Guru Geografi: Youtube - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Youtube. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 16

Penyebab Chanel Youtube Agan Sepi Sedikit Subscriber

Penyebab Chanel Youtube Agan Sepi Sedikit Subscriber

Di jaman sekarang kanal-kanal youtube mulai bermunculan dengan berbagai macam jenis video. 

Kelahiran youtube membuat perubahan peradaban dari yang dulunya informasi via web atau blog yang bersifat tulisan kini beralihan ke video yang lebih dinamis.

Sekejap youtube menjadi primadona dan lahirlah profesi baru youtuber di jagad bumi ini. Setiap youtube kini berlomba-lomba meraih banyak subscriber untuk menarik trafik sehingga dapat meningkatkan penghasilan adsense.

Jadi ingat ya syarat utama sukses youtuber itu adalah trafik, sama halnya dengan blogger juga. Semuanya adalah berbasis trafik. Lalu kenapa chanel youtube ada yang selalu sepi aja ga ada pengunjung?. Berikut  setidaknya 4 faktor chanel youtube sepi pengunjung.
Sebab chanel youtube sepi
1. Mindset
Nah sebelum agan memulai ngeyoutube maka yang pertama harus diinstal adalah mindset. Kok mindset sih?. Seringkali dianggap sepele namun jika mindset alias pola pikir seseorang menjadi youtube adalah menjaring uang maka akan salah dan ujung-ujungnya stres.

Coba jika setelah buat konten, lalu habis itu liat viewer dan subscriber gak naik-naik, pasti stres jika ujung-ujungnya ingin uang terus. 

Memang pastinya kita ingin uang tapi yang paling penting gak itu bro, itu bagian belakang. Yang harus ada di depan adalah mindset kita bikin chanel youtube adalah memberikan informasi bermanfaat kepada orang lain.

Jika konten kita bermanfaat dan bukan konten abal-abal, asal cari sensasi maka orang lain pun akan segan dan pasti berkunjung balik ke kanal kita. Jadi pastikan agan sudah mengistal mindset tersebut ya.

2. Konten Gak Unik
Lalu masuk ke konten nih gan. Youtube pada dasarnya adalah personal branding pemilik akun tersebut. Intinya kamu itu siapa, mau jadi apa, mau terkenal sebagai apa?. Tips saya adalah jadilah diri sendiri dan tidak melihat orang lain.

Apa keunggulan anda?. Jika anda hobi masak maka coba video setiap memasak masakan di dapur, jika anda petani maka coba buat video petani sukses dan lainnya. Udah banyak kok yang sukses dari kegiatan kesehariannya. 

Jadi please branding diri kamu sesuai jati diri kamu bukan orang lain. Coba liat chanel Alip_ba_ta apakah ia bikin thumbnail bagus?, pake editing aneh2? kan engga?. 

Lalu kenapa viewernya meledak?. Karena ia unik, beda dari lain dan kontennya memang bagus jadi konten akan marketing dengan sendirinya tanpa harus ngemis-ngemis subsriber.

3. SEO
Nah ini juga bisa dibilang penting gak penting sih. SEO alias search engine optimize atau cara berlomba menjadi rangkin satu di penelusuran. Sebenarnya saya juga gak ngerti-ngerti amat dengan istilah ini. 

Jadi intinya SEO itu seperti gimana nulis judul, deskripsi, tag atau share yang baik di mata google. Tapi balik lagi SEO paling utama itu adalah konten agan yang unik dan beda dari yang lain kaya chanel Alip_ba_ta tadi yang gak pake SEO-SEO an tapi meledak.

4. Minim Backlink
Backlink itu link balik artinya chanel kamu harus banyak yang ngetag biar visitor makin rame. Entah itu ke blog, fb fans page, WA dan lainnya. Ini disebut lingkaran atau jaring-jaring trafik. Pastikan chanel kamu terkoneksi dengan semua medsos saat ini.

Itulah sedikti faktor sebab kenapa chanel youtube kita sepi pengunjung. Jadi balik lagi kalau menurut saya sih yang utama adalah jadilah dirimu sendiri dan jangan terlalu meniru orang lain.

Rabu, April 15

Haruskah Guru Milenial Jadi Blogger dan Youtuber?

Haruskah Guru Milenial Jadi Blogger dan Youtuber?

Pertanyaan yang muncul di judul artikel ini tentu banyak dipikirkan juga oleh rekan-rekan guru lainnya. Saat ini perkembangan media informasi sangat-sangat masif, cepat bakan tak terkendali. Lalu sekarang kita mau jadi guru yang seperti apa?.

Saya akan bercerita sedikit kisah masa lalu, ketika itu tahun 2010 saat baru lulus kuliah dan sama sekali buta alias gaptek yang namanya blogging, nulis, apalagi youtube. Saya sendiri merasa agak menyesal kenapa tidak sejak dari dahulu menulis di blog. Tapi tak mengapa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?.

Tahun 2012 adalah pertama kali saya punya blog, awalnya bingung mau ngisi apa. Lalu jadinya copasan aja. Lama-lama ternyata menulis copasan serasa tidak berarti dan akhirnya mencoba menulis sendiri. Lama-lama ternyata terbiasa dan menjadi kebiasaan. Memang benar segala hal berawal dari mencoba dan konsisten.

Lalu tahun demi tahun berlalu dan saya pernah beberapa kali ikut lomba blog guru dan karya tulis ilmiah dari tingkat kota, propinsi hingga nasional. Alhamdulilah dikasih menang oleh Allah, jadi bukan saya sombong. Itu semua Allah yang kasih, saya hanya mencoba saja menulis sebaik mungkin.

Lalu tahun demi tahun berlalu, trafik blog pun semakin lumayan dan banyak orang kenal blog saya. Jadi banyak teman baru dan silaturahhim. Sekarang tahun 2020 artinya sudah 8 tahun sejak saya pertama ngeblog atau nulis, dunia semakin berubah lagi.

Kini semua bergeser oleh kehadiran youtube. Berbagai kanal pendidikan, video, vlogger mulai banyak bermunculan. Manusia kini lebih tertarik ke video yang lebih interaktif banyak gambar, animasi dan lainnya.
Jadi guru youtuber siapa takut
Lalu apakah guru sekarang harus punya kanal youtube juga?. Menurut saya sih iya. Saya juga jadi ikut-ikutan belajar membuat konten pembelajaran geografi dengan cara sederhana saja. Pakai power point lalu rekam di aplikasi perekam layar sambil cuap-cuap. Lebih praktis dibandingkan ngajar depan papan tulis atau bikin animasi, bukan makom saya.

Apa sih keuntungan guru jadi youtuber?. Sama aja dengan blog pada dasarnya.
1. Personal branding
Nah poin 1 ini yang terpenting dari segalanya, yaitu kita ngebranding diri kita sendiri. Kita itu mau terkenal sebagai apa?. Siapa kita ini?. Apa yang menarik dari kita ini?. Ini yang muncul di setiap video yang guru bagikan. Misal saya sering ngevlog tentang geografi maka branding saya adalah seorang guru geografi profesional. Keahlian saya memang tentang geografi jadi ya apalagi yang bisa diandalkan selain geografi itu sendiri, masa saya sharing resep masakan?. 

Jika anda banyak sharing pembelajaran yang memudahkan orang lain mengerti suatu pelajaran maka pastinya akan disukai banyak orang dan anda akan terkenal sebagai guru jenius. Itulah sebuah branding.

2. Media Sharing
Yang kedua tentu sharing segala hal yang positif. Guru bisa membagikan berbagai macam media belajar, atau terkait pendidikan lainnay di chanel youtube sendiri. Ini akan menjadi pahala sholeh (niatnya tetap jangan nyari pahala) tapi tetap berbagi saja sesama guru. 

3. Ngasah Diri
Dunia terus berubah setiap detik dan guru sebagai mahluk dinamis juga perlu terus mengasah diri. Dengan membuat chanel youtube maka mau tidak mau guru sedikit demi sedikit akan belajar tentang dunia video editing, SEO dan lainnya sampai marketing. Kita akan terus mengasah diri kita sampai batas tak terhingga. 

4. Nyari Duit
Nah yang terakhir ini bisa jadi jika subscriber kita udah banyak maka bisa dijadikan lapak jualan atua kerjasama endorsement dengan pebisnis lainnya. Trafik adalah kunci utama bisnis online maka jika chanel kamu sudah terkenal maka pundi uang akan datang dengan sendirinya. Jangan lupa subscribe channel youtube guru geografi di link berikut: Yt Guru Geografi

Lalu emang udah banyak ya guru blogger atau youtuber terkenal di Indonesia. Tinggal cari aja di google udah banyak kok tapi namanya guru kan rendah hati jadi gak pernah sombong dan pamer. Baca juga: Cerita saya juara lomba nasional gara-gra ngeblog

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close