Rumus Analisa Tetangga Terdekat (Nearest Neighbour Analysis)

- January 19, 2017
Geografi tidak hanya menganalisa sebaran sebuah gejala namun di dalamnya juga ada teknik-teknik perhitungan matematis. Salah satunya adalah Analisa Tetangga Terdekat. Untuk menganalisa pola sebuah sebaran terutama pemukiman, dua orang ahli geografi yaitu P. J Clark dan F. C Evans menggunakan sebuah analisa matematik. Baca juga: Soal USBN Geografi 2018 dan jawabannya

Menurut keduanya, penyebaran suatu gejala atau sector kehidupan termasuk pemukiman diukur dari jarak antar benda satu sama lain. Dari hasil hitung empiris ini mereka mendapatkan tiga bentuk pola penyebaran yaitu:

a. Bergerombol (cluster)
b. Tidak merata (Random)
c. Merata (Dispersed)

Analisa Tetangga Terdekat (Nearest Neighbour Analysis) dilakukan pada luas wilayah tertentu yang telah diketahui sebelumnya dengan menghitung jarak suatu benda, gejala atau sector terhadap sector lain yang ada di dekatnya. Rumus Hitung nya menggunakan skala " R " yaitu:

R = Skala Tetangga Terdekat
d = rata-rata jarak tetangga yang terobservasi
N = jumlah benda/gejala/sektor
a = luas total wilayah

Dari hasil pengukuran empirik tersebut diperoleh hasil bahwa nilai R berkisar antara (0) nol hingga 2,1491. Jika diterapkan ke dalam 3 pola di atas maka akan terjadi pola sebagai berikut:

I. 0,00 - 0,70            Pola bergerombol (Cluster Pattern)
II. 0,70 - 1,40           Pola tersebar tidak merata (Random Pattern)
III. 1,40 - 2,1491       Pola tersebar merata (Dispersed Pattern)  

Baca juga: Geografi kota Yerusalem
Comments
0 Comments

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!

 

Start typing and press Enter to search

Banner iklan disini
Banner iklan disini