Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api

- May 31, 2017
Gunung api adalah sebuah fenomena yang banyak dijumpai khususnya di Indonesia. Setiap tahun pasti ada saja gunung api yang mengalami erupsi di negeri ini. Erupsi pada dasarnya adalah suatu peristiwa alam yang normal. Ada gunung api yang rajin erupsi, ada yang selang waktunya dan ada yang tidur dalam wkatu lama.

Erupsi gunungapi merupakan gejala penerobosan magma dari dalam bumi hingga mencapai permukaan bumi. Tipe erupsi magma ini bermacam-macam dan bisa diklasifikasikan. Bila disertai tekanan gas yang kuat maka akan muncul suatu letusan atau ledakan yang dinamakan erupsi eksplosif. Bila tekanan gas kurang, tidak akan ada ledakan atau letusan tetapi terjadi suatu leleran atau aliran lava saja. Erupsi jenis ini dinamakan erupsi efusif. Baca juga: klasifikasi batuan sedimen

Erupsi campuran adalah jenis erupsi vulkanik yang melibatkan kombinasi erupsi eksplosif dan efusif. Masyarakat di Indonesia masih banyak yang awam dan belum dapat membedakan erupsi eksplosif, efusif atau erupsi campuran melainkan dinamakan semuanya adalah letusan gunung api. Kebanyakan gunungapi di Indonesia mengalami erupsi eksplosif dan erupsi campuran dibanding erupsi efusif.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi sentral
Sebuah gunung api bisa memiliki letusan berbeda-beda setiap periode erupsinya. Kadang efusif kadang ekplosif dan kadang campuran keduanya. Baca juga: Tipe iklim Indonesia itu Af

Menurut posisi titik keluarnya magma, Erupsi gunungapi yang terpusat pada suatu tempat dinamakan erupsi sentral dan yang terjadi melalui suatu rekahan yang panjang dinamakan erupsi linier sedangkan yang keluar di suatu wilayah luas dinamakan erupsi areal. Pada erupsi sentral dan linier tidak jarang pusat erupsi berpindah tempat sehingga terdapat banyak kawah pada satu gunung api. Pusat erupsi yang berpindah jauh ke samping tubuh gunung api yang telah ada dinamakan erupsi samping atau erupsi parasit, contohnya kawah Domas di Tangkuban Perahu.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi linier
Didasari oleh sumber kejadiannya, erupsi vulkanik dapat pula dibedakan ke dalam kategori berikut:

a. Erupsi magmatik
Merupakan kegiatan magma yang menerobos ke permukaan bumi. Dalam hal ini bahan utama yang dikeluarkan berasal dari magma. Erupsi tersebut ini dapat berupa erupsi eksplosif, efusif maupun campuran.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi aeral
b. Erupsi freatik
Terjadi oleh peranan uap sebagai akibat dari sentuhan air secara langsung atau tidak langsung dengan magma. Dalam hal ini air tanah, danau kawah atau air laut yang menyusup menyentuh magma lalu menjadi uap air. Bila tekanan uap sudah melampaui beban maka terjadilah suatu ledakan atau letusan sehingga erupsi freatik selalu eksplosif. Pada dasarnya bahan erupsi tidak langsung dari magma tetapi dari lingkungan daerah sentuhan atau kontak.
c. Erupsi freatomagmatik

Merupakan gabungan erupsi freatik dan magmatik. Dalam hal ini erupsi freatik dapat berperan sebagai pemicu atau pelatuk erupsi magmatik. Bahan erupsi pada fase permulaan adalah bahan daerah lingkungan dan kontak kemudian setelah selang waktu tertentu baru disusul oleh erupsi magma.
Gambar:
sumutpos.co, volcanoes.usgs.gov, dailymail.co.uk
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search