Konsep Dasar Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)

Perkembangan teknologi khususnya telekomunikasi dan internet kini sudah semakin pesat dan manusia kini sudah semakin mengarah ke era yang semakin terotomatisasi pada semua aspek.

Artificial Intelligence atau kecerdasan artifisial adalah hasil karya manusia yang mengubah peradaban dengan sangat cepat. Ya, sangat cepat bahkan super cepat sekali.

Apa itu kecerdasan artifisial?
Artificial intelligence mengacu pada sebuah simulasi kecerdasan manusia dalam sebuah mesin yang diprogram untuk berpikir sama seperti manusia dan meniru tindakan mereka.

Istilah kecerdasan artifisial dapat diterapkan pada mesin apapun yang menunjukkan sifat-sifat yang terkait dengan pikiran manusia seperti belajar dan memecahkan masalah.

Ciri utama dari kecerdasan buatan adalah kemampuannya untuk merasionalkan dan mengambil tindakan yang memiliki peluang terbaik untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Artinya mesin kecerdasan buatan sudah hampir mendekati manusia dalam menghasilkan suatu keputusan berbasis data.

Saat orang mendengar kata kecerdasan buatan maka hal pertama yang biasa mereka pikirkan adalah robot. Hal itu karena banyak sekali film atau novel yang bercerita tetang mesin mirip manusia seperti terminator yang membuat bencana di bumi. Namun hal tersebut tidaklah tepat.

Konsep kecerdasan artifisial didasarkan pada prinsip bahwa kecerdasan manusia dapat didefinisikan sedemikian rupa sehingga mesian dapat dengan mudah menirunya dan menjalankan tugas dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks sekalipun.

Tujuan kecerdasan buatan pada dasarnya meliputi aspek pembelajaran, penalaran dan persepsi. Seiring kemajuan teknologi internet dan komputer, tolak ukur definisi kecerdasan buatan sebelumnya menjadi usang.

Contohnya mesin yang menghitung fungsi dasar atau mengenali teks melalui pengenalan karakter yang optimal tidak lagi masuk kategori kecerdasan buatan. Ini karena fungsi tersebut sekarang sudah dianggap sebagai fungsi komputer yang melekat.

Kecerdasan artifisial semakin hari terus berkembang untuk menguntungkan banyak industri yang berbeda. Mesin dihubungkan menggunakan pendekatan lintas disiplin yang berbasis matematika, ilmu komputer, linguistik, psikologi, dan banyak lagi.
Kecerdasan artifisial menggantikan peran manusia
Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial
Bicara pemanfaatan kecerdasan artifisial maka tidak akan ada habisnya. Teknologi mutakhir ini dapat diterapkan hamipr ke semua sektor industri. Kecerdasan buatan digunakan dalam industri kesehatan untuk menghitung dosisi obat dan perawatan berbeda pada pasien dan juga untuk prosedur bedah di ruang operasi.

Contoh lain kecerdasan buatan adalah komputer yang bisa bermain catur, mobil otomatis, sampai robot dokter. Masing-masing mesin harus mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka ambil karena akan berdampak pada hasil akhir.

Pada catur maka hasil akhir adalah memenangkan permainan. Untuk mobil otomatis maka sistem komputer harus memperhitungkan semua data eksternal agar mobil melaju di trek yang benar, menghindari tabrakan dan sampai di tujuan.

Kecerdasan artifisial juga memiliki peran dalam industri keuangan, contohnya untuk mendeteksi dan menandai aktifitas di bisang perbankan dan keuangan seperti penggunaan kartu debit yang tidak biasa dan setoran rekening dalam jumlah besar.

Kecerdasan buatan juga membantu menyederhanakan dan membuat perdagangan saham lebih mudah dan efisien dan bisa memperkirakan harga sekuritas dengan lebih baik.

Kategori Kecerdasan Artifisal
Kecerdasan artifisal dibagi menjadi dua kategori yaitu lemah dan kuat. Kecerdasan buatan lemah mewujudkan sistem yang didesain untuk melakukan satu pekerjaan tertenu. Contohnya adalah permainan seperti catur dan asisten pribadi. Anda mengajukan pertanyaan ke asisten lalu robot akan menjawabnya.

Kecerdasan buatan kuat adalah sistem yang menjalankan tugas-tugas yang dianggap sama seperti manusia. Artinya sistem kerja kecerdasan ini lebih kompleks dan rumit. 


Mereka diprogram untuk menangani situasi dimana mereka mungkin menyelesaikan masalah tanpa ada campur tangan manusia. Contoh sistem kecerdasan artifisial kuat adalah aplikasi self-driving atau robot dokter bedah.

Pertimbangan Khusus

Sejak awal, kecerdasan buatan telah berada di bawah pengawasan dari para ilmuwan dan masyarakat. Salah satu anggapan umum adalah gagasan bahwa mesin akan menjadi sangat maju sehingga manusia tidak akan mampu mengikuti dan mereka akan lepas kontrol mendesain ulang diri pada tingkat eksponensial.

Pertimbangan lain adalah bahwa mesin dapat meretas privasi orang dan bahkan dipersenjatai. Argumen lain memperdebatkan etika kecerdasan buatan dan apakah sistem cerdas seperti robot harus diperlakukan dengan hak yang sama dengan manusia.

Mobil self-driving telah cukup kontroversial karena mesin mereka cenderung dirancang untuk risiko serendah mungkin dan paling sedikit korban. Jika disajikan dengan skenario tabrakan dengan satu orang atau yang lain pada saat yang sama, mobil-mobil ini akan menghitung opsi yang akan menyebabkan paling sedikit kerusakan.

Masalah kontroversial lain yang dimiliki banyak orang dengan kecerdasan buatan adalah bagaimana hal itu dapat memengaruhi pekerjaan manusia. Disrupsi adalah hal yang tidak bisa dibantah lagi di masa depan. 


Dengan banyak industri yang mencari untuk mengotomatisasi pekerjaan tertentu melalui penggunaan mesin cerdas, ada kekhawatiran bahwa akan ada banyak PHK karena kerja manusia sudah tergantikan dan lebih efisien dan hemat anggaran.

Mobil self-driving dapat menghilangkan kebutuhan untuk taksi dan program berbagi mobil, sementara produsen dapat dengan mudah mengganti tenaga manusia dengan mesin, membuat keterampilan orang lebih usang.

Kata kunci
1. Kecerdasan buatan mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin.
2. Tujuan kecerdsan buatan melinkupi pembelajran, penalaran dan persepsi.
3. Keerdasan buatan digunakan dalam semua aspek kehidupan.
4. Kecerdasan buatan sederhana berorientasi pada satu tugas.
5. Kecerdasan buatan kuat menjalankan tugas lembih kompleks dan rumit, mirip manusia.