Tahap-Tahap Sejarah Perkembangan Geografi - Guru Geografi
News Update
Loading...

Rabu, Juli 19

Tahap-Tahap Sejarah Perkembangan Geografi

Sejarah perkembangan geografi melibatkan evolusi pemahaman manusia tentang dunia fisik dan manusia di sekitarnya. Disiplin geografi sendiri telah ada sejak zaman kuno dan mengalami perubahan signifikan sepanjang sejarahnya. Berikut adalah uraian tentang perkembangan geografi dari masa ke masa:

Zaman Kuno:

Pada zaman kuno, geografi sering kali terkait dengan pemetaan wilayah dan penjelajahan. Peradaban Mesir Kuno, Babilonia, Yunani, dan Romawi telah membuat peta-peta awal yang berfokus pada pemerintahan, perbatasan, dan fitur fisik. Herodotus, seorang sejarawan Yunani kuno, juga dikenal sebagai "Bapak Sejarah", menggabungkan catatan geografis dalam karyanya yang mencakup topografi, iklim, dan budaya.

Abad Pertengahan:

Pada Abad Pertengahan, pengetahuan geografis berkembang melalui perjalanan dan penjelajahan. Pelaut Arab seperti Ibn Battuta melakukan perjalanan jauh dan mengumpulkan pengetahuan tentang tempat-tempat yang dikunjunginya. Peta-peta dari periode ini sering kali memiliki kekurangan dan bias yang signifikan.

Zaman Penjelajahan:

Zaman penjelajahan pada abad ke-15 dan ke-16 membawa perubahan besar dalam geografi. Penjelajahan oleh penjelajah seperti Christopher Columbus, Vasco da Gama, dan Ferdinand Magellan membawa penemuan-penemuan baru dan pemetaan wilayah yang lebih akurat. Selama periode ini, juga muncul pemikiran ilmiah yang signifikan, seperti teori Bumi bulat oleh Eratosthenes.

Zaman Pencerahan:

Pada abad ke-18, geografi berkembang sebagai disiplin ilmiah yang terpisah. Ahli geografi seperti Alexander von Humboldt memainkan peran penting dalam mempromosikan pengamatan ilmiah dan metode penelitian. Karya-karya seperti "Kosmos" karya Humboldt menyediakan pemahaman terperinci tentang hubungan antara manusia dan lingkungan alam.

Abad ke-19:

Pada abad ke-19, geografi berkembang lebih jauh dengan penelitian ekspedisi, pemetaan yang lebih akurat, dan perluasan studi tentang interaksi manusia dengan lingkungan alam. Para geografer seperti Carl Ritter dan Friedrich Ratzel memperkenalkan konsep-konsep seperti determinisme lingkungan dan teori keturunan geografis.

Abad ke-20:

Pada abad ke-20, perkembangan teknologi seperti fotografi udara, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis (SIG) membantu geografi mengembangkan metode penelitian yang lebih maju. Disiplin ini juga terbagi menjadi sub-bidang seperti geografi fisik, geografi manusia, dan geografi regional.

Era Modern:

Pada era modern, geografi semakin mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan sistem navigasi satelit (GPS) memungkinkan pemetaan dan pemantauan yang lebih akurat. Geografi juga telah berkontribusi pada pemahaman tentang perubahan iklim, urbanisasi, pembangunan berkelanjutan, dan tantangan lingkungan lainnya.

Perkembangan geografi terus berlanjut hingga saat ini, dengan fokus pada masalah global seperti perubahan iklim, urbanisasi yang cepat, pemanfaatan sumber daya alam, dan dinamika sosial-ekonomi dalam skala lokal, regional, dan global.


Share with your friends

Yuk, berkomentar di blog ini!.

Maaf, komentar spam, link, ujaran kebencian tidak akan dipublish.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close