Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit di Gua

- September 13, 2017
Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit - Jika kamu pergi mengunjungi gua kapur tentu kamu akan menjumpai dua ornamen unik disana yaitu stalaktit dan stalagmit. Stalaktit dan Stalagmit adalah formasi batuan runcing yang banyak ditemukan pada dua kapur atau karst. Orang seringkali lupa membedakan mana yang stalaktit dan mana yang stalagmit. Cara membedakannya adalah bahwa stalactite punya huruf "c" dari kata ceilling artinya atap dan stalagmite punya huruf "g" dari kata ground yang artinya tanah.

Dengan begitu kamu sudah pasti bisa membedakan keduanya yang sering disebut juga sebagai dripstone. Saat air mengalir turun melalui tanah dan masuk kedalam gua, ia akan melarutkan mineral yang disebut kalsit dan membawanya melaui rekahan di langit-langit gua. Air yang menetes meninggalkan bekas kalsit, yang perlahan terbentuk di langit-langit sampai terbentuk stalaktit menggantung seperti es. Baca juga: Genesa batuan beku

Sementara itu air dari ujung stalaktit meninggalkan lebih banyak kalsit di tumpukan lantai gua dan tak lama membentuk stalagmit seperti kerucut. Itulah mengapa stalaktit dan stalagmit biasanya ditemukan berpasangan. Stalaktit dan stalagmit yang bertemu akan menghasilkan pillar atau kolom. Gambar: disini
Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit di Gua
Stalaktit dan stalagmit gua kapur
Gua kapur merupakan lokasi wisata yang populer di berbagai belahan bumi. Di Indonesia wisata susur gua banyak di temukan di Gunung Kidul, Pacitan dan Sulawesi Selatan. Gua kapur di Indonesia memiliki kedalaman dan panjang yang bervariasi. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Bentuk-bentuk ornemen gua kapur bervariasi dikarenakan berbagi faktor seperti bagaimana air memasuki gua (menetes, merembes, atau memercik). Selain itu warna ornamen di gua ditentukan oleh kandungan mineralnya. Kalsit murni berwarna putih dan hampir tidak berwarna. Besi dan mineral lain serta asam dari vegetasi permukaan menambah warna merah, oranye, hitam ke stalaktit dan stalagmit. Baca juga: Dampak Perubahan Iklim bagi dunia
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search