat Cimory sebelah kanan jalan sudah nampak papan nama De Ranch.

Kami belok dan parkir motor di dalam. Tiket masuk langsung dibeli di parkiran karena ada petugas yang jaga. Tiket masuk De Ranch Cisarua 20 rbuan saja per orang dan nanit bisa ditukar susu murni atau potongan harga untuk makanan.

Kami masuk ke atas dan menukarkan voucer dengan susu cokelat murni. Konsep wisata De Rach Cisarua hampir mirip Cimory Riverside hanya kalau yang ini penggembalan hewan ternak kambing dan kuda.

Kami lalu jalan-jalan mengelilingi ranch yang didesain bergaya ke Eropaan. Di dalam ranch ada tempat lintasan track kuda, sepeda dan kadang kambing, kuda kecil yang lucu dan sepeda. Ada area panahan juga bagi anak-anak yang hobi jadi Robin Hood.

Kami lalu cari tiket untuk naik kuda karena penasaran sudah lama tidak nunggang kuda. Harga untuk naik kuda De Ranch Bogor 35 ribu sekali putaran, untuk masuk kadang kelinci dan kuda kecil, domba juga relati fsama 35 rebuan saja.

Kami bayar tiket dan mendapat fasilitas sewa kostum cowboy. Saya dan Kiran sudah siap untuk naik kuda di terminal kuda. Tenang saja setiap kuda akan dipandu oleh joki kuda di bawah. Hoopp,,,Kiran pertama naik kuda hitam lalu disusul saya.

Perlahan kami mengelilingi track kuda sejauh 400 meteran lah, kudanya sudah pada jinak dan tidak terlalu besar jadi nyaman ditunggangi. Setelah 10 menitan akhirnya tak terasa sudah satu putaran dan tiba di perhentian. Sebenarnya ingin coba rasanya naik kuda tanpa joki tapi takut ngamuk-ngamuk ntar kudanya.

Setelah turun dari kuda kemudian kami pergi ke bagian atas dan ada beberapa spot menarik mulai dari sungai buatan dan bukit pinus mini yang cukup nyaman buat berteduh di cuaca yang panas. Puas berkeliling ranch lalu pukul 12 kami ke mushola untuk sholat dzuhur dan makan siang.

Ada banyak menu makanan di lokasi ini dengan harga yang lumayan diatas rata-rata, maklum lah resto wisata kan gitu harganya. Kami pesan nasi goreng dan mie goreng sea food dan kopi late.

Perut sudah kenyang dan tak terasa sudah hampir 2 jam setengah kami berada di De Ranch Cisarua. Kami lalu turun dan kembali melanjutkan perjalanan ke Puncak Pass untuk mencari udara yang lebih segar. Itulah cerita perjalanan kami ke De Ranch Bogor.

Cocok lah buat wisata keluarga yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Jakarta dan sekitarnya. Foto-fotonya di bawah ya, salam traveler.

Jadi koboi di de Ranch Cisarua
Suasana di bukit de Ranch Bogor
Area makan
Kiran de horse girl
Menjinakkan kuda

Jumat, Juni 21

Turing Dari Majalengka ke Dieng 10 Jam

Turing Dari Majalengka ke Dieng 10 Jam

Halo sahabat touring geotrek sekalian, kali ini saya akan bercerita sedikit tentang catatan perjalanan dari Majalengka menuju Dieng Banjarnegara naik motor. 

Pagi itu saya berdua dengan istri saya merencanakan untuk tracking berdua menuju Dieng Plateu Banjarnegara.

Setelah searching lokasi beberapa hari sebelumnya maka di hari senin pagi jam 8 kami berangkat dari Kota Majalengka menuju arah Cirebon dengan menggunakan motor beat. Kami isi bensin full dulu di pom bensin Cigasong.

Perjalanan kemudian dilanjut menyusuri jalan ke arah Rajagaluh hingga Sumber dan Cirebon. Suhu udara di perjalanan dari Majalengka menuju Sumber adem ayem karena rimbun pepohonan di kiri-kanan jalan.

Setelah 1 jam kami mulai masuk Cirebon hingga menuju jalur pantura. Karena masih arus balik jadi macet di persimpangan Jl. Kanggraksan dan untuk menuju arah Jawa Tengah harus putar balik jauh dulu. Selepas putar balik di lampu merah jalanan mulai lurus, lebar dan panas tentunya.

Moto bisa dipacu kencang dengan mobil-mobil berat yang mulai banyak berseliweran. Baru kali ini saya mencicipi aspal pantura dari Cirebon menuju Pekalongan. Di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah kami mampir dulu ke salah satu minimart untuk minum dan istirahat.

Cuaca hari itu panas sekali dan tidak ada awan sehingga sangat menyengat dan menguras energi. Selepas perbatasan jawa barat dan jawa tengah motor kami akhirnya menginjakan kaki di Brebes. Masuk Brebes jalanan cukup padat karena melewati kota. Di sepanjang jalan banyak sekali pedangan telor asin yang merupakan makan khas Brebes, selain itu bawang merah juga banyak tersedia.

Selepas keluar kota Brebes jalanan mulai lengang lagi dan motor dipacu agak cepat lagi dan tak terasa sudah sampai Tegal. Ternyata kota Tegal sangat panas maklum pinggir pantai. Namun perkembangan kota ini lumayan bagus dengan beberapa pusat-pusat perdagangan dan sosial modern banyak dibangun. 

Keluar kota Tegal kemudian masuk jalur pantura lagi dan jam 1 siang sampailah di Pemalang. Di Pemalang kami tidak masuk kota karena ikuti utama pantura. Karena bensin sudah habis maka kami ngisi bensin kedua kali di Pemalang. 

Dari Pemalang perjalanan dilanjutkan menuju Pekalongan. Sampai Pekalongan kami mampir dulu di mesjid untuk sholat dan istirahat karena pantat sudah panas.
 
Istirahat di mesjid Pekalongan

Sholat zuhur dan ashar kami qosor karena dalam perjalanan jauh. Ingat meski dalam keadaan apapun sholat adalah sebuah kebutuhan. Setelah 20 menitan meluruskan pinggang dan sholat, kami meneruskan perjalanan hingga sampailah di Pekalongan. Di wilayah Pekalongan kami lalu belok kanan menuju arah Kajen.

Dari jalan pantura menuju Kajen cuaca masih panas namun sudah mulai ada pepohonan. Di wilayah Kajen kami mampir juga untuk makan siang di warung Soto. Harganya sangat murah banget dan porsinya pas dengan perut. 

Isi soto ada daging sapi ditambang kecambah dan paru sapi. Total makan siang berdua ditambah minum teh manis sekitar 30 ribuan aj.

Setelah setengah jam mampir makan siang, perjalanan dilanjutkan karena masih jauh. Dari kecamatan Kajen selepas pasar kami mulai masuk area perkebunan dan jalanan mulai naik...woo. 

Di jalan sudah ada papan nama Kawasan Wisata Linggoasri. Disini jalanan mulai berkelok, menanjak dengan rimbun perkebunan karet. Suhu udara mulai dingin jadi bisa hemat energi.

Kami menyusuri jalan berliku dan menanjak hingga masuk Kalibening. Di Kalibening ekosistem sudah mulai berubah ke hutan pinus yang menjulang tinggi ditambah sungai-sungai berbatu berair jernih, emejing pokonya. 

Nah selepas itu masuk Paninggaran ini ada dua pom bensin pertamina jadi jika anda mau lewat sini ke Dieng usahakan isi full bensin disini karena selepas itu gak akan ada pom bensin besar, yang ada pom mini dan harganya tentu lebih mahal kan.
Pom bensin di Paninggaran
Motor kami lalu diisi full bensin supaya di Dieng bisa bebas jalan-jalanan, kemudian perjalanan dilanjutkan menyusuri jalanan Kalibening-Wanayasa yang sudah sudah beraspal oke. Dari ekosistem hutan pinus, di akhir wilahay Kalibening kami menemukan ekosistem kebun teh dan akhirnya masuk Wanayasa sudah berubah ke pertanian sayuran.

Di pertigaan cabang pasar Wanayasa kami lalu ambil kiri menuju Wanaraja dan Dieng. Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima dan suhu sudah semakin dingin dengan kabut yang turun. Saya turun sebentar untuk pakai double jaket dan masker karena suhu cukup menusuk tubuh saya yang kurus.

Masuk wilayah Wanaraja iring-iringan para bikers mulai terlihat menuju Dieng, jadi serasa banyak teman. Akhirnya pukul 17.30 kami tiba juga di Dieng Plateu, cuaca cukup bersahabat dengan suhu sekitar 14 derajat saya cek di android. 

Kami lalu tanya-tanya penginapan yang harganya pas di kantong. Ternyata hari senin masih musim liburan sehingga Dieng cukup padat. Total perjalanan dari Majalengka ke Dieng pakai motor 10 jam, woow..pakai motor matic ya wajar lah, banyak istirahat juga.

Setelah mencari-cari akhirnya ketemu penginapan cukup murah dekat Gapura Welcome to Dieng. Untuk tips mencari penginapan murah di Dieng, akan saya ulas di artikel selanjutnya. Jadi singkat cerita penginapan udah didapat, yang penting kamar mandi di dalam dan ada air panas. 

Motor diparkir dan barang disimpan lalu kami mandi air hangat dulu untuk melemaskan otot yang tegang saat perjalanan, 10 jam booo...Untungnya pas kami sampai Dieng, hujan deras turun jadi gak kehujanan di jalan.
Hujan di Dieng sore menjelang magrib
Itulah cerita singkat perjalanan kami dari Majalengka menuju Dieng pakai motor via Kalibening. Mau tahu cerita seru selanjutnya dari kami selama 2 hari di Dieng?. Pantau terus blog ini dan jangan lupa like yo!.

Rabu, Juni 19

Tips Mendapatkan Golden Sunrise Sikunir Dieng

Tips Mendapatkan Golden Sunrise Sikunir Dieng

Halo sobat backpaker dan geotrek sebangsa dan setanah air, kali ini saya akan sedikit memberikan tips agar dapat melihat golden sunrise di Bukit Sikunir Dieng. 

Libur lebaran lalu saya berdua bersama isteri drive dari Majalengka ke Dieng dengan motor untuk liburan menikmati indahnya Indonesia. Cerita lengkapnya nanti akan di post di blog ini.

Oke jadi gini teman-teman sekalian, jika kamu ingin mendapatkan golden sunrise yang mengagumkan di Dieng maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah cek cuaca dulu dalam seminggu via aplikasi. 

Jadi jangan sampai saat liburan kesana lagi hujan-hujannya nanti sulit mendapatkan golden sunrise.

Nah jadi saat liburan kemarin kami tiba di penginapan magrib dan langsung istirahat malamnya ditengah suhu Dieng yang dingin abis sampai tulang. 

Saya kemudian bertanya pada petugas hotel tentang tips mendapatkan sunrise di Sikunir. Katanya jam 3 sudah mulai berangkat, buset dah...hmmm okelah.

Lalu saya berdiskusi dengan isteri dan memilih untuk berangkat setelah subuh alias jam setengah 5. Alarm disetel pagi subuh lalu setelah sholat kami langsung bergegas naik motor menuju Sikunir ke arah selatan. 

Suhu sangat dingin dan untungnya kami bawa jaket double full lengkap sarung tangan dan penutup kepala.

Kami menyusuri jalanan desa yang gelap sekitar 1 km melewati kawah Sikidang. Di jalan sangat sepi sekali dan hanya kabut dingin menemani. 

Namun ternyata pas sampai gerbang, sudah penuh boo ama wisatawan. Ternyata mereka banyak yang nginep disini supaya lebih mudah mendaki.

Bayar karcis 10.000 dan parkir 5 ribu lalu kami masuk ke desa dan mulai naik ke atas. Untuk menuju Bukit Sikunir harus menyusuri jalan setapak terjal dan melelahkan, jadi pantas harus pagi buta sudah disini. Kalau kamu lari ke atas sudah pasti akan muntah dan pingsan.

Banyak wisatawan yang gagal sampai puncak karena cape, tapi kami tetap semangat untuk melihat indahnya kebesaran Tuhan. Jam 5 kami sudah di pertengahan jalan dan jalan setapak sudah makin padat seperti arus mudik. 

Tak terasa setelah pukul 5 an lebih, fajar menyingsing dan menampakan kemilau langit yang sangat Indah. Matahari perlahan muncul dibalik awan ditemani Gunung Sindoro, Merbabu, Merapi yang berjejer rapi.

Untungnya cuaca hari itu cukup bagus tidak hujan sehingga momen golden sunrise Sikunir bisa kami dapat. Setelah itu kami pulang ke bawah dan sarapan pagi di kedai-kedai warga yang ada di sepanjang jalanan.

Berikut rangkuman tips melihat golden sunrise Sikunir:
1. Cek prakiran cuaca Dieng dulu, pastikan cerah dan tidak hujan
2. Bangun dini hari, berangkat jam 3/4 subuh lebih baik dari penginapan
3. Pastikan bawa minuman dan makanan ringan karena naik bukitnya capek
4. Pakai pakaian tebal karena suhu dingin menusuk
5. Usahakan pakai sepatu agar lebih mudah mendaki 

Berikut foto dan video penampakan golden sunrise Sikunir Dieng. Ig: @gurugeografi
Golden sunrise Sikunir
Fajar di Bukit Sikunir
Pemandangan dari Bukit Sikunir
Memandang Sindoro
Memandang Sindoro

Senin, Juni 18

Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas

Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah yang didominasi oleh pegunungan terutama pegunungan Karst atau kapur. 

Libur lebaran kemarin untuk mengisi waktu luang saya dan keluarga mencoba untuk mengunjungi Curug Dengdeng yang berlokasi di Cikatomas. 

Pagi hari sekitar jam 10 kami berangkat dengan menggunakan motor dari Sukaraja. Sebelum berangkat, kami cek dulu lokasi di google map dan estimasi jarak dari rumah menuju Curug Dengdeng sekitar 30 km. 

Kami memulai perjalanan jam 10 pagi menyusuri jalan Cibalanarik yang sudah aspal mulus. Sampai di Sukaraja jalanan mulai padat oleh pemudik. Kami ambil jalur ke kanan menuju arah Samsat Jatiwaras. 

Sepanjang jalan, hilir mudik kendaraan sangat banyak dan kami pun berjalan santai saja. Dari jalan raya Karangnunggal kami lalu belok ke arah Salopa melewati samsat Tasik. Jalanan masih mulus namun mulai menanjak dan berkelok.

Jalan menunju Cikatomas memang berkelok-kelok melintasi perbukitan, jadi anda harus waspada jika melalui jalan ini jangan cepat-cepat. Perlahan-lahan kami melewati Jatiwaras-Salopa hingga Cikatomas. 

Ada beberapa titik jalan yang berlubang, amblas dan rusak jadi anda yang akan ke wilayah Tasik Selatan ini harus hati-hati. Setelah 2 jam perjalanan, kami sampai di depan Alun-Alun Cikatomas dan nyimpang dulu ke Al***art untuk ngadem, maklum cuaca panas sekali di musim kemarau ini.

Sekitar 5 menit kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju arah Buniasih. Dari sini jalanan masih mulus dan cukup sepi jadi motor bisa dipacu agak cepat, namun tetap hati-hati. Sekitar 6 km dari jalan utama kami menjumpai papan lokasi Curug Dengdeng di sebelah kiri jalan. 

Masuk ke kiri jalanan mulai ancur pemirsa, nampaknya program Gerbang Desa tidak terlihat rimbanya disini alias gagal. Jalan hanya batuan dan sedikit cor yang sudah rusak. Dari jalan raya menuju Curug Dengdeng ini sekitar 1,5 km dan jalannya total jelek abis menyusuri perbukitan.

Sekitar 15 menitan, kami sampai di gerbang masuk Curug Dengdeng yang dijaga pemuda-pemudi desa. Kami bayar karcis masuk 5.000 rupiah per motor. Parkiran lumayan luas namun masih seadanya. 

Dari atas parkiran kami sudah bisa melihat curug yang ternyata kering kerontang saat musim kemarau namun masih unik untuk ditelusuri.

Kami lalu turun ke bawah menyusuri tanah merah terarosa hasil pelapukan gamping. Disini sudah dibangun beberapa warung makan dan gardu pandang yang kemarin penuh oleh pengunjung. 

Kami kemudian turun ke curug dan terlihat tidak ada air terjun, hanya tebing-tebing yang tersusun dari batu gamping. Di beberapa titik terlihat lubang-lubang sinkhole yang memiliki air dan dalam. 

Sinkhole ini merupakan hasil korosi air dengan batuan gamping. Jika tidak musim kemarau, lubang-lubang di Curug Dengdeng ini bisa tidak terlihat dan berbahaya. 

Bisa jadi kamu akan masuk dalam lobang dan terseret ke dalam oleh arus, jadi anda harus hati-hati dan memahami morfologi Curug Dengdeng ini. Curug Dengdeng ini memiliki tingkatan alias berundak-undak dengan pemandangan perbukitan pesawahan Tasik Selatan yang indah. 

Jika anda lapar maka tidak ada salahnya untuk mampir ke warung makan untuk pesan ikan bakar sambil menikmati pemandangan dari atas. Beberapa kekurangan dari objek wisata Curug Dengdeng ini adalah jalan yang rusak parah dan tidak ada informasi atau guidance tentang gambaran umum Curug. 

Wisatawan harus diberi peringatan tentang keamanan curug terutama terkait lubang-lubang di atas teras curug yang sangat berbahaya jika tidak mengetahuinya. 

Lubang-lubang tersebut saling terhubung di bawah dan dibangun oleh arus sungai yang kuat. Jika ada orang masuk ke sana maka akan sangat berbahaya dan bisa terseret masuk ke dalam. 
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Berjalan di atas tebing curug yang mengering
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Curug Dengdeng kering di saat kemarau
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Sinkhole yang berbahaya
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Curug Dengdeng saat kemarau

Senin, Desember 25

Rute, Lokasi Curug Cipeuteuy Majalengka Di Kaki Ciremai

Rute, Lokasi Curug Cipeuteuy Majalengka Di Kaki Ciremai

Halo teman-teman di postingan saya akan kembali bercerita sedikit tentang pengalaman jalan-jalan ke Curug Cipeuteuy di Majalengka. 

Karena masih libur semester maka sudah pasti wajib untuk diisi dengan liburan. Kalau minggu lalu kami sudah pergi ke Lembang maka kali ini kami jalan di seputaran Majalengka saja dan lokasi yang dituju adalah Curug alias asir terjun.

Majalengka terkenal memiliki berbagai wisata alam yang kini sedang populer dan salah satunya adalah Curug Cipeuteuy yang berlokasi di Desa Bantaragung. 

Kemarin karena cuaca sedang lumayan tidak panas, maka kami langsung searching lokasi Curug Cipeuteuy terlebih dahulu di map. Setelah lokasi didapat, jam 8 pagi maka kami bertiga meluncur dengan motor dari rumah menuju arah Rajagaluh.

Jalanan cukup ramai dan tidak terlalu panas. Kami isi bensin dulu di pom bensin Cigasong. Motor dipacu sedang saja dan setelah melewati Rajagaluh kemudian belok kanan ke arah Sindangwangi. 

Jalanan mulai menyempit, menanjak namun masih mulus. Jalan ini juga mengarah ke berbagai lokasi wisata lain seperti Bumi Perkembahan, Hutan Pinus dan Telagaherang. Lanjut, jalanan semakin menanjak dengan pemandangan rumah dan berbagai pohon durian dan rambutan di kiri dan kanan jalan. 

Dari jalan utama, lokasi Curug Cipeuteuy ini sekitar 5 km, cukup jauh. Setelah beberapa km, kami masuk di Desa Bantaragung. Hamparan terasering pesawahan dengan latar gunung Ciremai sangat indah terlihat. 

Masuk lokasi Curug Cipeuteuy, jalan semakin menanjak dan tibalah kami di gerbang masuk. Motor diparkir dan kami harus jalan menyusuri jalan setapak sejauh 500 m. TIket parkir motor 3.000 rupiah sedangkan tiket masuk 12.500 rupiah. 

Untungnya kami datang tidak terlalu siang jadi masih agak sepi. Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah masuk Taman Nasional Gunung Ciremai. Berbagai flora seperti pinus, tangkil, durian dan pakis mulai terlihat. 

Setelah 15 menitan, tibalah kami di Curug Cipeuteuy. Curug ini memang tidak terlalu tinggi dan memiliki beberapa teras. Lokasinya sudah ditata dengan baik sehingga mudah diakses. 

Kedalaman kolam di curug ini bervariasi dan yang paling dalam 1,5 m di bawah curug utama. Airnya sangat sejuk dan tentu sangat cocok untuk berenang. Fasilitas penunjang lain adalah warung makan dan toilet umum. 

Yang mau kesini saya sarankan datang jangan terlalu siang nanti terlalu padat dan gak bebas berenang.
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Curug Cipeuteuy dengan tebing breksi
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Kolam di curug
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Terasering sawah di Desa Bantar Agung

Jumat, Desember 1

Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka

Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka

Halo teman-teman, minggu ini weekend panjang dan waktunya untuk mudik dan jalna-jalan bersama keluaraga. Kali ini saya akan cerita sedikit tentang Telaga Herang di Majalengka Jawa Barat. 

Kalau saya sednag mudik pasti wajib jalan-jalan menghilangkan kepenatan kerja di kota. Majalengka merupakan daerah yang banyak memiliki wisata alam khususnya telaga yang indah, jernih dan ajib. Salah satunya adalah Telaga Herang.

Dimulai malam hari, saya searching lokasi di google dan ternyata dari rumah jarak ke telaga tersebut hanya 20 km saja, cukup dekat. Pagi hari kami berangkat pakai motor dari rumah menuju arah Rajagaluh. 

Lokasi Telaga Herang tepatnya di Desa Padaherang Sindangwangi Kabupaten Majalengka. Perjalanan lancar jaya dengan cuaca tidak terlalu panas di hari Jumat.

Mungkin karena efek siklon Dahlia, cuaca di bagian tengah Jawa Barat jadi rada sejuk. Setelah melewati Rajagaluh, kami belok kanan dan masuk jalan desa yang mulus. 

Beberaa ratus meter dari jalan utama ada percabangan, ke atas menuju bumi perkemahan dan ke kiri menuju telaga herang dan telaga nila. 

Kami belok kiri lalu melewati pedesaan yang sejuk di perbukitan, dengan saluran irigasi yang airnya jernih tiada tara. Saya yakin orang Jakarta tidak akan menemukan air sejernih disini. Sekitar 2 km, kami lalu sampai di gerbang  masuk. 

Tiket masuk hanya 5.000 saja per orang, murah banget. Beberapa meter dari gerbang kami sudah melihat Telaga Herang yang jernih dan sejuk. Luas telaga ini sekitar 3 Ha.

Air telaga sangat jernih memancarkan warna kehijauan dengan dasar bebatuan vulkanik. 
Ada banyak ikan-ikan air tawar berenang disini. Anda bisa berenang namun hati-hati karena batuannya licin dan tajam. Di bagian atas ada juga waterpark.

Sebenarnya di atas Telaga Herang ada telaga nila namun saat kami kesana airnya sedang surut dan sedang ada pemugaran. Pokonya kamu yang mau refresing dan instal ulang otak, maka wajib ke sini menikmati Telaga jernih di tengah perbukitan hijau. 

Sebelum pulang anda harus mencicipi dulu hindangan ikan bakar/goreng khas Sunda yang ada di pinggir telaga.Telaga Herang merupakan danau alami yang kini menjadi sumber irigasi warga dan sumber air bagi desa-desa disekitarnya. 
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Kesejukan Telaga Herang Majalengka
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Nila Bakar dan Goreng mantap, tambah karedok
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Air telaga yang hijau
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Santai di pinggir telaga
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Nyebur dulu biar adem

Selasa, Oktober 10

Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten

Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten

Majalengka saat ini tengah hits dengan berbagai wisata alam yang mulai bermunculan. Salah satunya adalah Paraland yang terletak di Gunung Panten. 

Majalengka kini tengah berbenah untuk menjadi saah satu kutub pertumbuhan baru di Jawa Barat dengan hadirnya Bandara Internasional Kertajati. Jadi sudah pasti nanti akan semakin banyak orang yang akan melintasi kota kecil ini.

Majalengka merupakan sebuah kota dengan pola memanjang dan berbada di antara pegunungan tengah dan pesisir utara Jawa. Kali ini saya akan cerita sedikit tentang salah satu objek wisata yang lagi hits di Majalengka yaitu Paraland. 

Paraland ini baru dibangun di atas sebuah bukti kini disulap menjadi wana wisata yang sangat baik. Paraland berjarak kurang lebih 7 km dari pusat kota Majalengka. Berbagai wahana bermain dibangun disini. 

Dulu objek wisata Gunung Panten ini hanya atraksi paralayang saja namun kini Paraland dibangun untuk menambah daya tarik wisata.

Tiket masuk Paraland yaitu 20.000 rupiah untu dewasa. Di dalamnya ada berbagai wahana seperti paint ball, trampolin, rumah hobbit, sepeda gantung dan pemandangan Majalengka 180 derajat. 

Bagi yang mau menginap, tersedia hotel kecil juga di atas bukit. Saya sarankan anda datang sore dan malam hari ke sini karena Paraland paling rame saat melihat sunrise atau sunset dan tentunya cuaca tidak terlalu terik saat siang hari. 

Kamu bisa melihat pemandangan kota Majalengka dari atas ketinggian dengan view Gunung Ciremai yang menjulang tinggi. 

Berbagai fasilitas seperti rumah makan dan kafe-kafe lainnya disana banyak tersedia. Bukit Panten dan Paraland menjadi tempat yang cocok untuk liburan keluarga menikmati suasana kota dari bukit yang indah.
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Area bermain di Paraland
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Pemandangan perbukitan Majalengka dari Paraland
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Majalengka view
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Arena bermain anak
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Rumah hobbit di Paraland
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Rumah pohon
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Puncak bukit Paraland
Memandangi Majalengka Dari Paraland Gunung Panten
Hotel di bukit Paraland

Sabtu, September 23

Plesiran ke Curug Leuwihejo Desa Cibadak Bogor

Plesiran ke Curug Leuwihejo Desa Cibadak Bogor

Halo teman-teman kali ini saya akan sedikit membagikan pengalaman geowisata ke Curug Leuwihejo di Desa Cibadak Kabupaten Bogor. 

Kemarin Kamis tanggal merah maka sudah saatnya untuk plesir dan setelah searching google map maka saya putuskan untuk pergi ke Curug Leuwihejo. 

Kami berangkat dari Bekasi dengan motor menuju arah Cileungsi - Jonggol. Cuaca kemarin cerah dan sangat bersahabat meski lumayan panas.

Berbekal google map kami menyusuri jalan Narogong menuju Jonggol. Sampai Jonggol  perjalanan diteruskan ke kanan menuju arah Cianjur. Jalanan mulai menyempit, menanjak dan sedikit jelek di beberapa lokasi. 

Dari jalan utama Jonggol ternyata lokasi Curug Leuwihejo cukup jauh juga. Kami harus menembus perbukitan dan sungai.

Setelah dua jam lebih perjalanan, sampailah kami di lokasi gerbang masuk Curug Leuwihejo. Tiket masuk Curug Leuwihejo dipatok 25.000 rupiah per orang ditambah motor 5.000 rupiah. 

Dari gerbang masuk kami menyusuri jalan desa menuju parkiran. Di sekitar curug Leuwihejo ini ada beberapa curug lagi namun tiap curug nanti harus bayar.

Motor di parkir di depan rumah warga dan kami harus berjalan lagi menyusuri jalan setapak berbukit sekitar 300 m untuk menuju Curug. 

Pemandangan ngarai dengan pesawahan akan memanjakan mata anda di perjalanan. Setelah 20 menit jalan kaki akhirnya tiba di Curug Leuwihejo. Ada beberapa lokasi pemandian curug disini. 

Curug Leuwihejo berlokasi paling ujung. Curug-curug di sini bertingkat-tingkat karena berada di aliran sungai berbatu. Warna hijau dan biru terpancar dari kolam-kolam curug ini. 

Sudah banyak fasilitas penunjang di curug ini mulai dari warung, musola hingga kamar ganti. Untuk yang membawa anak-anak harap dijaga dengna baik karena kedalaman curug terbilang dalam dengan arus kuat di bawah.
Hijau Tosca Curug Leuwihejo Desa Cibadak Bogor
Air Curug Leuwihejo yang hijau tosca
Hijau Tosca Curug Leuwihejo Desa Cibadak Bogor
Jalan setapak menuju Curug Leuwihejo
Hijau Tosca Curug Leuwihejo Desa Cibadak Bogor
Sungai dan pesawahan di sekitar curug
Hijau Tosca Curug Leuwihejo Desa Cibadak Bogor
Kolam renang alami
Hijau Tosca Curug Leuwihejo Desa Cibadak Bogor
Berenang di curug leuwihejo

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close