Pembahasan Soal KSM Geografi Terintegrasi 2023 No 46-50 - Guru Geografi
News Update
Loading...

Sabtu, Juni 8

Pembahasan Soal KSM Geografi Terintegrasi 2023 No 46-50

Lanjut lagi kita share kunci pembahasan soal geografi terintegrasi lima nomor terakhir buat kamu para pejuang KSM Geografi.

Jangan lupa untuk share blog ini ke teman-teman lain supaya semakin berkah ilmunya. Semangat mengejar prestasi.

46. Diketahui koordinat titik X adalah (-50,50)m, dan koordinat titik Y adalah (50,-50)m, maka azimut XY dan YX adalah ...
A) 45° dan 90°
(B) 90° dan 135°
(C) 135° dan 225°
(D) 135° dan 315°


Kunci
Kalau diubah ke koordinat kartesius kan jadi seperti dibawah:

Sudut azimuth itu diukur searah putaran kompas dari utara. Jadi azimuth X-Y adalah 135 derajat dan Y-X adalah 315 derajat.

47. Perhatikan gambar di bawah ini yang menunjukkan sejarah perkembangan kota Bogota dari tahun ke tahun (hingga 2016)!

Perkembangan kota Bogota terlihat mengarah ke timur dari tahun 1970 sampai 2016. Faktor kunci yang berpengaruh terhadap perkembangan kota Bogota tersebut adalah ….
(A) ketersediaan infrastruktur yang memadai
(B) topografi yang berbukit serta pegunungan
(C) kebijakan perencanaan wilayah perkotaan
(D) kesuburan tanah yang sangat tinggi di timur


Kunci
Kalau dilihat di bagian barat Bogota ada bentang alam pegunungan yang menjadi hambatan pengembangan ke arah barat. Jadi perluasan wilayah lebih ke timur. Jadi B jawabannya.

48. Perhatikan informasi geografis di bawah ini dengan seksama yang menunjukkan kondisi lalu lintas di sebuah kota di Eropa. Warna merah menunjukkan situasi kemacetan lalu lintas.

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah di kota tersebut adalah ….
(A) sectoral city development
(B) pivot centric development
(C) transit-oriented development
(D) monocentric city development

Kunci
Masalah kemacetan di kota Paris dapat diatasi dengan berbagai pendekatan perencanaan kota. Salah satu pendekatan yang paling efektif adalah Transit-Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan transportasi publik dengan pembangunan perkotaan. Berikut penjelasan dari masing-masing opsi yang diberikan:

(A) Sectoral city development: Pendekatan ini melibatkan pembagian kota ke dalam sektor-sektor yang berbeda berdasarkan fungsi atau jenis penggunaan lahan. Ini tidak secara langsung berfokus pada pengurangan kemacetan, meskipun dapat membantu dalam pengelolaan lalu lintas dengan membatasi penggunaan lahan tertentu ke area tertentu.

(B) Pivot centric development: Pendekatan ini biasanya berfokus pada pengembangan sekitar satu titik pusat atau poros utama, yang mungkin tidak sepenuhnya efektif dalam mengatasi masalah kemacetan, terutama jika tidak disertai dengan infrastruktur transportasi yang memadai.

(C) Transit-Oriented Development (TOD): Pendekatan ini berfokus pada pengembangan yang berorientasi pada transportasi umum, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan meningkatkan penggunaan transportasi umum. Ini melibatkan pembangunan di sekitar stasiun kereta, terminal bus, dan pusat transportasi lainnya, serta menciptakan lingkungan yang mendukung berjalan kaki dan bersepeda. TOD telah terbukti efektif dalam mengurangi kemacetan di banyak kota besar di seluruh dunia.

(D) Monocentric city development: Pendekatan ini berfokus pada pengembangan pusat kota tunggal di mana sebagian besar aktivitas ekonomi dan sosial terjadi. Ini dapat menyebabkan masalah kemacetan yang parah di pusat kota jika tidak disertai dengan sistem transportasi yang sangat efisien.

Berdasarkan penjelasan di atas, Transit-Oriented Development (TOD) adalah pendekatan yang paling efektif untuk mengatasi masalah kemacetan di kota Paris. Jawaban yang benar adalah:

(C) Transit-Oriented Development

49. Perhatikan gambar di bawah ini!
Untuk mendapatkan hasil yang baik, didalam SIG diperlukan sebuah teknik yaitu teknik memproyeksikan sebuah peta. Jenis proyeksi yang sesuai dengan gambar di atas adalah …
(A) sistem proyeksi Gall-Peters
(B) sistem proyeksi Mollweide
(C) sistem proyeksi Robinson
(D) sistem proyeksi Homolosine

Kunci
Proyeksi Goode pertama kali dihitung oleh John Paul Goode (1862–1932) dari Chicago. Semenjak itu mulai digunakan secara luas untuk peta global. Seperti pada gambar, peta ini dipotong menjadi beberapa bagian untuk mengurangi penyimpangan dan perentangan, terutama di wilayah samudra dan Antartika

50.  Di dalam ilmu geografi, kebudayaan dilihat dari sudut pandang keruangan. Salah satu aspek yang dipelajari adalah aspek persebaran kebudayaan antar ruang (spatial diffusion). Salah satu bentuk difusi keruangan tersebut ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.


Salah satu contoh dari bentuk difusi yang sesuai dengan gambar di atas adalah ….
(A) penyebaran kebudayaan sepak bola ke seluruh dunia
(B) penyebaran agama islam melalui wali-wali di Indonesia
(C) penyebaran virus COVID-19 ke seluruh dunia
(D) penyebaran trend berpakaian orang kota ke wilayah perdesaan


Kunci
Gambar menunjukkan pola difusi keruangan suatu fenomena yang berjenis difusi ekspansi. Difusi Ekspansi merupakan proses penyebaran informasi materi atau lain sebagainya dari satu daerah ke daerah lain oleh suatu populasi. Pada proses ini informasi dan gejala akan disebarkan ke berbagai lokasi dan bisa saja efeknya lebih besar di daerah lain. Ini memungkinkan terjadinya penambahan populasi baru di daerah lain. Ini contohnya adalha penyebaran agama islam melalui original knower (wali) lalu ke penduduk wilayah.

Yuk Sebarkan Artikel Ini

Yuk, berkomentar di blog ini!.

Maaf, komentar spam, link, ujaran kebencian tidak akan dipublish.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close