Contoh Soal Pretes Pedagogik 2023 Bab Konsep Dasar Pendidikan + Jawaban [Part 1] - Guru Geografi
News Update
Loading...

Rabu, Juli 19

Contoh Soal Pretes Pedagogik 2023 Bab Konsep Dasar Pendidikan + Jawaban [Part 1]


Di postingan ini saya bagikan contoh soal dan jawaban pretes PPG topik landasan konsep dasar pendidikan. Landasan konsep pendidikan adalah dasar-dasar filosofis, teoritis, dan metodologis yang menjadi pijakan dalam merancang, mengembangkan, dan melaksanakan sistem pendidikan. 

Landasan konsep pendidikan mencakup prinsip-prinsip, nilai-nilai, tujuan, dan teori-teori yang mendasari pendidikan sebagai suatu sistem dan proses pembelajaran.

Landasan konsep pendidikan membantu menentukan arah, tujuan, dan strategi pendidikan yang akan diterapkan dalam suatu masyarakat atau institusi pendidikan. Ini mencakup pandangan tentang tujuan pendidikan, sifat dan proses pembelajaran, peranan guru dan siswa, serta nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam pendidikan.

1. Seorang guru mengajar di dalam kelas dengan metode ceramah sehingga proses pembelajaran lebih terpusat pada guru sedangkan siswa pasif karena hanya mendengarkan. Hal tersebut termasuk dalam proses pendidikan yang masuk kategori paham ….
A. Behavioristik
B. Perenialisme
C. Humanisme
D. Esesnialisme
E. Rekonstruksionisme

Kunci
Pendekatan pembelajaran di mana proses pembelajaran terpusat pada guru dengan siswa yang pasif karena hanya mendengarkan dapat dikategorikan sebagai pendekatan "Perenialisme" (B) dalam proses pendidikan.

Perenialisme adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya pengetahuan inti dan nilai-nilai universal yang abadi dalam proses pembelajaran. Dalam pendekatan ini, guru dianggap sebagai otoritas dan pengetahuan yang dimiliki guru dianggap lebih penting daripada pengalaman dan pemahaman siswa. Metode ceramah yang digunakan dalam situasi ini sering kali menekankan pada penyampaian materi oleh guru dan pemahaman siswa terjadi melalui penerimaan pasif dari pengetahuan yang disampaikan oleh guru.

Dalam pendekatan Perenialisme, tujuan utama pendidikan adalah mengajarkan pengetahuan dan nilai-nilai universal yang dianggap abadi dan penting bagi perkembangan intelektual dan moral siswa. Pembelajaran lebih berfokus pada materi dan informasi yang diajarkan oleh guru, dengan sedikit interaksi atau partisipasi aktif dari siswa.

Pendekatan lain yang lebih mendorong partisipasi siswa, dialog, dan pengalaman langsung adalah Humanisme (C) dan Rekonstruksionisme (E). Dalam pendekatan Humanisme, perhatian diberikan pada kebutuhan dan perkembangan individual siswa, sedangkan pendekatan Rekonstruksionisme menekankan pada penggunaan pendidikan untuk mendorong perubahan sosial dan pemahaman kritis.

Behaviorisme (A) adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pada pembentukan perilaku melalui stimulus-respon dan penguatan. Esesnialisme (D) adalah pendekatan yang mengedepankan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dianggap penting dalam pendidikan.

2. Tujuan pendidikan Bangsa Indonesia yaitu pembentukan manusia yang ideal. Berikut ini implementasi sila ke 5 dalam pendidikan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut adalah....
A. Guru mengarahkan peserta didik untuk taat terhadap Tuhan YME
B. Orang tua memberi contoh pada anak untuk tidak melakukan diskriminasi pada siapapun
C. Peserta didik diajarkan untuk mencintai dan mengkonsumsi produk dalam negeri
D. Pendidik mengikuti PPG untuk meningkatkan kreativitas dan profesionalitasnya
E. Sekolah melakukan program kegiatan bakti sosial dengan melibatkanpeserta didiknya

Kunci
Implementasi sila ke-5 dalam pendidikan sebagai upaya pencapaian tujuan pembentukan manusia yang ideal adalah:

B. Orang tua memberi contoh pada anak untuk tidak melakukan diskriminasi pada siapapun.

Sila ke-5 dalam Pancasila adalah "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Dalam konteks pendidikan, implementasi sila ke-5 dapat dilakukan dengan mengajarkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman kepada peserta didik.

Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan contoh dan pengajaran nilai-nilai tersebut kepada anak-anak mereka. Dalam kasus ini, orang tua dapat mengajarkan anak-anak untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap siapa pun, baik berdasarkan agama, suku, ras, jenis kelamin, atau latar belakang lainnya. Mereka dapat mengajarkan pentingnya menghormati dan menghargai perbedaan, serta mempromosikan sikap inklusif dalam interaksi sosial.

Dengan menginternalisasi nilai-nilai keadilan dan penghargaan terhadap keberagaman, peserta didik akan menjadi manusia yang ideal dengan sikap yang adil, inklusif, dan menghargai hak dan martabat semua orang.

3. Berikut ini contoh kegiatan yang tergolong ke dalam praktik pendidikan adalah…
A. Ibu Ani sedang membaca buku psikologi pendidikan
B. Ibu Heni dan pak didi sedang berdiskusi tentang pengertian pendidikan
C. Pak Andi sedang mengajarkan konsep “bangun ruang” kepada peserta didiknya
D. Pak Budi sedang mencari ide untuk memotivasi peserta didiknya agar giat belajar
E. Pak Hajar sedang mendownload file materi Pendidikan Pancasila

Kunci
Contoh kegiatan yang tergolong ke dalam praktik pendidikan adalah:

C. Pak Andi sedang mengajarkan konsep "bangun ruang" kepada peserta didiknya.

Kegiatan ini melibatkan proses pembelajaran langsung antara seorang pendidik (Pak Andi) dengan peserta didiknya. Dalam hal ini, Pak Andi sedang memberikan pengetahuan dan mengajarkan konsep "bangun ruang" kepada peserta didiknya. Aktivitas mengajar ini merupakan contoh nyata dari praktik pendidikan di mana seorang pendidik secara aktif menghubungkan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik dengan tujuan mencapai pembelajaran yang bermakna.

Pilihan lainnya seperti A, B, D, dan E tidak secara langsung melibatkan proses pembelajaran kepada peserta didik. Meskipun aktivitas seperti membaca buku, berdiskusi, mencari ide, atau mendownload materi dapat berkontribusi pada pemahaman dan peningkatan pengetahuan pendidik, tetapi praktik pendidikan secara khusus terkait dengan interaksi dan transfer pengetahuan kepada peserta didik.

4. Sebagai humanisasi pendidikan bukan berarti pembentukan manusia (peserta didik) oleh manusia lainnya (pendidik). Sebab asumsinya bahwa manusia atau peserta didik adalah…
A. Manusia merupakan makhluk otonom
B. Pribadi yang berkembang dan berakal
C. Makhluk sosial yang dapat mempengaruhi satu sama lain
D. Makhluk yang memiliki moral sehingga dapat membedakan baik dan buruk
E. Makhluk religius yang diciptakan oleh Tuhan

Kunci
Sebagai humanisasi pendidikan, asumsi bahwa manusia atau peserta didik adalah:

B. Pribadi yang berkembang dan berakal.

Humanisasi pendidikan menekankan pentingnya menghargai dan memperhatikan perkembangan pribadi peserta didik. Hal ini berarti mengakui bahwa setiap individu memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang secara unik, serta memiliki kemampuan berpikir dan berakal yang memungkinkan mereka untuk belajar dan berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.

Asumsi ini menyiratkan bahwa manusia memiliki kemampuan otonom, yaitu kemampuan untuk memilih dan membuat keputusan yang berdasarkan pada pemikiran rasional dan nilai-nilai pribadi. Peserta didik memiliki kebebasan dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran, di mana mereka aktif terlibat dalam mencari pemahaman, mengembangkan pemikiran kritis, dan mengonstruksi pengetahuan.

Meskipun pilihan lainnya seperti A, C, D, dan E juga merupakan asumsi penting dalam pendidikan, asumsi bahwa manusia adalah pribadi yang berkembang dan berakal secara khusus menekankan pada kemampuan dan kebebasan individu dalam pembelajaran dan pengembangan diri.

5. Seorang pendidik perlu memahami landasan pendidikan. Salah satu manfaat mempelajari landasan pendidikan bagi pendidik adalah ....
A. Memahami berbagai karakteristik peserta didik sehingga memandang peserta didik sebagai pribadi yang unik
B. Menumbuhkan sikap berpikir kritis pendidik terhadap perkembangan peserta didik
C. Membantu pendidik dalam menentukan metode pembelajaran yang tepat digunakan dalam situasi tertentu di kelas
D. Meningkatkan perkembangan pola pikir dan pola kerja pendidik tentang bagaimana seharusnya melaksanakan praktek pendidikan
E. Memahami berbagai pasal-pasal dalam UUD dan peraturan yang berlaku di Indonesia terkait dengan pendidikan

Kunci kita bisa 
Asumsi atau landasan pendidikan akan berfungsi sebagai titik tolak atau acuan bagi para pendidik professional dalam melaksanakan praktik pendidikan. Jadi opsi D jawabannya.

Lanjut: Soal Part 2

Share with your friends

Yuk, berkomentar di blog ini!.

Maaf, komentar spam, link, ujaran kebencian tidak akan dipublish.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close