Perambatan Panas di Permukaan Bumi

- April 22, 2017
Suhu permukaan bumi bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Perambatan panas di bumi merupakan hasil dari pancaran gelombang radiasi matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini lalu ada yang diserap, dipantulkan bahkan hilang. Secara umum wilayah yang paling mendapatkan intensitas panas matahari yang optimal adalah wilayah ekuator atau lintang tropis. Wilayah ekuator atau khatulistiwa mendapatkan 12 jam pemanasan setiap hari sepanjang tahun.

Menurut cara perambatanya, panas matahari dapat memanasi atmosfer di sekitar permukaan bumi melalui konveksi, adveksi, trubulensi dan konduksi.
Perambatan panas matahari di Bumi
Konveksi
Konveksi merupakan pemanasan secara vertikal. Penyebaran panas terjadi karena udara panas bergerak naik. Udara yang panas akan memuai dan menjadi ringan sehingga bergerak ke atas lalu ruang yang kosong dibawahnya akan diisi oleh udara yang lebih dingin. Dampak dari mekanisme ini adalah terbentuknya angin.

Adveksi
Adveksi adalah penyebaran panas dengan arah mendatar atau horizontal. Gerakan ini membuat udara di sekitarnya menjadi panas. Contoh adveksi ini adalah saat terjadinya perbedaan kemampuan penyerapan panas dan pelepasan panas di lautan dan daratan. Perbedaan penyerapan dan pelepasan panas tersebut menghasilkan angin darat dan angin laut.

Turbulensi
Turbulensi adalah penyebaran panas secara berputar-putar. Kejadian ini membuat udara yang sudah panas bercampur dengan udara yang belum panas. Turbulensi dipengaruhi oleh ketinggian, seperti pegunungan, bukit atau gedung tinggi.

Konduksi
Konduksi merupakan pemanasan dengan cara kontak atau bersinggungan dengan suatu objek. Pemanasan terjadi karena molekul udara di dekat permukaan bumi bersinggungan dengan bumi yang menerima panas langsung dari matahari. Molekul-molekul udara yang sudah panas besinggungan dengan molekul-molekul udara yang belum panas.

Gambar: www.srh.noaa.gov
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search