Guru Geografi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...

Featured

[Featured][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Sabtu, Agustus 13

Mendeskripsikan Faktor-Faktor Pembentukan Tanah

Mendeskripsikan Faktor-Faktor Pembentukan Tanah

Tanah adalah salah satu komponen penting dalam kehidupan kita di permukaan bumi. Pada dasarnya tanah itu berasal dari pelapukan batuan baik itu batuan vulkanik maupun organik seperti karang.

Kita akan lihat definisi tanah dan faktor pembentukkannya. Tanah dalam bahasa Inggris adalah soil. 

Tanah (Soil) adalah suatu tubuh alam yang terbentuk dari campuran hasil pelapukan batuan (anorganik), organik, air dan udara yang menempati bagian paling atas dari litosfer. 

Tubuh tanah terdiri atas batuan yang telah mengalami pelapukan, kemudian bercampur dengan sisa-sisa bahan organik, air, udara, dan mengalami proses fisika dan kimia membentuk lapisan tanah. Lapisan tanah yang menempati bagian paling atas litosfer ini disebut juga pedosfer.

Lalu apa saja sih komponen tanah itu?. Setidaknya ada 5 komponen tanah yang utama yaitu:
1. Mineral (Fraksi Organik) yaitu hasil rombakan bahan batuan dan bahan anorganik di permuaan bumi.
2. Bahan Organik / Humus yaitu sisa-sisa jasad renik tanaman, binatang atau kotoran binatang.
3. Air
4. Udara
5. Mikroorganisme/pengurai seperti cacing tanah, bakteri, jamur

Faktor Pembentuk Tanah

Setiap tempat tentu memiliki jenis tanah berbeda satu sama lain baik dari segi jenis, warna, ketebalan dan lainnya. Nah hal ini dikarenakan faktor pembentukan tanah bervariasi dan setiap tempat memiliki perbedaan kombinasi faktor pembentuk tanah tersebut.

Faktor pembentukkan tanah adalah batuan induk, iklim, topografi, organisme dan waktu. Mari kita bahas lebih detail berikut ini:

1. Batuan Induk
Bahan induk tanah adalah batuan. Bahan induk tanah terdiri atas batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk lalu mengalami pelapukan (weathering) menjadi tanah. 

Tanah sebagian besar akan memperliatkan sifat (utamanya kimia) yang sama dengan batuan induknya. Contoh tanah kapur akan memiliki kandungan kimia Kalsium Karbonat sama dengan batu kapur.

2. Iklim
Unsur-unsur iklim utama yang mempengaruhi proses pembentukan tanah adalah suhu dan curah hujan. Suhu berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Sedangkan curah hujan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah. Pencucian tanah yang cepat menyebabkan tanah menjadi asam. 

Tanah yang berkembang di iklim arid/kering tentu akan berbeda dengan tanah yang berkembang di iklim humid/basah. 

3. Topografi
Keadaan relief suatu daerah akan memengaruhi terhadap tebal atau tipisnya lapisan tanah. Daerah yang memiliki topografi miring dan berbukit lapisan tanahnya lebih tipis karena tererosi. Sebaliknya, daerah yang datar lapisan tanahnya tebal karena terjadi proses sedimentasi. Daerah yang drainase buruk seperti rawa akan menyebabkan tanah menjadi asam.

4. Organisme
Organisme dalam tanah seperti cacing, tikus tanah, akar tumbuhan tentu akan bepengaruh pada proses pelapukan batuan dan pembentukkan humus. Lubang hasil galian tikus atau cacing juga akan berfungsi mengalirkan air dari permukaan ke bawah tanah.

5. Waktu
Tanah itu kan selalu berubah dari waktu ke waktu akibat pelapukan dan pencucian yang terus-menerus atau berkesinambungan. Tanah akan semakin kurus seiring waktu dan unsur haranya berkurang. Tanah muda ditandai dengan pembentukan tanah yang masih nampak percampuran bahan organik dengan mineral seperti tanah aluvial, regosol dan litosol.

Tanah dewasa dicirikan dengan munculnya horizon B seperti andosol, latosol dan grumosol. Sementara itu tanah tua dicirikan dengan perubahan siginifikan di horison A dan B contohnya laterit dan podsolik.

Lama waktu pembentukkan tanah berbeda-beda dari 100 tahun hingga 10.000 tahun. Berikut ini contoh susunan horizon tanah yang terbentuk sempurna.
Perlapisan/horizon tanah
Pembahasan Kunci Jawaban KSM Geografi Terintegrasi 2018 No 36-40

Pembahasan Kunci Jawaban KSM Geografi Terintegrasi 2018 No 36-40

Halo adik-adik kita lanjut bahas kunci KSM Geografi 2018 nomor terakhir ya 36-40. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk terus bantu share blog ini ke teman-teman.

Kalau ada kunci jawaban salah silahkan diskusikan saja di komentar atau konfirmasi ke guru pembimbing kalian.

36. Tanaman jagung ditanam setelah masa panen padi berakhir dan/atau menjelang masa tanam padi, bersamaan dengan datangnya musim pancaroba. Metode penanggulangan erosi yang diterapkan pada lahan tersebut adalah .... 
(A) Mulching
(B) Windbreak
(C) Croprotation
(D) Cover crop 

Kunci
Kalau ada perubahan jenis tanaman budidaya berarti termasuk rotasi tanaman atau crop rotation. Beberapa keunggulan rotasi tanaman adalah mampu mengurangi intensitas serangan hama atau penyakit, meningkatkan kesuburan tanah, serta mampu membentuk ekosistem mikro yang stabil.

37. Untuk mengantisipasi krisis energi listrik, manusia berusaha mencari berbagai macam sumber energi alternatif. Salah satu energi alternatif untuk pembangkit listrik tersebut diperoleh dari panas yang dikeluarkan oleh gejala-gejala pos vulkanis. Energi alternatif tersebut adalah .... 
(A) Sulfatar 
(B) Geothermal 
(C) Angin gunung
(D) Panas matahari 

Kunci
Gejala post vulkanisme merupakan sumber dari energi panas bumi atau geotermal.

38. Hutan lindung berfungsi untuk melindungi kelestarian tanah dan air. Dampak negatif yang terjadi jika hutan lindung ditebang adalah .... 
(A) Kayunya akan habis untuk bahan bangunan
(B) Tanahnya tidak mengandung bahan tambang tertentu
(C) Tingkat kesuburan tanahnya akan hilang setelah dijadikan lahan pertanian
(D) Tanahnya mudah tererosi dan berkurangnya air hujan yang meresap dalam lapisan tanah

Kunci
Hutan lindung itu kan fungsi ekologisnya sangat besar, jika hutan lindung habis atau gundul maka tanah aka mudah tererosi dan resapan air permukaan berkurang sehingga berpotensi memicu longsor dan banjir bandang.

39. Sebuah kapal pesiar sedang melakukan perjalanan mengarungi samudera menuju suatu pulau di Indonesia yang menjadi primadona wisata dunia. Tiba-tiba ada pesan telegraf menginformasikan telah terjadi gempa besar di dasar laut dan berpotensi tsunami besar. Mitigasi yang seharusnya dilakukan oleh
nahkoda dan kru kapal adalah ....  
(A) Memberikan informasi kepada seluruh penumpang untuk siaga 
(B) Mempercepat laju kapal untuk segera mendarat di daratan terdekat 
(C) Tetap berada di perairan samudera dan menjauh dari daratan 
(D) Menghentikan kapal dan mengirim tanda sinyal bahaya untuk meminta bantuan 

Kunci
Tsunami itu jika masih berada di laut lepas ketinggiannya hanya 1-2 meter tapi panjang gelombangnya sangat besar, jadi lebih baik tentu tetap berada jauh dari daratan karena gelombang tsunami akan semain tinggi jika mencapai pantai karena faktor kedalaman dasar laut. Cek gambar di bawah.
Proses gelombang tsunami 

40. Sand dunes atau gumuk pasir merupakan bentukan alam yang banyak ditemui di daerah
padang pasir atau pantai berpasir. Sand dunes merupakan hasil bentukan sedimentasi .... 
(A) Akuatis 
(B) Marine 
(C) Aeolis 
(D) Fluvial  

Kunci
Gumuk pasir itu hasil pengerjaan erosi angin atau aeolis. Di Indonesia gumuk pasir terkenal ada di pantai Parangkusumo Yogyakarta.

Jumat, Agustus 12

Pembahasan Kunci Jawaban KSM Geografi Terintegrasi 2018 No 31-35

Pembahasan Kunci Jawaban KSM Geografi Terintegrasi 2018 No 31-35

Halo adik-adik kita bahas lagi tentang kunci KSM Geografi Terintegrasi 2018 nomor selanjutnya yaitu 31-35. Kalian harus tetap semangat ya dan jangan banyak mengeluh.

Ingat bahwa saingan kalian itu siswa/i terbaik di sekolah masing-masing, jadi benar-benar fight untuk meraih hasil terbaik.

31. Nama-nama danau:
(1) Danau Kelimutu 
(2) Danau Tempe
(3) Danau Poso
(4) Danau Towuti
(5) Danau Ijen
(6) Danau Batur
Danau yang terjadi akibat aktivitas vulkanik  ditunjukkan nomor ....
(A) (1), (2), dan (3) 
(B) (1), (5), dan (6)
(C) (2), (3), dan (4)
(D) (3), (4), dan (5) 

Kunci
Danau vulkanik itu kan terbentuk dari hasil aktivitas gunung api seperti kawah di atas yang kemudian terisi air hujan. Contoh danau vulkanik adalah Kelimutu, Ijen Batur. Kalau danau Tempe, Poso dan Towuti itu adalah danau tektonik atau dihasilkan dari aktivitas perubahan lapisan kerak bumi.

32. Aliran sungai dipengaruhi oleh struktur patahan, kekar, dan rekahan di permukaan bumi. Bentuk aliran sungai yang memiliki sudut siku-siku. Sungai yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut memiliki pola aliran sungai..... 
(A) Rektangular 
(B) Radial sentrifugal
(C) Dendritik 
(D) Trellis 

Kunci
Kalau ada kata kunci patahan, rekahan, kekar pastinya pola rektangular yang akan berkembang.
Pola rektangular

33.Jenis batuan:
(1) Turmalin 
(2) Marmer
(3) Batu apung
(4) Topas
(5) Batu breksi 
Batuan yang memiliki harga jual tinggi di masyarakat ditunjukkan nomor .... 
(A) (1), (2), dan (3)
(B) (1), (2), dan (4)
(C) (1), (4), dan (5)
(D) (2), (3), dan (4) 

Kunci
Pastinya turmalin, marmer dan topas.

34. Kondisi geomorfologi di Pulau Kalimantan bagian selatan dengan Kalimantan bagian tengah berbeda. Jika di bagian selatan dipengaruhi oleh banyaknya rawa-rawa, sedangkan di bagian tengah dipengaruhi persebaran hutan hujan tropis yang lebat. Oleh karena itu, jenis tanah yang mendominasi bagian selatan dan tengah Pulau Kalimantan adalah tanah .... 
(A) Podzolik dan laterit
(B) Kapur dan mergel
(C) Aluvial dan organosol
(D) Organosol dan humus

Kunci
Bagian selatan rawa > tanah organosol atau gambut
Bagian tengah hutan hujan > pastinya banyak humus 

35. Upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup:
(1) mendaur ulang air
(2) mengadakan rebosisasi
(3) mengolah limbah industri dan rumah tangga
(4) membuat taman nasional
(5) menggunakan sumber daya energi alternatif
Upaya pelestarian lingkungan sumber daya air ditunjukkan nomor ....
(A) (1), (2), dan (3) 
(B) (1), (3), dan (4)
(C) (2), (3), dan (4)
(D) (2), (4), dan (5) 

Kunci
Yang ditanya kan pelesatarian air, berarti cari pernyataan yang mengarah ke sumber air. Jawabannya 1,2,3. Mendaur ulang air misalnya dari air sisa pembuangan toilet, reboisasi untuk menjaga wilayah tangkapan air di hulu, mengolah limbah industri dan rumah tangga adalah bagian dari daur ulang air.

Lanjut : Soal No 36-40
Pembahasan Kunci Jawaban KSM Geografi Terintegrasi 2018 No 26-30

Pembahasan Kunci Jawaban KSM Geografi Terintegrasi 2018 No 26-30

Assalamualaikum adik-adik pejuang KSM Geografi tahun ini, kita lanjutkan lagi ya pembahasan KSM Geografi tahun 2018.

Setelah sekian lama tertunda, kini kita coba lagi untuk bahas supaya kalian makin oke lagi ya persiapannya. Jangan lupa untuk selalu share postingan blog ini ke teman-teman lain.

26. Pegungan Himalaya tebenntuk akibat pergerakan Lempeng India menuju ke utara sehingga bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Proses tektonik yang terjadi pada pembentukan Pegunungan Himalaya tersebut adalah pergerakan lempeng secara ....
(A) Konvergen 
(B) Divergen 
(C) Transform 
(D) Obduksi  

Kunci
Pegunungan Himalaya itu terbentuk karena tabrakan (batas konvergen) lempeng benua dengan lempeng benua yang sama-sama keras sehingga tidak terjadi subduksi tapi obduksi. 

Batas lempeng konvergen dapat berupa batas subduksi (subduction) dan obduksi (obduction). Zona subduksi (subduction zone) adalah batas lempeng yang berupa tumbukan lempeng dimana salah satu lempeng menyusup kedalam perut bumi dan lempeng lainnya terangkat ke permukaan. 

Contoh batas lempeng konvergen dengan tipe subduksi adalah kepulauan Indonesia sebagai bagian dari lempeng benua Asia Tenggara dengan lempeng Samudra Hindia-Australia di sebelah selatan Sumatra-Jawa-NTB dan NTT. 

Batas kedua lempeng itu berupa suatu zona subduksi yang terletak di laut berbentuk palung (trench) yang memanjang dari Sumatra, Jawa, hingga ke Nusa Tenggara Timur. Kepulauan philipina juga merupakan hasil subduksi antara lempeng, yaitu lempeng Philipina dengan lempeng Samudra Pasifik (Djauhari Noor, 2009). 

Sedangkan zona obduksi (obduction zone) adalah batas lempeng yang merupakan hasil tumbukan lempeng benua dengan benua yang membentuk suatu rangkaian pegunungan. Contoh batas lempeng obduksi adalah pegunungan Himalaya yang merupakan hasil tumbukan lempeng Benua India dengan lempeng Benua Eurasia.
Proses obduksi pegunungan Himalaya

27. Mitigasi bencana alam:
(1) Memberikan sosialisasi kepada aparat dan masyarakat
(2) Melakukan evakuasi penduduk
(3) Mengidentifikasi daerah-daerah  rawan bencana
(4) Memetakan daerah rawan bencana 
(5) Membiarkan penduduk berusaha sendiri
(6) Memberikan dana bantuan dan tempat penampungan
Upaya mitigasi bencana alam ditunjukkan nomor ...
(A) (1), (2), (3), dan (4)
(B) (1), (3), (5), dan (6)
(C) (2), (3), (4), dan (5)
(D) (2), (4), (5), dan (6) 

Kunci
Mitigasi adalah tahapan manajemen bencana untuk meminimalisir korban jiwa. Upaya mitigasi terdiri atas masa pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Opsi yang tepat adalah 1,2,3,4.

28. Metode konservasi tanah:
(1) Wind break 
(2) Crop rotation
(3) Contour plowing
(4) Contour Farming
(5) Terasering
(6) Drainase
(7) Mulching
Usaha konservasi tanah dengan metode vegetatif ditunjukkan nomor ....
(A) (1), (2), (3), dan (4) 
(B) (1), (2), (4), dan (7)
(C) (1), (3), (5), dan (7)
(D) (2), (4), (6), dan (7) 

Kunci
Upaya konservasi lahan secara vegetatif artinya perekayasaan tanaman. Contohnya adalah 1,2,3,4. 
- windbreak adalah penanaman vegetasi keras untuk penahan angin
- crop rotation adalah upaya rotasi tanaman dalam periode tertentu
- contour plowing adalah membajak tanah searah garis kontur, sehingga terbentuk alur-alur horizontal untuk mencegah terjadinya erosi.
- contour farming merupakan praktek pertanian membajak dan / atau menanam mengikuti  mengikuti garis kontur elevasi lereng.
- terasering adalah membuat teras-teras pada lahan miring/sengkedan.
- drainase aatau pemulsaan merupakan penambahan bahan organik mentah dipermukaan tanah.
- Pemulsaan (mulching) merupakan penambahan bahan organik mentah di permukaan tanah dengan tujuan menjaga kelembaban tanah dan menghindari tumbuhnya gulma.

29. Ciri-ciri iklim:
(1) Memiliki suhu rata-rata di atas 18 derajat Celcius
(2) Tidak mengalami musim dingin
(3) Curah hujan dan penguapan tinggi
(4) Adanya hutan hujan tropik
Menurut Koppen, daerah yang sesuai dengan ciri-ciri iklim tersebut memiliki tipe iklim ....
(A) Aw 
(B) Am
(C) Af
(D) Bs 

Kunci
Ciri-ciri iklim sesuai opsi di soal adalah iklim Af atau hutan tropis. Keywordnya ada di opsi (4). Cara mudah membedakan iklim Koppen tipe A adalah:
- Af = hutan hujan, 
- Am = hutan musim
- Af = sabana

30. Aktivitas masyarakat:
(1) Illegal logging                                               
(2) Ladang berpindah
(3) Penggunaan CFC pada mesin pendingin
(4)  Penghijauan di bantaran sungai
(5) Recycle sampah
(6) Instalasi pengolahan air limbah
Aktivitas masyarakat yang mencerminkan  pembangunan berwawasan lingkungan ditujukkan nomor .... 
(A) (1), (2), dan (3)
(B) (1), (3), dan (5)
(C) (2), (4), dan (6)
(D) (4), (5), dan (6)

Kunci
Pembangunan berwawasan lingkungan pastinya akan berupaya melesatarikan sumberdaya. Opsi yang tepat adalah 4,5,6.

Pengertian dan Contoh Wilayah Homogen/Uniform/Seragam

Pengertian dan Contoh Wilayah Homogen/Uniform/Seragam


Dalam kajian wilayah ada istilah wilayah homogen atau seragam. Nah apa maksudnya dan seperti apa contohnya dalam kehidupan?. Kita coba bahas di postingan ini.

Konsep wilayah homogen adalah wilayah yang dilihat pada kenyataan bahwa faktor-faktor dominan pembentuk wilayah tersebut bersifat homogen alias seragam atau sama.

Sementara itu faktor yang tidak dominan mungkin saja beragam atau heterogen. Jadi konsep wilayah homogen ini lebih menekankan pada aspek kesamaan yang muncul pada unit wilayah. 

Mengapa terjadi homogenitas pada suatu wilayah?. Ini bisa disebabkan oleh faktor alamiah dan faktor artifisial atau buatan.

Contoh wilayah homogen itu adalah wilayah pesawahan misalnya. Coba kamu pandangi sawah di desa, pasti yang terlihat semuanya tanaman padi dengan warna hijau atau kuning pas panen. 

Atau coba lihat gambar peta di atas postingan, itu adalah pewilayahan di Amerika Serikat berdasarkan hasil pertaniannya. Warna sama menandakan wilayah dengan sentra hasi pertanian yang sama.

Faktor alamiah pembentuk wilayah mencakup kemampuan topografi dan kondisi iklim. Konsep ini telah dikemukakan luas dalam ilmu lingkungan. Contoh pembagian wilayah formal secara alamiah adalah pewilayahan zonasi iklim Junghuhn, fauna Indonesia atau iklim Koppen.

Sementara itu faktor artifisial wilayah homogen adalah suku, budaya, politik, perilaku sosial dan lainnya. Misalnya kita melihat pewilayahan suku bangsa di Indonesia, atau persepsi politik masyarakat.

Homogenitas wilayah pokonya melihat keseragaman aspek yang akan ditunjukkan dalam satu ruang wilayah. Faktornya tadi bisa memang alamiah ataupun buatan oleh manusia.

Wilayah homogen ini dibatasi berdasarkan keseragaman secara internal (internal uniform).Secara teori ekonomi, keserupaan dalam tingkat pendapatan per kapita merupakan kriteria yang lazim dipakai untuk menentukan kehomogenan (Adisasmita, 2005).

Adapun contoh wilayah homogen sebagai berikut:
a. Wilayah sentra penghasil buah naga di Kabupaten Banyuwangi yaitu Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Bangorejo, dan Kecamatan Purworejo. 
b. Kawasan Pantura yang merupakan daerah penghasil udang terbesar di JawaTimur yang meliputi Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan,Probolinggo, Situbondo, dan Kawasan Timur Banyuwangi.
c. Daerah tambak di Jawa Timur yaitu Gresik, Lamongan, Tuban, Sidorjo.
d. Kota Blitar, dimana tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar (Kecamatan Nglegok, Garum dan Gandusari) menjadi sentra penghasil tanaman manggis. (Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur).

Kamis, Agustus 11

Kunci Jawaban Evaluasi Buku Erlangga Geografi Kelas 12 Wilayah dan Pembangunan

Kunci Jawaban Evaluasi Buku Erlangga Geografi Kelas 12 Wilayah dan Pembangunan


Halo kawan-kawan kita lanjut lagi share kunci jawaban buku erlangga geografi kelas 12. Topiknya adalah bab 1 yaitu tentang wilayah dan pewilayahan.

Bicara tentang geografi pastinya akan selalu bermain dengan ruang, tempat, lokasi, wilayah. Geografi adalah bercerita tentang wilayah.

Wilayah adalah suatu unit ruang di permukaan bumi yang memiliki kenampakan khas dengan batas-batas tertentu. 

Wilayah sangat erat kaitannya dengan pembangunan karena strategi pembangunan sangat ditentukan oleh karakteristik wilayah itu sendiri.

Kita tidak mungkin melakukan strategi yang sama dalam membangun wilayah industri dengan wilayah agropolitan misalnya.

Strategi pembangunan wilayah pedesaan juga akan berbeda dengan pembangunan wilayah perkotaan. 

1. Pilihan Ganda
1. C 2. E 3. B 4. C 5. C 6. C 7. B 8. A 9. E 10. A 11.D 12. A 13. E 14. B 15. B 16. A 17. A 18. B 19. C 20. A

2. Isian
1. administratif dan fungsional
2. wilayah metropolitan Jabodetabek
3. percepatan pertumbuhan wilayah dan produktifitas atau mobilisasi sumber daya dan efisiensi
4. unit-unit teritorial dalam lingkup dan tujuan tertentu
5. kesamaan fitur geografis
6. makna fisik
7. karakakter sumber daya
8. perwujudan rencana tata ruang yang dijabarkan ke dalam indikasi program utama penataan/pengembangan wilayah kabupaten dalam jangka waktu 5 tahunan sampai akhir tahun perencanaan (20 tahun).
9. peraturan perundang-undangan terkait pemetaan rencana tata ruang
10. pertumbuhan penduduk yang terus bertambah

3. Esai
1. Karena setiap wilayah di permukaan bumi unik dan diperlukan pemahaman yang komperhensif sehingga memudahkan dalam perencanaan tata ruang. Perencanaan tata ruang wilayah yang baik aka berdampak pada keberhasilan pembangunan.

2. Menurut Rustiadi, wilayah adalah unit geografis dengan batas-batas spesifik tertentu. Komponen-komponen wilayah tersebut saling berinteraksi satu sama lain secara fungsional. Batasan wilayah tersebut bersifat dinamis. Contohnya adalah wilayah Jabodetabek yang terdiri atas Jakarta sebagai kota inti dan daerah sekitarnya yang merupakan wilayah penyangga/satelit.

3. Karena pusat pertumbuhan merupakan wilayah yang perkembangannya pesat sehingga diharapkan bisa menjalar dan merangsang daerah sekitarnya untuk tumbuh. Pusat pertumbuhan merupakan motor penggerakan ekonomi dan masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan karena adanya pusat pertumbuhan di wilayahnya. Wilayah pinggiran bisa ikut terdampak dari adanya pusat pertumbuhan terutama dalam hal penyediaan lapangan kerja dan menjalarnya usaha informal dan UMKM.

4. Rencana umum tata ruang dibedakan menurut wilayah administratif pemerintahan karena kewenangan mengatur pemanfaatan ruang dibagi sesuai dengan pembagian administrasi pemerintahan, meliputi:
a. Rencana tata ruang wilayah nasional
b. Rencana tata ruang wilayah provinsi
c. Rencana tata ruang wilayah kabupaten dan kota

5. Karena jika tidak direncanakan dengan matang akan memicu berbagai masalah mulai dari masalah ekologis, lingkungan dan sosial. Bencana alam dan lingkungan banyak terjadi saat ini karena kesalahan manusia dalam pengelolaan ruang.

Rabu, Agustus 10

Rumus Menghitung Jarak Koordinat Titik A, B Pada Peta

Rumus Menghitung Jarak Koordinat Titik A, B Pada Peta

Dalam soal OSN Geografi sering dijumpai soal tentang menghitung jarak antara satu koordinat ke koordinat lain.

Biasanya sih kita cuma belajar koordinat lintang dan bujur di peta, tapi anak OSN Geografi itu harus serba bisa, salah satunya tentang koordinat kartesius.

Koordinat kartesius itu terdiri dari dua garis yaitu vertikal (y) dan horisontal (x). Misalkan ada 2 titik P dan Q masing-masing dengan koordinat (x₁, y₁) dan (x₂, y₂). Maka gambar koordinatnya adalah sebagai berikut:

Untuk rumus menghitung jarak dari P ke Q maka persamaannya menggunakan phytagoras seperti di atas.
Untuk contoh soalnya seperti di bawah ini:

Jika diketahui dalam sebuh sistem koordinat lokal, koordinat titik A adalah (100m, -40m) dan koordinat B adalah (60m, -10m) maka jarak dari titik B ke A adalah ...
a. 50 m
b. 40 m
c. 70 m
d. 33,94 m
e. 60 m

Pembahasan

Diketahui
(x₁ = 100 , y₁ = -40 ) dan (x₂ = 60, y₂ = -10)
Jika digambarkan dalam kuadran kartesius maka akan seperti di bawah:


Biar mudah bisa dibalik jadi x₁-x₂ dan y₁-y₂, pokonya biar ketahuan selisihnya,
= √(100 - 60)² + (-40- (-10))²
= √(100 - 60)² + (-40 + 10)²
= √40² + (-30)²
=  √1600+900
= √2500
=50

Jadi jarak A ke B adalah 50 m
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close