Pengertian dan Syarat Interaksi Sosial

- November 27, 2017
Manusia merupakan mahluk sosial alias
tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu berinteraksi dalam kehidupannya. Kali ini akan bahas tentang pengertian dan syarat interaksi sosial dalam bermasyarakat. 

Pertama-tama saya akan mengajak Anda untuk memahami hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia sebagai individu membutuhkan individu lain dan harus berinteraksi dengan individu lain. Menurut Anda apa yang bisa dilakukan oleh seorang bayi yang baru lahir dan apa yang terjadi bila bayi tersebut ditinggal sendiri tanpa ada orang lain di sekitarnya? Anda tentu setuju dengan saya bahwa bayi yang baru lahir seperti itu hanya bisa melakukan gerakan yang sangat terbatas dan hanya bisa menangis, tanpa bisa melakukan apapun bila bayi tersebut membutuhkan sesuatu, misalnya makan dan minum. Mustahil bayi yang baru lahir dapat memenuhi kebutuhan makan dan minum sendiri, demikian juga dengan kebutuhan lain. Bila tidak ada orang lain, misalnya orangtua, saudara, dan lain-lain, maka bayi itu mungkin akan meninggal. Demikian pula ketika tumbuh menjadi remaja, dewasa, dan tua sekalipun, seseorang tidak akan mungkin memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. 

Anda seperti orang lain tentu juga mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak mungkin semua kebutuhan itu dipenuhi sendiri. Anda niscaya membutuhkan orang lain. Untuk memenuhinya Anda harus melakukan interaksi sosial. Nah, di sini kita akan membicarakan konsep  interaksi sosial. Menurut Anda, apakah yang dimaksudkan dengan interaksi sosial. Coba bandingkan jawaban Anda dengan pengertian di bawah ini!

Interaksi sosial adalah proses di mana orang-orang yang menjalin kontak dan berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Interaksi sosial terjadi antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Yang terpenting dalam interaksi sosial adalah pengaruh timbal balik. 
 
Bagaimana, kamu sudah ngerti kan sekarang tentang definisi interaksi sosial?. Sekarang kita lanjut melihat syarat interaksi sosial.
Pengertian dan Syarat Interaksi Sosial
Manusia mahluk yang selalu berinteraksi

Syarat Interaksi Sosial
Agar interaksi sosial dapat berlangsung dibutuhkan dua syarat yaitu: adanya kontak sosial dan komunikasi.  Pernahkan Anda  memegang sebuah patung? Apakah patung tersebut memberikan reaksi balik? Tentu saja tidak ada reaksi balik. Kontak dengan benda mati tidak dapat dikategorikan sebagai kontak sosial karena tidak ada reaksi dari benda mati tersebut. Bagaimana bila yang Anda pegang itu adalah bagian tubuh tertentu dari seorang teman yang berlawanan jenis kelamin? Bagaimana reaksi dari teman tersebut? Apakah dia hanya diam saja seperti benda mati. Tentu saja tidak. Dia akan memberikan reaksi terhadap tindakan Anda tersebut. Teman Anda tentu akan marah dan menganggap sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan atau  merupakan tantangan untuk berkelahi. Tindakan yang Anda lakukan dapat dikategorikan sebagai kontak sosial karena mendapatkan reaksi dari orang lain.

Kontak sosial tidak hanya tergantung pada tindakan seseorang, tetapi juga sangat tergantung pada reaksi terhadap tindakan itu. Dengan demikian kontak sosial terjadi bila melibatkan antarmanusia  dan saling memberikan aksi dan reaksi. Kontak sosial tidak dapat terjadi antara manusia dengan benda mati. Kontak sosial dapat berlangsung melalui dua bentuk, yaitu: kontak sosial secara langsung (face to face) dan secara tidak langsung (melalui media perantara).

Kita mempunyai kebiasaan berjabat tangan bila bertemu dengan saudara atau teman. Kita juga pernah mengirim pesan singkat (SMS), menelepon, dan mengirim surat kepada orang lain. Berjabat tangan merupakan contoh kontak sosial face to face, sedangkan mengirim SMS, menelepon dan berkirim surat merupakan contoh kontak sosial yang dilakukan secara tidak langsung karena menggunakan perantara. Pada zaman modern seperti sekarang orang menjalin kontak sosial dengan orang lain tidak harus dilakukan secara langsung (face to face), melainkan bisa memanfaatkan media sebagai perantara, seperti handphone, telepon rumah, surat, internet, telegram, e-mail, dan bahkan orang. Namun ada norma-norma sosial yang mengatur penggunaan media-media itu. Bila norma-norma itu dilanggar akan mendapatkan sanksi. 

Kontak sosial saja belum cukup untuk menjalin interaksi sosial masih dibutuhkan syarat lain yaitu: adanya komunikasi. Dalam menjalin kontak sosial diharapkan orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan. Agar orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan dibutuhkan apa yang disebut dengan komunikasi. Penyampaian pesan dapat dilakukan baik melalui komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal adalah penyampaian pesan melalui simbol-simbol suara yang mempunyai makna atau arti, sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi melalui bahasa tubuh (body language)  atau gerakan tubuh (gesture). Contoh komunikasi verbal adalah guru menjelaskan materi interaksi sosial kepada siswa dengan menggunakan lambang-lambang suara. Contoh komunikasi nonverbal adalah  menganggukan dan menggelengkan kepala, menangis, tertawa, tersenyum, dan mengepalkan tangan.

Sumber: Modul Pelatihan P2KGS Dinas Pendidikan Kota. Ali, Imron, S. Sos, MA. 
Gambar: disini 

Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search