Perbedaan Meteoroid, Meteor dan Meteorit

- March 06, 2017
Di dalam ruang antarplanet ini banyak sekali batuan mulai dari yang berukuran biji padi hingg sebesar rumah. Benda-benda langit ini disebut dengan meteoroid. Meteoroid ini sebagian besar berasal dari komet atau asteroid. 

Dikarenakan tarikan gravitasi bumi, meteoroid bisa memasuki atmosfer bumi dengan kelajuan sangat tinggi yaitu 16 sampai 70 km per detik. Karena gesekan dengan atmosfer bumi, mateoroid menjadi panas dan timbullah api pijar pada bagian luar meteoroid. Kita melihatnya berupa garis cahaya di langit. Kenampakan itulah yang disebut meteor atau bintang jatuh. 
Perbedaan Meteoroid, Meteor dan Meteorit
Kawah Meteorit di Arizona
Meteoroid berukuran kecil biasanya akan habis terbakar di atmosfer (mesosfer) namun yang berukuran besar ada kemungkinan tidak terbakar habis dan menghantam permukaan bumi. Dari tak kurang 20 juta meteoroid per tahun yang memasuki atmosfer, kira-kira 500 an per tahun yang mampir ke Bumi. Sisa-sisa batuan meteoroid yang mencapai Bumi inilah yang disebut meteorit. 

Di Planetarium Jakarta kamu dapat melihat salah satu contoh meteorit. Meteorit ini dinamakan meteorit Tambak Watu yang jatuh pada 14 Februari 1975 di Pasuruan Jawa Timur. Bahkan sekitar 50.000 tahun lalu meteorit dengan massa ribuan ton dengan garis tengah 15 m jatuh menghantam Arizona Amerika Serikat menyebabkan terbentuknya kawah besar berdiamter 1.250 m dengan kedalaman 200 m. Kawah tersebut dinamakan kawah Barringer. 
Perbedaan Meteoroid, Meteor dan Meteorit
Batu Meteorit di Namibia
Ada lagi kawah meteorit Chicxulub di Meksiko dengan diameter 280 km. Kawah ini diduga berasal dari meteoroid berdiameter 10 km. Konon peristiwa ini menyebabkan dinosaurus punah dari muka Bumi 65 juta tahun lalu. Menurut penelitian yang dilakukan, ada tiga macam jenis meteorit menurut komposisinya yaitu:
1. Meteorit logam, memiliki unsur nikel dan besi.
2. Meteorit batuan, memiliki unsur silikat
3. Meteorit campuran, memiliki unsur logam dan silikat.

Keberadaan meteorid ini sebagian besar berkaitan dengan komet atau asteroid. Ketika kedua benda langit ini mendekati matahari, lintasannya tumpang tindih dengan orbit bumi. Ketika keduanya mendekati matahari maka akan mengalami penguapan dan sublimasi. Akibat proses ini disepanjang orbit bumi dipenuhi debu-debu peninggalan komet dan asteroid. Bila bumi melalui orbit ini, gaya tarik bumi dapat menarik sebagian debu-debu langit ini dan menghasilkan fenomena hujan meteor. 

Hujan meteor tahunan diberi nama menurut titik radian (satu titik langit dimana hujan meteor seolah-olah berasal dari titik ini) yang berkaitan dengan rasi bintang atau konstelasi. 

Gambar: trueanomalies.com, wondermondo.co
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search