Guru Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...

Jumat, Januari 1

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Kerak bumi atau litosfer adalah lapisan bumi paling atas dan penting bagi kehidupan mahluk hidup terutama manusia.
 
Bumi merupakan planet yang dinamis dan terus mengalami perkembangan dari sejak mulai terbentuk hingga saat ini. 
 
Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang setiap lapisan memiliki karakteristik masing-masing. Lapisan permukaan paling atas dinamakan litosfer (kerak bumi). 
 
Litosfer berasal dari kata lithos yang artinya batuan dan sphere yang artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi atau sering disebut juga dengan lapisan kulit/kerak bumi. 

Unsur penyusun litosfer adalah Oksigen (46,6%), Silikat (27,7%), Alumunium (8,1%), Besi 5%, Kalsium 3,6%, Natrium 2,8%, Kalium 2,6% dan Magnesium 2,1%. 
 
Kerak bumi merupakan lapisan paling luar yang bersifat keras, padat, relatif dingin dan memiliki ketebalan antara 70 – 100 km yang tersusun atas batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.  
Ilustrasi litosfer

Litosfer terdiri dari kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust). Perbedaan kerak benua dan kerak samudera adalah sebagai berikut:

Ciri Kerak Benua
1. komposisi utama silikat aluminum.
2. dominasi batuan granit.
3. massa jenis 2,7 gr per cm kubik
4. ketebalan antara 20-70 km.
5. tidak bisa mengalami subduksi atau penunjaman.

Kerak Samudera
1. komposisi utama silikat magnesium.
2. batuan dominan basaltis.
3. massa jenis 3,0 gr per cm kubik.
4. ketebalan rata-rata 7-10 km.
5. dapat mengalami subduksi atau penunjaman ke bawah.

Litosfer termasuk bagian paling atas mantel bumi dan kulit bumi bagian luar, keduanya dibatasi atmosfer diatas kerak bumi atas dan astenosfer pada mantel bagian bawah.

Meski batuan litosfer dianggap elastis tapi tidak bersifat kental seperti astenosfer. Batuan kerak bumi bisa mengalami pelipatan atau patahan akibat gaya tektonik.

Lapisan interior bumi terdiri dari berbagai macam dan memiliki karakteristik yang berbeda. Ada dua cara untuk melihat susunan interior bumi yaitu berdasarkan sifat kimia dan berdasarkan fisika. Menurut komposisi kimianya lapisan interior bumi dapat dibagi lapisan berikut:

1. Kerak bumi
Merupakan bagian bumi paling atas dengan ketebalan 30-40 km pada daratan dan di pegunungan bisa mencapai 70 km.  Massa jenis kerak bumi rata-rata 2,7 gr/cm kubik yang tersusun atas unsur dominan oksigen, silikat dan aluminium. Kerak bumi terbagi menjadi kerak benua dan kerak samudera.

2. Mantel
Ketebalan mantel bumi berkisar sampai 1.200 km dari atas permukaan bumi. Massa jenisnya 3,4 - 4 gr/cm kubik. Unsur penyusun mantel bumi adalah oksigen, silikat dan magnesium.

3. Inti 
Inti bumi dinamakan barisfer dan terbagi menjadi inti dalam dan inti luar. Kedalaman inti bumi mencapai 5.500 km dan banyak mengandungi besi dan nikel. Massa jenis inti bumi antara 6-12 gr/cm kubik. 
Struktur litosfer

Gambar: Britannica

Tulisan Pertama di Tahun 2021

Tulisan Pertama di Tahun 2021

Alhamdulillah hari ini kita sudah menginjak tahun 2021 penanggalaman Masehi dan tepat di hari Jumat. Apa yang harus kita lakukan pertamakali?.

Tentunya dalah bersyukur, karena Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri di tahun ini. 
 
Kita masih bisa bangun tidur, bernafas menghirup udara segar, dan melakukan aktifitas. Di sisi lain beberapa saudara kita ada yang masih berjuang melawan virus dan terbaring di rumah sakit.
 
Di tengah pandemi corona yang belum usai, tahun 2021 sejatinya adalah harapan agar semua kembali ke keadaan normal. Manusia ingin semua kembali seperti dua tahun lalu.

Dua tahun lalu kita masih bisa berkumpul bersama, sekolah seperti biasa, beramai-ramai di tempat terbuka, ngopi tanpa ada jarak satu sama lain, berdempetan di bis, lihat konser, tidak pakai masker dan kerumunan adalah tanda ekonomi berjalan.

Sekarang, semua telah berubah dan manusia kini mulai menjaga jarak satu sama lain karena ada virus yang mengancam. Segala hal ini sangat diatur dan tentunya menjengkelkan bagi semua manusia.

Peradaban manusia telah melalui berbagai macam peristiwa besar sejak ribuan tahun lalu dan sejarha mencatat manusia bisa melaluinya.

Pandemi Black Death, Perang Dunia, Virus Flu Spanyol, Flu Burung dan lainnya adalah bagian dari siklus kehidupan di bumi untuk mencari keseimbangan.

Bumi mungkin dalam beberapa tahun meminta untuk di refresh karena keseimbangannya terganggu oleh ulah manusia yang sudah melewati batas normal.

Dalam Al Quran pun Tuhan menyebutkan bahwa segala hal yang melampaui batas aturan-Nya maka akan menjadi masalah.

Masalah utama umat manusia adalah mereka kini mencoba melampaui batas dengan kemampuan akal dan pikiran yang sebenarnya diberikan Tuhan agar manusia sadar bahwa tidak ada yang bisa menandingi kekuatan sang Pencipta.

Kecacatan logika manusia yang semakin jauh dari aturan Tuhan membuat bumi semakin merana. Harusnya kita menjaga jarak dengan Tuhan agar sedekat mungkin. 

Di dunia kita diperintahkan jaga jarak antar manusia, namun sebaliknya kita harus mendekat kepada sang Pencipta dengan hadirnya pendemi ini.

Tuhan pernah berkata, "dekati Aku, maka akan kuberikan Segalanya". Hanya Tuhan yang berhak sombong karena Dialah pemilik kita dan penguasa langit dan bumi.

Di tahun 2021 Masehi ini kiranya menjadi sebuah harapan akan kembalinya Bumi ke keadaan yang normal. Pandemi mengasah jiwa kita untuk lebih berempati, peduli satu sama lain sesama manusia.

Semoga peradaban manusia kembali menjadi beradab dan tidak lagi sebatas berlomba menyombongkan diri sebagai seorang mahluk yang sebenarnya tidak punya daya upaya.

Selamat tahun baru, semoga dunia kembali seperti sediakala dan pandemi segera berakhir.
Selamat tahun baru

Kamis, Desember 31

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Akhir tahun ini seperti biasa kami mudik ke kampung halaman di Majalengka dan pastinya harus liburan ke objek wisata alam.

Karena wisata di Majalengka ditutup sampai 8 Januari maka kami alihkan rute ke wilayah Kuningan. Saya cek di google map dan dapatlah wisata alam Cipaniis.

Kami berangkat dengan mobil dari kota Majalengka menuju arah Rajagaluh dan sampai pertigaan belok ke arah Mandirancan. 

Cuaca sepanjang perjalanan cenderung mendung dan tidak panas dan cocok sekali untuk liburan ke pegunungan.

Setelah melewati jalan utama Mandirancan, kemudian kami belok kanan lagi menuju arah Desa Wisata Pasawahan dan sekitar 3 km sudah sampai di lokasi objek wisata.

Sampai parkiran masih belum begitu ramai dan hanya mobil kami yang baru terparkir. Suasana hutan pinus yang rimbun dan aliran sungai pegunungan sangat terasa.
 
Setelah memarkir mobil kami lanjut menuju pintu masuk dan bayar karcis 15.000 per orang, kalau anak kecil tidak masuk karcis.
 
Dari pintu masuk sudah terlihat aliran sungai yang super jernih dengan bebatuan yang terhampar di sisi sungai. Sungai Cipaniis ini adalah salah satu sungai yang berhulu di kaki Ciremai jadi airnya memang bersumber dari gunung.
 
Sudah banyak wisatawan ternyata sedang mandi di sungai ini. Karena saya dan isteri gak niat mandi jadi yang nyebur cuma anak saya saja.
 
Fasilitas wisata disini juga cukup memadai, ada warung, WC dan mushola. Warung-warung menjajakan makanan ringan, kopi, ada juga jagung bakar.
Wisata alam Cipaniis Kuningan

Airnya jernih banget bro

Suasana sejuk dan rimbun

Hobi ngorek air

Jernihnya air sungai Cipaniis Kuningan
 
Kalau mau river thubing, bisa juga di bagian hilir sungai untuk start susur sungainya. Suasana disekeliling sungai Cipaniis rimbun pepohonan dan ada area camp hutan pinus di bagian atas. 

Kami coba naik ke atas untuk melihat lokasi camp hutan pinus. Karena sudah lelah, kami ngopi dulu di warung sekitar hutan pinus.

Objek wisata alam Cipaniis Kuningan ini cocok untuk wisata keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan. 

Setelah 2 jam berwisata dan hujan pun mulai turun, kami turun kembali untuk pulang ke Majalengka dengan melewati jalur ke arah Cicerem. Simak vlog perjalanannya di youtube berikut ini dan jangan lupa subscribe.

Minggu, Desember 27

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Pagi hari ini seperti biasa saya pergi mencari sarapan ke luar rumah dengan jalan kaki melewati pesawahan di kampung. 

Rumah saya memang berada di kota Majalengka namun masih banyak pesawahan. Bulan ini memasuki puncak musim hujan dan hampir setiap sore hingga malam hujan terus turun di kota Majalengka.

Dampaknya pagi hari suhu udara sangat dingin dan membuat fenomena langka muncul di atas Ciremai. Fenomena tersebut adalah awan topi lentikular.

Saya bergegas mengambil kamera untuk mengabadikan fenomena atmosfer yang jarang terjadi ini. Lalu apakah kehadiran awan lentikular ini menjadi pertanda bahaya?. 

Tentu tidak karena fenomena atmosfer ini adalah murni karena faktor alam. Yuk kita simak faktor terjadinya awan lentikular ini.
 
Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa atau melingkar yang terbentuk di troposfer dan biasa terbentuk karena pembentukannya searah dengan arah angin di puncak gunung. Ada tiga jenis awan lentikular: 
 
1. altocumulus standing lenticular (ACSL),
2. stratocumulus standing lenticular (SCSL),
3. cirrocumulus standing lenticular (CCSL)
Awan lentikular di puncak Ciremai
Proses terbentuknya awan lentikular
Saat udara mengalir di permukaan bumi, maka ia akan menghadapi beberapa hambatan. Hambatan ini bisa buatan manusia seperti bangunan atau alami seperti bukit, gunung atau lembah. Gangguan ini menyebabkan alian udara akan berubah

Semakin tinggi udara maka akan semakin dingin. Ketika dingin, kelembaban yang dikandungnya berubah menjadi tetesan air. Tetesan inilah yang membentuk awan. Dengan demikian, arus udara hangat mendingin bergerak naik gunung, menciptakan awan.

Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa yang biasanya berkembang di sisi bawah gunung atau pegunungan. Ini terjadi ketika udara yang stabil dan lembab mengalir di atas gunung, menciptakan serangkaian gelombang berosilasi. 
 
Jika suhu di puncak gelombang udara sama dengan suhu titik embun, kondensasi terjadi dalam formasi bentuk lensa. Ketika udara jatuh ke dasar gelombang udara, di mana suhu udara dan suhu titik embun tidak sama maka penguapan terjadi. Dengan demikian, awan gelombang, atau serangkaian awan lentikular, mampu terbentuk.

Awan lentiluar menjadi pertanda cuaca sedang ektrim di puncak gunung dan bisa memicu hujan lebat di lereng gunung. Namun awan ini bukan menjadi pertanda akan adanya fenomena lain seperti gempa atau tsunami.

Sabtu, Desember 26

Biografi Alfred Wegener Penemu Continental Drift Theory

Biografi Alfred Wegener Penemu Continental Drift Theory

Salah satu teori gerakan benua yang terkenal adalah Teori Apungan Benua (Continental Drift Theory) yang dikemukakan oleh Alfred Wegener.
 
Alred Lothar Wegener lahir pada 1 November 1880 di Berlin Jerman dan meninggal di Greenland pada November 1930. 
 
Wegener adalah seorang ahli meteorologi dan geofisika terkemukan Jerman yang berjasa merumuskan teori pergerakan benua.

Alfred Wegener meraih gelar Ph.D dalam bidang astronomi dari University of Berlin di tahun 1905 namun ia tertarik pada paleoklimatologi.

Di tahun 1906-1908 ia kemudian mengambil bagian dalam ekspedisi ke Greenland untuk mempelajari sirkulasi udara kutub. Dalam perjalanannya Wegener kemudian bertemu klimatolog Wladimir Koppen yang menjadi mentornya.

Wegener melaukkan tiga ekspedisi ke Greenlang yaitu pada 1912-1913, 1929 dan 1930. Wegener mengajar meteorologi di Marburg dan Hamburg dan menjadi profesor meteorologi dan geofisika di University of Graz dari 1924 -1930. Wegener meninggal saat ekspedisi terakhirnya di Greenland pada 1930.
Alfred Wegener
Wegener terkesan pada kesamaan garis pantai Amerika Selaran bagian timur dan Afrika barat dan berspekulasi bahwa di jaman dahulu wilayah tersebut pernah bergabung.

Sekitar tahun 1910 ia kemudian ia merekonstruksi gagasan bahwa pada akhir era Paleozoikum (sekitar 252 juta tahun lalu) semua benua membentuk satu daratan besar yang kemudian pecah. WEgener menyebutnya Pangaea atau benua kuno.

Ilmuwan lainnya memiliki anggapan bahwa pemisahan benua disebabkan dari penenggelaman benua besar kemudian membentuk Samudera Atlantik dan Hindia.

Wegener memiliki pendapat lain dan mengusulkan bahwa superkontinen Pangaea perlahan-lahan bergerak ribuan mil dan terpisah dalam jangka pajang secara geologi. Istilah gerakan ini dinamakan Continental Drift atau Pergeseran Benua.

Wegener pertama kali mempresentasikan teorinya dalam ceramah pada tahun 1912 dan menerbitkannya secara penuh pada tahun 1915 dalam karyanya yang paling penting, Die Entstehung der Kontinente und Ozeane (The Origin of Continents and Oceans). 
 
Dia mencari literatur ilmiah untuk bukti geologis dan paleontologis yang akan mendukung teorinya, dan dia mampu menunjuk ke banyak organisme fosil yang terkait erat dan kesamaan formasi batuan  yang terjadi di benua yang dipisahkan secara luas, terutama yang ditemukan di Amerika dan di Afrika.
 
Pergeseran benua Pangaea

Teori Wegener tentang pergeseran benua mendapatkan perhatian beberapa ilmuwan dalam dekade selanjutnya. Namun postulasinya tentang kekuatan pendorong di balik gerakan benua itu tampak tidak masuk akal. 
 
Pada tahun 1930 teorinya telah ditolak oleh sebagian besar ahli geologi dan tenggelam dalam ketidakjelasan selama beberapa dekade selanjutnya.
 
Teori ini kemudian muncul kembali dan dimodifikasi sebagai bagian dari teori tektonik lempeng selama tahun 1960-an. Baca juga: Sejarah Teori Lempeng Tektonik

Kamis, Desember 24

30 Soal Penilaian Harian Bab Dinamika Antroposfer + Kunci

30 Soal Penilaian Harian Bab Dinamika Antroposfer + Kunci

Halo kawan-kawan sekalian sebangsa dan setanah air, kali ini kita akan coba lagi berikan contoh soal geografi kelas 11.

Materi yang diujikan adalah seputar dinamika antroposfer. Antroposfer adalah tema sentral dalam kajian geografi karena manusia adalah mahluk yang paling mendominasi dalam ruang.

Dinamika antroposfer mencakup kelahiran, kematian dan migrasi. Permukaan bumi telah dihuni manusia sejak era Holosen dan semenjak itu perubahan terus terjadi.

Ulasan lengkap seputar rangkuman antroposfer bisa dibaca di artikel: Rangkuman Antroposfer
 
A. Jawablah pertanyaan berikut ini!
1.    Pertumbuhan penduduk alami dipengaruhi faktor ....
a.    Kelahiran
b.    Kelahiran dan kematian
c.    Migrasi dan kelahiran
d.    Transmigrasi
e.    Kelahiran dan migrasi

2.    Teori yang mengatakan bahwa pertumbuhan manusia berdasarkan deret ukur dan ketersediaan makanan atau sumber daya bertambah menurut deret hitung dikemukakan oleh ....
a.    Malthus
b.    Rostow
c.    Debenham
d.    Bintarto
e.    Maslow

3.     Konsentrasi penduduk dapat terjadi pada daerah dengan fisiografis berikut, kecuali ....
a.    Dekat mata air
b.    Tanahnya subur
c.    Dekat sungai
d.    Dibawah lereng terjal
e.    Dekat jalan

4.    Berdasarkan hasil sensus, diketahui jumlah kelahiran 100.000 jiwa dan kematian 50.000 jiwa. Sedangkan imigrasi 20.000 jiwa dan emigrasi 4.000 jiwa. Berapakah pertumbuhan penduduk alaminya?
a.    50.000
b.    2.000
c.    30.000
d.    4.500
e.    5.000

5.    Diketahui jumlah penduduk Banjarmasin pada tahun 2012 berjumlah 2.000.000 jiwa dengan luas daerah pertanian 520.000 km2. Berapa kepadatan agrarisnya?
a.    3,84
b.    4,56
c.    5,6
d.    10
e.    2,46

6.    Piramida penduduk yang menggambarkan jumlah kelahiran lebih besar dibandingkan dengan jumlah kematian adalah piramida penduduk tipe ....
a.    Stasioner
b.    Ekspansi
c.    Konstruktif
d.    Destruktif
e.    Induktif

7.    Berikut ini beberapa faktor pro mortalitas, kecuali ....
a.    Kurang menjaga kebersihan lingkungan
b.    Wabah penyakit
c.    Bencana alam
d.    Peperangan
e.    Tingginya tingkat kesehatan

8.    Daerah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia adalah ....
a.    Jawa barat
b.    Jawa tengah
c.    DKI Jakarta
d.    Bali
e.    Banten

9.    Diketahui jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 sebanyak 200 juta dengan tingkat kelahiran sebesar 2% dan tingkat kematian sebesar 1%. Maka pertumbuhan penduduk alaminya sebanyak ....
a.    2 juta jiwa
b.    1,5 juta jiwa
c.    3,5 juta jiwa
d.    1 juta jiwa
e.    2,5 juta jiwa

10.    Perhatikan pernyataan di bawah ini:
-     Tingkat pendidikan
-     Kesehatan
-     Pendapatan per kapita
Pernyataan di atas merupakan faktor penting untuk mengukur ....
a.    Pertumbuhan penduduk
b.    Dinamika penduduk
c.    Kualitas penduduk
d.    Kuantitas penduduk
e.    Pengembangan penduduk

11.    Berikut ini termasuk ke dalam komposisi penduduk secara geografis adalah ....
a.    Pengelompokkan penduduk berdasarkan usia 45-50 tahun.
b.    Pengelompokkan penduduk berdasarkan jenis kelamin.
c.    Pengelompokkan penduduk berdasarkan usia produktif dan tidak peroduktif.
d.    Pengelompokkan penduduk di desa dan di kota.
e.    Persentase angka kelahiran dan kematian pada tahun tertentu.

12.    Suatu negara yang daerahnya memiliki pertumbuhan yang merata akan berpengaruh pada jumlah ....
a.    Kelahiran yang relatif seimbang
b.    Kematian yang relatif seimbang
c.    Tenaga kerja yang relatif seimbang
d.    Urbanisasi yang relatif seimbang
e.    Ekspor yang relatif seimbang

13.    Mayoritas penduduk dunia berada di benua ....
a.    Asia
b.    Afrika
c.    Eropa
d.    Australia
e.    Amerika 

14.    Negara dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di ASEAN adalah ....
a.    Indonesia
b.    Brunei
c.    Malaysia
d.    Singapura
e.    Laos

15.    Berikut ini yang termasuk variabel yang termasuk komposisi penduduk sosial adalah ....
a.    Mengelompokkan penduduk kota dan desa pada tahun tertentu
b.    Mengelompokkan penduduk kabupaten dan kotamadya
c.    Persentase penduduk yang tinggal di kota besar dan kota kecil
d.    Persentase penduduk berjenis kelamin laki-laki dan perempuan
e.    Mengelompokkan penduduk berdasarkan mata pencaharian
 
16.  Diketahui data kependudukan sebagai berikut:
- total populasi 100.000 jiwa
- luas wilayah 200.000 km persegi
- luas wilayah pertanian 20% dari total wilayah
- penduduk petani 20.000 jiwa
Kepadatan penduduk agraris wilayah tersebut adalah ...
a.  0,5 petani per km persegi
b. 1 petani per km persegi
c. 50 petani per km persegi
d. 2 petani per km persegi
e. 10 petani per km persegi

17. Salah satu dampak ledakan penduduk di bidang lingkungan adalah ....
a. meningkatknya kriminalitas
b. munculnya slum area
c. terjadinya urban sprawl
d. meningkatnya komuter
e. menurunkan angka kematian

18.    Sex ratio kota Kendari adalah 90, hal ini menandakan bahwa ….
a.    Tiap 100 perempuan terdapat 90 laki-laki
b.    Tiap 100 laki-laki terdapat 90 perempuan
c.    Tiap 90 perempuan terdapat 90 laki-laki
d.    Tiap 90 perempuan terdapat 10 laki-laki
e.    Tiap 10 perempuan terdapat 90 laki-laki

19.    Pada saat akhir lebaran tiba, penduduk Jakarta selalu bertambah. Bertambahnya penduduk Jakarta tersebut diakibatkan oleh faktor ….
a.    Kematian
b.    Ledakan penduduk
c.    Migrasi
d.    Fertilitas
e.    Kelahiran

20.    Pendorong perpindahan penduduk pedesaan ke perkotaan antara lain ….
a.    Pembangunan daerah berkembang pesat
b.    Terjadinya konflik horizontal
c.    Hasil pertanian meningkat
d.    Fasilitas pendidikan lengkap
e.    Kekurangan lapangan kerja

21.  Berikut ini yang tidak termasuk mobilitas horisontal adalah ....
a.   perpidahan dari kota ke desa
b.   perpindahan antar pulau
c.   perpindahan mendekati tempat kerja
d.   perpindahan antar negara
e.   perpindahan status sosial
 
22.  Mobilitas penduduk non permanen terjadi karena faktor ....
a.   tingginya upah rata-rata di kota
b.   tingginya biaya hidup di kota
c.   banyaknya lapangan kerja di kota
d.   tersedianya fasilitas pendidikan di kota
e.   lengkapnya sarana kesehatan di kota
 
23.  Perhatikan piramida penduduk berikut!
Proyeksi penduduk
Pernyataan yang tepat sesuai data kependudukan diatas adalah ....
a. piramida penduduk tahu 1970 bertipe konstruktif
b. penduduk usia tua mendominasi di tahun 2010
c. piramida penduduk tahun 2050 bertipe stasioner
d. pertumbuhan penduduk tahun 1970 cenderung renda
e. jumlah penduduk usia 0-4 tahun pada 2050 di bawah 20 juta jiwa

24. Erupsi Sinabung menghancurkan seluruh kawasan desa Kabanjahe di Tanah Karo Sumatera Utara. Penduduk diungsikan ke tempat yang lebih aman hingga batas waktu yang belum ditentukan. Awan panas Sinabung membuat seluruh kawasan pertanian, pemukiman desa luluh lantah dan tidak ada yang tersisa. Program yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut adalah ....
a.  transmigrasi umum
b.  transmigrasi mandiri
c.  transmigrasi bedol desa
d.  ruralisasi
e.  emigrasi
 
25.  Perhatikan gambar!
Pemukiman penduduk
Fenomena kebakaran hebat sangat rentan terjadi pada pemukiman seperti model pada gambar. Hal ini disebabkan oleh faktor ....
a.  banyaknya bangunan semi permanen
b.  tidak adanya fasilitas saluran air
c.  kurangnya ruang terbuka hijau
d.  keteledoran masyarakat
e.  sulitnya pemadam masuk ke pemukiman

26.  Salah satu dampak negatif interaksi desa-kota di bidang lingkungan pada wilayah pedesaan adalah ...
a.  munculnya slum area
b.  produktifitas lahan meningkat
c.  tanah tercemar pupuk kimia
d.  perubahan pola pikir masyarakat
e.  bertambahnya fasilitas jalan penghubung desa

27.  Perhatikan data berikut!

Fenomena yang tidak tepat sesuai data perubahan statistik perubahan penduduk urban dan rural di atas adalah ....
a.  kepadatan agraris semakin menurun
b.  urbanisasi terus meningkat
c.  kota semakin penuh sesak
d.  munculnya slum area
e.  penduduk kota yang pindah ke desa meningkat

28.  Sensus penduduk di Indonesia dilaksanan setiap rentang waktu ...
a.   5 tahun
b.   15 tahun
c.   10 tahun
d.   20 tahun
e.   4 tahun

29.  Kemampuan wanita untuk mengandung dan melahirkan anak selama hidupnya tanpa memerhatikan bayi tersebut hidup atau tidak dinamakan ....
a.  fertilitas
b.  fekunditas
c.  infertilitas
d.  mortlaitas
e.  natalitas

30.  Salah satu dampak dari besarnya rasio ketergantungan penduduk Indonesia adalah ....
a.  terjadinya kesenjangan sosial
b.  sulit mencari kerja
c.  angka kemiskinan meningkat
d.  upah kerja rendah
e.  mutu produksi barang turun

Kunci (sedang dibuat)
Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Manusia merupakan salah satu mahluk penghuni planet bumi ini dan berkembang begitu pesat sejak awal kelahirannya. 
 
Manusia menjadi salah satu aspek kajian dalam geografi karena perilaku mereka menempati ruang dan seringkali merubah struktur ruang yang sudah ada dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. 
 
Antroposfer berasal dari kata antrophos berarti manusia dan sphere berarti lapisan, jadi antroposfer dapat didefinisikan sebagai lapisan manusia beserta segala hal yang berkaitan dengan perilakunya dalam suatu ruang. 
 
Objek material geografi yang bersifat fisik terdiri dari litosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, biosfer dan yang bersifat sosial adalah antroposfer. 
 
Manusia dipisahkan menjadi satu lapisan khusus karena memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki pola-pola tertentu sama halnya seperti objek material yang bersifat fisik. 

Pola-pola kehidupan manusia di bumi ini dapat diukur berdasarkan aspek kuantitatif maupun kualitatif. Manusia yang hidup dan menetap dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah dinamakan penduduk. 
 
Penduduk bumi semakin lama semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat dibarengi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
 
Menurut data Bank Dunia terbaru, djumlah populasi manusia di bumi saat ini mencapai angka 7 miliar jiwa dan paling banyak tersebar di benua Asia. Ilmu yang khusus mempelajari tentang dinamika penduduk dinamakan demografi.
Dinamika antroposfer
Menurut ahli demografi Thomas Robert Malthus, pertumbuhan manusia berjalan sesuai dengan deret ukur (geometris) sedangkan ketersediaan sumber daya alam (makanan) bertambah menurut deret hitung (aritmatik). 
 
Artinya pertumbuhan manusia lebih cepat dibandingkan pertumbuhan sumberdaya alam. Kebutuhan manusia yang semakin lama semakin besar membuat ketersediaan pangan semakin hari semakin menipis dan seringkali mengakibatkan bencana seperti kemiskinan dan kelaparan di beberapa tempat. Dinamika penduduk dipengaruhi faktor kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas) dan migrasi.

Malthus adalah ekonom Inggris abad 18 yang cukup terkenal di masanya. Dalam buku "An Essay on  the Principle of Population" ia berteori bahwa populasi manusia akan terus tumbuh sampai dihentikan oleh penyakit, kelaparan, perang atau bencana.

Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, para filsuf secara luas percaya bahwa kemanusiaan akan terus tumbuh dan condong ke arah utopisme. 
 
Malthus melawan keyakinan ini, dengan alasan bahwa segmen populasi umum selalu selalu miskin dan sengsara, yang secara efektif memperlambat pertumbuhan populasi.

Setelah mengamati kondisi di Inggris pada awal 1800-an, Malthus menulis "An Inquiry into the Nature and Progress of Rent" (1815) dan "Principles of Political Economy" (1820), di mana ia berpendapat bahwa lahan pertanian yang tersedia tidak cukup untuk memberi makan populasi dunia yang meningkat. 
 
Malthus secara khusus menyatakan bahwa populasi manusia meningkat secara geometris, sementara produksi pangan meningkat secara aritmatika. Dalam paradigma ini, manusia pada akhirnya tidak dapat menghasilkan makanan yang cukup untuk mempertahankan diri mereka sendiri.

Teori ini dikritik oleh para ekonom dan akhirnya dibantah. Bahkan ketika populasi manusia terus meningkat, perkembangan teknologi dan migrasi telah memastikan bahwa persentase orang yang hidup di bawah garis kemiskinan terus menurun. Selain itu, interkoneksi global merangsang aliran bantuan dari negara-negara kaya pangan ke daerah berkembang.

Rabu, Desember 23

Rangkuman Geografi Kelas 11 Bab Dinamika Kependudukan [Antroposfer]

Rangkuman Geografi Kelas 11 Bab Dinamika Kependudukan [Antroposfer]

Manusia adalah mahluk yang menjadi tema sentral dalam geosfer sehingga dalam geografi menjadi bagian utama. Antroposfer adalah lapisan manusia dan segala aktifitas didalamnya.

Sejak turun ke muka bumi, manusia memberikan pengaruh besar bagi perubahan struktur ruang permukaan bumi.

Dengan berbekal akal dan pikiran, manusia mampu merubah, memodifikasi dan menciptakan ruang-ruang baru di permukaan bumi.

Aktifitas manusia semakin kompleks dan lambat laun menghasilkan problematika yang bisa saja mengancam peradaban manusia itu sendiri.
Dinamika penduduk Indonesia
Rangkuman Bab Dinamika Penduduk
1. Antroposfer berasal dari kata antrophos berarti manusia dan sphere berarti lapisan, jadi antroposfer dapat didefinisikan sebagai lapisan manusia beserta segala hal yang berkaitan dengan perilakunya dalam suatu ruang.

2. Menurut ahli demografi Thomas Robert Malthus, pertumbuhan manusia berjalan sesuai dengan deret ukur (geometris) sedangkan ketersediaan sumber daya alam (makanan) bertambah menurut deret hitung (aritmatik).

3. Ada 3 jenis pendataan penduduk yang selama ini dikenal yaitu sensus, survey dan registrasi. 

4. Metode sensus penduduk di Indonesia dibagi dua yaitu sensus de facto dan sensus de jure.

5. Dinamika penduduk dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi.

6. Kepadatan penduduk dipengaruhi faktor alam dan faktor non alam. Faktor alam diantaranya relief, sumber daya alam dan iklim. Faktor non alam diantaranya politik, sosial dan ekonomi.

7. Pertumbuhan penduduk alami dipengaruhi kelahiran dan kematian sementara pertumbuhan penduduk total dipengaruhi kelahiran, kematian dan migrasi (imigrasi dan emigrasi).

8. Transisi demografi adalah suatu model grafik yang menggambarkan perubahan penduduk dari pertumbuhan penduduk tinggi menuju pertumbuhan penduduk yang stabil. Istilah transisi demografi awalnya hanya menggambarkan pergeseran sosial yang terjadi di masyarakat Barat dari abad 19 ke tahun 1930-an. 

9. Komposisi penduduk adalah upaya pengelompokkan penduduk berdasarkan kategori-kategori tertentu seperti biologis, geografis, sosial dan ekonomi.

10. Komposisi penduduk sangat bermanfaat untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. Dengan mengetahui perubahan-perubahan tersebut, maka akan mempermudah pemerintah dalam membuat rencana kebijakan di masa yang akan datang. 

11. Sex ratio adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan dalam suatu wilayah/negara pada waktu tertentu

12. Dependency ratio adalah angka beban ketergantungan penduduk usia produktif terhadap penduduk usia non produktif.

13. Usia produktif adalah usia penduduk antara 15-64 tahun sedangkan usia non produktif adalah usia penduduk 0-14 tahun dan usia diatas 65 tahun.

14. Piramida penduduk adalah suatu diagram/grafik yang menggambarkan keadaan suatu penduduk berdasarkan kategori umur dan jenis kelamin.

15. Ada 3 jenis bentuk piramida penduduk yaitu piramida penduduk muda (ekspansi), piramida penduduk dewasa (stasioner) dan piramida penduduk tua (konstruktif).

16. Fertilitas adalah  kemampuan wanita untuk menghasilkan bayi lahir hidup sedangkan fekuinditas adalah kemampuan wanita untuk mengandung dan melahirkan anak selama hidupnya tanpa memerhatikan bayi tersebut hidup atau tidak. 

17. Faktor pro natalitas artinya semua faktor yang mendukung terjadinya suatu kelahiran seperti pernikahan dini, seks bebas, anggapan atau ideologi banyak anak banyak rezeki dan tingkat pendapatan yang tinggi.

18. Faktor anti natalitas artinya semua faktor yang menghambat terjadinya kelahiran penduduk seperti program Keluarga Berencana, anggapan banyak anak banyak beban dan pembatasan usia perkawinan.
 
19.  Beberapa faktor pro mortalitas diantaranya: tingkat pendidikan dan kesehatan yang buruk, perang, bencana alam, wabah penyakit dan mahalnya biaya pengobatan.
 
20. Beberapa faktor anti mortalitas penduduk yaitu; tingkat pendidikan dan kesehatan yang baik, gaya hidup masyarakat yang sehat, biaya pengobatan yang murah dan kondisi sosial lingkungan yang harmonis. 
 
21. Proyeksi penduduk bermanfaat sebagai alat ukur kebijakan kependudukan di masa depan seperti perencanaan pembangunan sarana pendidikan, pemukiman, ketahanan pangan dan lainnya.
 
22. Migrasi secara geografis dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk antar wilayah. Proses perpindahan penduduk dapat terjadi dalam satu batas administrasi atau keluar batas administrasi.
 
23. Migrasi penduduk terbagi menjadi migrasi internal dan migrasi eksternal.
 
24. Urbanisasi dipengaruhi faktor pendorong (dari dalam desa) dan faktor penarik (dari kota).
 
25. Bonus demografi merupakan suatu kondisi dimana penduduk dengan umur produktif sangat melimpah sementara penduduk usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

26. Dimensi kualitas hidup manusia secara umum dapat dilihat dari tingkat kesehatan, pendidikan dan standar hidup.

27. Permasalahan penduduk Indonesia dari segi kuantitas mencakup jumlah penduduk dan sebaran penduduk yang tidak merata.

28. Permasalahan penduduk Indonesia dari segi kualitas diantaranya mencakup aspek kesehatan, ekonomi dan pendidikan.
 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close