News Update
Loading...

Sabtu, Juli 10

Kunci Jawaban OSP Geografi 2019 No 11-15

Oke teman-teman kita akan lanjut lagi ya bahas soal OSP Geografi 2019 nomor 11-15 yang topiknya seputar mitigasi bencana.

Jangan lupa untuk share blognya ke teman-teman lain untuk bahan diskusi bersama. Silahkan kunjungi juga youtube guru geografi untuk dapatkan pembahasan versi video.
 
Banyak-banyaklah berdiskusi dengan teman atau guru pembimbing kamu jika ingin lolos KSN Geografi.

11. Berdasarkan teori toleransi, suatu ekosistem akan memiliki kondisi optimum pada suatu kondisi tertentu dan akan berkurang jika belum atau melebihi kondisi tersebut. Faktor pembatas dalam pencapaian kondisi tersebut terdiri dari faktor biotik dan abiotik, Contoh faktor abiotik yang membatasi suatu ekosistem padang rumput adalah ....
a. terbatasnya jumlah rumput yang menjadi bahan makanan untuk konsumer tingkat 1.
b. perkelahian antar predator dalam mencari mangsa
c. berkurangnya jumlah perkawinan spesies singa
d. proses rantai/jaring makananpada ekosistem padang rumput
e. keterbatasan curah hujan

Kunci
Ini mah gampang ya, meski kelihatannya soalnya panjang. Faktor biotik kan berkaitan mahluk hidup, kalau abiotik ya berkaitan dengan non mahluk hidup seperti curah hujan. Jawabannya E.

12. Bencana hidrometeorologis di daerah beriklim tropis yang melanda wilayah yang sangat luas adalah ...
a. ekspansi gelombang udara panas
b. banjir karena hujan lebat
c. tanah longsor
d. kekeringan karena kemarau panjang
e. angin puting beliung

Kunci
Pastinya kekeringan ya guys, karena kemarau itu kan meliputi wilayah luas dan biasanya semua wilayah yang curah hujan rendah saat kemarau akan terjadi kekeringan.

13. Contoh tindakan mitigasi struktural untuk mengurangi resiko bencana adalah ...
a. membangun masyarakat sadar bencana
b. merancang jalur-jalur evakuasi
c. merancang tayangan-tayangan tentang penyelamatan dari bencana
d. membangun jaringan sukarelawan penganggulangan bencana
e. membangun sistem pelatihan tanggap bencana

Kunci
Mitigasi struktural berkaitan dengan bangunan fisik untuk mitigasi contohnya pembuatan jalur-jalur evakuasi.

14. Wilayah karst pada umumnya mengalami masalah kekeringan. Penyebab kekeringan tersebut adalah ...
a. curah hujan rendah
b. evapotranspirasi tinggi
c. kerapatan vegetasi rendah
d. banyak terdapat rekahan
e. batuannya mudah pecah

Kunci
Daerah karst/gamping memiliki banyak rekahan-rekahan karena hasil proses pelarutan/solusional sehingga air permukaan cepat masuk ke dalam tanah menuju sistem air dalam. Makanya air permukaan di daerah karst minim karena porositas tinggi. Air sebenarnya ada, tapi jauh di sistem bawah tanah. Cek gambar di bawah.
Sistem gua karst
15. Suatu kawasan yang memiliki resiko terjadinya likuifaksi setelah terjadi gempa biasanya dicirikan oleh ...
a. tersusun oleh material yang belum padu dan air tanah relatif dangkal
b. tersusun oleh material yang masif dan air tanah relatif dangkal
c. tersusun oleh material yang belum padu dan air tanah relatif dalam
d. tersusun oleh material yang masif dan air tanah relatif dalam
e. tersusun oleh material yang kompak dan air tanah relatif dalam

Kunci
Likuifaksi atau pencairan tanah biasa terjadi pada wilayah dengan jenis tanah yang belum padu seperti tipe sedimen dengan air tanah dangkal. Sehingga saat gempa terjadi butiran tanah yang belum kompak akan larut dengan air tanah seperti bubur. 
 
Proses likuifaksi

Bagikan postingan ini.

Give us your opinion
Buka Komentar
Tutup Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!. Komentar spam, link aktif akan langsung dihapus. Terimakasih.

Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close