Latihan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi
6 soal kontekstual dengan hasil dan pembahasan otomatis
Stimulus 1 — Data Kejadian Bencana
Perhatikan data kejadian bencana di Indonesia berikut.
| Jenis Bencana | Jumlah |
|---|---|
| Kebakaran hutan dan lahan | 63 |
| Banjir | 60 |
| Cuaca ekstrem | 41 |
| Tanah longsor | 12 |
| Kekeringan | 4 |
| Gelombang pasang/abrasi | 1 |
| Gempa bumi | 1 |
| Total | 182 |
Sumber: BNPB, Buletin Info Bencana Juni 2025.
1. Berdasarkan data tersebut, simpulan yang paling tepat untuk perencanaan pengurangan risiko bencana adalah ...
Stimulus 2 — Frekuensi dan Dampak
Data BNPB menunjukkan terdapat 60 kejadian banjir, 41 kejadian cuaca ekstrem, 12 kejadian tanah longsor, dan 4 kejadian kekeringan.
Pada periode tersebut, banjir menyebabkan 206.177 jiwa menderita dan mengungsi, sedangkan kekeringan menyebabkan 1.907 jiwa menderita dan mengungsi.
Sumber: BNPB, Buletin Info Bencana Juni 2025.
2. Pilih dua pernyataan yang paling tepat.
3. Benar atau Salah
Pilih satu jawaban pada setiap pernyataan.
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Banjir di wilayah perkotaan dapat diperparah oleh berkurangnya daerah resapan dan buruknya sistem drainase. | ||
| Mitigasi struktural selalu lebih penting daripada edukasi kebencanaan karena masyarakat tidak perlu mengubah perilakunya. | ||
| Penanaman vegetasi pada lereng yang sesuai kondisi lahan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi risiko longsor. |
4. Fakta atau Opini?
Setelah hujan deras beberapa kali menyebabkan banjir di sebuah kota, seorang warga berkata:
“Pemerintah pasti gagal total mengatasi banjir karena banjir terjadi lagi tahun ini.”
Pernyataan tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai ...
5. Evaluasi Upaya Pengurangan Risiko
Sebuah kelurahan sering mengalami banjir saat hujan dengan intensitas tinggi. Pemerintah setempat berencana memperbesar saluran drainase. Namun, sebagian lahan terbuka berubah menjadi permukiman dan sampah sering menyumbat saluran.
Evaluasi yang paling tepat terhadap rencana tersebut adalah ...
Stimulus 6 — Pola Angin Muson
Perhatikan peta pola angin muson berikut.
Pergerakan angin muson memengaruhi iklim dan cuaca di Indonesia
6. Berdasarkan stimulus tersebut, tentukan Benar atau Salah.
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Dominasi angin muson dari Australia dapat meningkatkan potensi kekeringan di wilayah Indonesia yang mengalami penurunan curah hujan. | ||
| Kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan apabila vegetasi mengering dan sumber api tidak terkendali. | ||
| Salah satu bentuk adaptasi terhadap risiko kekeringan adalah mengatur penggunaan air dan meningkatkan efisiensi irigasi. | ||
| Karena angin muson Australia bersifat kering, seluruh wilayah Indonesia pasti mengalami kekeringan pada waktu yang sama. |
Catatan: Stimulus peta angin muson merupakan ilustrasi pembelajaran.
.png)
