Fenomena Pasang Surut Air Laut

- February 28, 2017
Perhatikanlah gambar 1 di bawah, ada sebuah pelabuhan dengan kapal-kapal bersandar di pinggirnya. Pada gambar atas nampak air laut sedang naik dan kapal bisa bersandar. Peristiwa itu dinamakan sebagai pasang. Pada gambar bawah tampak air laut turun sehingga kapal tidak bisa bersandar di pelabuhan. Peristiwa itu dinamakan surut. Dengan begitu pasang dan surut adalah peristiwa naik dan turunnya permukaan air laut. 
Fenomena Pasang Surut Air Laut

Apa penyebab pasang surut laut?
Penyebab utama pasang dan surut air laut adalah gravitasi bulan walaupun gravitasi Matahari juga memengaruhinya. Ini karena jarak Bulan ke Bumi (385 ribu km) atau lebih dekat dari jarak Matahari ke Bumi (150 juta km). Pada saat Bumi ditarik oleh gravitasi Bulan, air lebih mudah ditarik daripada daratan.

Perhatikan gambar di bawah. Titik A berjarak paling dekat dengan Bulan. Maka air di A akan mengalami gaya tarik bulan yang paling besar dan air laut di A ditarik mendekati Bulan. Ini menghasilkan pasang di A. Air Laut yang berada pada sisi yang berlawanan yaitu B berjarak paling jauh ke Bulan. Ini menyebabkan air di B mengalami gaya tarik Bulan yang paling kecil dan air laut di B menjauhi Bulan. Ini menghasilkan pasang di B. Dalam daerah antara A dan B yaitu D dan C mengalami surut karena massa airnya tertarik ke A dan B.
Fenomena Pasang Surut Air Laut
Anggaplah dalam satu hari posisi Bulan tetap, maka selama Bumi berotasi satu kali dalam porosnya, sebuah lokasi akan secara berurutan menempati kedudukan A-D-B-C. Ini berarti dalam satu kali rotasi atau satu hari suatu tempat akan mengalami 2 kali passang (kedudukan A dan B) dan dua kali surut (kedudukan D dan C). Urutannya adalah pasang-surut-pasang-surut. Dengan begitu dalam dua pasang selalu ada satu kali surut.

Mengapa ada pasang besar dan pasang kecil?
Walaupun pasang karena gravitas matahari hanya 5/11 kali pasang karena gravitasi bulan, namun gabungan kedua gravitasi ini dapat menghasilkan pasang besar dna pasang kecil. Perhatikan gambar di bawah!, pasang besar terjadi saat bulan dan matahari menghasilkan gaya tarik atau gravitasi yang segaris (gambar b). Pasang ini disebut sebagai pasang putnama atau pasang perbani (spring tides). Nampak bahwa pasang besar terjadi saat bulan purnama dan bulan baru/perbani.

Pasnag kecil terjadi saat Bulan dan Matahari menghasilkan gaya gravitasi yang saling tegak lurus. Pasang ini disbebut pasnag neap (neap tides). Nampak bahwa pasan kecil terjadi pada saat kuartil awal atau pada saat kuartil akhir.
Fenomena Pasang Surut Air Laut

Apa manfaat pasang surut air laut?
Antara dua pasang terjadi surut dan pada saat tersebut, air laut turun sehingga sebagian pantai menjadi kering. Perbedaan tinggi permukaan air laut antara pasang dan surut kadnag-kadang hanya 3 meter di laut terbuka. Namun pada beberapa tempat, terutama di selat sempit dan muara sungai, perbedaan tinggi permukaan air laut bisa mencapai 16 meter dan bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. 

Beberapa manfaat pasang-surut air laut diantaranya:
1. Memudahkan kapal berlabuh dan berlayar. Di dermaga yang agak dangkal, kapal laut dapat berlayar dan berlabuh pada saat pasang.
2. Mengendapkan garam di tepi pantai. Saat pasang, air laut dapat mengisi petak-petak lahan garam. Setelah surut air laut yang mengandung garam akan tertinggal dan menguap sehingga yang tersisia adalah kristal garam.
3. Pesawahan pasang-surut. Di pesawahan tipe ini, digali saluran-saluran untuk menampung air laut sewaktu terjadi pasang sehingga tidak menggenangi pesawahan. 
4. Pembangkit listrik. Beda ketinggian antara pasng dan surut air akan menghasilkan energi potensial yang dapat diubah menjadi energi untuk menggerakkan turbin. Turbin ini nantinya akan menggerakan generator sehingga menghasilkan listrik.
Gambar: www.vims.edu, slidehsare
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search