Soal Prediksi UTBK Soshum Geografi 2022 Sub Topik Antroposfer - Guru Geografi
News Update
Loading...

Rabu, November 3

Soal Prediksi UTBK Soshum Geografi 2022 Sub Topik Antroposfer

Halo kawan-kawan kali ini saya akan coba memberikan contoh soal prediksi UTBK Geografi bab dinamika antroposfer.

Antroposfer adalah lapisan manusia beserta semua aktifitas yang terkait di dalamnya. Manusia sebagai mahluk yang mendominasi di bumi.

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!
1. Diantara pernyataan berikut, yang tidak mencerminkan persebaran penduduk Indonesia saat ini adalah …
a. mayoritas penduduk bermukim di pulau Jawa
b. Papua memiliki kepadatan penduduk rendah
c. persebaran penduduk tidak dipengaruhi pusat pertumbuhan
d. kondisi tanah mempengaruhi konsentrasi penduduk
e. Provinsi DKI Jakarta memiliki kepadatan penduduk tertinggi

Kunci
Persebaran penduduk Indonesia hingga saat ini belum merata karena mayoritas masih bermukim di pulau Jawa. Fenomena ini terjadi karena berbagai faktor mulai dari kondisi fisiografi Jawa yang tanahnya subur, sejarah historis kerajaan-kerajaan besar di Jawa hingga pemilihan pusat-pusat pertumbuhan. Konsentrasi pusat-pusat pertumbuhan akan memicu kaum urban untuk datang dan mencari lapangan kerja sehingga kepadatan penduduk semakin tinggi. Jawabannya C.

2. Perhatikan grafik pertumbuhan penduduk Indonesia berikut!. 

Solusi tepat untuk mengatasi permasalahan sesuai fenomena grafik pertumbuhan penduduk pada gambar adalah …
a. pembatasan usia pernikahan
b. pembatasi layanan kesehatan gratis
c. memindahkan ibu kota ke pulau lain
d. membuka lapangan kerja di desa
e. memberikan insentif kepada ibu hamil

Kunci
Grafik pada soal menunjukkan pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu sebab fenomena ini adalah maraknya pernikahan di bawah umur. Untuk mengatasi masalah tersebut maka harus diberlakukan aturan pembatasan usia pernikahan agar tidak terjadi pernikahan dini.

3. Pulau terpadat penduduknya di Indonesia adalah Jawa dengan luas 6,75 persen dari total wilayah penduduk Indonesia, maka kepadatan di Pulau Jawa adalah 1.171 jiwa per kilometer persegi. Faktor kepadatan pulau Jawa dibanding pulau lainnya adalah sebagai berikut, kecuali ….
a. tanahnya relatif subur
b. kaya bahan galian tipe A
c. menjadi pusat kerajaan-kerajaan besar di masa lalu
d. terdapat pusat ibukota negara
e. banyak industri padat karya

Kunci
Pulau Jawa menjadi pulau terpadat di Indonesia dikarenakan faktor fisiografis dan historisnya. Sejak jaman dahulu Jawa menjadi pusat kerajaan-kerajaan besar nusantara sehingga berdampak pada pemusatan penduduk. Dari sisi fisiografis, Jawa kaya akan gunung api sehingga tanahnya relatif subur dan menjadi sentra pertanian. Semenjak kemerdekaan, pulau Jawa menjadi ibukota negara dan menjadi basis industri-industri besar padat karya. Jadi jawabannya B.

4. Fenomena:
1) Natalitas
2) Mortalitas
3) Emigrasi
4) Imigrasi
Pertumbuhan penduduk alami dipengaruhi oleh faktor yang ditunjukkan oleh angka …
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 2) dan 3)
d. 3) dan 4)
e. 2) dan 4)

Kunci
Faktor pertumbuhan penduduk terbagi menjadi faktor alami dan faktor non alami yaitu migrasi. Faktor alami adalah natalitas (kelahiran) dan mortalitas (kematian). 

5. Pertumbuhan penduduk Indonesia masih di angka 1% per tahun dan masuk kategori tinggi. Jika tidak dikendalikan baik secara kuantitas dan kualitas maka persoalan penduduk akan semakin rumit dan berdampak pada menurunnya kesejahteraan. Faktor utama masih tingginya angka pertumbuhan penduduk Indonesia adalah …
a. akses kesehatan semakin baik
b. fenomena urbanisasi meningkat
c. adat istiadat yang kental
d. tidak ada UU perkawinan
e. taraf pendidikan rendah

Kunci
Pertumbuhan penduduk Indonesia masih tinggi dikarenakan beberapa faktor, namun faktor utama adalah taraf pendidikan penduduk yang mayoritas masih rendah. Pendidikan mengenai pentingnya keluarga kecil tapi sejahtera masih belum begitu dijalankan oleh masyarakat sehingga angka pernikahan dini masih tinggi ditambah jumlah anak yang banyak dalam satu keluarga.

6. Diketahui data kependudukan kota X sebagai berikut:
- Jumlah kelahiran 100.000 jiwa
- Jumlah kematian 50.000 jiwa
- Jumlah migrasi masuk 2.000 jiwa
- Jumlah migrasi keluar 1.000 jiwa
Pertumbuhan penduduk total kota X adalah …. jiwa
a. 51.000
b. 50.000
c. 53.000
d. 153.000
e. 44.000

Kunci
Rumus menghitung pertumbuhan penduduk total adalah (L-M) + (I-E) 
jadi (100.000-50.000) + (2.000-1.000) = 50.000 + 1.000 = 51.000 jiwa

7. Jumlah penduduk di Kota A pada tahun 2015 sebanyak 250.000 jiwa. Selama tahun 2015 hingga 2016 jumlah bayi lahir di kota tersebut sebanyak 18.000 jiwa, sedangkan jumlah orang yang meninggal dunia sebanyak 7.500 jiwa. Persentase pertumbuhan penduduk kota A adalah ….
a. 3,5 %
b. 2 %
c. 4,2 %
d. 1,2 %
e. 5,2 %

Kunci
Rumus hitung persentase pertumbuhan penduduk adalah
% = {(L – M)/Po} x 100%

Keterangan:

Pt = jumlah penduduk di tahun akhir perhitungan
Po = jumlah penduduk di tahun awal perhitungan
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
% = persentase pertumbuhan penduduk

Jadi % = (10.500/250.000) x 100% = 4,2%

8. Badan Pusat Statistik mencatat penduduk Indonesia pada September 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa, meningkat 32,56 juta jiwa dari tahun 2010 yang sebesar 237,63 juta jiwa. Jumlah penduduk tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Barat sebesar 48,27 juta orang. Kemudian disusul Jawa Timur 40,27 juta, Jawa Tengah 36,52 juta, Sumatera Utara 14,8 juta, dan Banten 11,9 juta. Faktor utama yang menjadikan Jawa Barat menjadi pusat populasi adalah aktivitas perekonomian. Upaya-upaya berikut bisa menjadi solusi pemerataan penduduk, kecuali …
a. membuat jaringan megapolis di Jawa
b. membangun pusat pertumbuhan baru di luar Jawa
c. merelokasi industri padat karya ke provinsi yang sedikit penduduk
d. membatasi investasi di kota-kota besar di Jawa 
e. menggalakan desa-desa wisata

Kunci
Persebaran penduduk yang tidak merata menjadi salah satu masalah utama dalam bidang kependudukan di Indonesia. Faktor aktivitas ekonomi yang terpusat di Jawa sejak era pembangunan orde baru menjadikan Jawa sebagai sasaran penduduk untuk mencari penghidupan. Dampaknya adalah kota-kota di Jawa semakin padat penduduk. Upaya yang bisa dilakukan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Jawa adalah dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan atau ekonomi baru di luar Jawa, membatasi investasi di kota-kota besar, menggalakan desa-desa wisata dan merelokasi industri padat karya ke provinsi lain yang sedikit penduduknya. Sementara itu pembangunan jaringan megapolis kota-kota besar di Jawa hanya akan membuat populasi penduduk semakin terkonsentrasi di wilayah pusat ekonomi tersebut.

9. Perhatikan data!

Dengan luas daratan Indonesia sebesar 1,92 juta kilometer persegi, sebaran penduduknya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Meskipun luas geografisnya hanya sekitar tujuh persen dari seluruh wilayah Indonesia, Pulau Jawa dihuni oleh 151,59 juta penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia. Hal tersebut akan memicu berbagai permasalahan di berbagai bidang kehidupan. Berikut ini adalah permasalahan sosial ekonomi yang muncul akibat ketidakmerataan penduduk tersebut, kecuali …
a. adanya ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah
b. kemiskinan dan pengangguran merajalela
c. kemacetan dan kepadatan yang semakin sulit diatasi
d. kriminalitas semakin merebak
e. banyak tumbuh slum area di perkotaan

Kunci
Persebaran penduduk Indonesia masih tidak merata karena terkonsentrasi setengahnya di pulau Jawa. Hal ini jika dibiarkan terus-menerus akan memicu permasalahan di berbagai bidang. Di bidang sosial ekonomi dampak yang dirasakan adalah:
1. Kemiskinan dan pengangguran merajalela
2. Kemacetan dan kepadatan yang semakin sulit diatasi
3. Kriminalitas semakin merebak
4. Banyak muncul slum area di perkotaan
5. Kesenjangan penduduk kaya dan miskin semakin tinggi
Sementara itu dalam aspek politik hal tersebut akan memicu ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah

10. Kota-kota besar di Indonesia semakin hari semakin padat penduduk karena arus urbanisasi juga masih tetap tinggi. Kaum urban yang mengadu nasib ke wilayah perkotaan tidak semuanya mampu mencapai tingkat kesejahteraan yang sesuai standar hidup layak. Dampak dari fenomena tersebut terhadap pola ruang kota adalah …
a. kemacetan kota tidak terhindarkan
b. banyak muncul superblok
c. jaringan transportasi semakin bertambah
d. pembangunan pedestrian semakin gencar
e. terjadi segregasi pemukiman

Kunci
Kota-kota besar di Indonesia semakin padat karena arus urbanisasi yang tinggi. Hal ini memicu persebaran penduduk yang semakin tidak merata di daerah. Penduduk akan lebih memilih mengadu nasib di kota besar yang banyak pilihan sumber kehidupan dibanding di daerah asal seperti desa. Hal ini lambat laun akan memicu perubahan pola ruang kota yaitu segregasi pemukiman. Segregasi ini muncul sebagai akibat dari ketimpangan penduduk kaya dan miskin yang semakin besar. 
advertise here

Bagikan postingan ini.

Give us your opinion
Buka Komentar
Tutup Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!. Komentar spam, link aktif akan langsung dihapus. Terimakasih.

Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang