5 Fase Pembentukkan Meander Sungai

- April 03, 2017
Meander merupakan sebuah sungai yang memiliki pola berkelok-kelok. Meander dihasilkan dari kombinasi antara erosi dan deposisi. Fenomena ini dapat ditemukan di sungai bagian tengah hingga hilir. Mengapa demikian?. Karena di daerah tersebut erosi vertikal berganti menjadi erosi lateral ditambah deposisi di daerah dataran banjir atau floodplain.
Baca juga: perbedaan geosentrik dan heliosentrik
5 Fase Pembentukkan Meander Sungai
Terbentuknya Meander Sungai
Ada beberapa fase pembentukkan meander sungai diantaranya:
Tahap 1
Dalam kondisi ini, aliran air sungaimasih mengalir dengan arah lurus dan kecepatan rendah. Aliran ini membawa serta sedimen dan kerikil disepanjang perjalanannya. Aliran sungai kemudian membuat sedimen bergerak dan meng-erosi lapisan dangkal permukaan dasar sungai dan pinggiran sungai. Hal ini membuat bantingan sedimen di sisi kanan dan kiri sungai sehingga alur sungai menjadi melebar.

Tahap 2
Dalam fase ini, aliran sungai mulai mengerosi tepian sungai sehingga menyebabkan adanya pemotongan dinding sungai bagian luar. Di kelokan bagian dalam, endapan erosi disimpan menjadi point bar sementara di tikungan luar, erosi sangat tajam ke bagian bawah dan sisi dinding sungai. Baca juga: beda lahan kritis dan potensial

Tahap 3
Erosi terus terjadi di sepanjang tepi luar aliran sungai sebagai hasil dari gejala hidrolik dan abrasi. Hal ini menciptakan tebing sungai atau river cliff. Sebuah point bar terbentuk di bagian dalam aliran sungai dengan sedimen berupa pasir, kerikil dan batu-batuan.

Tahap 4
Meander mulai terbentuk dengan proses yang dinamakan arus helicoidal. 

Tahap 5
Erosi yang berkelanjutan menyebabkan aliran akan berubah dan menyisakan suatu bekas aliran yang dinamakan oxbow lake atau danau tapal kuda. Danau ini merupakan aliran sungai yang sudah mati karena perubahan arah aliran sungai. 

Baca juga: Berengan di telaga nilem yuk!
Gambar: edtech.mit.ed, youtube
 
Comments
0 Comments
 

Start typing and press Enter to search