Fenomena Pra dan Post Vulkanisme

- December 14, 2017
Vulkanisme adalah gejala yang berkaitan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi ke atas. Magma merupakan cairan panas pijar yang panas dan menghasilkan tekanan. Tekanan ini membuat magma mendesak naik menerobos lapisan kulit bumi dan muncullah gunung api. Gunung api tersebar secara tidak merata di permukaan bumi dan mayoritas berada di zona subduksi lempeng. Baca juga: Bedanya bukit dengan gunung

Berdasarkan aktivitasnya, gunung api dapat dibagi kedalam 3 tipe yaitu gunung api aktif, gunung mati dan gunung istirahat.
1.Gunung aktif yaitu gunung api yang masih bekerja dan kawahnya mengeluarkan asap secara periodik. Pada gunung aktif ini sering terjadi gempa dan letusan. Contoh gunung api aktif di Indonesia adalah Sinabung dan Agung.
2. Gunung mati yaitu gunung api yang diketahui tidak meletus atau tidak menunjukkan aktivitas vulkanik sama sekali. Contohnya adalah Gunung Patuha dan Gunugn Sumbing.
3. Gunung istirahat yaitu gunung api yang sewaktu waktu bisa meletus kemudian beristrihat dalam waktu cukup lama. Contohnya Gunung Galunggung dan Gunung Ciremai.
Fenomena Pra dan Post Vulkanisme
Gunung Sinabung kini paling aktif di Indonesia
Gejala yang berkaitan dengan gunung api dikenal sebagai gejala pra dan post vulkanisme. Gejala pra vulkanisme adalah gejala atau fenomena yang terjadi sebelum gunung api meletus. Contoh fenomena pra vulkanisme antara lain adanya gempa tremor hingga terjadi letusan. Fenomena post vulkanisme adalah peristiwa yang muncul pada lingkungan gunung api yang sudah mati atau telah meletus. Contohnya adalah sebagai berikut:

1. Fumarol
Fumarol adalah sumber uap dan gas yang terdapat di sekitar gunung api. Fumarol terdiri atas:
- solfatara, yaitu sumber gas belerang yang dicirikan dengan bau menusuk. Contohnya ada di Tangkubanperahu dan Ijen.
- mofet, yaitu sumber gas karbon dioksida dan bersifat berbahaya. Contohnya di Kaldera Kelud.
- sumber uap air terdapat di kawah gunung api seperti Kawah Domas.
Fenomena Pra dan Post Vulkanisme
Makdani kawah Domas
2. Makdani
Makdani adalah mata air mineral yang bersuhu panas. Makdani dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit kulit. Jika kamu pergi ke kawah Domas kamu bisa menemukan banyak makdani dan merebus telur disana. Baca juga: Musim hujan dan kemarau di Indonesia

3. Geiser
Geiser adalah mata air memancar yang terjadi secara periodik dan disebabkan oleh tekanan gas dan panas di bawah lapisan batuan. Contohnya adalah geiser di Yellowstone, Islandia dan Selandia Baru. Geiser memiliki ketinggian bervariasi di setiap tempat dari mulai puluhan hingga ratusan meter. Baca juga: Kumpulan rumus hitung geografi

Gambar: disini, disini
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search

close
Banner iklan disini