po Pembahasan Kunci Jawaban KSK Kebumian 2020 No 96-100 - Guru Geografi
News Update
Loading...

Senin, Maret 29

Pembahasan Kunci Jawaban KSK Kebumian 2020 No 96-100

Hai teman-teman kita udah di penghujung soal KSK nih nomor 96-100, kita akan coba lagi berikan pembahasan kunci jawabannya.

Topiknya masih seputar geologi ya dan menurut saya sih gak susah-susah amat untuk nomor terakhir ini. Sebenarnya trik untuk memenangi KSK Kebumian itu adalah pastikan kuat di bagian meteorologi, oseanografi dan kebumian.

Satu topik terkait astronomi biasanya paling susah, hanya beberapa soal saja yang tergolong mudah. Jadi mending kuasai yang agak mudah.
 
96. Gambar di bawah ini termasuk dalam fosil jejak, yaitu ...
a. burrows
b. boring
c. cast
d. trail
e. track

Kunci
Sebenarnya bisa ditebak sih, karena banyak cetakan kakinya seperti langkah hewan maka pastinya adalah jejak kaki (track), ingat saja tracking itu kan jalan-jalan atau jalan kaki. Kalau dalam ilmu tentang fosil, jenis jejak organisme dikenal sebagai berikut:
1. Track: jejak berupa tapak mahluk hidup bisa individu maupun kawanan.
2. Trail: jejak berupa bagian tubuh yang lain, seperti badan, ekor, tungkai.
3. Burrow (liang) : jejak berupa lubang di tanah, kayu, batu atau substansi lain yang dibuat oleh organisme sebagai tempat berlindung/ untuk cari makan.
4. Boring (lubang): dibuat oleh hewan untuk mencari makan, melekat/berlindung, biasanya pada cangkang atau kayu. 
5. Coprolite: dapat berbentuk bulat, tabung, pellet like, komposisi kimia fosfat.
6. Gastrolith (Latin gastros: perut, lithos: batu): batu membulat, digunakan untuk membantu menghancurkan makanan pada reptil purba yang telah punah.
Jejak fosil
97.  Skala 1 : 50.000, menunjukkan bahwa ...
a. 8 cm pada peta = 400 m sesungguhnya di lapangan
b. 8 cm pada peta = 400 km sesungguhnya di lapangan
c. 4 cm pada peta = 400 m sesungguhnya di lapangan
d. 4 cm pada peta = 400 km sesungguhnya di lapangan
e. 8 cm pada peta = 4 km sesungguhnya di lapangan
 
Kunci
Ini hitungan dasar skala peta, 1 cm di peta = 50.000 cm di lapangan (0,5 km/500m) atau 1: 1/2 jadi kalau:
2 cm = 100.000 cm (1 km)
3 cm = 150.000 cm (1,5 km) 
4 cm = 200.000 cm (2 km)
Ya tinggal dikalikan aja, kalau 4 cm = 2 km maka kalau 8 cm = 4 km di lapangan

98. Tingkat kemampuan tanah atau batuan untuk meloloskan fluida/cairan dan biasanya dengan menggunakan satuan Darcy disebut ...
a. porositas
b. permeabilitas
c. viskositas
d. elektrisitas
e. densitas

Kunci
Banyak yang bingung apa sih bedanya permeabilitas dan porositas. Permeabilitas batuan didefinisikan sebagai kemampuan batuan dalam melewatkan fluida dalam medium pori yang saling berhubungan batuan"
 
Sedangkan porositas didefinisikan sebagai perbandingan antara volome batuan yang tidak terisi oleh padatan terhadap volume batuan secara keseluruhan.
 
Secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa porositas adalah kemampuan untuk menyimpan, sedangkan permeabilitas atau kelulusan yaitu kemampuan untuk melepaskan/meloloskan fluida tanpa merusak partikel pembentuk atau kerangka batuan.
Hubungan porositas dan permeabilitas
99.  Pada gambar di samping, bagian yang ditunjukkan oleh angka 1 disebut ...
a. batholith
b. sill
c. dike
d. lacolith
e. apolisa
 
Kunci
Gambar menunjukan penampang tubuh intrusi magma. angka 1 adalah lacolith, penjelasan lengkapnya cek gambar di bawah ini saja.
Tubuh intrusi magma

 100.  Terdapat metoda geofisika yang dilakukan untuk menyelidiki penyebaran batuan di bawah permukaan berdasarkan perbedaan rapat masa batuan dari daerah sekelilingnya. Metode ini disukai untuk mempelajari kontak intrusi, batuan dasar, struktur geologi, endapan sungai purba, lubang di dalam masa batuan dan lain-lain. Metoda yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut adalah ...
a. seismik
b. gravity
c. radar
d. geolistrik
e. magnetik
 
Kunci
Metode Gravitasi adalah salah satu metode dalam survey geofisika, yang termasuk sebagai metode pasif. Metode ini memanfaatkan perbedaan nilai medan gravitasi di permukaan bumi. Perbedaan/variasi nilai medan gravitasi tersebut kemudian dipetakan distribusinya.
 
Metode gravitasi ini dapat mengetahui kondisi geologi permukaan bawah tanah berdasarkan variasi medan gravitasi bumi di permukaan. Dalam bidang eksplorasi bahan galian, dari model yang dihasilkan dapat diketahui anomali medan gravitasi yang bisa mengindikasikan adanya suatu akumulasi mineral tertentu, atau barang tambang yang ekonomis. 
 
Selain itu, metode ini dapat juga digunakan untuk mendeteksi adanya struktur geologi, batuan dasar (basement), kontak intrusi batuan beku/magma, rongga dalam massa batuan, endapan sungai purba, logam terpendam dll. Metode ini memiliki sensitifitasi tinggi terhadap perubahan vertikal. 

Mau pembahasan KSN Geografi juga?. Cek di link berikut: Bahas 100 Soal KSK Geografi 
Promo Ebook Geografi

Bagikan postingan ini.

Give us your opinion
Buka Komentar
Tutup Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!. Komentar spam, link aktif akan langsung dihapus. Terimakasih.

Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close