Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus

- November 27, 2017
Awan merupakan kumpulan titik air yang melayang di udara. Ada banyak jenis awan bertebaran di atmosfer dan yang paling umum adalah cirrus, stratus dan cumulus. Ketiga awan tersebut dikelompokan menurut bentuknya.

Awan Cirrus
Awan cirrus berarti jambul rambut dalam bahasa latin dan mudah ditemukan pada ketinggian 20.000 kaki. Cirrus sering muncul pada keadaan cuaca cerah dan biasanya mengikuti arah angin. Awan cirrus nampak seperti rambut halus dan seperti ekor kuda. Awan ini terbentuk dari kristal es kecil dan salah satu fitur yang umum dijumpai adalah garis-garis yang teratur karena kristal es yang jatuh dihancurkan oleh angin.

Awan cirrus termasuk awan tinggi karena di suhu di atmosfer atas sangat dingin, partikel air menjadi es yang memantulkan sinar matahari dan menghasilkan warna putih bersih. Jenis awan cirrus lainnya adalah cirrostratus dan cirrocumulus. Baca juga: Apa itu front cuaca?

a. Cirrostratus
Seperti induknya yaitu cirrus, awan cirrostratus ini muncul sebagai lembaran putih pipih dan menyebar ke seluruh langit. Mereka juga sering muncul seperti riak air di langit. Cirrostratus mudah dilihat saat matahari atau bulan berada disekitarnya. Halo biasa muncul disekitar awan ini. Saat matahari terbit dan terbenam, cirrostratus bisa terlihat cantik dan memantulkan warna matahari.

b. Cirrocumulus
Awan cirrocumulus terlihat seperti bola kapas putih halus yang merentang sejauh cakrawala. Cirrocumulus tidak sehalus cirrostratus namun pecah menjadi elemen dan riak yang lebih kecil. Mereka terlihat seperti sisik kulit ikan dan makanya orang sering kali menyebutnya awan makarel. Awan ini banyak muncul di kala musim dingin.
Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus
Posisi awan cirrus, stratus dan cumulus

Awan Stratus
Stratus berasal dari bahasa latin yang berarti lapisan. Awan stratus terlihat seperti awan yang meluas menutupi langit. Awan stratus nampak lebih tebal dari cirrus dan bisa menciptakan bayangan di tanah. Awan stratus terdiri dari altostratus dan altocumulus.

a. Altostratus
Altostratus merupakan awan dengan ketinggian sedang dengan bentuk berlapis, warna abu terang atau gelap dan mengindikasikan akan turunnya hujan dalam beberapa hari. Awan ini terdiri dari kristal es dan banyak tetesan air. Awan ini juga sering tidak berbentuk dan tanpa ciri yang khas.

b. Nimbostratus
Nimbo berarti hujan. Awan nimbostratus atau nimbus termasuk awan rendah tapi lebih berat, tebal dan lebih gelap dari altostratus. Awan ini bisa menghalangi matahari dan membuat suhu lebih rendah di bawahnya. Baca juga: Ciri Daerah Konvergensi Antar Tropik
Awan Cumulus
Cumulus dalam bahasa latin artinya tumpukan atau gerombolan. Awan cumulus paling lazim dijumpai dalam cuaca normal terutama di ketinggian rendah. Cumulus nampak seperti berbulu, katun atau berbentuk kembang kol. Bagian atas cumulus biasanya berwarn putih cerah dengan dasar yang lebih gelap. Awan ini mengindikasikan cuaca cerah normal angin sepoi-sepoi. Baca juga: Animasi terbentuknya hujan

a. Stratocumulus
Awan stratocumulus berjenis awan rendah berbaris sejajar dan meluas di langit. Startocumulus termasuk awan rendah dengan bercak putih, biru dan abu-abu gelap. Awan ini mungkin membawa sedikit hujan dan salju atau cerah. Awan ini biasa muncul di wilayah hangat, dingin atau front.

b. Cumulonimbus
Cumulonimbus merupakan awan tipe vertikal dan mengindikasikan cuaca hujan disertai badai petir akan datang. Awan ini tebal, gelap, padat dan membentuk kembang kol vertikal dari bawah ke atas. Awan ini cepat hilang saat hujan lebat turun. Baca juga: Cara meramal cuaca harian
Gambar: disini
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search