po Pengertian dan Sejarah Teori Lempeng Tektonik - Guru Geografi
News Update
Loading...

Rabu, Desember 16

Pengertian dan Sejarah Teori Lempeng Tektonik

Selama ini kita hidup di atas lapisan kerak bumi dan dapat berjalan seperti biasa. Tapi tahukah bahwa kerak bumi kita ini mengapung diatas lautan magma?.

Kerak bumi tersusun atas beberapa lempeng mayor dan lempeng minor dengan arah gerakan tertentu. Teori lempeng tektonik memberikan bukti bahwa kita hidup di atas lempeng-lempeng benua yang bergerak.

Lempeng tektonik memberikan gambaran manusia untuk memahami proses terbentuknya gunung api, gempa dan evolusi permukaan bumi serta merekonstruksi benua dan lautan di masa lampau.

Konsep teori lempeng tektonik dirumuskan pada tahun 1960an setelah teori Continenal Drift yang belum selesai dikaji oleh Wegener.
 

Peta lempeng tektonik
Menurut teori lempeng tektonik, bumi memiliki lapisan luar yang kaku dinamakan litosfer dengan ketebalan sekitar 100 km dan mengapung diatas laisan astenosfer bertipe plastik cair.
 
Litosfer pecah menjadi tujuh lempeng benua dan samudera yang sangat besar, enam atau tujuh lempeng lainnya berukuran sedang hingga kecil.

Lempengan-lempengan tektonik ini bergerak relatif satu sama lain, biasanya dengan kecepatan hingga 10 cm (2 hingga 4 inci) per tahun, dan berinteraksi di sepanjang batas mereka. Lebih lambat dari siput bukan?. 
 
Lempeng tektonik ini saling bertemu, bergesekan atua menyelinap satu sama lain. Interaksi lempeng ini bertanggung jawab atas sebagian besar aktivitas seismik dan vulkanik bumi meski gempa dan gunung api dapat terjadi di atas lempeng.
 
Ada 3 batas lempeng tektonik yang umum ditemui yaitu konvergen, divergen dan transform. Ketiga batas ini menghasilkan fenomena berbeda.
 
Batas lempeng konvergen terjadi jika dua buah lempeng tektonik saling bertabrakan. Hal ini dapat memicu terbentuknya zona subduksi dan pembentukkan gunung api. Fenomena ini terjadi jika lempeng benua bertemu lempeng samudera. 
 
Jika lempeng benua bertemu lempeng benua maka akan terjadi pengangkatan (kolisi) seperti terbentuknya Himalaya. Adapula lempeng tektonik yang saling menjauh sehingga terjadilah pemekaran lantai samudera. 
 
Di bagian lain dua buah lempeng juga dapat bertemu secara horizontal dan membentuk batas transform. Batas lempeng transform dikenali dari adanya morfologi patahan atau sesar.
 
Teori lempeng tektonik didasarkan pada kajian geologi dan geofisika sehingga diterima secara universal oleh ilmuwan.Teori ini memecahkan misteri tentang bagaimana kerak bumi itu sebenarnya.
 
Batas gerakan lempeng
Menggabungkan gagasan teori apungan benua serta konsep pemekaran dasar laut, teori lempeng tektonik memberikan kerangka luas untuk menggambarkan geografi benua dan lautan di masa lalu dan merekonstruksi penciptaan dan penghancuran kerak bumi, atmosfer, biosfer, hidrosfer dan iklim. 
 
Proses pergerakan lempeng tektonik sangat mempengaruhi komposisi atmosfer dan lautan Bumi, memicu sebagai penyebab utama perubahan iklim jangka panjang, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap lingkungan kimia dan fisik di mana kehidupan berevolusi.
 

Bagikan postingan ini.

Give us your opinion
Buka Komentar
Tutup Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!. Komentar spam, link aktif akan langsung dihapus. Terimakasih.

Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close