Anomali Cuaca: El Nino dan La Nina

- January 18, 2017
Atmosfer memegang peranan penting dalam perubahan cuaca di bumi namun ada kalanya cuaca dapat menjadi berbeda dari biasanya atau disebut anomali cuaca. Salah satu anomali cuaca di khususnya di Indonesia adalah El Nino dan La Nina. El Nino dan La Nina merupakan sebuah fase berlawanan dari istilah meteorologi yang dikenal sebagai El Nino Southern Oscillation (ENSO). Siklus ENSO adalah istilah ilmiah yang mendeskripsikan adanya fluktuasi suhu  laut dan atmosfer di bagian timur hingga tengah ekuator Pasifik.

La Nina kadang disebut juga sebagai fase dingin dari ENSO dan El Nino sebagai fase hangat dari ENSO. Penyimpangan atau anomali ini terjadi karena perubahn suhu permukaan air laut di daerah tersebut (Pasifik tengah-timur) dan menyebabkan dampak bagi kondisi cuaca secara global.

El Nino dan La Nina biasanya berlangsung 9 -12 bulan namun di beberapa episode bisa terjadi hingga bertahun-tahun. Meski peristiwa ENSO ini tidak teratur terjadi namun menurut data klimatologi bisa diprediksi terjadi antara 2 - 7 tahun sekali. Biasanya El Nino lebih sering ketimbang La Nina.

El Nino berarti bayi laki dalam Bahasa latin dan ini dinamai oleh nelayan lepas pantai Amerika Selatan di tahun 1600 an dengan tanda munculnya air yang relative hangat di Samudera Pasifik. Istilah El Nino mengacu pada interaksi atmosfer laut akibat pemanasan periodic di tengah dan timur Samudera Pasifik.

Dampak dari El Nino di benua Amerika adalah saat musim dingin datang. Cuaca akan lebih hangat di bagian barat dan tengah Kanada kemudian wilayah barat dan utara Amerika Serikat. Kondisi basah melebihi rata-rata terjadi di bagian Gulf Coast dan Florida sementara kondisi kering diatas rata-rata terjadi di Lembah Ohio dan Barat Laut Pasifik. Sementara itu di Indonesia sendiri, El Nino menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan hampir di seluruh pulau.
Anomali Cuaca: El Nino dan La Nina
Perbedaan EL Nino dan La Nina, pic: mainefriends.files.wordpress.com
La Nina artinya bayi perempuan dalam Bahasa Spanyol. Fenomena ini merupakan anomali sebuah periode dimana suhu permukaan air laut di Pasifik bagian Tengah dan Timur cenderung di bawah rat-rata atau dingin. Dampak La Nina cenderung berlawanan dari El Nino. Selama La Nina, suhu musim dingin lebih hangat dari biasanya di bagian tenggara dan lebih dingin dari biasanya di barat laut. Di Indonesia sendiri La Nina menyebabkan curah hujan meningkat dan banjir seringkali terjadi.

Jadi kesimpulannya, ENSO adalah suatu anomali perubahan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik Tengah-Timur. Dampaknya bagi Indonesia adalah saat El Nino = kekeringan sementara La Nina = curah hujan tinggi.
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search