Lanjut lagi kita bahas kunci jawaban soal OSN-K Geografi tahun 2025 nomor selanjutnya. Jangan lupa untuk selalu pantengin blog guru geografi dan share ke grup teman-teman kalian.
Topik soal kali ini lebih ke arah mitigasi kebencanaan. Mau ebook 150 soal basic OSN Geografi? Cek di link berikut: 150 Soal Basic OSN Geografi
26. Kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana merupakan salah satu kunci untuk menurunkan tingkat risiko bencana. Berikut adalah unsur kapasitas pengelolaan dan kelembagaan dalam manajemen kebencanaan...
A. Akses terhadap dana darurat bencana
B. Adanya program pelatihan tanggap darurat
C. Penyusunan kurikulum kebencanaan di sekolah
D. Adanya rencana darurat dan peta risiko bencana
E. Akses terhadap dana pinjaman untuk mitigasi dan pemulihan
A. Akses terhadap dana darurat bencana
B. Adanya program pelatihan tanggap darurat
C. Penyusunan kurikulum kebencanaan di sekolah
D. Adanya rencana darurat dan peta risiko bencana
E. Akses terhadap dana pinjaman untuk mitigasi dan pemulihan
27. Salah satu bahaya susulan akibat gempa bumi adalah likuifaksi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana likuifaksi antara lain...
A. Memperkuat struktur dinding bangunan
B. Membangun rumah dengan atap yang ringan
C. Membangun infrastruktur vital di wilayah bekas rawa
D. Memetakan wilayah bekas rawa
E. Memperbaiki jalan yang melintasi rawa
B. Membangun rumah dengan atap yang ringan
C. Membangun infrastruktur vital di wilayah bekas rawa
D. Memetakan wilayah bekas rawa
E. Memperbaiki jalan yang melintasi rawa
28. Sistem peringatan dini (early warning system) kebencanaan dibuat untuk meminimalkan risiko jika terjadi bencana. Dalam kasus ancaman bencana erupsi gunung api, masyarakat yang berpotensi terdampak erupsi akan dievakuasi secepatnya ke tempat yang lebih aman jika status gunung apinya...
A. Aktif Normal
B. Waspada
C. Awas
D. Siaga
E. Hati-hati
29. Kapasitas unsur multiple helix sangat berperan dalam upaya pengurangan risiko bencana, terutama dalam kegiatan mitigasi struktural maupun nonstruktural. Berikut merupakan kegiatan yang termasuk dalam upaya mitigasi nonstruktural...
A. Membuat jalur evakuasi yang layak dan aman
B. Menanam mangrove di wilayah pantai
C. Membangun tugu peringatan kejadian bencana
D. Membangun tempat untuk penampungan pengungsi
E. Memperbaiki tanggul sungai
B. Menanam mangrove di wilayah pantai
C. Membangun tugu peringatan kejadian bencana
D. Membangun tempat untuk penampungan pengungsi
E. Memperbaiki tanggul sungai
30. Manajemen kebencanaan pada dasarnya meliputi tiga tahap, yaitu tahap prabencana, tahap tanggap darurat, dan tahap pascabencana. Kegiatan yang termasuk pada tahap prabencana...
A. Menyusun data kerusakan akibat bencana
B. Melaksanakan evakuasi ke tempat yang lebih aman
C. Merancang rumah tahan gempa bumi
D. Memetakan sebaran dampak bencana
E. Merenovasi jalan yang rusak
B. Melaksanakan evakuasi ke tempat yang lebih aman
C. Merancang rumah tahan gempa bumi
D. Memetakan sebaran dampak bencana
E. Merenovasi jalan yang rusak
Kunci
26. D
Kapasitas pengelolaan dan kelembagaan dalam kebencanaan berkaitan langsung dengan perencanaan, tata kelola, kebijakan, dan sistem formal yang dimiliki suatu wilayah/lembaga.
Rencana darurat dan peta risiko bencana adalah fondasi utama manajemen bencana karena menjadi dasar koordinasi, pengambilan keputusan, dan tindakan saat pra-, saat, dan pascabencana.
Kenapa opsi lain kurang tepat sebagai jawaban utama:
- A & E → lebih ke kapasitas finansial.
- B → kapasitas sumber daya manusia
- C → kapasitas pendidikan/pengetahuan masyarakat
- A & E → lebih ke kapasitas finansial.
- B → kapasitas sumber daya manusia
- C → kapasitas pendidikan/pengetahuan masyarakat
27. D
Likuifaksi sangat rentan terjadi pada tanah berpasir jenuh air, terutama di wilayah bekas rawa, endapan aluvial, atau dataran rendah. Upaya pengurangan risiko yang paling efektif adalah mengidentifikasi dan memetakan wilayah rawan, supaya:
1. tidak dibangun permukiman/infrastruktur penting di sana,
2. perencanaan tata ruang bisa lebih aman,
3. mitigasi bisa dilakukan sejak awal.
Kenapa opsi lain kurang tepat:
1. A & B → lebih relevan untuk gempa/angin, bukan likuifaksi
2. C → justru meningkatkan risiko
3. E → bersifat pemulihan, bukan pengurangan risiko
Jadi kuncinya: kenali dulu wilayah rawan → hindari → atur tata ruang 👍
1. A & B → lebih relevan untuk gempa/angin, bukan likuifaksi
2. C → justru meningkatkan risiko
3. E → bersifat pemulihan, bukan pengurangan risiko
Jadi kuncinya: kenali dulu wilayah rawan → hindari → atur tata ruang 👍
28. C
Dalam sistem peringatan dini gunung api di Indonesia, status gunung api dibagi menjadi 4 tingkat:
1. Normal (Level I) → aktivitas dasar
2. Waspada (Level II) → ada peningkatan aktivitas
3. Siaga (Level III) → aktivitas tinggi, potensi erupsi
4. Awas (Level IV) → erupsi sedang terjadi atau segera terjadi
Pada status Awas, evakuasi masyarakat harus segera dilakukan karena ancaman erupsi sangat tinggi dan berbahaya.
Kenapa bukan yang lain?
1. Normal & Waspada → belum perlu evakuasi
2. Siaga → persiapan evakuasi
3. Hati-hati → bukan status resmi gunung api
1. Normal & Waspada → belum perlu evakuasi
2. Siaga → persiapan evakuasi
3. Hati-hati → bukan status resmi gunung api
29. C
Mitigasi nonstruktural berfokus pada peningkatan kesadaran, pengetahuan, kebijakan, dan perubahan perilaku masyarakat, bukan pada pembangunan fisik pelindung bencana.
Tugu peringatan bencana berfungsi sebagai:
- pengingat sejarah bencana,
- pengingat sejarah bencana,
- media edukasi dan peningkatan kesadaran risiko,
- sarana pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
Kenapa opsi lain bukan nonstruktural?
A. Jalur evakuasi → mitigasi struktural
B. Menanam mangrove → mitigasi struktural (fisik/alamiah)
D. Tempat pengungsian → mitigasi struktural
E. Memperbaiki tanggul → mitigasi struktural
30. C
Tahap prabencana mencakup kegiatan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan yang dilakukan sebelum bencana terjadi, dengan tujuan mengurangi risiko dan dampak bencana.
Merancang rumah tahan gempa termasuk mitigasi prabencana, karena: dilakukan sebelum bencana, bertujuan mengurangi kerusakan dan korban saat gempa terjadi.
Kenapa opsi lain bukan prabencana?
A. Menyusun data kerusakan → pascabencana
B. Evakuasi → tanggap darurat
D. Memetakan sebaran dampak → biasanya dilakukan saat/ setelah bencana
E. Renovasi jalan rusak → pascabencana (rehabilitasi)
A. Menyusun data kerusakan → pascabencana
B. Evakuasi → tanggap darurat
D. Memetakan sebaran dampak → biasanya dilakukan saat/ setelah bencana
E. Renovasi jalan rusak → pascabencana (rehabilitasi)
Lanjut: Soal No 31-35
.png)
