Guru Geografi: Kesehatan - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 12

7 Bahaya Kesehatan Jika Rumah Jauh Ke Tempat Kerja

7 Bahaya Kesehatan Jika Rumah Jauh Ke Tempat Kerja

Di era milenial saat ini kebutuhan rumah tentu sangat tinggi karena pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja yang semakin tinggi juga.

Permasalahannya adalah penyediaan tanah di kota-kota besar sudah menipis dan sudah tidak mungkin lagi pemerintah membangun perumahan murah di daerah pusat kota.

Pengembang perumahan kini menyasar wilayah-wilayah pinggiran mencari lahan untuk membangun pemukiman dengan harga murah terutama rumah bersubsidi. Wilayah pusat kota hanya bisa dijangkau oleh kaum-kaum super elit dengan pendapatan luar biasa.

Bayangkan saja harga 1 meter persegi tanah di Jakarta sudah tembus puluhan hingga ratusan juta rupiah. Inilah dampak luar biasa inflasi dan pertumbuhan suatu kota.

Kaum pekerja milenial kini banyak membeli rumah di pinggiran atau kota satelit dengan jarak ke tempat kerja yang jauh bisa 10-50an km bahkan lebih. Memang ada fasilitas transportasi mulai dari KRL, akses tol dan jalan raya tapi jika terus berkelanjutan mobilitas jarak jauh ke tempat kerja maka bahaya kesehatan mengintai dalam jangka panjang bagi kaum milenial.
Ilustrasi rumah kaum milenial
Apa saja bahaya kesehatan jika tempat kerja terlalu jauh dari rumah?. Berikut penjelasannya.
1. Tulang Belakang
Hampir semua pekerja menggunakan motor atau mobil dari rumah menuju tempat kerja. Mengendarai motor dan mobil dalam waktu lama 1-2 jam setiap hari tentu membuat tulang belakang akan bekerja ekstra.

Dalam jangka waktu lama masalah-masalah tulang belakang seperti syaraf kejepit misalnya bisa menghantui kaum pekerja milenial. Tulang belakang jika diforsir terus menerus maka akan menjadi aus dan rawan cedera.

2. Persendian
Saat naik motor, mobil atau KRL tentu otot-otot sendi kita akan semakin aktif. Di KRL kita sering memegang pegangan tangan selama berjam-jam, naik motor kita menahan stang dan perseneling begitu pun saat naik mobil.

Rutinitas ini dalam jangka panjang akan mengurangi pelumas sendi sehingga rawan terhadap arthritis. Jadi usahakan kita sering pemanasan atau imbangi dengan nutrisi yang mendukung terhadap persendian jika kamu sering bepergian jauh ke tempat kerja.

3. Stroke dan Jantung
Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa jam ngantor dan jam pulang kerja adalah jam padat dan sering macet. Kemacetan parah membuat tekanan darah kita bisa meningkat dan lama-lama penyakit darah tinggi mengintai kaum pekerja milenial.

Darah tinggi yang tidak terkontrol akan memicu penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung. Kamu para pekerja yang kantornya jauh harus mempertimbangkan bahaya kesehatan ini.

4. Paru-Paru
Padatnya kendaraan di kota memicu polusi yang meningkat di pagi hari. Hal ini berdampak sangat buruk pada kesehatan terutama paru-paru-paru. Masalah seperti pneumonia dan bronkhitis mengancam pekerja jika setiap hari bergelut dengan polusi saat pergi ngantor dan pulang ke rumah.

5. Kanker
Penyakit kanker juga bisa mengancam para pekerja karena pengaruh berbagai hal mulai dari polusi, stress, makanan tidak sehat di jalan dan paparan zat kimia lainnya.

6. Mental
Semakin jauh rumah dari tempat kerja maka mengakibatkan waktu kita di rumah semakin sedikit karena lama di jalan (tua di jalan). Hal ini berdampak pada kondisi psikologi atau kejiwaan pekerja. Mereka bisa gampang marah, emosi dan overthinking karena terlalu lama berada di jalan.

7. Lambung dan Diabetes
Rumah yang jauh dari tempat kerja akan membuat seseorang banyak mengonsumsi makanan junk food di jalan. Hal ini jika terus menerus dilakukan akan membuat mereka rawan terkenal penyakit lambung dan diabetes. Makanan junk food memiliki kalori yang tinggi sehingga bisa meningkatkan asam lambung dan gula darah.

Itulah beberapa penyakit yang mengantui pekerja yang rumahnya jauh dari tempat kerja. Semoga kita senantiasa sehat selalu dan berupaya meningkatkan kekebalan tubuh dengan asupan bergizi untuk mengurangi bahkan menghindari potensi penyakit tersebut. Jika ada uang lebih maka lebih baik beli rumah yang dekat dengan tempat kerja.

Minggu, November 26

Perbedaan Penyakit HIV dan AIDS itu apa?

Perbedaan Penyakit HIV dan AIDS itu apa?

Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang pengidap HIV?, mungkin tidak. Ini karena HIV tidak menunjukkan gejala yang dari luar. 

Orang dengan HIV mungkin akan terlihat kuat, cantik atau tampan. Lalu apa bedanya HIV dengan AIDS?. Inilah sebabnya memahami HIV sangat penting, terutama karena belum ada obat untuk mengatasi penyatik "kutukan" ini.

Sejak ditemukan lebih dari 20 tahun lalu, jutaan orang di dunia sudah terinfeksi HIV dan sebagian besar adalah orang dewasa. Hingga saat ini HIV AIDS sudah menjadi penyakit yang menyebar secara global dan harus diwaspadai.

Saat ini ada sekitar 40 juta orang di dunia hidup dengan HIV atua AIDS dengan 37 juta orang dewasa dan sisanya anak-anak. Lebih dari 60% orang dengan HIV berada di sub Sahara Afrika. Lalu apa itu HIV dan AIDS?
Perbedaan Penyakit HIV dan AIDS itu apa?
HIV dan AIDS bisa dicegah

HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus dan AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrom. HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS. 

Untuk memahami proses penjangkitan AIDS kamu harus perlu tahu dulu apa itu Sistem Imun Tubuh. Setiap manusia tentu punya sistem imun tubuh dan tersusun atas sel darah putih yang disebut T Lymphocyte atau T- Cells.

Setiap hari T-Cells yang baik ini akan melawan infeksi penyakit dan bakteri yang ingin menyerang tubuh kita. T-Cells selalu membentengi tubuh kita dan membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit. 

Mekanisme masuknya virus HIV
1. Jika orang sehat terinfeksi HIV, maka virus akan masuk ke T-Cells dan mulai menghancurkannya dan ini terjadi dalam jangka waktu lama.
2. Meski orang dengan HIV terlihat baik-baik saja, mungkin saja virus tersebut secara diam-diam mulai menjangkiti tubuh dan menghancurkan T-Cells. Lama kelamaan T-Cells akan kewalahan menghadapi virus HIV.
3. Karena sistem imun sudah rusak maka semua virus penyakit akan dapat langsung menyerang tubuh anda tanpa terkendali.
4. Pada perkembangannya virus akan bersarang di tubuh dan akan terus berkembang sampai tahap AIDS.

Jika HIVmemburuk maka dalam jangka panjang akan berubah menjadi AIDS dan hidup anda akan benar-benar berubah. Manusia yang terkena AIDS akan menghabiskan waktu di ranjang rumah sakit dengan berbagai penyakit serius. 

Tubuhnya akan lemah, kurus kering, tidak bertenaga dan sudah tidak ada daya upaya lagi. Baca juga: Bagaimana manusia bisa terjangkit HIV AIDS?.
Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close