Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua

- May 13, 2017
Bumi telah terbentuk selama 13 milyar tahun dan semenjak itu planet ini telah mengalami perkembangan dari berbagai aspek salah satunya geologi. Sejak tahun 1990an, para geolog telah mengetahui bahwa kerak bumi mengapung di atas lapisan magma. Teori untuk menjelaskan mengapungnya kerak benua baru dipublikasikan pada 1960 karena bukti-buktinya belum signifikan. Baca juga: Bedanya Mesa, Butte dan Plateau

1. Continental Drift Theory
Teori ini dipopulerkan oleh Alfred Lothar Wegener yang disebut juga sebagai Teori Apungan Benua. Wegener menjelaskan teori ini pada tahun 1912 di Frankfurt Jerman dalam buku Die Enstehung der Kontinente und Ozeane. Buku ini menyebabkan kontroversi di kalangan geolog pada masa tersebut. Bukti teori ini baru ditemukan pada 1960 lewat serangkaian penelitian. Asumsi dasar Wegener tentang teori apungan benua adalah:

a. Adanya kesamaan morfologi garis pantai timur benua Amerika utara dan Selatan dengan garis pantai barat Eropa dan Afrika bagian barat. Kedua garis ini diprediksi dulunya merupakan satu daratan yang sama jika ditarik kembali. Pernyataan tersebut telah dibuktikan kebenarannya saat ini. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat sama dengan formasi geologi di pantai timur Amerika selatan. Baca juga: Memahami gerak semu harian dan tahunan matahari

b. Pulau Greenland bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 m per tahun sementara Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 m per tahun. Menurut Wegener, benua yang ada saat ini dulunya adalah sebuah superbenua yang dinamakan Pangaea. Benua ini kemudian pecah karena gerakan lempeng tektonik ke segala arah. Akibat pecahnya Pangaea maka yang terjadi adalah:
Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua
Pergerakan benua dari waktu ke waktu
- Lempengan-lempengan samudera dan benua mengapung sendiri-sendiri.
- Samudera Atlantik semakin meluas karena benua Amerika terus bergerak ke barat yang menyebabkan terbentuknya Mid Ocean Ridge dari utara hingga selatan.
- Adanya kegiatan seismik luar biasa di sepanjang Patahan San Andreas California.
- Batas Samudera Hindia main mendesak ke utara. Indian semakin bertabrakan dengan Eurasia menghasilkan Pegunungan Himalaya.

Penjelasan ilmiah mengenai teori Wegener diabaikan beberapa waktu karena tidak adanya data yang sesuai dengan teori tersebut. Maka teori lama tetap dipertahankan yaitu:

- Teori geologi lama menjelaskan pegunungan mengalami pengkerutan saat Bumi mendingin.
- Tidak ada penjelasan pasti tentang bagaimana benua bisa bergerak.

Akhirnya pada tahun 1950an bukti dari magnetisme di dasar laut menunjukkan bahwa dasar laut menyebar beberapa sentimeter tiap tahunnya. Ini menunjukkan adanya pergerakan kerak bumi yang selanjutnya disebut lempeng tektonik.

2. Descartes
Rene Descartes mengeluarkan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Edward Suess. Teori kontraksi menjelaskan bahwa Bumi mengalami penyusutan dan mengkerut karena pendinginan. Hasilnya dapat dilihat dari terbentuknya pegunungan, lembah dan morfologi lainnya. Teori ini seperti halnya kulit kita yang mengkerut kalau kedinginan. Teori ini banyak ditentang para ahli geologi.
Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua
Fosil kayu di antartika temuan ilmuwan
3. Laurasia dan Gondwana
Teori ini dikemukakan Edward Suess yang menyatakan bahwa Pangaea dulu pecah menjadi dua daratan yaitu Laurasia dan Gondwana. Gondwana adalah sebuah benua berukuran besar lebih kecil dari Pangaea dan terbentuk selama akhir Mesozoikum. Amerika Utara dan Eurasia teprisah dengan Antartika, India, Amerika Selatan, Australia dan Afrika. Benua utara bernama Laurasia dan benua selatan bernama Gondwana. Kedua benua tersebut dipisahkan oleh Laut Tethys. Baca juga: Tipe-tipe longsoran tanah

Gambar: bbc. com, geologyswesthead.weebly.com
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search