Mengambil Kesempatan Kunci Keberuntungan

- July 26, 2018
Kesempatan tidak akan datang dua kali, itulah kata pepatah banyak orang. Kita hidupa dunia ia adalah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk beribadah, menikmati dunia sambil mencari ridho-Nya agar bisa kembali Allah dengan baik. Beberapa kali saya baca tulisan dan buku para pebisnis menyatakan bahwa banya orang-orang menjadi kaya raya bukan karena sekolah tinggi, bakat atau kecerdasan melainkan karena keberuntungan. Lalu apakah setiap orang beruntung?. Tentu tidak karenan keberuntungan itu adalah Kombinasi antara kesempatan dan kesiapan. 

Banyak sekali orang yang diminta untuk melakukan pekerjaan misalnya, namun mereka menolak karena tidak bisa, takut gagal, upah kecil dan lain sebagaianya. Jadi jika ada suatu tawaran (tentu yang bertujuan baik) katakanlah YA, karena itu adalah kesempatan, peluang dan tantangan. Jika kamu bisa melewatinya maka keberuntungan akan segera menghampiri. Richard Branson, seorang pengusaha yang punya hampir 400 perusahaan di seluruh dunia pernah berpesan "Jika ada seseorang memberikan tawaran kepadamu sebuah kesempatan besar dan kamu tidak yakin mengerjakannya, katakanlah IYA kemudian belajarlah bagaimananya menyelesaikan tantangan iru kemudian". Artinya menyebut kata IYA sama halnya dengan membuka kunci sebuah pintu.
Mengambil Kesempatan Kunci Keberuntungan
Ambil kesempatan dan belajarlah setelahnya
Setelah pintu terbuka maka ada ada berbagai macam tantangan di depan mata. Disinilah otak, otot, bekerja untuk menyelesaikannya. Teman, banyak sekali orang kehilangan kesempatan untuk sukses karena mereka LEBIH SERING berpikir susahnya, negatif terus, seolah gak yakin. Padahal keyakinan, optimisme merupakan salah satu kunci kehidupan. Kita yakin kepada Allah SWT namun jika kita tidak yakin pada kemampuan diri sendiri maka sebenarnya kita sudah menghina Allah. 

Sedikit pengalaman saja nih, dulu saya pernah jadi guru honor, bayarannya 12.000 rupiah per jam dan sebulan dapat 150.000 saja. Pertama, saya hanya bisa bengong lihat itu gaji, apa saya yang salah atau siapa ya?. Namun sesaat kemudian saat istighfar, dan berprasangkan positif. Mungkin gaji pertama ini adalah pintu gerbang pertama dari Allah buat saya dalam berkarir jadi saya ambil saja, sambil terus belajar menjadi guru. Beberapa bulan kemudian saya sering pergi ke warnet dan cari web loker. Lalu saya kirim beberapa lamaran ke berbagai sekolah dan akhirnya ada panggilan dari salah satu sekolah besar berjenis boarding di Kalimantan. 

Saya lalu ikut tes di Serpong dengan saingan dari beberapa universitas top. Yang diambil adalah 1 guru tiap mapel, woow. Setelah berbagai tes dari akademik, microteach, b. inggris, kesehatan dll akhirnya Allah menakdirkan saya untuk lulus tes tersebut. Gaji yang ditawarkan pun besar dan cukup buat saya hidup. Saya lalu bertugas di Kalimantan selama hampir 4 tahun. Di Kalimantan saya bekerja sambil mencari-cari ilmu baru. Lalu saya dikenalkan teman dengan blog. Awalnya susah sekali nulis, namun saya coba paksa mulai dari copas hingga bisa nulis sendiri. Akhirnya punya blog pribadi dan bisa dimonetize.

Dari blog inilah saya diberikan beberapa prestasi dari tingkat lokal hingga nasional. Selain itu banyak tawaran kerjasama dan ini tidak sama sekali terpikirkan sebelumnya. Saya hanya mmengeksekusi kesempatan. Hingga kini dari tulis menulis di blog, saya telah bisa menerbitkan 3 buah buku geografi tentunya kelas X, XI, XII padahal dulu boro-boro bisa nulis, buat skripsi aja banyak kopasnya (he,jujur). Jadi teman-teman, mari persiapkan diri sebaik mungkin jika kesempatan datang. Tidak ada yang sempurna di hidup ini, namun kita bisa meraih apa yang diharapkan asal bisa melalui setiap kesempatan dengan ikhlas dan ridho hanya untuk belajar, soal hasil itu serahkan saja kepada Allah. Udah ya, kepanjangan ntar terlalu nglantur. Selamat berjuang. Salam.

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!

 

Start typing and press Enter to search