Sejarah Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia

- July 23, 2018

Baca Juga

Coba ada berapa bangsa asing yang pernah menduduki Indonesia?. Belanda, Jepang, Inggris, Spanyol, Portugis, Inggris????. Lalu bangsa Eropa mana sih yang pertama kali datang ke Indonesia?. Jawabannya adalah Portugis. Bangsa Portugis ini masuk ke nusantara di bawah komando Afonso de Albuquerque (1453-1515). Dalam periode 1511-1526 ini nusantara menjadi pelabuhan maritim penting bagi Portugis dengan Sumatera, Jawa, Banda dan Maluku sebagai rute utama perdagangan rempah-rempah.

Afonso melakukan ekspedisi ke nusantara tidak lama setelah diangkat sebagai gubernur POrtugis di India. Sebelumnya nih, bangsa Portugis sudah menguasai India dan mendirikan pemerintahan disana. Sasaran pertama ekspedisi Portugis adalah Malaka, ia tiba di Malaka pada awal Juli 1511. Lanjut pada 10 Agustus 1511 Portugis menaklukkan Malaka. Sejak saat itu bangsa Portugis menguasai sepenuhnya perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa. Hal inilah yang membuat nsuantara mulai dikenal oleh bangsa lain di Eropa. Peta nusantara pertama dibuat Portugis dan disebar di Eropa sehingga menarik bangsa lain untuk datang dan menjajah kemudian terutama Belanda.
Sejarah Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia
Pelabuhan Sunda Kelapa pintu gerbang maritim nusantara
Setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis mengadakan hubungan dengan Kerajaan Sunda atau Pajajaran. Keduanya menandatangani perjanjian dangan terutama komoditas lada. Perjanjian dagang itu diwujudkan pada 1522 dalam bentuk dokumen kontrak berupa prasasti yang dikenal dengan Padrao Sunda Kelapa. Padrao ini dilekatakkan diatas tanah yang ditunjuk sebagai tempat untuk membangun benteng dan gudang bagi orang Portugis.

Persekutuan bangsa Portugis-Pajajaran kemudian mencemaskan Kesultanan Demak. Khawatir akan pendudukan Jawa oleh bangsa Portugis, Demak lantas menyerang Sunda Kelapa pada 1526. Pada tahun 1527 Demak berhasil mengusir bangsa Portugis dari Sunda Kelapa. Portugis bermaksud benteng di sana sebagai bagian kesepakatan Pajajaran dan Portugis. Namun perlawanan sengit Kesultanan Demak membuat Portugis terusir dan lebih banyak beroperasi di wilayah Timur seperti Maluku. Meskipun demikian, bangsa Portugis tetap menempatkan kapal-kapal dagangnya di Banten dalam jumlah terbatas.

Gambar: disini

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!

 

Start typing and press Enter to search