Motif Kolonialisme Bangsa Eropa: Gold, Glory dan Gospel

- July 19, 2018
Bangsa-bangsa Eropa mulai melakukan kolonialisme dan imperialisme sejak abad pertengahan. Di era ini para bangsa Eropa mulai membuka diri dan keluar dari era kegelapan. Perkembangan teknologi membuat masyarakat Eropa bergerak mencari daerah baru untuk diburu. Setidaknya ada 3 motif utama dalam kolonialisme yaitu gold (mencari kekayaan), glory (mencari kekuasaan) dan gospel (menyebarkan agama).

a. Gold
Pelayaran bangsa Eropa tentu didasari motif ekonomi yakni kegiatan perdagangan global dalam rangka mencari komoditas yang akan laku di pasar Eropa namun tidak dihasilkan negara itu sendiri. Komoditas rempah-rempah ternyata sangat laku di pasaran Eropa karena banyak sekali dibutuhkan orang apalagi buat masakan. Makanya harga rempah menjadi mahal apalagi jika dibeli dari para pedagang perantara. Hasil dari ekspedisi Portugis menjadi awal dari ditemukannya pusat rempah-rempah dunia yang ternyata berasal dari kawasan India dan Nusantara. Semangat gold ini juga didasari keingian pedagang Eropa untuk memperoleh komoditas penting itu langsung dari pusatnya jadi harganya bisa lebih murah. Dengan begitu keuntungan akan lebih besar.

b. Glory
Glory adalah semangat untuk membangun kembali kejayaan bangsanya dengan kekuatan sendiri. Dulu bangsa Portugis pernah dikuasai khalifah Islam dibawah Dinasti Umayyah. Mereka ingin kembali menguasai dunia sehinga setiap Portugis menaklukan wilayah lain maka akan menancapkan padrao atau prasasti berukuran besar yang memuat lambang Kerajaan Portugis.
Motif Kolonialisme Bangsa Eropa: Gold, Glory dan Gospel
Benteng sisa Portugis
c. Gospel
Gospel adalah motif yang dilandasi keinginan menyebarluaskan agama Kristen ke seluruh dunia. Tapi gak semua bangsa Eropa melakukan penjelajahan dengan semangat menyebarkan agama. Contohnya Belanda yang dimotori VOC, mereka hanya fokus di gold dan glory. VOC membatasi para pendeta protestan di setiap wilayah jajahan. Pelayanan rohani mereka dibatasi hanya kepada komunitas Eropa yang kecil dan beberapa wilayah yang telah dikristenkan oleh Portugis seperti Ambon, Manado, dan Malaka. Selain itu mereka juga tidak berusaha menyebarluaskan bahasa Belanda.

Gospel banyak dilakukan oleh bangsa Portugis dan Spanyol karena mayoritas Katolik dan raja mereka sangat menaati Paus di Vatikan. Besarnya pengaruh Paus dapat dilihat saat Paus Alexander VI mengakhiri konflik pereburan wilayah Portugal dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas pada 1494 dalam ketetapan berjudul Inter Caetera. Paus juga menyerukan agar di tiap penjelajahan diikuti oleh kegiatan penyebaran Katolik. Makanya dalam misi Portugis dan Spanyol selalu menyisipkan misionaris atau pemuka agama. Buktinya di hampir setiap benteng di Asia yang dibangun Portugis dan Spanyol selalu ada gereja.

Gambar: disini

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!

 

Start typing and press Enter to search