Sejarah Terbentuknya Gumuk Pasir Parangkusumo

- July 12, 2017
Gumuk pasir atau sand dunes merupakan salah satu fenomena alam yang terdapat di pesisir pantai Parangtritis dan Parangkusumo. Fenomena alam gumuk pasir di Parangtritis merupakan satu-satunya di Asia dan kini menjadi wisata alam yang ramai dikunjungi wisatawan saat hari libur tiba. Gumuk pasir merupakan hasil dari erosi angin (eolian) dan hingga saat ini terus berlangsung.

Gumuk pasit di Parangtritis bertipe Barchan atau berbentuk bulan sabit. Libur lebaran kemarin saya juga mengunjungi lokasi ini dan sudah ada beberapa fasilitas pendukung lainnya di sana. Kalau mau ke gumuk pasir ini saya sarankan datang sore hari karena kalau siang panas banget. Bagaimana bisa di Parangtritis terbentuk gumuk pasir yang begitu banyak?. Saya coba bahas tentang sejarah terbentuknya gumuk pasir Parangtritis.
Gumuk pasir Parangkusumo Bantul
Pada dasarnya gumuk pasir bisa terbentuk asal syarat berikut terpenuhi:
1. adanya pasokan material pasir yang banyak
2. morfologi pantai landai
3. adanya arus angin yang kuat untuk menerbangkan butiran pasir
4. musim kemarau dan hujan sangat tegas berbeda
5. perbedaan pasang anik dan surut cukup besar

1. Awal mula dahulu Gunung Merapi mengalami erupsi besar yang memuntahkan material vulkanik berupa debu, pasir, lahar panas dan dingin, batu dan lainnya. Material tersebut terbawa oleh sungai yang berhulu di Merapi. Semua aliran lalu menuju sungai Opak yang bisa anda lihat ketika melintasi jembatan panjang sebelum masuk gerbang Parangtritis. Jadi pasir di Parangtritis itu dati Merapi asalnya. Anda bisa lihat warna pasir pantainya hitam bukan?. Itu tandanya pasir tersebut berasal dari endapan vulkanik beda dengan pasir pantai lain yang putih, pink atau lainnya. Jadi pasir pantai tidak sama di semua tempat. 
Endapan pasir Merapi terbawa menuju pantai selatan
2. Sesampainya di muara, material endapan tersebut dihadang ombak besar pantai selatan sehingga menjadi butiran pasir halus yang bisa diterbangkan angin dari laut. Ukuran pasir berkisar hingga 0,02 mikron. 

3. Gelombang laut kemudian menggerakan pasir ke tepian pantai. Setelah sampai tepi pantai, pasir yang basah lalu mengering  kehilangan berat karena panas matahari dan terhempas angin menuju daratan. 

4. Pasir terus-menerus terbawa angin dan mengendap di daratan dan terbentuklah gundukan pasir. Gundukan inilah yang menjadi gumuk pasir. Gumuk pasir di Parangtritis berarah sesuai hembusan angin. Adanya pegunungan karst di timur membuat angin dari arah tenggara lebih kuat sehingga pola gumuk pasir cenderung menghadap ke tenggara.

Erosi angin di Parangtritis sangat kuat dan bisa menghancurkan bangunan di sekitar pantai. Ekosistem gumuk pasir sangat unik dan menjadi salah satu lokasi ekowisata yang ramai dikunjungi kalangan pelajar. Apalagi disana kini dibangun Laboratorium Geospasial yang dibuka untuk umum. Vegetasi yang umum dijumpai di daerah gumuk pasir ini adalah Cemara Udang. Baca Juga: Tipe-Tipe Gumuk Pasir di Dunia
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search