Hutan Mangrove dan Fungsinya Bagi Lingkungan

- January 30, 2017
Hutan bakau atau mangrove merupakan ekosistem alami di pesisir yang unik. Dibalik keunikannya, mangrove menyimpan jutaan manfaat bagi keberlanjutan ekologi. Seperti halnya terumbu karang, mangrove merupakan ekosistem yang sangat produktif dan menyediakan berbagai komoditas bagi lingkungan laut dan manusia. Baca juga: Teori terbentuknya air di bumi

Hutan bakau memainkan peranan sentral dalam mentransfer bahan organik dan energi dari tanah menuju ekosistem laut. Sistem akar padat membentuk rumah untuk ikan, kepiting, udang. Kanopi daun-daun mangrove juga menjadi tempat bersarang ratusan spesies burung seperti bangau. Baca juga: Bedanya HIV dengan AIDS

Berikut ini manfaat mangrove bagi kehidupan:

Perikanan
Hutan bakau adalah rumah berbagai macam ikan, kepiting, udang dan spesises moluska. Perikanan merupakan sumber penting bagi ribuan masyarakat pesisir di seluruh dunia. Hutan bakau juga berfungsi sebagai tempat pembibitan bagi banyak spesies ikan termasuk ikan terumbu karang. Sebuah studi di karang Mesoamerica misalnya menunjukkan bahwa spesies di daerah mangrove yang ditebang lebih banyak 25 kali lipat dibandingkan spesies di daerah terumbu sekitar mangrove. Hal in imembuat hutan bakau sangat pentnig bagi terumbu karang dan perikanan komersil.
 
Hutan Mangrove dan Fungsinya Bagi Lingkungan
Lestarikan Hutan Bakau
Produk Kayu
Kayu mangorve tahan akan pembusukan dan serangga sehingga sangat bernilai tinggi. Banyak masyarakat pesisir mengandalkan kayu ini untuk bahan baku konstruksi serta bahan bakar di dapur. Masyarakat juga banyak mengumpulkan tanaman obat dari ekosistem bakau dan menggunakan daun bakau sebagai pakan ternak. Bahan kau  kertas dan arang juga bisa didapat dari hutan bakau.

Perlindungan Pesisir
Sistem akar hutan bakau mengalir ke sungai dan ke baawah tanah. Hal ini membantu menstabilkan garis pantai dan mencegah erosi dari gelombang tsunami dan badai. Di daerah yang sangat minm mangrove, kerusakan pantai akibat badai dan topan jauh lebih besar. Dengan menyaring sedimen, hutan bakau juga melindungi terumbu karang dan padang lamun dari terjangan sedimen.

Pariwisata
Hutan bakau memiliki keragaman hayati di dalamnya sehingga di beberapa lokasi dapat dijadikan tempat wisata ekologi. Beberapa negara termasuk Indonesia sudah mulai menggalakan potensi wisata hutan bakau. Di Muara Angke Jakarta misalnya, kini sudah ada cagar alam mangrove dengan berbagai fasilitas penunjang di dalamnya. Masyarakat kini bisa lebih dekat dan memahami tentang pentingnya hutan bakau bagi kehidupan. Keanekaragaman biota air di antara akar-akar mangrove juga dapat menjadi daya tarik wisata tersendiri. Baca juga: Gerak semu harian dan tahunan matahari
Gambar: ceninganresort.com
Comments
0 Comments
 

Start typing and press Enter to search