Guru Geografi: Cerita | Blog Guru Geografi Milenial
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 18

Berjumpa Dengan Awan Altocumulus Pagi Hari

Berjumpa Dengan Awan Altocumulus Pagi Hari

Pagi hari ini saya pergi ke luar rumah, masih di sekitaran komplek cari udara segar sambil olahraga. Cuaca pagi ini tenang, angin masih malu-malu dan matahari masih sekitar 40an derajat dari batas horizon.

Di pagi hari ini khususnya saat weekend banyak orang menyempatkan diri berolahraga di sekitaran komplek. Lalu di arah langit timur saya melihat sekumpulan awan berarak membentuk benteng menutupi matahari.

Mungkin supaya cuaca tidak terlalu panas dan membiarkan manusia bisa berolahraga sejenak. Awan apakah itu?. Ya, altocumulus. 

Awan Altocumulus termasuk ke dalam awan ketinggian menengah yaitu berada di level 2.000-6.000 meter di atas atmosfer. Awan ini biasa muncul pagi hari menjelang siang karena udara lembab naik secara kondensasional.

Mekanisme ini tergolong normal yaitu pada saat kondisi atmosfer stabil dan kadang dapat menunjukkan perubahan dalam pola cuaca ke depannya. Makanya sore hari mungkin kumpulan altocumulus ini malah akan berevolusi menjadi cumulonimbus sehingga turun hujan.

Namun pagi hari ini mari berterimakasih kepada Alto karena sudah menahan matahari agar panasnya tidak begitu menyengat di permukaan bumi. Sejenak manusia bisa beraktifitas mengasah motoriknya agar sehat.
Altocumulus

Jumat, Maret 28

Guru Geografi Akhirnya Lulus Magister Lingkungan

Guru Geografi Akhirnya Lulus Magister Lingkungan

Akhir bulan Ramadan ini terasa spesial karena guru geografi berhasil menyelesaikan studi magister lingkungan. Setelah 2 tahun kuliah dan menyelesaikan tesis, tuntas sudah perjuangan.

Kuliah pascasarjana ini didanai dari uang hasil sertifikasi guru. Saya lulus kuliah sarjana sudah 15 tahun lalu, jadi memang sudah saatnya perlu upgrade ilmu baru.

Kenapa saya tidak ambil jurusan pendidikan lagi?. Karena saya rasa ilmu kependidikan sudah cukup di S1 dan PPG, jadi nampaknya perlu memperluas kajian baru, dan saya putuskan ambil lingkungan.

Manusia adalah mahluk mendominasi dalam lingkungan atau man ecological dominant. Disinilah perlunya manusia untuk kembali mengasah etika lingkungan.

Lingkungan yang sehat, seimbang akan membawa kesejahteraan penghuninya begitupun sebaliknya.

Perubahan iklim menjadi tantangan manusia yang perlu diperhatikan agar kedepannya tidak terjadi bencana-bencana besar yang melanda. Perhatian khusus geografi terhadap lingkungan kini semakin nyata dan sudah saatnya guru geografi berperan dalam menstimulus anak agar mencintai lingkungan sejak sedini mungkin.

Oh, iya di tesis saya kemarin, tema yang diusung adalah kecemasan iklim. Perubahan iklim berdampak pada perubahan pola cuaca yang berpotensi memicu fenomena kecemasan khususnya di kalangan remaja SMA. Mungkin saya peneliti pertama di Jawa Barat yang mengkaji konsep yang memang baru muncul dekade akhir ini. 

Geografi sebagai mapel terdepan dalam mengkaji fenomena iklim tentu berperan penting dalam penyiapan kapasitas peserta didik dalam menghadapi perubahan iklim. Fenomena cuaca ekstrem semakin nyata di masa depan sehingga harus disikapi dengan bijak.

Pemahaman yang komprehensif terkait dampak perubahan iklim akan menghasilkan kapasitas masyarakat yang baik sehingga siap menghadapi bencana.

Penulis: Agnas Setiawan, Guru Geografi Blogger
Kerjasama: email geograph88@gmail.com

Rabu, Januari 22

Pengalaman Take Over KPR Bank Konvensional Ke Syariah

Pengalaman Take Over KPR Bank Konvensional Ke Syariah


Kali ini saya akan cerita pengalaman tentang take over KPR yang sudah saya lakukan dan prosesnya sebenarnya gak ribet-ribet banget. Oke, jadi ceritanya 3 tahun lalu saya ambil KPR rumah komersial di Bogor.

Di awal perjanjian saya pakai bank Mandiri dengan bunga flat promo 2,3% selama 3 tahun. Cicilan saya waktu itu 2,2 juta. Mengapa saya pakai Mandiri, karena payroll saya pakai bank tersebut jadi biar ringkas aja, awalnya seperti itu.

Sebelum akad KPR saya sebenarnya sudah tahu perkiraan kisaran bunga bank saat floating. Jadi saya tanya ke bank, simulasi saat floating di tahun keempat yait udi kisaran 4 juta dengan bunga 11%. Namun saat ini ternyata dunia semakin tidak pasti, bungan bank malah menjadi 13,7% dan cicilan sudah hampir menyentuh 5 juta. 

Tentu hal ini membuat cashflow terganggu maka opsi selanjutnya adalah over kredit rumah atau take over ke bank lain yang lebih ringan. Jadi saya coba pergi ke bank-bank lain untuk comparing skema mana yang dirasa cocok. Akhirnya pilihan adalah yang syariah dengan 3 kali step kenaikan selama 15 tahun. Jadi ada pengurangan tenor 2 tahun dari KPR di mandiri. Cicilan jadi start di 3 juta, lebih bisa sedikit bernapas.

Di Bank BSI saya coba minta beberapa skema KPR dan yang enaknya biaya atribusi seperti denda pelunasan, asuransi, notaris dan lainnya ditanggung BSI. Selain itu masih ada sisa dana atribusi yang tidak terpakai jadi dikembalikan ke saya. Dana atribusi yang disedikan yaitu 10% dari sisa utang pokok KPR di bank sebelumnya. Jadi karena hutang saya 373 jutaan, maka BSI menyediakan 37 juta, dan yang terpakai 20 jutaan jadi masih ada sisa.

Apa langkah Take Over selanjutnya?. Saya menghubungi bagian pelunasan Bank Mandiri sesuai cabang di akad KPR lalu mengirim email pengajuan pelunasan. Setelah disetujui maka akan keluar rincian pinaltinya dan total pelunasan. Lalu kita isi surat pernyataan dan tanda tangan materai lalu dikirim kembali ke bagian manajer peminjaman. Karena saya pakai mandiri jadi pelunasan akan dilakukan di awal bulan depannya tanggal 1-10.

Sementara itu persyaratan di bank mandiri sudah selesai, saya siapkan data akad KPR di bank yang dipilih. Sama seperti akad awal KPR kita akan diminta KTP, KK, Slip Gaji, Rekening Koran, Slip PBB, Copy SHM, IMB hingga BI Checking. Bank juga akan melakukan apraisal ulang harga rumah, karena bisa jadi ada renovasi sehingga mengubah ukuran bangunan.

Nah setelah itu kita akan penjadwalan akad di bank baru dan datang bersama isteri. Penting dicatat bahwa untuk jaga-jaga sediakan dana darurat sekitar 20 jutaan. Karena kita akan diminta saldo blokir satu kali cicilan kemudian biaya asuransi di bayar di muka, itu yang saya alami. Setiap bank tentu akan berbeda aturan.

Kunci take over KPR adalah kita wajib cek simulasi perhitungan hingga detail, jangan sampai nanti shock ada biaya-biaya lain, karena pada dasarnya take over itu sama dengan ambil rumah baru. Maka itu saya pakai syariah karena biaya atribusi ditanggung sepenuhnya dan tidak pakai sistem floating.

Memang kalau di bank konvensional kita bisa nge bom utang pokok jika ada rezeki, namun untuk pekerja seperti saya akan sulit mengumpulkan uang misal 100 juta untuk ngebom. Maka dari itu saya memilih cicilan flat tapi sudah pasti, tidak ada aturan floating naik tajam seperti sekarang.

Setelah itu dana akan dikirim ke rekening baru di bank syariah kemudian ditransfer ke rek bank mandiri. Sistem bank akan autodebet pelunasan di awal bulan, yang penting dana sudah ada di rekening lama. Selanjutnya cicilan akan kembali dilanjut di bank baru.

Nanti setelah selesai, bank lama akan menjadwalkan pengamblian sertifikat rumah, lalu akan diserahkan ke bank baru. Nantinya saya akan didampingi pihak bank baru untuk pengambilan jaminan ke bank lama. 

Itulah cerita saya take over KPR, jadi bagi yang shock bunga floating KPR naik tajam, mungkin bank syariah bisa menjadi alternatif solusi. Selamat hunting dan jangan lupa literasi yang banyak, mendalam agar tidak merasa tertipu di dunia perbankan. 

Kamis, Oktober 31

Fenomena Cuaca Ekstrem dan Tata Kota Kita Kini

Fenomena Cuaca Ekstrem dan Tata Kota Kita Kini


Beberapa hari ini cuaca di beberapa kota Indonesia sangat mendidih, panas terik. Di kota saya tinggal yaitu Bekasi, suhu siang hari sangat menyengat tidak dapat dibendung. Tutupan awan tidak nampak di langit kota sehingga sinar matahari langsung menembus ke bawah permukaan.

Data BMKG mencatat beberapa kota bahkan ada yang suhunya mencapai 36-37 derajat celcius, bukan main. Fenomena cuaca ektrem ini tentu akan berdampak pada kegiatan, rutinitas masyarakat di dalamnya. Dalam konteks pendidikan pun, cuaca ekstrem ini akan sangat mengganggu terhadap kualitas belajar yang menurun.

Otak tidak bisa berfikir maksimal dengan baik jika kelembaban di sekitar tinggi sehingga perlu rasanya kita, masyarakat, pemerintah merevolusi pembangunan kota atau urban revolution landscape. Di beberapa portal medsos kita melihat bahwa fenomena perubahan iklim adalah hal nyata dan berdampak pada perubahan pola cuaca.

Negara-negara lain sudah berupaya untuk mengurangi urban heated alias pemanasan kota akibat teriknya panas atmosfer. Lalu langkah apa yang dilakukan?. Tentu adalah dengan menambah jumlah vegetasi terutama model kanopi di perkotaan.

Vegetasi ini dapat menyerap karbon, menurunkan suhu, membuat kota semakin teduh sejuk sehingga masyarakat dapat beraktifitas tanpa terganggu cuaca ekstrem. Kota-kota di Indonesia nampaknya perlu melakukan revolusi alias perubahan cepat dapat merekonstruksi tata kota.

Manusia membutuhkan mahluk hidup lain, tidak bisa sendiri. Jika 50% saja kota dapat tertutupi vegetasi maka suhu akan menurun dan dapat meminimalisir dampak negatif dari cuaca ekstrem panas. Vegetasi selain menyerap karbon, juga menyimpan air yang baik.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan lingkungan hidup tentu menjadi pioner dalam memerangi perubahan iklim dan fenomena hidrometeorologi ekstrem. Indonesia berada di wilayah tropis dimana dampak perubahan iklim akan sangat terasa.

Dalam silabus pembelajar geografi misalnya, tentu ada banyak materi mengenai dinamika cuaca dan bencana atua lingkungan. Namun apakah sekolah sudah menerapkan konsep berkelanjutan, berwawasan lingkungan dalam tata kelolanya?. Jika tidak maka ini menjadi sebuah paradoks dan belajar hanya sebatas teori menjadi nyata adanya di Indonesia.

Membangun kota bukan hanya sebatas bangunan namun juga membangun peradaban yang serasi dan seimbang dengan kaidah lingkungan. Hubungan simbiosis manusia dan lingkungan ini perlu menjadi visi setiap pemimpin wilayah karena jika sudah terjadi bencana maka yang ada adalah saling menyalahkan satu sama lain.

Penulis: Agnas Setiawan, Pemerhati Lingkungan, Blogger
Sumber gambar: 
https://www.rri.co.id/pontianak/daerah/395506/fenomena-suhu-tinggi-di-indonesia-memunculkan-kekhawatiran

Sabtu, September 28

Akhirnya Tugas Pembatik Level 3 2024 Kreasi Selesai di Last Minute

Akhirnya Tugas Pembatik Level 3 2024 Kreasi Selesai di Last Minute

Setelah bergulat dengan berbagai kegiatan sekolah yang super padat akhirnya tugas pembatik level 3 kreasi tahun ini dapat diselesaikan. Tugas akhir pembatik level 3 ini dapat memilih diantara karya audio, MPI atau video pembelajaran berbasis TIK.

Setelah memilih dan memilih sumber daya maka saya putuskan untuk membuat video saja. Awalnya saya bingung mau memakai aplikasi apa dan tema subtopik apa.

Sampai dua hari sebelum submit saya masih bingung untuk melakukan take video karena jadwal sekolah sangat padat dari ngajar hingga rapat persiapan kegiatan kesiswaan. Awalnya sempat terfikir untuk tidak akan meneruskan pembelajaran di level 3 ini karena memang waktu dan tenaga sudah tidak sanggup.

Namun di malam hari saat saya baca di thread, ada seseorang memosting tentang berbagai jenis Ai yang dapat membantu untuk membuat segala macam produk tak terkecuali video animasi.

Akhirnya saya screen shoot postingan tersebut dan pagi hari esoknya di hari H submit sejak pagi hari saya siapkan semua komponen mulai dari take video tanpa script alias langsung to the point saja. Topik yang saya ambil adalah seputar fenomena hidrometeorologi, untungnya di kepala materi ini masih lumayan nempel.

Tidak sampai lama, dalam waktu 20 menit take video selesai dengan sedikit pengulangan saja. Lalu video kemudian saya impor ke canva editor. Untuk animasi background saya percayakan ke salah satu Genmo.ai, lalu untuk suara backsound saya ambil di pixabay yang free dan sedikit objek di freepik.

Dalam waktu 8 jam sejak pagi hingga ashar akhirnya video selesai dan bisa diunggah di youtube dan PMM. Ternyata the power of kepepet itu benar adanya, kreatifitas muncul tiba-tiba. Bagi yang ingin lihat contoh video saya silahkan cek di bawah.

Kamis, September 26

Jadi Narasumber Diklat Geografi Nasional, Tips dan Trik Membuat Soal HOTS dan Literasi dengan Stimulus Fenomena Geosfer

Jadi Narasumber Diklat Geografi Nasional, Tips dan Trik Membuat Soal HOTS dan Literasi dengan Stimulus Fenomena Geosfer

Sejak tiga hari lalu dari senin hingga rabu malam kemarin saya diminta mengisi diklat guru geografi Indonesia yang diselenggarakan oleh platform e-guru.

Pada diklat tersebut saya bertindak sebagai narasumber untuk memfasilitasi diskusi mengenai asesmen dalam pembelajaran geografi. 

Hari pertama, saya membuka diklat dengan pengenalan asesmen yang dibagi menjadi asesmen kognitif dan non kognitif. Banyak guru bercerita seputar keluh kesah mereka dalam melakukan asesmen. 

Selain itu kita juga membahas tentang teknik-teknik asesmen geografi yang paling ampuh dilakukan kepada siswa untuk melihat perkembangan pemahaman mereka terkait fenomena geosfer.

Di hari pertama, ada lebih dari 180 guru geografi yang ikut serta dari seluruh Indonesia. Luar biasa bisa bersilaturrahim via daring.

Di hari kedua, saya memberikan tips dan contoh-contoh soal HOTS geografi. Pembelajaran hots dibutuhkan untuk memacu nalar anak remaj. Isu-isu geosfer kekinian perlu diberikan kepada siswa untuk dianalisis lebih dalam.

Kemudian di hari terakhir saya coba berikan materi terkait soal literasi numerasi dengan konteks bacaan fenomena geosfer. Membuat soal literasi dan numerasi dengan konten geosfer memerlukan latihan berulang agar terbiasa.

Berikut cuplikan foto kegiatan zoom tiga hari kemarin. Semoga bisa kembali bertemu lain waktu dan kesempatan. Jaya terus geograf Indonesiam



Selasa, September 17

Menelusuri Jejak Dasar Laut Purba di Gua Karst Klapanunggal Bogor

Menelusuri Jejak Dasar Laut Purba di Gua Karst Klapanunggal Bogor

Liburan akhir pekan kemarin banyak orang berwisata ke tempat favorit seperti Puncak atau Bandung, tapi kami mencoba untuk eksplorasi kawasan perbukitan di belakang rumah yaitu karst Klapanunggal.

Kebetulan rumah kami persis lokasinya dekat dengan perbukitan karst sehingga coba untuk ke sana mencari salah satu gua karst. Kami cari google map maka ketemu Gua Tawanan, jaraknya sekitar 14 km dengan motor. 

Kami berangkat jam 9 pagi menyusuri jalanan desa hingga arah Pemandian Sodong yang terkenal sering menjadi tujuan para bikers sepeda. Pemandian Sodong ini merupakan mata air yang berada di bawah pohon beringin tua yang sangat besar.

Suasana pemandian kemarin sangat ramai sekali, maklum libur panjang. Cuaca hari kemarin sangat terik dan tidak ada gangguan awan sedikitpun. Perjalanan dari jalan raya pemandian Sodong kemudian berbelok ke kanan menunju perbukitan karst dengan kondisi jalan yang sudah mulai berubah.

Kami menyusuri jalan bebatuan dan diselingin jalan cor beton. Selepas itu jalanan membatu dengan rumput-rumput ilalang menemani di kiri dan kanan jalan. 

Akhirnya setelah 30 menit perjalanan motor kami tiba di depan pintu masuk Goa. Terdapat mushola yang sudah lama tidak digunakan dan dua orang pemuda sedang beristirahat. Mereka juga nampaknya adalah wisatawan.

Jadi katanya objek wisata Gua Tawanan ini semenjak Covid melanda jadi tidak terurus. Akhirnya jalan menuju arah gua banyak ditutupi ilalang namun masih bisa dinaiki. Kami berempat lalu naik menyusuri jalan setapak menanjak dengan kemiringan hingga 45 derajat menuju mulut gua.

Dari arah bawah, kurang lebih sekitar 100 meter ke atas. Sekitar 15 menit perjalanan kami sudah sampai di mulut gua karst berumur jutaan tahun. Masuk ke dalam gua terlihat ornamen-ornamen khas gua karst seperti stalaktit, stalagmit, pillar, lapies, curtain. Proses pembentukkan morfologi karst ini adalah hasil dari proses pelarutan air dengan kalsium karbonat.

Adanya kehadiran formasi karst pada suatu wilayah adalah bukti dari adanya ekosistem dasar laut di masa lalu. Kawasan karst juga berfungsi sebagai penstabil ekosistem, penyerap karbon sehingga membantu bumi dalam melawan perubahan iklim.

Jadi mari kita jaga kelestarian kawasan karst untuk menjaga keberlanjutan kehidupan bumi dan mengurangi dampak perubahan iklim yang kian nyata. Foto-foto kegiatan eksplorasi gua ada di bawah.


Blogger: Agnas Setiawan, Guru Geografi, Follow my tik tok below
Kontak kerja sama dan lainnya silahkan hubungi IG @gurugeografi

Sabtu, September 14

Alhamdulillah, Lolos Pembatik 2024 Level 2 Menuju Level 3

Alhamdulillah, Lolos Pembatik 2024 Level 2 Menuju Level 3

Ting tong, begitulah bunyi notif android saya berbunyi saat saya sedang duduk istirahat. Setelah dibuka ternyata,..........

Pemberitahuan dari Pembatik Level 2, dimana saya lolos ke tahap berikutnya yaitu level 3. Alhamdulillah ternyata setelah perjuangan edit video bersama anak-anak berkolaborasi di level dua, akhirnya membawa saya ke pembelajaran level selanjutnya.

Sejak level 1, kegiatan pembatik ini membuat saya penasaran, ilmu apa yang saya akan dapatkan seputar pemanfaatan TIK dalam pendidikan khususnya pembelajaran di kelas.

Mudah-mudahan di level 3 ini kegiatan pembatik lebih seru dan bisa bertemu guru-guru lain yang tentunya hebat-hebat.

Kira-kira karya atau produk apa lagi ya yang akan dishare kepada rekan-rekan lain di pembatik level 3 besok?. 

Semakin penasaran, di tengaj padatnya jadwal mengajar kita sempatkan untuk belajar dan berbagi dengan komunitas guru lain di Indonesia. Teknologi adalah penguat persatuan guru Indonesia.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done