Batu Basal: Bentuk, Ciri dan Proses Terjadinya

- May 19, 2018
Basal adalah batuan vulkanik berat yang berwarna gelap dan membentuk sebagian besar kerak samudera. Basal bisa mencapai permukaan bumi namun awal mula kemunculannya adalah di dasar lautan. Dibandingkan dengan granit yang banyak terdapat di benua, basal lebih gelap, padat dan lebih halus. Warna gelap dan pdat karena mineral yang terkandung dalam basal adalah magnesium dan besi (lebih basa) dan lebih sedikit mengandung silikon alumunium.

Permukaan basal lebih halus karena mendingin lebih cepat dekat permukaan bumi dan memiliki hablur yang kecil. Sebagian besar basalt di dunia meletus dan keluar di dasar perairan laut dalam di sepanjang Mid Ocean Ridge. Jumlah lebih kecil meletus di pulau-pulau vulkanik samudera, di zona subduksi dan kadang di zona lain.

Basalt Mid Ocean Ridge
Basal adalah tipe lava yang menyusun mantel bumi. Bagian atas mantel terdiri dari peridotit yang lebih basa dari basal, atau disebut juga batuan ultrabasa. Saat lempeng bumi terpisah di pematang tengah laut (Mid Ocean Ridge), pelepasan tekanan pada peridotit membuatnya mulai mencair dengan komposisi kimia klinopiroksen, plagioklas dengan sedikit olivin, ortopiroksin dan magnetit.

Batuan yang meleleh akan lebih berat dibanding batuan padat. Setelah terbentuk di kerak dalam, basal akan naik dan di tengah pematang lautan mengalir ke tengah laut dan cepat membeku di air dingin dalam bentuk lava bantal.  Lebih jauh ke dalam basal tidak meletus dan mengeras namun menumpuk secara vertikal seperti kartu. Komplek basal ini membentuk bagian tengah kerak samudera dan di bagian bawahnya terdapat kolam magma yang lebih besar yang secara perlahan mengkristal menjadi gabro plutonik.

Basal Mid Ocean Ridge ini sangat penting karena dapat didaur ulang oleh gaya endogen menjadi mantel dan lempeng tektonik. Basal jenis ini jarang terlihat kecuali turun ke dasar lautan dalam.
Batu Basal: Bentuk, Ciri dan Proses Terjadinya
Columnar Basalt di daratan
Basalt Volcanic 
Basal yang kita kenal bukan berasal dari gunung api bawah laut namun dari aktivitas letusan yang lebih kuat di lokasi lain di daratan seperti zona subduksi, pulau tengah samudera dan dasar laut purba yang terangkat. Subduksi membawa basal samudera kembali ke mantel. Bahan-bahan ini lalu naik sebagai fluida di atas zona subduksi dalam rekahan kulit bumi. Jika basal meletus di dasar laut akan menghasilkan lava bantal. Jika basal naik di kerak benua maka sering bercampur dengan batuan basa yang lebih sedikit dan menghasilkan berbagai jenis lava mulai dari andesit hingga riolit. Tempat terbaik untuk melihat basal adalah di Hawaii dan Islandia.

Gambar: disini
Comments
0 Comments

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!

 

Start typing and press Enter to search