Contoh Soal Ulangan Geografi Ketahanan Pangan

Halo teman-teman sebangsa dan setanah air, kali ini saya akan coba berikan contoh soal ulangan harian geografi materi ketahanan pangan. 

Materi ketahanan pangan ini adalah materi baru dan saya lihat ada irisannya dengan materi iklim junghuhn dan konservasi tanah. 

Hal tersebut karena bahan-bahan pangan dihasilkan dari pertanian dan dipengaruhi kondisi cuaca dan iklim wilayah. Jadi bisa sambil review materi kelas 10. 

1.    Manakah diantara komoditas berikut ini yang bukan termasuk komoditas pangan asli Indonesia?
a.    Padi
b.    Singkong
c.    Ubi
d.    Gandum
e.    Sagu


2.    F.W Junghuhn mengelompokan iklim berdasarkan faktor ....
a.    Suhu dan kelembaban
b.    Rata-rata bulan basah
c.    Bulan basah berturut-turut
d.    Tingkat evaporasi
e.    Ketinggian dan jenis vegetasi budidaya


3.    Perhatikan gambar di bawah ini!

Contoh Soal Ulangan Geografi Ketahanan Pangan
Tanah pertanian
Gambar diatas menunjukan salah satu upaya konservasi tanah yaitu ....
a.    Guludan
b.    Contur strip
c.    Crop rotation
d.    Irigasi
e.    Reboisasi


4.    Diantara fenomena di bawah ini manakah yang termasuk faktor cuaca mempengaruhi ketahanan pangan Indonesia?
a.    Penggunaan pupuk kimia
b.    Fenomena el nino
c.    Teknik contur strip
d.    Pembudidayaan bibit unggul
e.    Intensitfikasi pertanian


5.    Secara geografi daerah berikut memiliki potensi budidaya sayuran organik, kecuali ....
a.    Wonosobo
b.    Batu
c.    Lembang
d.    Gunung kidul
e.    Puncak


6.   Salah satu daerah sentra penghasil garam terbaik Indonesia adalah ....
a.   Madura
b.   Lembang
c.   Banjarmasin
d.   Palembang
e.   Banten

7.  Salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas pertanian dengan cara memperluas lahan dinamakan ....
a. rehabilitasi
b. intensifikasi
c. diversifikasi
d. mekanisasis
e. ekstensifikasi

8. Tanah yang kurang cocok untuk kegiatan pertanian pangan di Indonesia adalah ....
a. andosol
b. aluvial
c. grumosol
d. kapur
e. humus

9. Tanah yang tergenang air lama akan cenderung asam. Untuk mengatasinya maka diperlukan upaya ...
a. pemberikan kapur
b. penggunaan mulsa
c. pembuatan terasering
d. membuat saluran irigasi memanjang
e. menggunakan pupuk kimia

10. Harga pangan yang berbeda jauh di Jawa dengan di Papua diakibatkan oleh faktor ....

a. cuaca
b. politik
c. ongkos angkut
d. el nino
e. gagal panen

ESAI

1.    Jelaskan minimal 3 faktor yang memengaruhi ketahanan pangan Indonesia!
2.    Jelaskan/gambarkan klasifikasi iklim Junghuhn!
3.    Mengapa Indonesia masih ketergantungan impor beberapa bahan pangan?
4.    Apa yang dimaksud contour strip cropping dan crop rotation?
5.    Mengapa tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih dalam kategori rendah?


Kunci
1. Faktor ketahanan pangan diantaranya:
- Cuaca Iklim
Kondisi cuaca iklim sangat memengaruhi stok pangan nasional. Kadang saat kekeringan beberapa lahan padi gagal panen sehingga harga menjadi naik di pasaran karena stok menipis.
- Rantai Distribusi
Mata rantai distribusi pangan yang rumit menjadi salah satu faktor sering terjadinya kekosongan stok pangan saat hari-hari tertentu. Ini adalah ulah spekulan yang sengaja menimbun barang agar harga menjadi naik dan mendapat keuntungan.
- Pendapatan
Tingkat pendapatan masyarakat sangat memengaruhi kondisi ketahanan pangan. Masyarakat berpengasilan menengah ke atas tentu akan lebih mudah mengakses bahan pangan berkualitas setiap hari.

2. Iklim Junghun adalah sebagai berikut
- iklim dingin = ketinggian diatas 2.500 mdpl
- iklim sejuk = ketinggian 1.500 - 2.500 mdpl
- iklim sedang = ketinggian 700-1.500 mdpl
- iklim panas = ketinggian 0-700 mdpl

3. Karena produktifitas lahan di Indonesia masih belum bisa mencukupi kebutuhan nasional. Ada beberapa komoditas yang tidak bisa tumbuh baik di wilayah Indonesia dan perlu pasokan dari negara lain. Selain itu impor juga merupakan bagian dari perjanjian bilateral negara sehingga terjadi barter barang.

4. Strip Cropping adalah penanaman vegetasi searah kontur lereng, crop rotation adalah pergiliran tanaman dalam satu lahan.

5.  Karena edukasi yang masih minim serta harga ikan-ikan berkualitas cenderung mahal seperti salmon atau sarden. Pendidikan adalah kunci merubah pola hidup masyarakat Indonesia agar gemar makan ikan yang berkualitas. Selain itu pemerintah wajib mengontrol harga ikan di pasaran agar terjangkau masyarakat.

Baca juga: Soal hots bab pedosfer + kunci