Pembahasan Soal OSN-K Geografi 2025 No 46-50 - Guru Geografi
News Update
Loading...

Sabtu, Februari 7

Pembahasan Soal OSN-K Geografi 2025 No 46-50


Di postingan ini kita lanjut lagi untuk ngebahas kunci jawaban soal OSN-K Geografi tahun 2025. Topik seputar dinamika kota dan kepariwisataan.

Mau ebook 150 soal basic OSN Geografi? Ambil di link berikut: check out

46. Penyebab perkembangan kota dengan pola sub urbanisasi kerap dianggap merugikan oleh perencana kota karena ....
a. meningkatkan harga lahan di kawasan perkotaan
b. merupakan perkembangan kota dengan kepadatan rendah
c. meningkatkan kemungkinan kriminalitas tinggi dalam kawasan
d. mengurangi luas RTH kota
e. tidak ada jawaban tepat

47. Sekitar 50% penduduk dunia memiliki akses rendah terhadap Primary Health Care (Population Data Sheet 2024, United Nations Publications 2025). Indikator PHC pada umumnya merujuk pada ....
A. Pregnancy care, Life Expectancy at Birth, Income levels
B. Childhood Immunization, Crude Death Rate, Crude Birth Rate
C. Pregnancy care, Childhood Immunizations, Care for noncommunicable disease
D. Care for noncommunicable disease, Infant Mortality Rate, Illiterate
E. Life expectancy at birth, educational levels, Urban population

48. Akibat pengeboman tanpa henti oleh zionis Israel, penduduk jalur Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka seperti di Gaza Utara menuju daerah yang disebut Israel aman di daerah Rafah bagian selatan. Status penduduk Gaza dalam konteks dinamika kependudukan adalah ...
a. internally dispersed person
b. asylum seeker
c. refugee
d. illegal immigrant
e. highly skilled immigrant

49. Sebuah desa wisata di lereng Gunung Bromo, Jawa Timur, mengembangkan kegiatan pariwisata yang melibatkan peran aktif masyarakat lokal dalam perencanaan, pengelolaan, dan menerima manfaat langsung dari kegiatan pariwisata, seperti menyediakan akomodasi homestay dan menjual produk lokal. Prinsip utama dari konsep pariwisata yang dikembangkan oleh desa tersebut adalah...
A. Amass tourism
B. Community-based tourism
C. Guided tourism
D. Pariwisata padat modal
E. Pariwisata berbasis lingkungan

50. Pengembangan yang kurang cocok diimplementasikan dalam membangun kawasan transit (TOD) yang mudah dijangkau di wilayah perkotaan adalah ....
a. pengembangan lahan mix used
b. pengembangan lahan kepadatan tinggi
c. pengembangan fasilitas keamanan terintegrasi
d. integrasi antar moda transporasi
e. pengembangan gedung parkir terintegrasi

Pembahasan
46. B
Pola suburbanisasi identik dengan urban sprawl—permukiman menyebar ke pinggiran kota dengan kepadatan rendah. Hal ini sering dianggap merugikan oleh perencana kota karena:
- boros lahan,
- membutuhkan biaya infrastruktur dan transportasi yang lebih tinggi,
- tidak efisien secara tata ruang dan pelayanan publik.

Pilihan lain bukan alasan utama yang lazim digunakan dalam perencanaan kota.

47. C
Primary Health Care (PHC) berfokus pada layanan kesehatan dasar yang esensial, preventif, promotif, kuratif, dan berkesinambungan, seperti:
- pelayanan kehamilan dan persalinan (maternal care),
- imunisasi anak,
- penanganan penyakit tidak menular (NCD) di tingkat layanan primer.

Pilihan lain memuat indikator demografi atau pembangunan umum (angka kematian kasar, angka kelahiran, pendidikan, pendapatan) yang sering dipakai untuk analisis kesehatan populasi, tetapi bukan indikator langsung PHC.

48. A
Penduduk Gaza yang berpindah dari Gaza Utara ke Rafah masih berada di dalam wilayah yang sama, tidak melintasi batas negara. Dalam dinamika kependudukan dan hukum internasional, kondisi ini disebut pengungsi internal (IDP).

Kenapa bukan opsi lain?
Asylum seeker / refugee → harus menyeberang ke negara lain
- Illegal immigrant → migrasi sukarela lintas negara tanpa izin
Highly skilled immigrant → migrasi tenaga kerja terampil
Jadi secara konsep kependudukan, statusnya adalah IDP.

49. B
Deskripsi pada soal menekankan bahwa masyarakat lokal terlibat aktif dalam:
- perencanaan,
- pengelolaan,
- serta menerima manfaat langsung dari pariwisata (homestay, produk lokal).

Ciri tersebut merupakan inti dari community-based tourism (CBT), yaitu pariwisata yang:
- berpusat pada komunitas,
- memberdayakan masyarakat lokal,
- berorientasi pada keberlanjutan sosial–ekonomi.

Pilihan lain tidak sesuai:
Mass tourism → skala besar, investor dominan
Guided tourism → hanya menekankan pemandu
Pariwisata padat modal → didominasi investor besar
Pariwisata berbasis lingkungan → fokus lingkungan, bukan peran komunitas sebagai aktor utama

50. E
Konsep TOD menekankan:
- aksesibilitas tinggi dengan angkutan umum,
- kepadatan tinggi,
- mixed-use development,
- integrasi antarmoda,
- serta lingkungan ramah pejalan kaki dan pesepeda.

Pengembangan gedung parkir terintegrasi justru:
- mendorong penggunaan kendaraan pribadi,
- berpotensi meningkatkan kemacetan,
- bertentangan dengan prinsip utama TOD yang ingin mengurangi ketergantungan mobil.

Pilihan lainnya merupakan elemen yang sesuai dan mendukung TOD.

Yuk Sebarkan Artikel Ini

Yuk, berkomentar di blog ini!.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close