Dag..Dig..Dug, Berjalan Menyusuri Jembatan Gantung Situ Gunung Gede Pangrango Sukabumi - Guru Geografi
News Update
Loading...

Senin, Juli 3

Dag..Dig..Dug, Berjalan Menyusuri Jembatan Gantung Situ Gunung Gede Pangrango Sukabumi

Wisata Alam Indonesia itu memang gak ada matinya, salah satunya adalah Lembah Purba di kaki Gunung Gede Pangrango.

Saat liburan lalu kami sekeluarga trip dari Bogor ke Jembatan Gantung di Lembah Purba Situ Gunung  Gede Pangrango Sukabumi.

Perjalanan dimulai dari Cileungsi menuju tol Jagorawi arah Cicurug. Perjalanan dimulai pagi hari dan lancar tanpa hambatan.

Selepas keluar tol di arah pasar Cicurug mulai macet karena banyak angkot yang ngetem di pinggir jalan.

Untuk menuju Situ Gunung nantinya kita belok kiri di depan pasar Cisaat dan masuk ke jalan desa sekitar 7 km. 

Sampai di gerbang masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango kita bayar tiket masuk 20 rbuan lalu kita parkir ke arah bawah.

Kami datang sekitar jam 9an dan ternyata sudah penuh wisatawan. Akhirnya ngantri beli tiket. Ada dua versi tiket yaitu tiket VIP dan non VIP. Kami pilih VIP 100 rb per orang karena bawa anak, malas traking jalan kaki jauh menuju lokasi suspension bridge plus masuk wisata Curug Sawer dan Kursi Sultan (Menyusuri Sungai dengan Kursi Gantung).

Kalau yang tiket biasa 50 rb aja tapi ga dapat akses ojek dan mobil menuju jembatan, alias harus jalan kaki.

Dari loket tiket kita jalan menyusuri jalanan bebatuan menuju suspension bridge. Pokonya jangan nyesel kalau beli tiket biasa. Ternyata jalannnya lumayan bikin pegel.

Nah tiba kita di gerbang masuk lalu diberi kelengkapan safety standar sesuai SOP dan mulai menyebrang diatas jembatan gantung panjang di atas lembah hutan tropis. 

Karena hari itu banyak wisatawan maka goyangan semakin kuat ditambah angin sesekali menambah tekanan di jembatan. Jadinya keseimbangan sangat mudah goyah, membuat adrenalin semakn ciut.

Pemandangan sekitar jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara ini luar biasa. Jika langit sedang cerah maka gunung Gede Pangrango bisa jelas terlihat.

Kami berhasil menyusuri jembatan dalam waktu 20 menitan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan tracking menuju Curug Sawer sejauh 1 km dari ujung jembatan.

Kita akan menuruni perbukitan tropis dan banyak aliran mata air jernih. Di area Curug Sawer terdapat aneka jajanan dan food court, mushola dan jajanan oleh-oleh.

Kiran dan Al sempat merasakan dinginya air sungai dari Curug. Aliran sungai banyak dihiasi bebatuan vulkanis.

Selepas dari Curug Sawer, kita lanjut menuju Kursi Sultan untuk kembali ke parkiran. Nah disini antriannya panjang banget, bisa sampai 1 jam. Resiko berwisata di peak season tapi karena penasaran tetap antri aja sampai akhirnya dapat antrian. Lumayan bisa duduk berjalan di atas sungai menikmati hijaunya hutan.

Dari titik finish kita lanjut berjalan ke atas menuju parkiran, melewati jembatan gantung merah. Jembatan khusus pulang ini tidak sepanjang jembatan gantung utama. 

Akhirnya setelah 30 menitan menaiki bukit, kita sampai di parkiran atas dan bersiap pulang ke rumah. Total kita menghabiskan waktu dari pukul 9 hingga 3 sore menyusuri Lembah Purba Situ Gunung.

Sebenarnya banyak lagi spot wisata di sana mulai dari glamping, kemah, danau hingga outbond lain. Jadi gak ada ruginya healing di Situ Gunung Gede Pangrango. 

Foto kegiatan ada di bawah.

Share with your friends

Yuk, berkomentar di blog ini!.

Maaf, komentar spam, link, ujaran kebencian tidak akan dipublish.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close