Perbedaan Generalisasi, Periodisasi dan Kronologi Sejarah

- March 29, 2018
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari
kejadian di masa lalu dan termasuk rumpun ilmu pengetahuan umum. Dalam mempelajari sejarah, ada beberapa istilah yang harus dipahami yaitu generalisasi, periodisasi dan kronologi. 

Generalisasi
Generalisasi dapat  diartikan  sebagai  pekerjaan  penyimpulan  fakta-fakta  dari  khusus ke umum.  Tujuan   generalisasi,   yaitu   saintifikasi   dan   simplifi kasi.  Tujuan  saintifikasi mengandung arti bahwa sejarah juga melakukan penyimpulan umum. Dalam arti bahwa generalisasi  sejarah  sering  dipakai  untuk  mengecek  teori  yang  lebih  luas  karena  teori  di tingkat  yang  lebih  luas  kerap  kali  berbeda  dengan  generalisasi  sejarah  di  tingkat  yang lebih sempit. Tujuan simplifikasi adalah untuk menyederhanakan suatu peristiwa dengan cara mengklasifikasikan setiap peristiwa-peristiwa sejarah secara periodik atau kita kenal dengan periodisasi.   

Periodisasi
Periodisasi adalah  pembabakan  waktu  yang  merupakan  salah  satu  bentuk  penulisan sejarah dalam rangka memahami rangkaian peristiwa sejarah. Catatan periodisasi bersifat
subjektif  dalam  kerangka  penulisannya.  Subjektif  artinya  tergantung  terhadap  tulisan sejarawan. 

Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo periodisasi dibuat berdasarkan derajat integrasi yang pernah dicapai Indonesia pada masa lampau yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi yang  mampu  memengaruhi  perkembangan  politik,  kultur,  budaya,  dan  perkembangan sosial di Indonesia sehingga kita dapat membuat periodisasi yang kita bedakan menjadi dua, yakni pengaruh Hindu dan pengaruh Islam. 

Pembabakan pada masa itu dinamakan sebagai  masa  kerajaan.  Hal  tersebut  disebabkan  karena  masyarakat  pada  saat  itu  masih bersifat istana sentris atau berpusat kepada raja. Berikut adalah contoh periodisasi sejarah Indonesia menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo.
Perbedaan Generalisasi, Periodisasi dan Kronologi Sejarah
Candi Sambisari di Yogyakarta
a. Prasejarah
b. Zaman kuno
Masa kerajaan-kerajaan tertua
Masa Sriwijaya (dari abad VII – XIII atau XIV)
Masa Majapahit (dari abad XIV – XV)
c. Zaman baru
Masa Aceh, Mataram, Makassar, Ternate, dan Tidore (sejak abad XVI)
Masa perlawanan terhadap Imperialisme Barat (abad XIX)
Masa pergerakan nasional (abad XX)
d. Masa Republik Indonesia (sejak tahun 1945) 

Konsep  Periodisasi  Muhammad  Yamin  terkait  dengan  sejarah  Indonesia  dikenal dengan nama Pancawarsa Sejarah Indonesia, yaitu sebagai berikut ini.
a. Zaman Prasejarah sampai tahun 0. Zaman Protosejarah, tahun 0 sampai abad ke-4.
b. Zaman Nasional, dari tahun abad ke-4 sampai abad ke-6.
c. Zaman Internasional, yaitu abad ke-16 sampai kira-kira tahun 1900.
d. Abad Proklamasi mulai kira-kira tahun 1900.  

H. J.  de  Graaf dalam  buku  yang  berjudul Geschiedenis  van  Indonesia tahun  1949, menuliskan periodisasi sejarah Indonesia sebagai berikut.
a. Orang Indonesia dan Asia Tenggara (sampai 1650) yang meliputi:
1.) zaman Hindu;
2.) zaman penyiaran Islam dan berdirinya kerajaan Islam.
b. Bangsa Barat di Indonesia (1511-1800)
c. Orang Indonesia pada zaman VOC (1600-1800)
d. Organisasi VOC di luar Indonesia
e. Orang Indonesia dalam lingkungan Hindia Belanda (sesudah 1800) diakhiri dengan pemerintahan Ratu Wilhelmina 

Tujuan periodisasi adalah sebagai berikut.
a. Memudahkan pembaca untuk mengerti peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau   yang   dikelompokkan   dan   disederhanakan   menjadi   kesatuan   sehingga memudahkan pengertian.
b. Melakukan penyederhanaan terhadap peristiwa-peristiwa masa lampau.
c. Menguraikan    peristiwa-peristiwa    sejarah    secara    kronologis    sehingga    akan memudahkan dalam upaya pemecahan suatu masalah.

Kronologi
Secara  arti  sempit, kronologi dapat  diartikan  sebagai  urutan  waktu  kejadian.  Peristiwa sejarah   akan   selalu   berlangsung   sesuai   dengan   urutan   waktu   sehingga   peristiwa-peristiwa  sejarah  tidak  terjadi  secara  melompat-lompat  urutan  waktunya  atau  bahkan berbalik  urutan  waktunya  atau  sering  kali  disebut  dengan anakronis.  Tujuan  dari pembuatan  kronologi  sejarah  adalah    agar  penyusunan  dari  berbagai  peristiwa  sejarah dalam periodisasi tertentu tidak tumpang tindih atau rancu dengan metode lainnya.
 
Kronologi  sejarah  harus  sesuai  dengan  urutan  kejadian  dari  peristiwa  sejarah tersebut  sehingga tidak berlangsung secara acak. Hal ini bertujuan untuk memudahkan seseorang memahami sejarah dari peristiwa satu ke peristiwa lainnya. Susunan  kejadian  dari  setiap  peristiwa  berdasarkan  urutan  waktu  tersebut  harus tetap berkesinambungan  dengan  adanya  hubungan  sebab-akibat  (kausalitas).  Konsep kausalitas merupakan  suatu  rangkaian  peristiwa  yang  mendahului  dan  peristiwa yang   menyusul   kemudian   yang   seringkali   disebut   dengan   prinsip   sebab   akibat.

Menurut  Sartono  Kartodirdjo,  kausalitas  merupakan  hukum  sebab  akibat  mengenai suatu peristiwa, keadaan, atau perkembangan. Artinya kausalitas sejarah adalah sebab terjadinya peristiwa sejarah. Selain kronologi, dalam sejarah dikenal juga istilah kronik yang merupakan catatan kejadian-kejadian  secara  singkat  dari  waktu  ke  waktu  secara  berurutan  berupa  urutan-urutan tanggal dan peristiwa tanpa adanya penjelasan. Berbeda dengan kronik, kronologis lebih  mendalam  dan  luas  dengan  adanya  deskripsi atau  gambaran  dari  setiap  kejadian atau peristiwa sejarah.  
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search

close
Banner iklan disini