Guru Geografi: Properti - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Properti. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 12

6 Ciri Geografi Perumahan Rawan Banjir, Cek Sebelum Membeli

6 Ciri Geografi Perumahan Rawan Banjir, Cek Sebelum Membeli

Mendambakan hunian yang nyaman tentu adalah keinginan semua keluarga di Indonesia. Saat ini pertumbuhan manusia sangat pesat dan area pemukiman semakin padat.

Lantas para pengembang perumahan khususnya rumah subsidi atau murah kini mulai kesulitan mencari lahan garapan baru. Harga tanah semakin melangit ditambah harga bahan baku mengalami inflasi juga.

Salah satu faktor penting dalam memilih lokasi perumahan selain harga murah adalah wilayahnya bebas banjir sehingga nyaman ditinggali.

Percuma jika beli rumah tapi saat musim penghujan kebanjiran, tak ada gunanya. Ujung-ujungnya rumah akan dijual kembali dengan harga murah dan mungkin sulit terjual.

Nah kali ini saya berikan sedikit penjelasan geografis tentang seperti apa ciri-ciri perumahan yang terancam banjir saat musim penghujan. Anda jangan tertipu saat datang di musim kemarau cek lokasi, kemudian lihat perumahan terasa aman-aman saja.

Banjir dipengaruhi faktor eksternal dan internal, jadi sedikit pengetahuan berikut mungkin bisa membantu anda dalam memilih rumah agar tidak menyesal kemudian. Semoga bermanfaat.

1. Daerah Cekungan
Daerah cekungan biasanya memiliki kondisi geografi diantara bukit, sungai atau lembah. Perumahan yang berlokasi pada daerah seperti ini sangat rawan banjir dan longsor tentunya.

Aliran air saat musim hujan pasti menuruni lereng dan menuju ke daerah cekungan yang lebih landai. Sifat air memang seperti itu mengikuti gravitasi mencari daerah rendah hingga mencapai kesetimbangan normal.

Pastikan anda melihat sekeliling apakah rumah yang akan anda beli berlokasi pada morfologi cekungan atau bukan sebelum anda menyesal. Cek saat musim hujan tiba.
 
2. Dibelakang Sungai
Beberapa perumahan langganan banjir di ibukota pasti berada di belakang sungai. Sungai memiliki kapasitas volume tertentu. Saat curah hujan tinggi ditambah sedimentasi sungai yang masif maka daya tampung air akan menurun sehingga air akan naik dan sampai ke pemukiman.

Tak jarang meski sudah dipasang tanggul beton, kekuatan air saat puncak musim hujan begitu luar biasa sampai jebol dan mengalirkan air ke perumahan.
Perumahan banjir saat musim hujan
 3. Berada di Bawah Lereng Bukit
Saat ini para developer perumahan banyak mencari tanah murah seperti di daerah bukit untuk membangun perumahan. Mereka meratakan bukit kemudian disulap jadi pemukiman.

Perumahan yang berada tepat di bawah lereng atau bukit sangat berbahaya karena rawan banjir bandang khususnya dan longsor dari arah hulu. Sudah banyak pemukiman penduduk yang lenyap karena banjir bandang dan longsor. Ini karena para pengembang meremehkan faktor geografis dalam pemilihan lokasi permukahan.

4. Rawa 
Daerah rawa pada dasarnya adalah daerah yang selalu digenangi air dan berlokasi di dataran rendah. Banyak perumahan sekarang yang mengurug rawa lalu membangun pemukiman diatasnya.

Akan tetapi rawa tetaplah rawa, meskipun diurug jika batas ketinggiannya sama dengan level permukaan air rawa sebelumnya maka banjir selalu terjadi saat musim penghujan.

Daerah rawa memang murah untuk dibeli pengembang namun tetap saat jadi perumahan akan menjadi masalah jika tidak dibangun secara baik. Coba saja lihat perumahan yang dulunya rawa pasti banjir saat musim hujan tiba.

5. Minim Drainase
Faktor internal penting lain yang membuat perumahan selalu banjir adalah drainase yang buruk. Banyak pengembang mengabaikan hal ini karena dianggap menambah cost pembangunan. Padahal drainase yang baik dapat mengurangi potensi banjir.

Drainase di kita kadang kecil, sempit dan alurnya asal-asalan sehingga aliran run off tetap terjadi saat penghujan tiba. Saat ada kiriman air dari hulu, sistem drainase bertugas mengalirkan air agar tidak meluap ke permukaan.

6. Minim Vegetasi
Vegetasi atau tumbuhan adalah salah satu komponen penyerap air/infiltrasi yang baik saat hujan. Perumahan yang gersang, tidak ada tetumbuhan maka akan sangat rawan banjir karena kurangnya daerah resapan air.

Itulah beberapa kondisi geografi sebuah pemukiman yang rawan banjir. Sangat sederhana sekali bukan mengenalinya?. Pastikan cerdas dan cermat sebelum membeli rumah agar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga.
7 Bahaya Kesehatan Jika Rumah Jauh Ke Tempat Kerja

7 Bahaya Kesehatan Jika Rumah Jauh Ke Tempat Kerja

Di era milenial saat ini kebutuhan rumah tentu sangat tinggi karena pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja yang semakin tinggi juga.

Permasalahannya adalah penyediaan tanah di kota-kota besar sudah menipis dan sudah tidak mungkin lagi pemerintah membangun perumahan murah di daerah pusat kota.

Pengembang perumahan kini menyasar wilayah-wilayah pinggiran mencari lahan untuk membangun pemukiman dengan harga murah terutama rumah bersubsidi. Wilayah pusat kota hanya bisa dijangkau oleh kaum-kaum super elit dengan pendapatan luar biasa.

Bayangkan saja harga 1 meter persegi tanah di Jakarta sudah tembus puluhan hingga ratusan juta rupiah. Inilah dampak luar biasa inflasi dan pertumbuhan suatu kota.

Kaum pekerja milenial kini banyak membeli rumah di pinggiran atau kota satelit dengan jarak ke tempat kerja yang jauh bisa 10-50an km bahkan lebih. Memang ada fasilitas transportasi mulai dari KRL, akses tol dan jalan raya tapi jika terus berkelanjutan mobilitas jarak jauh ke tempat kerja maka bahaya kesehatan mengintai dalam jangka panjang bagi kaum milenial.
Ilustrasi rumah kaum milenial
Apa saja bahaya kesehatan jika tempat kerja terlalu jauh dari rumah?. Berikut penjelasannya.
1. Tulang Belakang
Hampir semua pekerja menggunakan motor atau mobil dari rumah menuju tempat kerja. Mengendarai motor dan mobil dalam waktu lama 1-2 jam setiap hari tentu membuat tulang belakang akan bekerja ekstra.

Dalam jangka waktu lama masalah-masalah tulang belakang seperti syaraf kejepit misalnya bisa menghantui kaum pekerja milenial. Tulang belakang jika diforsir terus menerus maka akan menjadi aus dan rawan cedera.

2. Persendian
Saat naik motor, mobil atau KRL tentu otot-otot sendi kita akan semakin aktif. Di KRL kita sering memegang pegangan tangan selama berjam-jam, naik motor kita menahan stang dan perseneling begitu pun saat naik mobil.

Rutinitas ini dalam jangka panjang akan mengurangi pelumas sendi sehingga rawan terhadap arthritis. Jadi usahakan kita sering pemanasan atau imbangi dengan nutrisi yang mendukung terhadap persendian jika kamu sering bepergian jauh ke tempat kerja.

3. Stroke dan Jantung
Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa jam ngantor dan jam pulang kerja adalah jam padat dan sering macet. Kemacetan parah membuat tekanan darah kita bisa meningkat dan lama-lama penyakit darah tinggi mengintai kaum pekerja milenial.

Darah tinggi yang tidak terkontrol akan memicu penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung. Kamu para pekerja yang kantornya jauh harus mempertimbangkan bahaya kesehatan ini.

4. Paru-Paru
Padatnya kendaraan di kota memicu polusi yang meningkat di pagi hari. Hal ini berdampak sangat buruk pada kesehatan terutama paru-paru-paru. Masalah seperti pneumonia dan bronkhitis mengancam pekerja jika setiap hari bergelut dengan polusi saat pergi ngantor dan pulang ke rumah.

5. Kanker
Penyakit kanker juga bisa mengancam para pekerja karena pengaruh berbagai hal mulai dari polusi, stress, makanan tidak sehat di jalan dan paparan zat kimia lainnya.

6. Mental
Semakin jauh rumah dari tempat kerja maka mengakibatkan waktu kita di rumah semakin sedikit karena lama di jalan (tua di jalan). Hal ini berdampak pada kondisi psikologi atau kejiwaan pekerja. Mereka bisa gampang marah, emosi dan overthinking karena terlalu lama berada di jalan.

7. Lambung dan Diabetes
Rumah yang jauh dari tempat kerja akan membuat seseorang banyak mengonsumsi makanan junk food di jalan. Hal ini jika terus menerus dilakukan akan membuat mereka rawan terkenal penyakit lambung dan diabetes. Makanan junk food memiliki kalori yang tinggi sehingga bisa meningkatkan asam lambung dan gula darah.

Itulah beberapa penyakit yang mengantui pekerja yang rumahnya jauh dari tempat kerja. Semoga kita senantiasa sehat selalu dan berupaya meningkatkan kekebalan tubuh dengan asupan bergizi untuk mengurangi bahkan menghindari potensi penyakit tersebut. Jika ada uang lebih maka lebih baik beli rumah yang dekat dengan tempat kerja.

Sabtu, Juni 27

Harga Sewa Kontrakan Rumah Cluster di Bekasi

Harga Sewa Kontrakan Rumah Cluster di Bekasi

Memiliki rumah tentunya merupakan idaman kaum milenial saat ini, namun semakin hari harga rumah semakin meroket tajam dan tidak sebanding dengan kenaikan gaji karyawan kelas menengah ke bawah. Alhasil kita jadi juragan kontraktor alias ngontrak rumah.

Kali ini saya akan berikan sedikit pengalaman pindah-pindah kontrakan rumah selama menjadi urbaner di kota Bekasi. Saya pertamakali mendarat di Bekasi pada tahun 2016 setelah pindah dari Banjarmasin. Pertamakali ke Bekasi dulu masih sendiri jadi nyari kontrakan untuk sendiri alias bujang.

Saya dapat kontrakan bagus di daerah Galaxy dengan harga 750.000 rupiah dengan fasilitas WC di dalam dan sudah ada meja kerja dan lemari. Harga segitu masih cukup ok dan bisa dicover dengan gaji saya dulu. Untuk masak disedikan dapur di bagian belakang kontrakan. Lokasi kontrakan sangat dekat dengan Kalimalang dan akses ke Jakarta, sehingga strategis untuk mobilitas.

Kurang lebih saya ngontrak di daerah tersebut 1 tahunan karena isteri dan anak mau di bawa ke Bekasi. Karena bawa isteri dan anak otomatis pasti tidak akan bisa ngontrak kamar aja, jadi saya cari kontrakan rumah. Setelah mencari-cari keliling sekitaran sekolah tempat saya ngajar, akhirnya dapat kontrakan cluster dengan ahrga cukup ok karena yang punya adalah pemilik sekolah juga.

Jadi cluster ini pada dasarnya dijual tapi karena belum semua laku maka sisanya dikontrakkan. Biaya kontrak rumah claster 9 juta per tahun saat itu. Sangat murah untuk ukuran cluster rumah dengan dua kamar tidur, 1 WC dan dapur. Untuk biaya lain di luar kontrakan adalah listrik, air dipasang pompa air dan tandon.

Seiring berjalannya waktu dan perpindahan manajemen perumahan, akhirnya harga kontrakan naik jadi 10 juta per tahun dan tahun selanjutnya 11 juta per tahun. Pembayaran kontrakan bisa dicicil 6 bulan sekali. Beginilah nasih kontraktor, harga bisa berubah-rubah tiap tahun mengikuti inflasi meski kenaikan gaji tidak seberapa.

Di awal tahun 2020 saya dan keluarga memutuskan untuk pindah kontrakan lagi. Kali ini saya mencari lokasi yang dekat dengan sekolah isteri ngajar dan sekolah anak. Hal ini untuk mengurangi biaya ojek dari rumah dulu ke sekolah anak yang saat ini bisa menjacapi 1 jutaan per bulan. Dengan cost transportasi seperti itu tentu sangat menguras dan kasihan isteri harus naik ojek terus. Belum lagi tarif ojek online yang semakin naik terus, beda dengan beberapa tahun lalu yang masih banyak promo, saat ini harga sudah menggila.
Kontrakan Cluster Murah di Bekasi
Jadi saya putuskan untuk memindahkan alokasi dana transportasi ke kontrakan baru, biar mahal tapi asal dekat ke sekolah isteri dan anak. Nantinya tinggal jalan kaki saja kesana. Saya lalu keliling-keliling lagi di sekitaran sekolah dan alhamdulillah dapat cluster kontrakan yang baru dengan harga per tahun 19 jutaan tapi bayarnya bisa per bulan (1,6 juta) belum listrik dan air. Wow banget kan, tapi berhubung rumahnya bagus dan lokasi dekat sekolahan anak jadi tinggal jalan kaki saja.

Saya langsung DP rumah dan besoknya pindahan barang dua kali bolak-balik angkut. Bila ditotal biaya sewa cluster ditambah listrik dan air bisa mencapai 2 jutaan per bulan. Perbandingan dengan biaya kontrak sebelumnya 1 juta + ongkos ojek 1 jutaan per bulan jadi sama saja sebenarnya. Untuk kontrakan tipe petakan sebenarnya ada di bagian belakang dengan harga 850 ribu tapi ukurannya kecil untuk satu keluarga dengan 2 orang anak.

Ya begitulah cerita saya pindah-pindah kontrakan di Bekasi. Kenapa tidak beli rumah KPR?. Saat ini harga rumah semakin melangit dan untuk ukuran saya, ngambil KPR masih belum bisa tertutupi oleh gaji bulanan. Selain itu lokasi perumahan baru di Bekasi sudah mulai menyebar di pinggiran dan jauh dari tempat kerja, ini akan menambah ongkos dan tentunya stamina. Jadi saya putuskan untuk tetap ngontrak saja. Itulah sedikit cerita kaum urban yang pindah-pindah kontrakan di Bekasi. Semoga kalian bisa mendapatkan rezeki untuk beli rumah cash karena nyicil itu berat bos.

Pertimbangan memilih kontrakan bisa bermacam-macam ada faktor lokasi, faktor harga, luas rumah sampai kondisi air, transportasi dan lainnya. Silahkan ukur sesuai kemampuan dan minat masng-masing karena kebutuhan setiap individu berbeda-beda.
Kontrakan cluster di Bekasi
Faktor memilih kontrakan di kota Bekasi dan sekitarnya
1. Lokasi
Faktor lokasi adalah salah satu faktor utama dalam memilih kontrakan. Lokasi yang dekat dengan tempat kerja adalah salah satu pertimbangan masuk akal bagi kaum urban sehingga tidak terlalu mengurasi ongkos transport. Selain itu lokasi kontrakan yang dekat jalan raya atau pusat keramaian akan memudahkan urbaner untuk membeli kebutuhan mulai dari makan minum dan hal lainnya.

2. Harga
Harga kontrakan rumah tentunay bervariasi tiap daerah. Semakin strategis atau semakin luas rumah maka sudah pasti harga akan semakin tinggi. Selain itu jika fasilitas kontrakan semakin lengkap maka harga akan menyesuaikan juga. Usahkan biaya kontrakan maksimal 20% dari total gaji anda. Jangan sampai lebih karena akan merusak pos anggaran kebutuhan lainnya.

3. Air
Nah ini juga faktor utama dan penting dalam memilih kontrakan yaitu sumber air. Ada kontrakan yang pakai air sumur ada juga yang PDAM atau meteran lain. Silahkan atur-atur sesuai budget, saya sendiri lebih memilih kontrakan yang airnya bayar tapi bersih. Pengalaman pernah pakai pompa air tapi kualitas air keruh dan kadang bau sehingga bisa menggangu kesehatan.

4. Kebersihan dan Keamanan
Agar hidup kita nyaman di kota besar tentu kondisi kebersihan dan keamanan kontrakan juga perlu disurvei terlebih dahulu. Saya pernah ngontrak di daerah yang tetangga depan saya pernah kehilangan motor dan banyak kasus pencurian lainnya. Tentu hal ini mengundang ketidaknyamanan bagi penghuninya. Silahkan cek ricek dengan cermat lokasi sebelum memutuskan pindah kontrakan.

Selamat berjuang untuk hidup dan beribadah. Allah senang melihat hambanya bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga. Jika kalian kesulitan cari kontrakan di Bekasi dan sekitarnya bisa melihat situs-situs penyedian info kontrakan yang sudah mulai banyak di internet.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang