Belajar Bisnis Dari Tukang Cilok

- August 21, 2017
Kemarin seperti biasa karena akhir pekan saya pulang kampung ke Majalengka menggunakan bis. Rute perjalanan tentu melewati daerah pantura dari mulai Karawang, Purwakarta, Subang hingga Majalengka. Ada sedikit cerita yang akan saya bagi disini. Ketika pulang ke Bekasi minggu siang, saya menggunakan bis Berkah Jaya.

Rute Bis seperti biasa melalui Tol Cipali dan masuk ke Subang dulu untuk istirahat. Perjalanan kemarin sangat lancar dan tidak macet di tol. Majalengka - Bekasi ditempuh dalam wkatu 4 jam. Ketika bis istirahat di Subang tepatnya di Dangdeur, para penumpang tentu akan turun untuk ke WC atau makan. 

Di lokasi istirahat saya melihat ada tukang cilok atau bakso tusuk sedang mangkal. Saat bis parkir, banyak sekali penumpang yang membeli. Cilok ini sangat sederhana dan harganya 500an dan 1000an. Saya pun membelinya untuk sekedar mengisi perut. Ketika saya duduk dan makan cilok saya melihat bapak yang dagang cilok ini mengeluarkan uang yang isinya mencapai 400 ribuan lebih. 
Belajar Bisnis Dari Tukang Cilok

Saya lalu bertanya padanya karena penasaran. Ia berkata sehari hanya mangkal di tempat ini saja dan menunggu bis datang. Omset per hari bisa sampai 300-400 ribuan. Ingat ini hanya dagang cilok saja. Saya yakin bahan dasar membuat cilok ini tidak sampai 100 ribuan. Artinya pendapatan tukang cilok ini bisa mencapai, ya itung sendiri lah. Ambil saja profit 30% dari total omzet, sudah lumayan bukan!. Gaji pegawai kantoran atau PNS golongan IIIa juga bisa kalah.

Saya lantas sedikit berfikir dan mencoba belajar dari bapak tukang cilok ini. Pertama, dia hanya membuat produk sederhana yaitu cilo. Kedua, ia hanya mangkal di lokasi itu saja menunggu penumpang. Ketiga, omset hariannya lumayan besar. Saya berpikir pendapatan saya sebagai pekerja masih kalah dari tukang cilok tersebut yang hanya duduk manis menunggu pembeli tanpa harus pergi ngantor pagi pulang malam. Inilah strategi bisnis yang jitu.

Tanpa sadar tukang cilok tersebut sudah bisa memanfaatkan dua faktor geografi yaitu lokasi dan aglomerasi. Dari sisi lokasi ia mangkal di lokasi strategis dan yang kedua ia memanfaatkan faktor aglomerasi atau kerumunan manusia. Disinilah matematika peluang akan tercipta. Orang naik bis pastinya akan lapar atau haus bukan?. Nah dari sekian banyak yang naik bis pasti akan ada yang beli cilok. As simple like that!. Mencari rezeki tidak hanya memerlukan modal besar. Dengan modal sederhana asalkan menghasilkan sebuah produk, nanti konsumen pasti datang. Saat ini merupakan era Industri kreatif dimana kreatifitas menjadi kunci utama menggapai kesuksesan. Kreatif lah mulai dari sekarang atau kamu akan mati ditelan zaman.
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search