Guru Geografi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...

Featured

[Featured][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Kamis, Februari 2

Contoh Soal Menghitung Kepadatan Aritmatik dan Agraris

Contoh Soal Menghitung Kepadatan Aritmatik dan Agraris


Kepadatan penduduk adalah suatu perbandingan yang menggambarkan jumlah populasi per satuan luas wilayah. Kepadatan penduduk akan mempengaruhi kualitas hidup penduduk itu sendiri.

Dalam geografi dikenal istilah kepadatan penduduk aritmatik dan kepadatan penduduk agraris. Kepadatan penduduk aritmatik adalah suatu cara untuk menghitung jumlah penduduk per unit luas suatu wilayah, biasanya dalam km² atau mil². Rumus yang digunakan adalah:

Kepadatan penduduk = Jumlah penduduk / Luas wilayah

Dengan demikian, hasil dari perhitungan ini adalah jumlah orang per unit luas, seperti orang/km² atau orang/mil². Kepadatan penduduk aritmatik berguna untuk menentukan bagaimana tingkat pemukiman dan penggunaan lahan di suatu wilayah, dan juga membantu dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya.

Contoh Soal
Luas sebuah negara adalah 500.000 km² dan jumlah penduduknya adalah 25 juta orang. Berapa kepadatan penduduk negara tersebut?

Rumus: Kepadatan penduduk = Jumlah penduduk / Luas negara

Kepadatan penduduk = 25.000.000 / 500.000 = 50 orang/km²

Jadi, kepadatan penduduk negara tersebut adalah 50 orang/km².

Sementara itu kepadatan penduduk agraris adalah jumlah luas lahan pertanian yang digunakan per satuan populasi di suatu wilayah. Ini menunjukkan tingkat intensitas penggunaan lahan pertanian dan berkaitan dengan faktor-faktor seperti pertumbuhan penduduk, perluasan perdagangan dan industrialisasi, dan perubahan pola pertanian. Semakin tinggi kepadatan agraris, semakin besar tekanan yang diterima sumber daya alam dan lingkungan.

Berikut adalah contoh soal menghitung kepadatan agraris:

Sebuah kota memiliki luas lahan pertanian sebesar 10.000 hektar dan jumlah penduduk sebanyak 100.000 orang. Berapakah kepadatan agraris kota tersebut?

Jawab: Kepadatan agraris = Luas lahan pertanian / jumlah penduduk = 10.000 hektar / 100.000 orang = 0,1 hektar/orang

Sebuah negara memiliki luas lahan pertanian sebesar 20 juta hektar dan jumlah penduduk sebanyak 200 juta orang. Berapakah kepadatan agraris negara tersebut?

Jawab: Kepadatan agraris = Luas lahan pertanian / jumlah penduduk = 20 juta hektar / 200 juta orang = 0,1 hektar/orang

Rabu, Februari 1

[Catat] Perbedaan Rumah Subsidi dengan Rumah Komersil

[Catat] Perbedaan Rumah Subsidi dengan Rumah Komersil

Contoh Unit Perumahan Komersil

Satu tahun lalu saya mengambil rumah secara KPR di wiayah Bogor dekat perbatasan Bekasi. Tipe perumahan yang saya ambil adalah rumah komersil. 
Awalnya saya survey-survey ke beberapa lokasi perumahaan subsidi dan komersil. Alhasil setelah beberapa pertimbangan maka saya putuskan ambil rumah komersil.

Lalu apa perbedaannya antara perumahan subsidi dengan komersil?. Saya akan coba berikan sedikit ulasannya di bawah ini berdasarkan pengalaman saya.

1. Harga dan Luas Lahan
Dari sisi harga, rumah subsidi tentu jauh lebih murah dan diatur pemerintah. Harga rumah subdisi saat in masih di angka 178 jutaan per unitnya. Sementara itu rumah komersil karena tidak mendapat subsidi dari pemerintah maka harganya dua kali lipat lebih tergantung luas dan kualitas. Standarnya harga rumah komersil saat ini ada di range 450 jutaan paling murah.

Untuk luas lahan, rumah subsidi sekarang di patok di ukuran 30x60 rata-rata. Artinya luas tanah 60 m dan luas bangunan 30 m persegi. Jadi banyak para penghuni yang membangun rumah ke atas alias renov untuk menyiasati hal tersebut.

2. Kualitas Bahan
Dari sisi kualitas bahan, rumah subsidi lebih rendah speknya dibanding rumah komersil. Campuran semen dan pasir berbeda sehingga banyak dijumpai tembok-tembok retak meski belum dihuni, atau kusen lapuk sampai dengan atap ambruk.

Hal ini karena rumah subsidi mengejar target sehingga kualitas bahan dikurangi. Beda dengan rumah komersil yang kualitas bahannya lebih tinggi. Ini pintar-pintar juga antara konsumen dalam memilih developer rumah komersil. Karena masih ada juga dijumpai developer yang nakal.

3. Fasilitas Umum
Rumah subdsidi memiliki fasilitas umum yang relatif lebih sedikit dibandingkan rumah komersil. Perumahan komersil saat ini banyak diintegrasikan dengan berbagai macam utilitas pendukung seperti pasar, supermarket, area olahraga, bermain dan lainnya. 

Selain itu fasilitas jalan di perumahan subsidi kadang kurang baik tergantung developernya. Ada beberapa perumahan yang jalannya tanah bertahun-tahun tidak diperbaiki. Hal ini tentu mengurangi kenyamanan hidup di sana.

Selain itu kadang di perumahan subsidi tidak ada jalur PDAM jadinya harus bor sumur lagi dengan biaya yang lumayan mahal.

4. Biaya Iuran
Perumahan subsidi biasa dikelola masyarakat jadi iuran pun dirmebugkan dengan semua warga dan biasanya tidak mahal. Kalau perumahan komersil biaya iuran lebih tinggi karena fasilitasnya pun lebih banyak misalknya ada security, truk pengangkut sampah dan lainnya. 

Sementara itu di perumahan subsidi sering dijumpai preman yang memungut uang jika kita mau renov rumah. Saya sering mendengar hal itu dari kerabat yang mengambil rumah subsidi. Tentu hal ini menjengkelkan konsumen. Di perumahan komersil, hal itu tidak dijumpai.

5. Angsuran KPR
Rumah subsidi memiliki angsuran KPR flat sementara rumah komersil bisa flat dan bisa floating tergantung kesepakatan konsumen. Selain itu angsuran KPR rumah subsidi jauh lebih rendah dibandingkan rumah komersil.

6. Komponen Rumah
Mengambil rumah subsidi sama dengan membeli tanah, karena dilihat secara fisik rumah masih 75%. Rumah subsidi tidak adak dapur, pagar, septik tank kecil, carport dan kanopi. Alhasil konsumen harus menyiapkan dana tambahan untuk renov di awal. 

Sementara itu rumah komersil masih lumayan karena beberapa developer sudah menyiapkan carpot, kanopi sampai dapur. Ada beberapa yang dapurnya masih belum memiliki plafon atap jadi mesti renov sedikit.

Itulah sedikit review perbedaan kondisi perumahan subsidi dengan perumahan komersil. Semoga bermanfaat.
Soal Simulasi OSN Kebumian 2023 Part 1 + Kunci

Soal Simulasi OSN Kebumian 2023 Part 1 + Kunci

Halo pejuang OSN Kebumian se tanah air Indonesia, gimana nih udah siap belum menghadapi OSK yang sudah di depan mata?.

Yang pasti kalian harus banyak berlatih soal ya supaya makin jago dan menguasai materi OSN Kebumian. Kali ini mimin bagikan contoh soal prediksi OSN Kebumian. 

Mudah-mudahan bisa membantu kamu ya. Soal saya buat berdasarkan soal-soal tahun sebelumnya ditambah variasi soal baru. Selamat belajar dan berlatih.

Instruksi: Pilihlah jawaban yang tepat diantara a, b, c, d atau e!
1.  Seri reaksi Bowen yang benar dari mineral yang pertama terbentuk sampai yang terakhir terbentuk adalah ....
a. amfibol-olivin-ortoklas-piroksen-biotit-muskovit-kuarsa
b. olivin-piroksen-amfibol-biotit-ortoklas-muskovit-kuarsa
c. olivin-piroksen-biotit-amfibol-ortoklas-muskovit-kuarsa
d. kuarsa-muskovit-ortoklas-biotit-amfibol-piroksen-olivin
e. olivin-piroksen-ortoklas-amfibol-muskovit-biotit-kuarsa

2. Yang tergolong dalam kategori mineral felsik adalah ....
a. plagioklas, ortoklas, kuarsa
b. plagioklas, kuarsa, olivin
c. olivin, piroksen, biotit
d. amfibol, kuarsa, muskovit
e. piroksen, biotit, plagioklas

3. Berikut ini termasuk batuan beku ekstrusif asam adalah ...
a. diorit
b. granit
c. andesit
d. basalt
e. riolit

4. Perhatikan gambar!

Bentuk ketidakselaran pada gambar diatas adalah ...
a. angular unconformity
b. disconformity
c. non conformity
d. graded bedding
e. chevron

5. Periode zaman Prakambrium tidak banyak diketahui secara baik, hal ini dikarenakan ...
a. Batuan batuan yang berumur Prakambrium jarang tersingkap dipermukaan bumi.
b. Kebanyakan batuan berumur Prakambrium sudah banyak yang tererosi atau mengalami
metamorfosa.
c. Hampir semua batuan Prakambrium berada jauh didalam bumi ditutupi oleh batuan batuan
yang lebih muda.
d. Jarang diketemukan fosil
e. semua benar

6. Hipotensa sea-floor spreading dikemukakan oleh ...
a. Harry Hess
b. Alfred Wegener
c. James Hutton
d. Chamberlain
e. Edwin Hubble

7. Dalam kondisi normal (belum terganggu), perlapisan suatu batuan yang berada pada posisi paling bawah merupakan batuan yang pertama terbentuk dan tertua dibandingkan dengan lapisan batuan diatasnya. Hukum ini disebut ....
a. horizontalitas
b. superposisi
c. kesinambungan lateral
d. angular unconformity
e. non conformity

8. Menurut skala Wentworth, batupasir memiliki ukuran butiran ....
a. 1/16-2 mm
b. 2-4 mm
c. 1/64-1 mm
d. 1/64-1/16 mm
e. 1/256-2 mm

9. Bentuk batuan metamorf derajat rendah yang tersusun dari hasil pertumbuhan mineral-mineral lempung dan chlorite berbutir halus adalah ...
a. schist
b. slate
c. marble
d. corundum
e. gneiss

10. Berikut ini termasuk batuan beku intrusif, kecuali ...
a. granit
b. diorit
c. gabro
d. basalt
e. peridotit

11. Di bawah ini adalah struktur yang mungkin terdapat dalam batuan beku, kecuali ...
a. struktur bantal
b. struktur vesikuler
c. struktur amigdaloidal
d. struktur laminasi
e. struktur aliran 

12. Batuan beku asam yang memiliki tekstur faneritik granular adalah ....
a. andesit
b. riolit
c. peridotit
d. gabro
e. granit

13. Batuan sedimen yang komposisinya dominan silika adalah ....
a. baturijang
b. batugipsum
c. batugaram
d. batubara
e. batugamping

14. Fosil trilobit adalah penciri utama dari zaman ....
a. kapur
b. perm
c. prekambrium
d. kambrium
e. oligosen

15. Dinosaurus diperkirakan musnah pada masa ...
a. kapur
b. jura
c. trias
d. miosen
e. pliosen

Lanjut: Soal Part 1

Kunci
1.b 2.a 3.e 4.a 5.e 6.a 7.b 8.a 9.b 10.d 11.d 12.e 13.a 14.d 15.a

Selasa, Januari 31

Contoh Soal Latihan Pra Simulasi OSN Geografi 2013 Part 1

Contoh Soal Latihan Pra Simulasi OSN Geografi 2013 Part 1


Berhubung OSN Geografi semakin dekat maka kita akan bagikan lagi contoh soal dan pembahasan latihan simulasi soal OSN untuk kalian.

Jangan lupa untuk selalu share konten di blog ini ke teman-teman di grup medsos kalian. Selamat belajar dan semoga menjadi juara.

1. Pemanfaatan sumber daya air sungai untuk menghasilkan energi di Indonesia harus terus dikembangkan karena ....
a. topografi kasar dan curah hujan tinggi
b. curah hujan tinggi dan ukuran DAS besar
c. jumlahnya banyak tersebar merata
d. ketinggian bervariasi dan beraliran deras
e. debit aliran besar dan banyak air terjun

2. Judul peta harus ditulis dengan ukuran huruf yang relatif lebih besar karena ....
a. posisinya di bagian atas
b. berisi informasi umum
c. penampakannya harus dominan
d. memuat informasi tema utama
e. memenuhi unsur keindahan

3. Lapisan debu kosmis menghambat pancaran energi matahari yang menuju permukaan bumi karena ....
a. memantulkan sinar ultraviolet
b. menyerap sinar ultraviolet
c. membiaskan sinar ultraviolet
d. menyerap sinar inframerah
e. memantulkan sinar inframerah

4. Frekuensi getaran gempa vulkanik jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gempa tektonik, alasannya ....
a. setiap erupsi disertai gempa berkali-kali
b. energi gempa vulkanik dilepaskan secara bertahap
c. cadangan energi gempa vulkanik sangat besar
d. jumlah gunung api banyak dan tersebar merata
e. pasca gempa vulkanik selalu disusul erupsi

5. Diantara kota-kota berikut ini, yang berlokasi di wilayah pegunungan adalah ....
a. Bangkok
b. London
c. Tripoli
d. Ulan Bator
e. La Paz

Pembahasan
1. Pembangkit listrik tenaga air atau PLTA membutuhkan debit air yang besar dan stabil untuk menggerakan turbin yang diinstal di bawah bendungan. Jumlah sungai di Indonesia relatif banyak dan tersebar merata hampir di semua pulau.

2. Judul peta memuat informasi yang ditampilkan di peta jadi harus terbaca jelas oleh pembaca.

3. Debu kosmis akan menghasilkan lapisan tudung atau awan di atmosfer yang akan membiaskan ultraviolet sehingga mengurangi efek langsung sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi.

4. Gempa vulkanik terjadi karena proses perjalanan magma menerobos celah litosfer hingga keluar dari kepundan gunung api. Jadi energi yang dihasilkan gempa vulkanik dilepaskan bertahap mengikuti perjalanan magma dari dalam hingga mencapai permukaan.

5.  La Paz adalah ibukota Bolivia yang terbentang antara 3.250 hingga 4.100 meter di atas permukaan laut dan merupakan ibukota tertinggi di dunia.

Senin, Januari 30

Faktor Yang Mempengaruhi Kepadatan Penduduk

Faktor Yang Mempengaruhi Kepadatan Penduduk


Kepadatan penduduk adalah salah satu masalah di perkotaan yang perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

Manusia semakin lama semakin bertambah populasinya semenjak berakhirnya Perang Dunia. Hal ini berdampak pada semakin padatnya wilayah perkotaan.

Lantas apa saja faktor yang mempengaruhi tingkat kepadatan penduduk?. Berikut beberapa diantaranya:

Pertumbuhan penduduk: tingkat kelahiran yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah akan menyebabkan pertumbuhan penduduk yang cepat dan meningkatkan kepadatan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dipicu juga oleh beberapa fenomena seperti pernikahan usia dini, tidak menjalankan KB atau kehamilan di luar nikah.

Urbanisasi: perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan akan menyebabkan peningkatan kepadatan penduduk di kota-kota. Faktor kurangnya lapangan kerja di desa memaksa penduduk desa untuk mengadu nasib di kota yang memiliki beragam jenis profesi.

Pembangunan infrastruktur: fasilitas seperti jalan, transportasi, dan perumahan yang baik akan menarik penduduk untuk tinggal di suatu daerah dan meningkatkan kepadatan penduduk di sana. Manusia membutuhkan berbagai infrastruktur atau utilitas penunjang dalam kehidupannya. Semakin banyak utilitas maka penduduk akan semakin ramai di daerah tersebut karena kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Ekonomi: tingkat ekonomi yang tinggi akan menarik penduduk untuk tinggal di suatu daerah dan meningkatkan kepadatan penduduk di sana. Aneka sumber penghidupan seperti industri, supermarket, mall dan akses ekonomi lainnya membuat orang semakin banyak berdatangan ke suatu wilayah.

Politik: kebijakan pemerintah yang mengizinkan atau mendorong perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dapat mempengaruhi kepadatan penduduk di daerah tersebut. Program transmigrasi salah satunya akan meningkatkan jumlah penduduk di wilayah tujuan.

Minggu, Januari 29

Jenis-Jenis Tanah dan Pemanfaatannya

Jenis-Jenis Tanah dan Pemanfaatannya

Tanah adalah material penting yang berasal dari pelapukan batuan non organik maupun organik. Kehidupan mahluk hidup terutama manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah di lingkungannya.

Berikut ini jenis-jenis tanah yang terdapat di permukaan bumi dan pemanfaatannya bagi kehidupan.

Tanah Vulkanis, yaitu tanah yang berasal dari bahan-bahan yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi. Tanah ini terdapat banyak di sekitar lereng gunung api dan dimanfaatkan untuk pertanian.

Tanah Kapur, yaitu tanah yang memiliki porositas tinggi, tanah ini kurang subur, dan banyak terdapat di pegunungan kapur. Tanah kapur cocok untuk budidaya jati dan jambu mede.

Tanah Laterit, yaitu tanah vulkanis yang telah kena proses pelarutan karena hujan yang banyak serta suhu yang tinggi, sehingga warnanya dari kelabu berubah menjadi kemerah-merahan. Tanah laterit bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan batu bata atau gerabah.

Tanah Padzol atau podzolik, yaitu tanah vulkanis yang terkena hujan banyak, tetapi dengan suhu yang rendah, dan banyak terdapat di daerah pegunungan. Warnaya kekuning-kuningan. Tanah padzol bisa dimanfaatkan untuk perkebunan kopi atau kakao.
Kegiatan pertanian di tanah yang subur

Tanah Margalit, yaitu tanah yang terjadi dari batuan yang banyak mengandung kapur dengan pengaruh hujan yang tidak merata sepanjang tahun, sehingga warnanya berubah menjadi hitam. Tanah margalit bisa dimanfaatkan untuk bahan baku campuran industri kapur.

Tanah Terrarosa, yaitu tanah yang terbentuk karena hasil pelarutan batuan kapur, tanah ini banyak ditemukan di dasar-dasar lembah dan dolina-dolina pegunungan kapur. Tanah terarosa bisa dimanfaatkan untuk bahan campuran semen.

Tanah Liat, yaitu jenis tanah yang memiliki butiran-butiran yang halus, dan bentuknya berupa lempeng sifat dari tanah ini, bila kena air sangat lekat dan jika kering menjadi keras dan pecah-pecah. Tanah liat bisa digunakan untuk bahan baku industri gerabah.

Tanah Napal, yaitu tanah liat yang tercampur dengan batu kapur. Tanah ini kurang baik untuk kegiatan pertanian.

Tanah Kaolin, yaitu jenis tanah liat yang baik untuk membuat barang jenis keramik.

Tanah Rawang (organosol), yaitu tanah yang terbentuk dari sisa tumbuhan dan terdapat di daerah yang selalu terendam air.

Tanah Padas, yaitu tanah yang padat, akibat mineral yang dikeluarkan oleh air dari lapisan bagian atas tanah.

Tanah Aluvival, yaitu tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai. Tanah ini bersifat subur sehingga baik untuk pertanian.

Tanah Pasir, yaitu tanah yang berasal dari batu pasir yang telah melapuk. Tanah ini sangat miskin dan kadar air di dalamnya sangat sedikit. Tanah pasir yang terdapat di pantai pasir disebut sand dune. Contohnya pantai Parangtirtis, Yogyakarta.

Tanah Humus (Bunga Tanah), yaitu tanah yang terjadi dari tumbuhan yang telah membusuk. Tanah yang mengandung humus bersifat sangat subur dan umumnya berwarna hitam. Tanah humus cocok untuk kegiatan budidaya pertanian.

Tanah Lempung (debu), Yaitu tanah yang tidak mudah merembaskan air. Tanah lempung lebih berat daripada tanah pasir, tetapi lebih ringan daripada tanah liat. Butir-butirnya lebih halus daripada tanah pasir, tetapai lebih longgar daripada tanah liat.

Sabtu, Januari 28

Contoh Judul-Judul Skripsi/Tesis Penelitian Pendidikan Geografi

Contoh Judul-Judul Skripsi/Tesis Penelitian Pendidikan Geografi

Mahasiswa semester akhir pada program sarjana pendidikan Geografi tentu wajib menyelesaikan skripsinya dengan baik. 

Untuk itu mahasiswa perlu memahami seluk beluk penelitian geografi dari mulai pembuatan proposal hingga sidang nanti.

Banyak mahasiswa pendidikan Geografi yang sedikit kebingungan dalam memilih judul skripsi ketika mengajukan sidang proposal.

Judul penelitian skripsi pendidikan geografi biasanya didapat dari hasil banyak membaca contoh judul skripsi sebelumnya atau dengan melakukan observasi terhadap masalah di sekolah.

Kali ini saya akan berikan contoh judul-judul penelitian pendidikan geografi yang mungkin bisa menjadi referensi bagi mahasiswa tingkat akhir. Silahkan dimodifikasi saja.

1. Analisis Kebutuhan Pendidikan Geografi pada Siswa SMP di Kota X
2. Implementasi Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Geografi di SMA X
3. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Geografi Siswa di SMA X
4. Studi Perbandingan Pemahaman Konceptual Siswa pada Pembelajaran Geografi dengan Metode Eksperimen dan Metode Ceramah
5. Analisis Pola Pembelajaran Geografi di Sekolah Menengah Pertama di Propinsi Y
6. Evaluasi Penerapan Model Pembelajaran Geografi Berbasis Masalah di SMA X
7. Studi Perbandingan Hasil Belajar Geografi Siswa yang Dibelajarkan dengan Media Peta dan Media Gambar
8. Analisis Dampak Globalisasi terhadap Kualitas Pembelajaran Geografi di SMA X
9.Studi Perbandingan Keterampilan Proses Sains Siswa yang Dibelajarkan dengan Metode Pembelajaran Geografi Kontekstual dan Metode Pembelajaran Geografi Tradisional.
10. Pengembangan Aplikasi Game Geografi Peta Berbasis Android Untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Siswa.
11. Analisis Hasil Belajar Mapel Geografi di SMA Negeri X Pada Tahun Y.
12. Analisis Dampak Perubahan Kurikulum Merdeka Terhadap Minat Belajar Geografi Siswa di SMA X.
13. Pengaruh Pembelajaran Geografi Terhadap Etika Lingkungan Siswa di SMA X.
14. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Mitigasi Bencana Dengan Model Belajar Proyek.
15. Pengaruh Kualitas Lingkungan Keluarga Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa di SMA X.
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close