Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

- December 14, 2016
Ada ratusan negara telah berdiri di bumi ini dan setiap negara punya perkembangan masing-masing. Bagaimana sebuah negara dikategorikan sebagai negara maju atau negara terbelakang?. Untuk melihat hal tersebut dibutuhkan berbagai macam indikator karena setiap negara tentunya memiliki perbedaan masing-masing. Namun kita setuju bahwa faktor ekonomilah yang menjadi syarat utama pembeda antara negara maju dan negara berkembang. Pembangunan menjadi syarat terjadinya perubahan gerak suatu negara.

Mempelajari perkembangan adalah mengenai mengukur seberapa maju suatu negara dibandingkan negara lain atau ke negara yang sama di masa lalu. Dua cara mudah untuk mengukur tingkat pembangunan yaitu pembangunan ekonomi dengan pembangunan manusia. Pembangunan ekonomi merupakan ukuran kekayaan sebuah negara dan bagaimana itu dihasilkan (lewat sektor agraris atau perbankan atau tambang?). 

Pembangunan manusia dilihat untuk mengukur akses penduduk untuk memperoleh kekayaan, pekerjaan ,pendidikan, gizi, kesehatan, rekreasi dan keamanan, serta kebebasan politik dna budaya. Elemen material seperti kekayaan dan nutrisi digambarkan sebagai standar hidup sementara kesehatan dan rekreasi disebut sebagai kualitas hidup.
Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang
Mau jadi negara maju atau terbelakang?. pic: www.toondoo.com
Untuk melihat lebih jauh tentang perbedaan antara negara maju dengan negara berkembang, hali geografi sepakat menggunakan indikator ekonomi berikut untuk menentukannya:
1. Produk Domestik Bruto atau PDB, merupakan total nilai barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam satu tahn
2. Produk Nasional Bruto atau GNP, menghitung output total ekonomi suatu negara termasuk investasi asing yang masuk.
3. GNP Per Kapita, merupakan total pendapatan negara dibagi jumlah penduduknya. Nanti akan ada hasil pendapatan rata-rata penduduk tiap negara.
4. Pertumbuhan ekonomi, diukur dari peningkatan GDP, GNP, GDP perkapita atau GNP per kapita.
5. Ketimpangan kekayaan, merupakan nilai kesenjangan antara si kaya dan si miskin dalam negara. Hal ini daat diukur dengan berbagai cara seperti proporsi kekayaan suatu negara dari total 10% ornag terkaya dibandingkan dengna proporsi kekayaan 90%  sisanya)
6. Inflasi, merupakan laju kenaikan harga barang, jasa dan upah setiap tahun. Inflasi yang tinggi dapat memperburuk negara karena menandakan tidak ada kontrol ekonomi yang kuat dari pemerintah.
7. Pengangguran, merupakan jumlah orang yang tidak bekerja dalam suatu negara.
8. Struktur demografi, digunakan untuk membandingkan tingkat kelahiran dengan kematian, harpaan hidup, dan rasio penduduk kota dengan desa. Negara maju, penduduknya banyak berada di desa dibanding kota, sementara negara berkembang banyak didominasi penduduk muda, pertumbuhan cepat dengan populasi membludak di kota. Tingkat kelahiran di Inggris misalnya di angka 11 per 1.000 jiwa sementara di Kenya 40 per 1.000 jiwa.

Dengan globalisasi, kini perkembangan negara dapat diakselerasi seperti halnya Singapura atau Dubai (UEA). Masuknya dana asing disertai sumber daya asing sangat mampu meningkatkan perkembangan ekonomi negara. Namun ini tentu lumrah di negara yang penduduknya sedikit. Untuk Indonesia yang penduduknya besar, masuknya pekerja dan dana asing berlebihan akan berdampak buruk bagi kondisi masyarakat lokal. Ketimpangan akan terjadi dan yang ada adalah neo kolonialisme. Revolusi pendidikan dan ekonomi harus dilakukan agar Indonesia menjadi negara mandiri dan berkembang cepat tanpa bantuan asing terlalu banyak. Baca juga: profesi lulusan geografi
Comments
0 Comments
 

Start typing and press Enter to search