Guru Geografi: Wisata Jogjakarta - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Wisata Jogjakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Jogjakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 12

Sejarah Terbentuknya Gumuk Pasir Parangkusumo

Sejarah Terbentuknya Gumuk Pasir Parangkusumo

Gumuk pasir atau sand dunes merupakan salah satu fenomena alam yang terdapat di pesisir pantai Parangtritis dan Parangkusumo. Gumuk pasir ini sangat terkenal di Indonesia.

Fenomena alam gumuk pasir di Parangtritis merupakan satu-satunya di Asia dan kini menjadi wisata alam yang ramai dikunjungi wisatawan saat hari libur tiba. Gumuk pasir merupakan hasil dari erosi angin (eolian) dan hingga saat ini terus berlangsung.

Gumuk pasit di Parangtritis bertipe Barchan atau berbentuk bulan sabit. Libur lebaran kemarin saya juga mengunjungi lokasi ini dan sudah ada beberapa fasilitas pendukung lainnya di sana. 

Kalau mau ke gumuk pasir ini saya sarankan datang sore hari karena kalau siang panas banget. Bagaimana bisa di Parangtritis terbentuk gumuk pasir yang begitu banyak?. Saya coba bahas tentang sejarah terbentuknya gumuk pasir Parangtritis.
Gumuk pasir Parangkusumo Bantul
Pada dasarnya gumuk pasir bisa terbentuk asal syarat berikut terpenuhi:
1. adanya pasokan material pasir yang banyak
2. morfologi pantai landai
3. adanya arus angin yang kuat untuk menerbangkan butiran pasir
4. musim kemarau dan hujan sangat tegas berbeda
5. perbedaan pasang anik dan surut cukup besar

1. Awal mula dahulu Gunung Merapi mengalami erupsi besar yang memuntahkan material vulkanik berupa debu, pasir, lahar panas dan dingin, batu dan lainnya. Material tersebut terbawa oleh sungai yang berhulu di Merapi. 

Semua aliran lalu menuju sungai Opak yang bisa anda lihat ketika melintasi jembatan panjang sebelum masuk gerbang Parangtritis. Jadi pasir di Parangtritis itu dati Merapi asalnya. 

Anda bisa lihat warna pasir pantainya hitam bukan?. Itu tandanya pasir tersebut berasal dari endapan vulkanik beda dengan pasir pantai lain yang putih, pink atau lainnya. Jadi pasir pantai tidak sama di semua tempat. 
Endapan pasir Merapi terbawa menuju pantai selatan
2. Sesampainya di muara, material endapan tersebut dihadang ombak besar pantai selatan sehingga menjadi butiran pasir halus yang bisa diterbangkan angin dari laut. Ukuran pasir berkisar hingga 0,02 mikron. 

3. Gelombang laut kemudian menggerakan pasir ke tepian pantai. Setelah sampai tepi pantai, pasir yang basah lalu mengering  kehilangan berat karena panas matahari dan terhempas angin menuju daratan. 

4. Pasir terus-menerus terbawa angin dan mengendap di daratan dan terbentuklah gundukan pasir. Gundukan inilah yang menjadi gumuk pasir. Gumuk pasir di Parangtritis berarah sesuai hembusan angin. 

Adanya pegunungan karst di timur membuat angin dari arah tenggara lebih kuat sehingga pola gumuk pasir cenderung menghadap ke tenggara.

Erosi angin di Parangtritis sangat kuat dan bisa menghancurkan bangunan di sekitar pantai. Ekosistem gumuk pasir sangat unik dan menjadi salah satu lokasi ekowisata yang ramai dikunjungi kalangan pelajar. 

Apalagi disana kini dibangun Laboratorium Geospasial yang dibuka untuk umum. Vegetasi yang umum dijumpai di daerah gumuk pasir ini adalah Cemara Udang.

Senin, Mei 8

Jalan-Jalan Menikmati Cakrawala di Kalibiru

Jalan-Jalan Menikmati Cakrawala di Kalibiru

Yogyakarta merupakan kota yang selalu dinanti dan dirindukan. Setiap tahun pasti saya kembali ke kota ini untuk mencari kenyamanan dan kedamaian. Ada banyak objek wisata yang ada di Yogyakarta dair mulai wisata alam maupun budaya. 

Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang perjalanan saya menuju Kalibiru tahun lalu.

Tahun lalu ketika saya baru resign dari pekerjaan di seberang, saya kembali ke Yogyakarta untuk waktu yang cukup lama. Salah satu lokasi yang saya kunjungi adalah Desa Kalibiru di Kulonprogo. 

Saya dan isteri berangkat dari Bantul menggunakan motor menuju arah Wates. Rute nya yaitu dari Jl. Parangtritis lalu menuju Ringroad selatan arah ke Gamping. 

Selama perjalanan cuaca kala itu cerah tanpa hambatan apapun. Sebenarnya ada dua jalan menuju Kalibiru, yaitu lewat Sentolo dan lewat Wates. Kami menggunakan jalan dari arah Wates menuju Waduk Sermo. 

Dari kota Wates perjalanan dilanjutkan menuju arah Kulon Progo, nanti ada persimpangan lalu belok kanan menuj uarah Waduk Sermo.

Jika menggunakan mobil, lebih baik lewat Sentolo tapi kalau pakai motor bisa lewat Waduk Sermo sambil jalan-jalan. Setelah belok kanan dari jalan raya Wates, jalanan mulai menyempit karena masuk pedesaan. 

Suasana desa-desa khas Jogja begitu terasa. Kami melintasi Waduk Sermo di tengah-tengah perjalanan. Waduk Sermo berada di wilayah pegunungan dengan hutan di sekelilingnya. 

Kami mengelilingi waduk setelah itu ada papan belok kanan yang mengarah ke Kalibiru. Jalan semakin sempit dan curam memasuki perbukitan.
Jalan-Jalan Menikmati Cakrawala di Kalibiru
Rumah Pohon Kalibiru
Setelah 30 menitan, akhirnya sampailah di gerbang Kalibiru. Kalibiru merupakan salah satu desa wisata dengan konsep eco-park dan outbond. Kami memarkir motor di bawah dan berjalan ke atas. Kalibiru awalnya adalah suatu bukit yang disulap menjadi arena wisata dengan view yang indah.

Kita harus berjalan menanjak dulu sejauh 100 m untuk masuk arena wisata. Setelah beli tiket, lalu kami masuk dan melihat berbagai macam arena permainan mulai dari flying fox, jalan gantung dan rumah pohon. 

Namun spot yang paling diminati wisatawan adalah rumah pohon yang memerlihatkan pemandangan Waduk Sermo dengan perbukitan disekelilinginya. Jika kamu mau foto di rumah pohon maka kamu harus membayar 30 ribu dan tentu saja ngantri dulu.

Fasilitas di Kalibiru cukup lengkap, ada warung makan, mushola dan WC. Kalibiru selalu ramai saat akhir pekan atau musim liburan tiba. 

Jika anda mau berkunjung ke sini pastikan kendaraan anda dalam kondisi prima ya karena jalanan yang curam dan sempit. Perhatikan cuaca juga ya, lebih baik saat musim kemarau saja.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close