Kunci Evaluasi Erlangga Bab Dinamika Litosfer dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Halo kawan-kawan sekalian kali ini kita akan coba berikan lagi contoh kunci jawaban evaluasi buku erlangga geografi kelas 10 bab dinamika litosfer.

Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang terdiri atas kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua tersusun atas silikon aluminium dan kerak samudra tersusun atas silikon magnesium.

Seiring waktu permukaan kerak bumi terus mengalami perubahan karena pengaruh gaya endogen dan gaya eksogen.

Dinamika litosfer dibangun oleh tenaga vulkanisme, tektonisme, pelapukan, erosi, sedimentasi dan tenaga ekstraterestrial.
 
Silahkan cek kunci jawaban evaluasi berikut ini, jangan lupa untuk selalu membaca materi sebelum menjawab soal. Jangan terlalu percaya 100 persen kunci jawaban ini, cek dan ricek terlebih dahulu.

Kunci jawaban evaluasi erlangga
Bagian A
1. B 2.B 3.C 4.A 5.A 6.E 7.D 8.B 9.B 10.A 11.A 12.C 13.D 14.C 15.B 16.C 17.D 18.B 19.A 20.D
 
Bagian B
1. slenk dan graben
2.  ngarai
3. erupsi
4. endogen
5. angin
6. tengah
7. O
8. aluvial
9. lahan potensial
10. membuat sengkedan atau terasering

Bagian C
1. Karena batuan sedimen adalah batuan beku yang keras dan mengalami pelapukan lalu ternagkut dan mengalami pengendapan di bawah tanah. Maka itu batuan sedimen ini memiliki ciri khas pada strukturnya yaitu berlapis lapis karena hasil dari proses pengendapan yang lama.

2. Sumatera adalah pulau yang memanjang dari utara ke selatan. Keunikan Sumatera adalah bagian baratnya berupa pegunungan vulkanik sementara bagian timur adalah dataran rendah dan rawa gambut.

Pulau Sumatera dibelah oleh Sesar/Patahan Semangko. Patahan Semangko ini terbentuk karena subduksi lempeng Indo Australia ke bawah lempeng Eurasia. 

3. Tsunami adalah gelombang laut tinggi yang disebabkan berbagai faktor yaitu gempa bawah laut atau longssoran erupsi gunung api laut. Indonesia rawan tsunami karena secara posisi geologis berada di zona ring of fire Pasifik.

Selain itu Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi lautan. Di selatan Indonesia terdapat zona megathrust memanjang dari Aceh sampai Flores. Gunung api yang berlokasi di laut juga berpotensi memicu tsunamis seperti erupsi Krakatau tahun 2018 yang membuat pantai Anyer luluh lantah.

4. Pemanfaatan lahan oleh manusia disesuaikan dengan kondisi lahan itu sendiri. Ada lahan yang sifatnya potensial dan ada yang tidak. Lahan potensial dapat dikelola manusia dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi kekinian. Saat ini lahan-lahan yang sifatnya lahan tidur atau tidak produktif dapat dimodifikasi manusia menjadi kawasan-kawasan terbangun.

5. Tanah terbentuk dari beberapa faktor yatu bahan induk, iklim, mahluk hidup, topografi dan waktu. Adanya berbagai perbedaan dari faktor-faktor tersebut , maka proses pelapukan dan pembentukan tanah berbeda-beda. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan jenis tanah antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Tanah yang berkembang di daerah kering seperti gurun pasir akan bertipe kering dan kasar sementara tanah yang berkembang pada wilayah basah seperti hutan tropis akan cenderung lunak dan lembab.