Kebun Teh Sadarehe di Kaki Ciremai Majalengka

- April 17, 2017
Beberapa hari yang lalu merupakan libur panjang di weekend, jadi kami pulang kampung dulu mudik untuk refresh sejenak. Ada beberapa lokasi yang menjadi tujuan geotrek di Majalengka, salah satunya Kebun Teh Sadarehe di Desa Payung. Bermodalkan google map kami berangkat bertiga menggunakan motor dari pusat kota Majalengka ke arah Rajagaluh. Perjalanan dari kota ke Rajagaluh ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Jika mau ke Saderehe maka saya anjurkan untuk pakai motor karena jalan sempit, agak rusak dan curam.

Dari terminal Rajagaluh, rute menuju Saderehe selanjutnya ambil belok kanan menuju araha Pajajar Cipadung. Jalanan mulai menyempit namun masih beraspal baik. Sekitar 1 km setelah masuk dari jalan raya, maka akan ada persimpangan. Lurus menuju Cipadung sementara kiri menuju Sadarehe. Jadi ambil belok kiri. Memang papan penujuk arah menuju Sadarehe masih kurang tersedia jadi kalau bingung tanya saja ke orang sekitar, pasti tahu. Jika pakai google map, sinyal susah didapat di daerah pegunungan.
Sadarehe Majalengka, Perkebunan Teh di Kaki Ciremai
Kebun teh Sadarehe Majalengka
Setelah belok kiri, sekitar 30 m ada persimpangan lagi, lalu ambil kanan. Dari sini tinggal lurus saja melewati pesawahan dan jalanan setelah itu mulai menanjak dan berkelok. Di tengah perjalanan pas masuk Desa Sindangpano terlihat sebuah waduk buatan yang bernama Waduk Sindangpano. Waduk ini menampung air dari kaki Ciremai dan digunakan untuk irigasi warga.

Jalanan semakin berkelok, sempit dengan tebing-tebing rawan longsor di sekitar. Beberapa titik juga sudah ada yang longsor. Pemandangan hutan khas kaki gunung, hutan bambu dan cengkeh menghiasi perjalanan menunju Sadarehe. Sekitar 45 menit dari Rajagaluh, maka sampailah kami di depan Sadarehe. Ada tiket masuk untuk masuk daerah perkebunan ini yaitu 10.000 per motor. 
Sadarehe Majalengka, Perkebunan Teh di Kaki Ciremai
Kebun teh Sadarehe Majalengka
Perkebunan teh Sadarehe merupakan perkebunan teh swadaya milik warga. Beda halnya seperti perkebunan teh di Puncak atau lainnya yang luas, perkebunan teh Sadarehe tidak begitu luas hanya beberapa hektar saja. Ciri khas perkebunan teh Sadarehe lain adalah ada pohon-pohon kayu yang tumbuh di disekitar kebun. Di area perkebunan, ada tulisa dilarang untuk bermain di area perkebunan teh. Jadi kami hanya bisa melihat area perkebunan dari atas jalan saja.

Udara dingin khas pegunungan sangat terasa di sini. Hamparan kebun bawang juga banyak terdapat di Sadarehe. Daerah ini memang belum seperti daerah wisata lain yang banyak tersedia berbagai fasilitas. Hanya ada beberapa warung kecil saja yang ada di sekitar perkebunan teh. Memang akses ke Sadarehe cukup sulit dan curam jadi masih belum banyak orang yang menuju sini. Sadarehe alaminya adalah daerah pertanian warga, jadi memang bukan untuk wisata. Tapi pemandangan di sini memang cukup menyejukkan dan cocok untuk refreshing. Cuaca di pegunungan cepat berubah, jadi bagi yang mau berkunjung ke Sadarehe sangat dianjurkan untuk bawa jas hujan oke. Baca juga: Curug Leuwihejo yang hijau tosca airnya

Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search