Latihan Soal UTBK Geografi 2020 Paket 1 (No 1-5) - Gurugeografi.id
Loading...

Latihan Soal UTBK Geografi 2020 Paket 1 (No 1-5)

- 30 November
Loading...
Halo teman-teman para pejuang UTBK, kali ini kita akan coba memberikan contoh-contoh soal latihan UTBK Geografi 2020. Semoga bermanfaat dan jangan lupa dukung terus blog ini dengna like, share blognya ke teman-teman lain ya!.
Soal UTBK Geografi 2020
1. Fenomena munculnya area khusus untuk kompleks industri di luar kota, dapat dikaji melalui konsep geografi ….
a. lokasi
b. aglomerasi
c. pola
d. nilai guna
e. asosiasi

Kunci
Kompleks industri merupakan satu fenomena terjadinya gejala pemusatan aktivitas industri atau ekonomi  yang saling terkait di suatu area. Fenomena tersebut sesuai dengan konsep aglomerasi yang mengkaji kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Contoh aglomerasi industri seperti Kawasan Industri Cikarang, Kawasan Industri Suryacipta dan lainnya.

2. Sebuah stasiun pencatat gempa mencatat waktu gelombang primer pada pukul 20.17’25”, sedangkan gelombang sekundernya pada pukul 20.20’40”. Jarak episentrum gempa dari stasiun tersebut adalah …
a. 3500 km
b. 3150 km
c. 3250 km
d. 2150 km
e. 2240 km

Kunci
Rumus mencari jarak episentrum (E) adalah rumus Laska =
E = {(waktu gelombang sekunder – waktu gelombang primer) – 1’} × 1.000 km
E = {(20.20’40” - 20.17’25”) – 1’} × 1.000 km
E = (3’15” – 1’) × 1.000 km
E = (3,25’ – 1’) × 1.000 km
E = 2,25 × 1.000 km
E = 2.250 km

3. Manakah yang merupakan ciri dari tumbuhan wilayah iklim Am di Indonesia, menurut Wladimir Koppen?
a. meranggas saat kemarau
b. daunnya hijau sepanjang tahun
c. pohon berdaun lebat membentuk canopy
d. dominasi padang rumput
e. berupa padang tundra

Kunci
Ada 3 tipe iklim A (Koppen) yaitu Af, Am dan Aw. Ciri-ciri tumbuhan (vegetasi) yang berada di wilayah beriklim Am di Indonesia, yaitu:
1. dapat ditemukan di hutan musim tropis yang cenderung homogen, contohnya hutan jati yang banyak ditemukan di pantai utara Jawa Tengah.
2. ketinggian pohon lebih pendek dibandingkan vegetasi di hutan hujan tropis (iklim Af), umumnya di bawah 40 meter,
3. kerapatan pohon lebih renggang dibandingkan hutan hujan tropis dan tidak membentuk canopy. Hal ini dipengaruhi curah hujan (ch) yang lebih rendah (ch Am = 1.000-2.000 mm/tahun, ch Af = 2.000-4.000 mm/tahun),
4. wilayah iklim Am mempunyai periode musim kemarau yang jelas karena umumnya vegetasi di hutan musim tropis, menggugurkan daunnya (meranggas) di musim kemarau.
Wilayah beriklim Am di Indonesia secara umum meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua bagian selatan.

4. Menurut model gravitasi yang dibuat oleh Ravenstein untuk menggambarkan besaran interaksi ruang antara dua wilayah, dapat disimpulkan ….
a. besarnya potensi interaksi berbanding lurus dengan jumlah penduduk di kedua wilayah yang berinteraksi
b. besarnya potensi interaksi tergantung pada hubungan antar penduduk wilayah yang berinteraksi
c. besarnya potensi interaksi tergantung pada perbedaan jumlah penduduk yang berinteraksi
d. besarnya potensi interaksi hanya ditentukan oleh faktor jarak kedua wilayah
e. besarnya potensi interaksi berbanding lurus dengan jarak kedua wilayah yang berinteraksi

Kunci
Model gravitasi yang dibuat oleh Ravenstein digunakan untuk mengetahui besarnya kekuatan interaksi yang dapat terjadi antara dua wilayah yang berdekatan. Faktor penentunya terletak pada jumlah penduduk di kedua wilayah serta jarak antara kedua wilayah tersebut. 

Dari permodelan soal tersebut, dapat disimpulkan bahwa besarnya potensi interaksi berbanding lurus dengan jumlah penduduk di kedua wilayah yang berinteraksi dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua wilayah.

5. Faktor utama yang menyebabkan perairan laut di wilayah Indonesia barat, mempunyai kadar garam lebih rendah dibandingkan perairan laut di wilayah Indonesia timur … 
a. evaporasi tinggi
b. curah hujan tinggi
c. kedalaman laut dangkal
d. wilayah laut luas
e. intensitas penyinaran matahari

Kunci
Salinitas adalah jumlah kadar garam pada suatu laut. Ada beberapa faktor penyebab salinitas air laut berbeda yaitu evaporasi, curah hujan, jumlah sungai bermuara, dan intensitas penyinaran. Secara umum, wilayah Indonesia dari barat ke timur didominasi oleh perairan (laut). Rataan suhu hariannya pun sama karena terletak pada satu zona iklim tropis sehingga tingkat penguapannya pun hampir sama. 

Namun dalam hal curah hujan, wilayah Indonesia bagian barat mendapatkan curah hujan lebih tinggi akibat pengaruh angin muson barat. Sungai-sungai yang bermuara di perairan Indonesia bagian barat juga jumlahnya lebih banyak dan rata-rata debit airnya lebih tinggi akibat pengaruh dari curah hujan yang tinggi. 

Baca juga>>>Soal latihan UTBK No 6-10 lanjut

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!. Komentar spam, link aktif akan langsung dihapus. Terimakasih.

 

Start typing and press Enter to search